
Sepertinya Maura memang tak akan menyerah untuk mendekati Raja kembali. Sepagi ini ia sudah datang ke kantor untuk menemui Raja.
Raja yang baru saja tiba di dalam ruangannya pun sontak terkejut mendapati Maura tengah menunggunya.
"My king...." Maura berjalan gontai dengan sepatu high heels tinggi berwarna merah maroon hingga menimbulkan suara berisik saat menginjak lantai. Kaki jenjang Maura yang sangat mulus itu berleok-leok semakin mendekat kearah Raja.
Lipstick ombre kini tengah menghiasi bibir manisnya, sengaja ia tampil sebaik mungkin untuk memikat mantan kekasihnya kembali.
Maura mengenakan gaun merah maroon senada dengan warna sepatunya diatas lutut, bahkan lebih diatasnya lagi. Tak lupa bagian dadanya yang sebagian tak tertutup membuat penampilannya memang benar-benar menunjukkan body goalnya sebagai seorang Model.
"Ck!" Rangga yang melihat kedatangan Maura hanya bisa memijat keningnya pelan. Ia merasa pusing jika Maura sudah datang menemui Bossnya. Berbagai Cara kini tengah ia fikirkan untuk mengatasi Maura. "Apa lagi yang diinginkannya?"
Sementara Raja hanya bisa menghela nafas panjang dengan kedua tangan masuk kedalam saku celananya. Ia merasa semakin kesal saat mendengar Maura memanggilnya dengan sebutan My king disertai nada yang begitu manja.
"Raja, ada yang ingin aku katakan.." Ucap Maura ketika dia sudah berada didepan Raja dengan menyimpulkan senyuman semanis mungkin.
"Pak, apakah perlu saya bereskan??" Bisik Rangga pelan pada Raja.
"Tidak perlu, kamu cukup diam disini menyaksikan apa yang akan dilakukan olehnya." Ucap Raja pelan memberi perintah pada Rangga.
"Baik pak." Rangga berdiri tepat di belakang Raja yang kini tengah duduk dikursi kerjanya.
Maura menoleh kearah Rangga yang masih berdiri dibelakang Raja. Ia berharap Raja mau mengusirnya keluar dan meninggalkan mereka berdua agar Maura bisa lebih leluasa untuk bertindak. "Kau, bisakah tinggalkan kami??"
Namun Rangga hanya diam, pandangannya masih lurus kedepan tak menanggapi perkataan Maura.
"Apa yang ingin kau katakan? Aku masih banyak pekerjaan." Ucap Raja dengan nada dan tatapan dingin.
Meskipun Maura kini telah menunjukkan penampilan terbaiknya, namun hal itu malah membuat Raja semakin memandangnya rendah.
Sebenarnya Raja sudah malas bertemu dengan Maura, tapi dilain sisi Raja juga penasaran apa yang akan dikatakan Maura kali ini. Apakah Maura masih ingin memfitnah Belly lagi??
"My king, bisakah dia pergi terlebih dahulu. Aku tak ingin orang lain menguping pembicaraan rahasia kita." Tatapan dan nada bicara Maura kini mulai merayu Raja.
"Jika kau keberatan, silahkan keluar dari sini!" Raja mempersilahkan Maura keluar dari ruang kerjanya. Tangannya menunjuk kearah pintu berharap Maura mengerti maksudnya.
"Okey, aku akan pergi! Tapi aku yakin kau akan menyesal jika tak mendengar sebuah kabar yang sangat mengejutkanmu ini Raja!" Maura tak mau ambil pusing, ia malah balik mengancam Raja. Dengan penuh keyakinan diri, Raja pasti akan memanggilnya kembali. Itulah yang diharapkannya.
Ck! Apa sebenarnya yang ingin dikatakan olehnya??
Raja terdiam sejenak menyaksikan Maura telah membelakanginya menuju keluar ruangan. Namun, karena hatinya terus dilanda rasa penasaran ia pun mau tidak mau meminta Rangga untuk keluar meninggalkan mereka berdua.
"Rangga, tinggalkan kami..."
"Baik pak!" Rangga dengan sesegera mungkin melangkah menuju keluar ruangan. Sebenarnya ia juga tak ingin berlama-lama didalam melihat Maura yang begitu membuatnya semakin pusing. Apalagi penampilannya yang fulgar, sebagai laki-laki normal Rangga sangat menikmati pemandangan didepannya tapi Rangga juga tahu jika wanita seperti Maura bukanlah wanita yang baik jika dijadikan seorang istri.
Lelaki sebaji*ngan apapun, pasti akan memilih wanita yang baik untuk dijadikan seorang istri. Begitulah menurut pemikirannya.
Mendengar hal itu, Maura mengulum senyumannya. Di pasang wajahnya semanis mungkin, kemudian ia pun berbalik kembali menghadap Raja.
"Aku tahu, kau pasti akan lebih memilihku my king..."
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu!!" Bentak Raja pada Maura.
Namun bukannya marah, Maura malah tersenyum sipu dengan nada manjanya. "Kenapa? Apa karena kau masih begitu mencintaiku? Kau belum bisa melupakanku? Begitukah...."
"Jangan berkhayal terlalu tinggi! Cepat katakan apa yang ingin kau katakan!" Raja semakin kesal, ternyata Maura malah mempermainkannya.
"Raja, aku tahu kau marah hanya untuk menutupi perasaanmu terhadapku. Aku tahu kau masih begitu mencintaiku..."
"Raja, sebelum mengetahui yang sebenarnya aku sempat ingin melepaskanmu untuk Belly. Aku fikir kau akan bahagia bersamanya, tapi nyatanya semua dugaanku itu salah besar! Kau tak bahagia bukan??"
Maura kini mendekati Raja, ia menyentuh kedua pundak Raja. Namun dengan cepat Raja segera menepis tangan Maura hingga membuat Maura tersentak dan hampir oleng dari posisi tegaknya.
"Jangan coba-coba menyentuhku!" Ancam Raja. Entah mengapa, Raja tak mau bersentuhan dengan Maura.
"Raja, dulu kau sangat menyukai sentuhanku. Dulu kau sangat menyukai sikap manjaku, tapi sekarang kau berubah!!."
"Aku sadar, semua ini memang salahku tapi please, jangan perlakukan aku seperti ini lagi Raja. Sikapmu sungguh menyiksaku....."
"Raja, ketahuilah sebenarnya perasaanku padamu tak pernah berubah sedikit pun. Aku masih sangat mencintaimu!"
Maura masih terus berusaha untuk meyakinkan Raja. Berbagai kata-kata manis ia keluarkan hanya untuk memikat hati Raja kembali.
__ADS_1
"Berhenti mengucapkan omong kosong itu!!!!! Silahkan pergi dan keluar dari sini!" Raja merasa sudah membuang waktunya untuk meladeni Maura.
"Raja, benar dugaanku kau tak bahagia bersamanya?? Jika memang benar, maka kembalilah padaku kapan pun kau mau...." Maura kini telah mengeluarkan senjata ampuhnya. Air mata yang mengandung bawang bombay telah mengalir dikedua sudut matanya.
"Ketahuilah Raja, Belly tidak pernah menyayangimu sebesar rasa sayangku kepadamu! Dia hanya mencintai kekasihnya Alan!"
"Dan apakah kau tahu, dibelakangmu selama ini mereka berdua telah bermain Api?? Aku harap kau tak tertipu olehnya. Percayalah padaku Raja, kita berdua sama-sama dipermainkan olehnya. Karena ulahnya lah hubungan kita berakhir! Dia yang telah merusak semuanya Raja!! Dia!!"
Masih tetap dengan usahanya, Maura terus saja menjelek-jelekkan Belly di depan Raja dengan penuh Emosi. Tak berhenti disitu saja, Maura terus memikirkan cara untuk terus mempengaruhi fikiran Raja.
"Apa maksudmu? Bermain Api??" Raja tak mengerti, entah mengapa dari sekian banyak ucapan Maura ia hanya tertarik ketika Maura membahas soal Alan.
"Raja, apa kau benar-benar tak tahu? Belly dan Alan pernah tinggal di dalam Apartement yang sama... Aku harap kau sudah mengetahuinya.."
"Ya, meski mereka hanya tinggal di gedung yang sama dan kamar berbeda tapi sebenarnya tanpa sepengetahuan orang lain, mereka sering melakukan......"
"Melakukan apa???" Raja sungguh tak sabar ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. "Cepat katakan!!"
"Itu.... Kau pasti tahu, sepasang kekasih yang dimabuk asmara dan...."
Maura mulai senang, kali ini ia merasa Raja pasti akan mempercayainya. Dapat dilihat dari raut wajah Raja saat ini, amarah yang tergambar di wajahnya serta otot-otot tangannya yang mulai menonjol karena kini Raja tengah mengepalkan kedua telapak tangannya.
"Apalagi yang kau ketahui??" Tanya Raja dengan suara lirihnya.
"Saat di singapura, mereka berdua tinggal bersama. Ya, banyak hal yang aku ketahui tentang mereka. Tapi aku masih menyembunyikan semua itu darimu, aku hanya ingin menjaga perasaanmu Raja.."
"Tapi setelah aku tahu jika kau tak bahagia bersamanya, dan dia hanya mempermainkanmu aku berniat memberitahukan dan membongkar semua kebusukannya padamu!!!.."
Ucap Maura dengan ekspresi semakin bangga. Kali ini sepertinya Raja mendengarkan ucapannya dengan baik. Tentunya hal itu tak ingin dilewatkan oleh Maura. Maka otaknya terus berputar mencari-cari ide agar Raja terus mempercayainya. Meskipun ia memfitnah Belly yang jelas disini amat dirugikan.
"Rangga, ke ruanganku sekarang!" Raja memanggil Rangga melalui sambungan telephone.
Tak lama kemudian Rangga pun masuk dengan dua orang security.
Maura yang melihat kedatangan Rangga dan dua orang security itu pun sejenak langsung terdiam.
"Maura, terimakasih banyak atas semua informasimu yang sangat membantu untukku! Kau begitu sempurna, semua ucapanmu mungkin ada benarnya.." Dengan senyum tipis, Raja menatap wanita yang kini ada di depannya. Hingga membuat Maura semakin bahagia dan tersenyum sumringah.
"My king......" Ingin rasanya Maura berhambur memeluk Raja, tapi masih ditahan olehnya. Maura tahu ini waktu yang tidak tepat.
Sontak hal itu membuat Maura terkejut karena nada suara Raja yang sudah naik satu oktaf.
"Semua ucapanmu sangat membantuku, dan karenamu juga aku bisa tahu semuanya...."
"Aku tahu jika kau telah memfitnah Istriku. Terimakasih, karena kau telah menunjukkan siapa sebenarnya dirimu!!!! Wanita JA*LANG!!!!!!!"
PRANKKKK!!!!!!!!!
Raja melempar vas bunga yang ada di meja kerjanya ke tembok, nyaris vas bunga itu hampir mengenai kepala Maura, hal itu membuat Maura takut dan menangis sungguhan.
Semua orang didalam ruangan itu pun semakin tegang. Setelah sekian lama tak melihat kemarahan Bossnya, Rangga dan kedua security itu pun hanya bisa menundukkan kepala masing-masing.
"Ra..raj..aa.." Dengan bibir bergetar dan suara tertatih, Masih dengan kedua tangan yang menutupi kedua telinganya. Maura terbata memanggil Raja, berharap Raja akan segera meredam kemarahannya.
"Jangan berani lagi kau memfitnah istriku!! Kau fikir aku bodoh dan akan percaya begitu saja padamu, Haaah??? Kau salah!!!"
Raja datang mendekat kearah Maura, diraihnya dagu lancip milik Maura dan menekannya dengan kuat hingga membuat Maura merintih kesakitan.
"Saa..sakit Raja..."
"Jika kau berani sekali lagi melakukan hal bodoh seperti ini dan mengarang cerita hanya untuk menjatuhkan Belly, aku takkan mengampunimu!"
"Kau fikir, dengan rayuan gilamu ini aku akan kembali kepadamu? Lalu aku membenci Belly?? Itu takkan terjadi! Yang ada aku malah semakin mencintainya!!! Kau PAHAM!!!"
Raja menghempas cekalan tangannya pada dagu Maura. Membuat dagu itu berwarna kemerahan dan tubuh Maura hampir terjatuh ke lantai.
Raja pun segera keluar dari ruangan kerjanya, ia membanting pintu dengan kuat.
BRAK!!!!!!!
Namun, ketika tiba diluar tepat sekali matanya bertatap dengan mata seorang wanita yang telah memerah mengeluarkan Airmata, yang kini tengah berdiri mematung didepannya.
Sejak tadi ternyata Belly sudah berdiri di depan pintu ruang kerja Raja. Ia dapat mendengar dengan jelas semua yang dibicarakan Raja dan Maura didalam. Karena saat Rangga keluar dari ruangan itu, Belly memintanya agar tidak menutup rapat pintu supaya ia dapat mendengar semua pembicaraan Raja dan Maura didalam.
__ADS_1
Raja dan Belly hanya bisa saling menatap, tak ada yang bisa terucap oleh bibir keduanya. Mereka berdua sama-sama bungkam.
Belly pun langsung berhambur memeluk erat tubuh suaminya itu. Ia tak perduli jika mereka saat ini sedang berada di kantor dan dilihat oleh banyak karyawan yang berlalu lalang. Belly tak memperdulikan itu.
Yang jelas hatinya saat ini begitu tersentuh karena telah mendengar semua pembelaan Raja terhadapnya didepan Maura yang telah memfitnahnya.
Raja pun membalas pelukan Istrinya itu dengan erat. Seperti tak ingin melepaskannya lagi.
Saat Maura keluar dari ruangan kerja dengan diseret oleh kedua security di sisi kanan dan kirinya, ia semakin terkejut dengan pemandangan didepannya yang kian membuatnya bertambah marah.
"Raja!!!!"
Maura berteriak sekencang-kencangnya disertai dengan deraian Air mata. Wajah yang awalnya cantik saat menemui Raja kini berubah menjadi sembab dan kucal.
Namun Raja dan Belly tak mengindahkan hal itu, mereka berdua masih saja terbuai didalam pelukan bersama.
Kedua security itu pun diperintahkan Rangga untuk membawa Maura keluar secepatnya.
"Belly!!!!!!! Dasar kau perusak hubungan orang!!"
"Kau wanita tak tahu malu......"
"Kau yang membuat hubunganku dengan Raja hancur!!!!"
"Akan kubalas semua perlakuanmu padaku!!!!!"
"Lihatlah, aku takkan mengampunimu!!"
"Tunggu saja tanggal mainnya!"
Maura berteriak begitu keras. Begitu banyak cacian yang keluar dari mulut Maura untuk Belly. Namun Raja menutup kedua telinga Belly berharap agar tak mendengar ucapan Maura.
Padahal, Belly dapat mendengar dengan jelas semua itu. Hingga Air matanya semakin tumpah dan membasahi baju yang dipakai Raja.
"Jangan dengarkan, dia hanya mengatai dirinya sendiri..." Raja mengusap pelan puncak kepala Istrinya mencoba untuk menenangkannya.
Karena merasa kini mereka menjadi bahan tontonan banyak orang, Raja pun segera memberi kode pada Rangga untuk menyiapkan mobil.
Raja membawa Belly pergi dari kantornya, ia tak berani bertanya ataupun berbicara pada Belly. Raja tahu jika saat ini perasaan Belly sedang tidak baik-baik saja.
Hati belly saat ini begitu hancur menyaksikan semua perkataan Maura. Ia tak menyangka Maura dengan tega memfitnahnya hingga berbuat sejauh itu.
Sebenarnya sampai sekarang Belly pun tak tahu apa kesalahannya terhadap Maura. Sampai Maura bisa dengan teganya memfitnahnya dengan kejam padahal mereka berdua kini sudah menjadi saudara.
Raja membawa Belly kesebuah tempat yang lumayan jauh dari pusat kota jakarta. Raja menepikan mobilnya di depan sebuah Villa milik keluarganya. Tempat itu sedikit sunyi dan jauh dari keramaian. Jika Raja ingin menenangkan diri, ia pasti akan pergi ke villa ini. Udara sejuk dengan pemandangan gunung dan perbukitan yang teduh dipandang mata, sangat cocok untuk menjernihkan fikiran dan menenangkan hati.
Tak lupa ia memberikan satu botol air mineral untuk Belly. Belly pun menerima air mineral itu dan meminumnya hingga habis.
"Gimana, apakah sudah membaik??" Tanya Raja pada Belly yang kini tengah duduk sembari terus memandangi panorama yang menyejukkan didepannya.
"He'eum..." Belly menganggukkan kepalanya pelan, kemudian disandarkan kepalanya dibahu Raja.
"Apakah dia baik-baik saja, tidak lapar?" Raja menunjuk perut Belly kemudian mengusapnya pelan.
Belly hanya menggeleng pelan, ia merangkul tubuh Raja dengan erat.
"Jangan terus bersedih, senyum..." Pinta Raja pada istrinya.
Belly pun menggerakkan bibirnya dan menyunggingkan sedikit senyum pahitnya.
"Full senyum sayang...."
To be continue.....
🍒 Dah dulu ya besok lagi...
othor dah UP dua bab dijadiin satu loh hanya untuk Readers kesayangan hari ini.
Mudah²an bab ini bisa ngobatin rasa rindu para readers semua buat pasangan raja dan belly.
Jangan lupa kalo dah baca, tinggalkan vote dan giftnya buat othor!
Like, komen, dan jadiin favorite di rak buku kalian ya readers...
__ADS_1
Terimakasih banyak!!!!!