Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
detektif yang terkecoh!


__ADS_3

Kasus baru telah menanti kita, sudah saatnya deduksi itu berbicara, sudah saatnya kebenaran itu hadir dalam bentuk nyata.


*****


Penyamaran detektif yang telah berhasil terbongkar akan membantu penyelidikan bagi detektif berdarah panas.


"Bukannya akan ada kasus yang harus segera diselesaikan?" Tanya detektif yang sudah terbongkar


"Hmm, lebih baik kasus ini segera diselesaikan, jangan membuang waktu di waktu yang begitu penting seperti ini!"


"Tidak ada yang perlu dicurigai untuk saat ini, Inspektur!" Ucap Helmi yang melirik pada inspektur kepolisian yang seakan masih penasaran pada detektif yang sudah berhasil dibongkar oleh Helmi.


"Nanti akan saya beritahu semuanya pada Anda! Bahkan itu akan lebih jelas nantinya!" Ucap detektif yang berhasil terbongkar melirik pada inspektur kepolisian dan segera melangkah ke tempat kejadian perkara yang sesungguhnya.


*****


Semuanya sudah berkumpul di lokasi asal ledakan besar itu, semua deduksi akan hadir untuk menguak misteri yang sebenarnya,


"Jika dilihat dari kondisi mobil, ini nyata bukan kasus bunuh diri! Ini adalah kasus pembunuhan yang tersusun rapi." Helmi yang memberikan deduksi pertama untuk kasus ledakan besar di vektor 56.


"Saya juga sepemikiran, tapi … bukan nya masih begitu mustahil jika ini bisa direncanakan oleh orang lain?! Jika dilihat dari estimasi kejadian jalanan begitu macet pada detik-detik terakhir sebelum bom itu meledak." Ucap inspektur kepolisian yang memberikan deduksi kedua untuk kasus ledakan besar di vektor 56.


"Detektif Bromo, bisa bacakan kembali estimasi kejadian di lokasi ini!" Perintah inspektur kepolisian vektor 57.


"Baik, Inspektur." Detektif Bromo yang mengeluarkan buku catatan kecil dari saku baju bagian kiri.


"Estimasi kejadian ledakan sekitar pukul 23.59, kondisi jalanan sedang begitu ramai, itu terlihat jelas dari cctv yang terpasang di beberapa bagian di vektor 56 ini. Walaupun memang disaat detik-detik terakhir sebelum ledakan besar itu terjadi, lampu lalu lintas memang sedang berwarna merah." Ucap detektif Bromo yang menjelaskan dengan begitu detail tentang estimasi kejadian ledakan bom di vektor 56.


Detektif yang berhasil terbongkar identitas nya oleh Helmi, seakan ada yang tengah ia cari di sekitar lokasi tersebut.


"Bukannya seharusnya ada saksi disekitar sini?!" Tanya detektif tersebut.


Helmi dan Keano pun juga baru menyadari, jika para saksi yang telah mereka temukan tidak terlihat di sekitar lokasi kejadian ledakan bom di vektor 56 tersebut, Keano pun lantas berucap


"Oh iya, kemana dua orang saksi tersebut? Bukannya seharusnya mereka masih ada disini?".

__ADS_1


"Ohh, itu, satu orang saksi perempuan harus segera mencari data diri yang berhasil dicuri, di karenakan dia harus segera mengurus surat pindah ke Indonesia. Dan satu orang lagi, saksi laki-laki, ia harus segera ke rumah sakit, dikarenakan istrinya hendak lahiran." Penjelasan inspektur kepolisian vektor 57 yang mendapatkan makian dari detektif yang menyamar.


"Dasar bodoh! Sudah berapa lama Anda menjabat sebagai seorang inspektur kepolisian! Jika disaat seperti ini, saksi tetaplah seorang saksi! Jangan lepaskan dia sebelum kasus itu selesai!"


"Ditambah lagi tidak ada anggota detektif yang mengikuti para saksi tersebut! Bagaimana itu semua hanya rancangan?! Rancangan untuk kabur semakin jauh!"


"Anda terlalu lengah! Membuat hal yang begitu dibutuhkan untuk kasus kali ini, hilang begitu saja!" Makian dari detektif yang menyamar.


Jelas ucapan dari detektif tersebut membuat inspektur kepolisian begitu kesal dan segera berucap


"Bagaimana mungkin saya tidak melepaskan para saksi tersebut! Jika posisi mereka berdua mendesak! Bagaimana mungkin saya sebagai seorang lelaki tak begitu khawatir pada seorang wanita yang hendak melahirkan! Apalagi dia pecah ketuban! Apa Anda akan setega itu!" Ucap inspektur kepolisian yang kesal jika seakan dipojokkan dalam kasus ledakan bom tersebut.


Detektif yang menyamar masih menganggap inspektur kepolisian lalai dalam tugasnya, ia segera berucap seakan tak mau kalah dari inspektur kepolisian,


"Apapun alasannya! Anda tetap salah dalam masalah ini! Kenapa tidak ada anggota kepolisian yang lain yang mengikuti para saksi tersebut?!".


"Apa! Anda bilang saya salah! Bagaimana mungkin itu semua bisa dilakukan! Sementara anggota detektif yang ada itu hanya dua orang! Kejadian ini terjadi dimalam hari, ketika para anggota detektif yang lainnya sudah tidak berada di kantor kepolisian!"


Helmi yang seakan terpaku akan beberapa kata ketika inspektur kepolisian sedang menyampaikan amarah nya, ia seraya membatin dengan tersenyum tipis


'jadi seperti itu rupanya! Pantas saja pelaku begitu leluasa untuk melakukan aksi ini!'.


*****


"Coba jelaskan apa solusi yang paling baik yang bisa Anda berikan! Jika Anda sendiri berada di posisi saya! Ayo cepat sampaikan!" Ucap Inspektur kepolisian yang seakan naik darah ketika mendengar ucapan sadis dari detektif yang menyamar.


Detektif yang menyamar hanya terdiam, hal tersebut membuat inspektur kepolisian cukup bangga pada dirinya, dan menurunkan stigma bahwa dirinya lalai dalam bertugas,


"Kenapa hanya diam?! Ayo jawab, Detektif! Apa yang akan Anda lakukan jika berada diposisi saya!" Ucap tegas inspektur kepolisian kepada detektif yang menyamar.


*****


Dalam sebuah kasus, jangan pernah mencari pembenaran. Tapi carilah kebenaran.


"Jika ego bertemu dengan ego, maka benang itu akan semakin kusut. Apa kalian berdua tidak malu?! Masa iya dua orang detektif bertengkar untuk hal sepele seperti ini!" Ucap Helmi yang akan memulai deduksi brilian nya pada malam ini di kasus misteri ledakan besar di vektor 56.

__ADS_1


"Tidak ada guna jika hanya bertengkar untuk masa lalu! Sudah saatnya untuk menatap masa depan! Sudah saatnya kebenaran itu akan terungkap!" Ucap Helmi yang mendapatkan respon tak terduga dari para anggota detektif lainnya.


"Apa?! Anda sudah tahu akar masalah dalam kasus kali ini?! Apa Anda sudah mengetahui siapa pelaku sebenarnya?!" Ucap detektif Bromo yang seakan begitu terperanjat ketika mendengar ucapan dari Helmi.


"Kurang lebih saya sudah tahu akar masalah ini! Dan kenapa ledakan itu bisa berjalan mulus!" Ucap Helmi yang segera mengeluarkan smartphone dari saku celana bagian kanan depan.


"Saya akan tunjukkan pada Anda, bukti sebenarnya dalam kasus kali ini!" Ucap Helmi yang membuat semua yang ada di tempat kejadian perkara begitu heran, tentang apa hubungannya deduksi dengan smartphone.


"Saya tahu jika reputasi Anda sebagai seorang detektif tidak diragukan. Tapi … apa hubungan antara deduksi yang akan Anda berikan pada kami semua dengan smartphone?! Apa Anda akan bertanya pada Google?!" Tanya inspektur kepolisian yang merasa cukup ragu akan deduksi yang akan diberikan oleh Helmi.


"Saya tahu jika reputasi saya begitu baik sebagai seorang detektif muda, tapi … bukan itu maksud saya. Anda semua sudah terkecoh dari sebelum kejadian ledakan bom besar itu terjadi! Dan sampai sekarang masih belum sadar akan hal yang telah membuat kalian semua, anggota kepolisian masih dalam lingkaran terkecoh oleh kenyataan yang sebenarnya!" Ucap Helmi yang membuat raut wajah para anggota kepolisian berubah menjadi heran akan ucapan yang baru saja ia dengar.


"Apa maksud Anda! Apa maksud jika kami semua sudah terkecoh hingga saat ini?!" Tanya inspektur kepolisian pada Helmi.


"Masih belum sadar! Apa perlu saya perjelas kembali?!" Ucap Helmi yang segera membuka kata sandi smartphone miliknya.


Dan ketika layar smartphone Helmi sudah terbuka, maka disaat itu juga akan ada hati seorang pria yang akan semakin tersakiti.


'ternyata Helmi sudah begitu mencintai Layla, apa mungkin aku akan tetap hadir dalam lingkup rumah tangga mereka?! Apa mungkin itu semua yang masih harus aku lakukan?! Apa mungkin itu semua yang masih aku kejar?!'


'jika kenyataan nya, Helmi sudah begitu terpikat oleh Layla. Apa mungkin aku akan menjadi seorang perusak dalam rumah tangga sahabat ku sendiri?! Apa mungkin aku akan menjadi penghalang bagi cinta orang yang begitu aku cintai secara diam-diam selama ini?!'


'apa aku akan bertindak sekejam itu?! Apa aku akan melakukan hal yang tak rasional nantinya?! Tapi … apa aku akan sanggup jika harus melupakan Layla untuk selamanya?! Apa aku akan sanggup jika pergi jauh dari kehidupan Layla?!' batin Keano yang begitu seakan sesak itu kembali hadir.


*****


Pasti pada penasaran akan maksud ( terkecoh) oleh Helmi, pasti juga begitu penasaran akan Keano yang seakan semakin jauh dari cinta pada pandangan pertama nya pada Layla.


Deduksi seperti apa yang akan disampaikan oleh Helmi nantinya? Dan apakah Keano akan mampu untuk melupakan Layla dalam hatinya, bahkan untuk menjauh dari kehidupan rumah tangga Layla dan Helmi yang semakin nyata sudah menjadi pasangan yang begitu mesra?.


*****


Nantikan jawaban deduksi brilian dan jawaban akan nasib cinta Keano di episode berikutnya!


Akan up episode terbaru pukul 12.00 ( siang ini!) / Selasa, 15 Februari 2022.

__ADS_1


Catat waktu dan tanggalnya!


Jangan lupa like, komen dan favorit kan novel ini! Akan ada banyak misteri yang harus segera diselesaikan!


__ADS_2