Menjadi Pengantin Satu Hari

Menjadi Pengantin Satu Hari
Melepas rindu


__ADS_3

..............


Pintu terbuka kembali, belly pun masuk kedalam ruangan yang ternyata sudah ada rangga dan bossnya yang tengah berdiri menatap kearah jendela membelakangi posisi mereka.


"Maaf sudah membuat anda menunggu pak, saya belly." Belly mengulurkan tangan ke arah rangga.


Rangga pun menerima uluran tangan belly dengan mata yang tak berkedip sedikitpun.


"Rangga atmaja, tak apa kami baru saja tiba. Senang bertemu dengan anda ibu BELLY ZEANA." Ucapan rangga dapat terdengar jelas oleh raja, ia pun segera menoleh kearah rangga saat ia menyebut nama belly zeana dengan penuh penekanan.


"Belly??????" Mata raja kini terbelalak melihat seseorang yang tengah ia rindukan, sungguh ia tak menduga jika orang yang selama ini ia cari kini telah berada dihadapannya.


Semua orang disana pun menoleh kearah raja, tidak terkecuali belly. Matanya yang telah berkaca-kaca menatap lekat kearah raja. Tak tahu lagi apa yang akan diperbuat oleh belly, ia merasa telah tertangkap basah dan menyerahkan diri pada raja.


Raja dan belly saling diam, mereka berdua hanya saling bicara melalui tatapan masing-masing. Tak ada suara apapun dari mulut mereka.


Steva yang menyadari hal itu pun memberi kode pada rangga melalui matanya.


Rangga dan steva perlahan mundur, dengan langkah pelan mereka berdua pun keluar dari ruangan membiarkan belly dan raja berdua.


Steva baru menyadari, jika raja adalah suami belly. Sementara rangga, ia hanya terus berfikir menerka-nerka siapa sebenarnya sosok belly bagi bossnya.


Raja melangkah maju kearah belly, kali ini ia tak ingin lagi melepaskan sosok wanita yang telah mampu memporak-porandakan hatinya sekaligus membuatnya begitu terlena.


Raja memeluk erat tubuh belly dan aksi raja itu pun sontak membuat belly terkejut. Ingin rasanya belly menolak dan menghempaskan tubuh raja, namun tubuh belly terus menerima sentuhan suaminya itu. Sejujurnya, belly sangat merindukan raja. Namun belly masih diam, ia tak mengucapkan sepatah katapun.


"Aku merindukanmu......" Lirih raja semakin mempererat pelukannya pada tubuh belly. "Jangan pergi lagi...." Raja mengecupi puncak kepala belly.


Mendengar ucapan raja, belly pun menitikkan air bening dari matanya. Tetesan air mata itu pun perlahan membasahi jas raja yang begitu wangi. Ia semakin membenamkan kepalanya pada dada bidang raja dengan isakan tangis kecilnya.


Raja melepas pelukannya, ia memegangi kepala belly dengan kedua tangannya. Ditatapnya lekat-lekat wajah belly yang begitu ia rindukan. Wajah cantik istrinya itu kini tengah basah oleh buliran-buliran air mata segingga ia pun menyeka air mata belly dengan tangannya. Kemudian raja mengecup kening belly dengan perasaan terdalamnya. Rasa bersalah raja pada belly kini muncul kembali, ia tak kuasa melihat kesedihan yang dialami belly akibat ulahnya.


Tak ada lagi kata-kata diantara mereka berdua. Raja kembali memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Sementara belly masih nyaman menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Ehem!!" Karena menunggu diluar dan belly tak kunjung memberi kabar. Steva memberanikan diri masuk kembali kedalam ruangan. "Maaf bermesra-mesraannya nanti saja di rumah." Umpat steva kesal begitu melihat belly tengah berpelukan dengan raja.


Belly berusaha melepas pelukannya dari raja, namun raja enggan melepaskan tubuh belly. Ia malah semakin memperkuat dekapannya.


"Baiklah, hari ini aku biarkan kalian berdua saling melepas rindu. Tapi besok, kita akan kembali membahas masalah pekerjaan yang semoat tertunda." Steva pun keluar dari ruangan VIP itu meninggalkan raja dan belly.


"Aku harus pergi..." Ucap belly lirih.


"Aku sudah memintamu untuk tidak pergi lagi, apakah kau tetap ingin pergi??" Tanya raja memotong ucapan belly.


"Tapi, kita harus membahas masalah pekerjaan bukan?" Balas belly.


"Aku akan mengurusnya, Lagi pula Temanmu sudah memberikan waktu besok." Ucap raja.


"Apakah kita akan terus begini??" Tanya belly lagi, ia tak tahu sampai kapan harus berpelukan dengan raja.


"Apakah kau ingin kita melakukan hal yang lain??" Tanya raja menatap lekat wajah belly, matanya kian berputar-putar memutari setiap penjuru wajah belly.


"Hal lain???" Fikiran belly melayang-layang entah kemana. Belly pun dengan sekuat tenaga mendorong tubuh raja hingga membuat tubuh raja terlepas darinya.


Raja hanya tersenyum sumringah memperhatikan tingkah belly. "Pulanglah bell...."


"Kau mau kemana??" Raja mencekal tangan belly hingga membuat langkah belly terhenti.


"Pulang." Jawab belly singkat.


"Pulanglah bersamaku bell, pulanglah ke rumah kita..." Ajak raja dengan memegang kedua tangan belly.


Belly hanya diam, ia bingung keputusan apa yang harus ia ambil. Belly masih tinggal bersama steva di apartementnya, di sisi lain raja memintanya untuk pulang. Tapi belly masih merasa berhutang budi dengan steva, ia tak mungkin kembali begitu saja bersama raja. Belly berfikir sejenak, ia masih takut jika sikap raja akan berubah lagi. Mungkin hari ini raja bersikap manis, hingga ia mengingat kejadian-kejadian ketika raja memperlakukannya dengan seenaknya.


"Bell??" Raja menyadarkan lamunan belly.


"Eh, i..iya." Jawab belly kaku.


"Kita pulang ya, ke rumah kita...." Rayu raja pada belly.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak bisa pulang bersamamu." Belly menghempas pegangan tangan raja. Seketika raut wajah raja berubah menjadi sedih.


"Kau belum bisa memaafkanku??" Tanya raja semakin lekat menatap wajah belly.


"Maaf, aku belum bisa kembali bersamamu. Aku harus menemui steva.." Jawab belly.


Raja sadar, tak mudah baginya untuk meluluhkan hati belly kembali. Bagaimana pun sikap belly seperti ini akibat ulahnya. Ia pun berusaha untuk lebih bersabar menghadapi belly dan mencoba untuk meyakinkan belly lagi.


"Baiklah, jika kau belum ingin kembali ke rumah bersamaku. Maka izinkan aku mengantarmu..." Ucap raja dengan nada kecewanya.


Belly menyadari hal itu, namun kali ini belly ingin melihat keseriusan raja. Ia tak ingin tersakiti lagi karena sikap raja yang berubah-ubah meski sebenarnya ia pun sangat merindukan raja. "Baiklah.." Ucap belly pelan dan berjalan keluar dari ruangan diikuti raja dibelakangnya.


Meski kecewa, setidaknya belly masih memberikan kesempatan untuknya memperbaiki semua kesalahannya, meskipun saat ini belly belum mau pulang ke rumah bersamanya.


Berjalan di belakang belly raja seperti seorang body guard, di luar sana pun raja bertemu dengan rangga sekretarisnya.


"Pak, apakah sudah selesai?" Tanya rangga pada bossnya.


"Kau kembalilah ke kantor. Nanti aku akan menghubungimu." Ucap raja dengan nada tegasnya.


"Baik pak." Ucap rangga segera berlalu dari bossnya.


"Rangga tungg!!." Panggil raja kembali.


"A..ada apa pak?" Sahut rangga dengan perasaan takut.


"Kunci mobil." Raja menengadahkan satu tangannya kehadapan rangga.


Rangga pun menyerahkan kunci mobil kepada bossnya. Kemudian ia menyaksikan raja berjalan mengikuti langkah belly dari belakang.


Siapa belly zeana itu sebenarnya? Setahuku pak raja tidak pernah dekat dengan wanita lain kecuali maura. Jangan bilang boss juga tertarik dengannya! Ck....!


Gumam rangga dalam hatinya, ia begitu penasaran dengan sosok belly. Padahal baru saja ia mengincar belly, namun malah tersalip oleh bossnya.


To be continue....

__ADS_1


🍒 Hai readers, terimakasih terus setia dukung karya othor. Kasih vote nya dong buat othor, kasih bunga atau kopi jga boleh lah...


Jangan lupa juga buat ninggalin like dan komentarnya ya... Biar makin semangat nih Buay UP lagi! Terimakasih....


__ADS_2