
Tanpa pikir panjang, belly langsung mengambil alih piring dihadapan raja. Ia pun meraih sendok dan garpu lalu menyuapkannya kearah raja. "A...Makanlah.."
Raja pun sontak langsung mengulum senyumannya, kemudian ia menerima suapan pertama dari belly.
Entah belly mau pun raja mereka sama-sama tersenyum. Dengan tatapan mata yang sama, netra mereka berdua saling menatap dalam diam.
"Aku seperti sedang memberi bayi makan, hi...hii..hi..." Ucap belly sembari menyuapi raja dengan diiringi tawa kecilnya.
Taja pun ikut mengulum senyumannya. "Jika terus begini aku bisa gemuk mendadak, dan kau pasti akan terlihat semakin kurus kering!" Goda raja.
"Tak apa, anggap saja latihan jika nanti memiliki bayi sungguhan." Ucap belly yang membuat raja membulatkan mata dan tersedak.
"Uhuk....Uhuk...."
"Kau tak apa? Ini minumlah..." Belly memberikan segelas air putih untuk raja.
"Terima kasih..." Raja akhirnya lega setelah minum.
"Kau tak apa?" Tanya belly lagi meyakinkan kondisi raja.
"He'um... Aku baik-baik saja. Aku terlalu bersemangat masakanmu sungguh enak." Jawab raja mengalihkan topik pembicaraan.
"Benarkah? Kau terlalu sering memujiku akhir-akhir ini. Padahal awalnya kau tak suka dengan masakanku, meliriknya pun tidak sama sekali." Belly tersentum pahit mengingat awal kisahnya dengan raja.
"I..iitu... Aku minta maaf. Aku tak bisa menahan ego. Maafkan aku bell?" Raja merasa tak enak hati terhadap belly.
"Tak apa, itu hanya masa lalu. Mengapa aku jadi mellow begini.. Makanannya sudah habis, apakah mau tambah lagi??" Belly segera mengalihkan pembicaraan.
"Tiidak... Ini sudah cukup. Kau istirahatlah, ini sudah larut malam." Raja merasa semakin tak enak pada belly yang terus ingin melayaninya.
"Aku belum mengantuk, lagian besok hari minggu bukan?? Hari libur...." Ucap belly senang.
"Iya. Besok hari minggu dan hari libur." Raja pun menanggapi ucapan belly dengan kaku.
__ADS_1
"Hmmmm, libur atau pun tidak itu kan tidak ada kaitannya denganku! Aku aneh ya.. Haha..haaa.." Belly tertawa kikuk.
"Aneh? Aneh bagaimana? Besok memang hari libur dan itu hari yang dinantikan untuk istirahat bagi para pekerja bell." Jelas raja pada belly.
"Ya, hanya untuk para pekerja. Sedangkan aku hanyalah pengangguran.." Jawab belly dengan wajah murungnya.
"Apa maksudmu? siapapun dapat menikmati hari libur." Tambah raja lagi.
"Ya ya... Aku bereskan meja dulu ya. Setelah itu aku ingin istirahat. Kau ke kamarmu lah dulu." Timpal belly.
"Biar aku yang membereskannya bell, kau masuklah ke dalam kamarmu." Raja menghalangi belly, raja merasa kasihan terhadap belly karena ia merasa ini tak adil untuk belly.
"Tak apa, aku sudah terbiasa melakukannya. Kau butuh istirahat, bukankah pekerjaanmu di kantor sangatlah banyak??" Belly merasa tubuhnya sudah lelah dan mengantuk, namun ia tepiskan itu agar dapat membereskan meja makan.
"Bell, apakah kau ingin bekerja??" Pertanyaan raja keluar begitu saja dari mulutnya. Ia tahu belly selama di rumah sering merasa bosan.
"Bekerja?? Apakah kau mengizinkan?" Belly mendudukkan bokongnya lagi di kursi, ia menatap tajam kearah raja.
"Ya, tentu saja apapun yang kau lakukan aku mengizinkannya. Bukankah kita tak perlu saling mencampuri urusan satu sama lain?" Raja mengeluarkan kata-kata itu dengan hati-hati.
"Emm.. Baiklah jika begitu. Terimakasih..." Ucap belly ddngan wajah penuh kekecewaan. Ia pun bangun dari duduknya dan segera membereskan meja makan. "Aku ke kamar dulu, selamat malam..." Belly pun melangkah menuju kamarnya.
Melihat sikap belly yang berubah drastis, raja hanya diam tanpa kata. Ia tak ingin banyak bicara lagi hingga melakukan kesalahan.
Ck! Mengapa aku membahas itu semua. Dia pasti kecewa! Raja, ada apa denganmu? Baru saja kau menyenangkan hatinya sebentar, mengapa kau patahkan lagi!!
Raja merutuki dirinya sendiri, ia pun segera kembali ke kamarnya.
Pagi pun tiba, belly pagi ini sudah bersiap dengan pakaian rapi. Ia hanya menyiapkan roti tawar dan susu hangat untuk sarapan raja. Tak ada menu masakan spesial, mengingat semalam raja sudah banyak makan.
"Selamat pagi, apakah tidurmu nyenyak?" Sapa belly pada raja.
__ADS_1
"Pagi bell,.." Raja memandangi penampilan belly pagi ini yang tak seperti biasanya.
"Ayo sarapan, aku hanya menyiapkan roti dan susu." Ucap belly sembari ia meminum susu hangatnya.
"Kau mau kemana?" Tanya raja terus dengan tatapan selidik pada belly.
"Aku mau bertemu teman, ternyata dia ada di jakarta. Dia menawarkan beberapa pekerjaan untukku, lumayanlah..." Ucap belly.
"Teman? Siapa? Dan pekerjaan apa? Ini kan hari minggu?" Tanya raja penuh selidik.
"Ya, dia sangatlah super sibuk. Hingga aku bisa bertemu dengannya di waktu libur. Namanya stephanie, di kantornya membutuhkan beberapa karyawan. Aku ingin melihatnya dulu, siapa tahu cocok." Ucap belly menjelaskan secara gamblang.
"Oh." Raja terlihat kesal. Entah kenapa ia merasa tak terima jika belly bertemu dengan orang lain. Ia menghabiskan sarapannya dan berniat kembali ke kamarnya.
"Kau sudah selesai??" Belly memperhatikan raja yang sangat cepat menghabiskan sarapannya.
"Ya." Raja segera naik ke lantai dua.
Ada apa dengannya? Apakah dia marah? Harusnya aku yang marah, mengapa sebaliknya?
Belly bermonolog dalam hatinya, setelah selesai membereskan sisa sarapan ia pun menuju lantai dua untuk berpamitan pada raja.
Belly berjalan perlahan menaiki anak tangga, hingga sampai di lantai dua ia melihat raja sedang berolah raga dengan memainkan barble ditangannya. Otot-otot tangan raja pun dapat terlihat jelas oleh belly.
"Ehem!" Belly berdehem, berharap raja mengetahui kehadirannya. Namun, raja tak menggubris sama sekali. Ia terus saja melanjutkan aktivitasnya.
"Kau sibuk? Aku hanya ingin berpamitan. Aku pergi dulu...." Dengan berat hati, merasa tak dianggap oleh raja belly pun segera turun dan keluar dari rumah.
Raja hanya bisa menarik nafasnya panjang. Ia tak habis fikir dengan apa yang ia lakukan terhadap belly. Ia sendiri heran dengan sikapnya yang langsung berubah ketika mendengar belly akan menemui seseorang.
Ada apa ini? Apakah aku marah? Tak mungkin jika aku cemburu? Oh tidak, itu tidak mungkin....
Dari atas balkon kamarnya ia menyaksikan kepergian belly, sebelum belly pergi ternyata ia singgah untuk menyiram bunga-bunga tanamannya di taman kecil samping rumah.
__ADS_1
Setelah itu, belly pun pergi dengan taksi online pesanannya. Raja hanya mematung menatap kepergian belly ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.
To be continue....