
Jerit, tangis, dentuman keras memenuhi seluruh taman hiburan kala itu. Tak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain menyelamatkan diri masing-masing. Tragedi yang mereka alami hari ini, akan selalu mereka ingat sampai akhir dan menjadi cerita menyedihkan turun-temurun bagi anak cucu nanti.
"Alan!!!!" Teriak Belly.
"Alan!!!!" Belly terus memanggil nama suaminya.
"Alan!!!!!!" Masih tak ada jawaban dari si pemilik nama. Matanya terus mencari-cari sosok suaminya, namun tak juga terlihat.
Dari jauh Belly dapat melihat dua buah Cotton Candy yang tergeletak berserakan di tanah. Bentuknya yang tak lagi mengembang, serta sudah kotor akibat terkena terjangan beberapa orang.
Karena banyak orang yang berlari kesana-kemari, tubuh Belly pun terdorong hingga tak kuat lagi menahan desakan. Tubuh Belly pun tumbang, dan tak lagi dapat merasakan apapun.
Sejak insiden itu terjadi, di mana ada sekelompok orang melakukan penyerangan di taman hiburan yang Alan dan Belly kunjungi. Ia tak pernah di pertemukan kembali dengan Alan.
...****************...
__ADS_1
Beberapa tahun kemudian...
Kehilangan pria yang amat ia cintai begitu menyakitkan, namun bagaimana lagi? Ia percaya takdir Tuhan padanya. Ia yakin di balik kisah cinta sekejap yang ia rasakan bersama Alan, pasti ada hikmahnya.
Tidak mungkin Tuhan mengujinya sejauh ini, jika tak ada maksud baik dibalik semua itu. Tidak mungkin Tuhan memberi ujian di luar batas kemampuannya. Tidak mungkin juga Tuhan memberikan kekuatan padanya sejauh ini hanya untuk menjadi wanita lemah. Belly selalu menyerahkan semua urusan hidupnya ini pada Tuhan.
Hingga sejauh ini, ia berfikir akan tetap hidup bahagia meski tanpa Alan di sisinya. Ia akan terus melanjutkan hidup bersama lelaki kecil yang kini hadir mengisi setiap kekosongannya. Lelaki kecil yang terlahir dari rahimnya.
Ia juga yakin, meski mereka tidak bisa bersama di dunia, cintanya dan Alan akan di lanjutkan suatu saat nanti di syurga. Mereka berdua pasti akan dipertemukan kembali.
"Leo, letakkan bunga itu tepat di atas," pinta Belly pada Leo, pria kecil yang kini menjadi teman hidupnya.
"Iya, Ibu," Leo pun menuruti perintah Belly, ia meletakkan bucket bunga yang ia bawa tepat di atas pusara dengan batu nisan yang tertulis terang nama 'Alan Alfazri'.
"Ayah, hari ini aku dan Ibu hanya membawa bunga lili, jika kami membawa bunga mawar setiap hari mungkin ayah akan bosan," tutur Leo berbicara sendiri pada pusara ayahnya itu.
__ADS_1
Melihat itu, Belly hanya bisa tersenyum-senyum sendiri. Meski masih berumur empat tahun, sosok Leo sudah pandai dalam berbicara.
"Sudah selesai? Ayo kita pulang," ajak Belly dengan memegang tangan putra kecilnya itu.
"Sudah selesai, "
...The End...
Selamat malam readers, terimakasih untuk semua dukungan kalian selama ini. Tanpa kalian, mungkin othor tidak bisa menulis karya ini sampai selesai. Jangan kecewa atas keputusan othor atas ending dari cerita ini, karena ini memang akhir yang sudah othor putuskan jauh-jauh hari sebelumnya sebelum karya ini terbit.
Kesetiaan pembaca menjadi motivasi tersendiri untuk Othor. Sekali lagi, terimakasih banyak!!!
Selesai sudah kisah menjadi PENGANTIN SATU HARI, sekarang silahkan mampir ke karya othor yang baru, dengan judul MENGEJAR CINTA JANDAKU.
Pada cerita ini, banyak kebucinan serta hal-hal tak terduga yang akan membuat readers penasaran. Cusss, jangan di tunda lagi yok langsung aja mampir dan baca cerita Asmara dan Byan yang bikin pengen nampol!
__ADS_1
Selamat beristirahat semua, see you.....