
Sesuai janji mereka, Bastian, Raja sedang menunggu Alek di sebuah cafe tempat biasa mereka Nongki.
Sosok Alex biasanya tidak pernah setelat ini jika mereka ingin bertemu.
"Ck! Berapa jam lagi kita akan menunggu alex?" Raja menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu selama setengah jam untuk menunggu Alex.
"Sabar ja! Alex sedang terkena macet di jalan." Bastian menyeruput kopi hitamnya, sembari menenangkan raja.
"Dasar anak itu! Membuang waktuku saja!" Raja terlihat semakin kesal.
"Bilang aja kamu ingin segera pulang kan? Tidak sabar ingin bertemu bidadari syurga dirumah.. Ciyeee..." Bastian terkikik pelan menggoda raja.
"Heh, fikiranmu melantur!" Raja menjitak kening bastian. Wajah raja tersenyum memikirkan ucapan bastian.
"Tuh, senyum-senyum sendiri? Benarkan kamu sudah tidak sabar? Apakah seorang raja sudah jatuh hati dengan seorang belly?" Goda bastian lagi.
"Hust!! Itu tidak benar!" Raja memelototi bastian.
"Ja, jika aku menjadi kamu aku tidak akan melepaskan wanita seperti dia. Dia akan terus ku terkam setiap malam tanpa ampun!" Bastian masih menggoda raja.
"Bicara apa kau bocah!" Raja meminum cokelat hangatnya saat mendengar ucapan bastian taja merasa ada yang menyangkut ditenggorokannya.
"Kau tidak menginginkannya? Berikan saja belly padaku!" Niat bastian hanyalah bercanda, namun raja menanggapi ucapan itu dengan serius. Hingga raja menarik kerah baju bastian. "Jaga Ucapanmu!!"
"Heiii... Raja, bastian! Ada apa?" Alex tiba-tiba datang bersama seorang pria yang usianya kira-kira seumuran dengan mereka. Alex melerai hingga raja melepas cekalan tangannya pada kerah bastian.
"Aku hanya bercanda lex, tapi dia sangat marah padaku." Bastian merapihkan bajunya.
"Apa yang membuatmu begitu marah padanya ja? Bukankah kau sudah sangat paham dengan watak bocah satu ini?" Alex menatap kearah raja yang sedang tersulut emosi. "Oke, sudah... Kita mulai pertemuan kita. Ini sepupuku yang aku ceritakan.."
"Aku Alan, senang bertemu dengan anda pak raja.." Alan dan raja saling berjabat tangan.
"Raja, senang juga bertemu dengan anda." Raja mengulirkan sedikit senyum keterpaksaannya.
Kemudian Alan berganti memperkenalkan diri dengan bastian.
Saat ini perusahaan raja sedang membutuhkan seorang IT yang handal. Hingga Alex merekomendasikan Alan Alfazri yang ternyata adalah sepupunya.
Setelah lumayan cukup lama bercakap-cakap, mereka pun menyudahi pertemuan. Raja yang biasanya santai, kini ia terlihat terburu-buru untuk pulang ke rumah.
"Apakah aku akan bekerja dengan pria sedatar itu?" Alan berbicara pada Alex saat raja sudah meninggalkan mereka.
"Meskipun raja bersikap datar dan dingin, tapi dia sangat baik. Kenalilah dulu orangnya baru kau akan tahu All.." Jawab alex yang sudah sangat paham akan sifat raja.
__ADS_1
"Tapi dia sangat sensitif sekarang lex, apalagi jika membahas istrinya." Bastian mendengus kesal.
"Pantas saja dia marah! Lain kali jaga ucapanmu jika didepan raja bas, jangan lagi-lagi kau menyinggung masalah istrinya." Alex menyentil bastian.
Sedangkan Alan hanya mendengarkan pembicaraan mereka tanpa tanggapan apapun.
***
Setibanya di rumah, Raja langsung menuju ke kamarnya. Ia menoleh ke arah dapur, ternyata belly sedang sibuk entah apa yang ia lakukan di dapur.
Raja pun langsung keatas tanpa menegur belly.
Setelah raja berada di rooftop dekat kamarnya, raja melihat taman bunga kecil dibawah dengan beberapa bunga bermekaran disana. Nampak juga belly sedang menyiram bunga-bunga yang nampak segar disana. Pandangan raja pun tak luput dari belly, raja terus memandangi kegiatan belly dibawah.
Raja, apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu terus memandangi wanita itu..
Raja beralih dari pandangannya, kemudian ia masuk kedalam kamar.
Selesai menyiram bunga ditaman kecilnya, belly masuk kedalam untuk membersihkan diri. Karena kamar mandi berada didalam kamarnya, belly tak perlu repot jika akan mandi.
Raja turun dari kamarnya, ia melihat meja makan sudah terhidang beberapa makanan dan lauk-pauknya. Raja yang melihat hidangan itu pun tak bisa menahan laparnya. Raja hendak menyantap makanan itu, namun diurungkannya karena raja fikir akan menunggu belly.
Karena belly lama tak keluar dari kamarnya, dan raja tak bisa lagi menahan lapar maka raja memutuskan untuk mengetuk kamar belly.
Raja pun mengetuk pintu kamar belly.
Tok! Tok!
Tok..... Ketukan pintu tak juga mendapat jawaban dari dalam. Raja pun terpaksa membuka knop pintu kamar.
Saat bersamaan juga belly keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk serta rambut yang masih basah.
"Huaaa!!!" Belly berteriak saat mengetahui raja berada didepan pintu.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya raja masih dengan mata yang tak berkedip.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu ada dikamarku?" Sergah belly dengan kedua tangannya yang menutup area dadanya.
"A..aku menunggumu! Kamu sangat lama, aku lapar!" Jelas raja, kemudian raja menutup pintu kamar dan memutuskan menunggu belly diluar.
Setelah diluar kamar, raja merasakan degupan jantungnya yang amat kuat. Ia tak pernah merasakan ini sebelumnya. Raja merasa sangat heran dengan dirinya sendiri. Perasaan yang muncul saat ia melihat belly, seperti sebuah keanehan.
Apa ini? Kenapa tiba-tiba berubah jadi seperti ini?
__ADS_1
Raja bergumam dalam hati, saat itu pula belly keluar dari kamarnya dengan wajah yang salah tingkah.
"Lama sekali, aku sudah lapar." Raja mencairkan suasana kecanggungan diantara mereka.
"Mengapa tak makan duluan saja?" Jawab belly yang merasa kesal dengan raja.
"Baiklah, aku akan makan sendiri! Dan aku akan mengurusi diriku sendiri!" Ucap raja, kemudian ia beralih dari tempat duduknya. Raja pergi begitu saja meninggalkan belly di meja makan.
"Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia semarah itu?" Belly merasa heran dengan prilaku raja.
Sudah tengah malam, raja belum juga pulang. Belly yang menunggu kedatangan raja hanya bisa mondar-mandir diruang tamu.
"Kemana dia? Mengapa hingga sekarang dia belum juga pulang?" Belly merasa khawatir dengan keadaan raja.
Tak lama kemudian, mobil raja pun tiba didepan rumah. Raja melonggarkan dasinya saat keluar dari mobil. Belly pun segera membukakan pintu.
"Kamu sudah pulang?" Belly menyambut kedatangan suaminya. Namun raja hanya terdiam tanpa sepatah kata.
"Dari mana saja? Apakah ada pekerjaan diluar?" Tanya belly lagi sembari mengikuti raja dari belakang.
"Berhenti mempedulikanku! Jangan pernah mencampuri urusanku! Aku bisa mengurus diriku sendiri! Paham??" Raja berbalik arah kemudian membentak belly.
"Aapakah kau masih marah padaku?" Tanya belly dengan rasa takut.
"Berhentilah memperdulikanku? Kau tak mendengar ucapanku?? Sekarang, urus dirimu sendiri. Akupun akan mengurus diriku sendiri! Mengerti??" Raja membulatkan matanya, ia mengancam belly dengan bicara perlahan namun penuh penekanan.
Belly hanya bisa diam, kini ia bungkam dengan tetesan air mata dipipinya. Belly menyeka air mata itu kemudian pergi masuk ke kamarnya.
Dari ambang pintu, raja hanya bisa menatap kepergian belly.
Raja yang sempat melihat tangisan itu pun merasa bersalah. Namun, ia pikir jika ini yang terbaik untuknya dan belly.
Raja merasa telah banyak menoreh luka pada belly. Padahal belly terlihat begitu tulus padanya. Raja terus merenungi kesalahannya terhadap belly.
🍒*Hallo readers, terimakasih sudah selalu setia bacain karya² othor. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya dears, kasih vote, like dan komentnya buat othor.
Jangan lupa mampir di novel aku yang lain ya readers.. ASMARA YANG TERLUPAKAN.
Ceritanya juga nggak kalah seru, hayuukkk merapat....
Marhaban ya ramadhan*...
__ADS_1