Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
#bayi besar Layla


__ADS_3

******


Hmmmm"


"Jika kamu bangun karena mendengar semua ucapan ku,apa kamu juga dengar ini?"tanya Helmi yang membuat Layla begitu bingung


"Dengar apa,Mas?"tanya Layla yang masih tetap polos ketika memberi pertanyaan pada Helmi


"Ishhh,kamu benar-benar membuat ku semakin menggila,Layla"Helmi yang segera menyentil hidung Layla dengan teramat sayang.


******


"Awhhgggg, sakit Mas!"Layla yang berucap ketika Helmi mencubit hidung dan pipi Layla yang cukup gembul


"Jangan salahin aku dong!,kamu loh yang salah"ucap Helmi yang begitu ingin mendengar Layla memberikan jawaban polos nya lagi


"Kenapa aku yang salah?!,kamu loh yang salah,Mas!"ucap Layla dengan cemberut yang membuat Helmi semakin gemas saja melihat tingkah polos Layla


"Kenapa kamu cubit hidung aku!,aku tau loh kalo hidung ku ngak Se mancung hidung kamu!"balas Layla yang kesal dan cemberut pada tindakan Helmi


Helmi tersenyum manis seraya berucap yang membuat pipi Layla kembali merona seperti delima yang tengah merekah


"Supaya hidung kamu juga  mancung dong, supaya .... Kamu ngak susah aku bangunin ntar,ngak tunggu bibir kita ketemu baru pipi kamu merona seperti ini"ucap Helmi dengan berbisik pada Layla


Layla yang mendengar ucapan dari Helmi memang begitu merona akan ucapan yang cukup vulgar di telinga Layla


"Ihhhhhh,Mas Helmi!,kamu vulgar banget loh kalo ngomong!"ucap Layla yang berusaha mendorong dada bidang milik Helmi


"Jangan di pukul dong!, sakit loh"


"Kalo dada bagus ini sakit,kan kamu ngak bisa tidur nanti"Helmi yang kembali mengeluarkan kepiawaian gombalan maut untuk Layla


"Ihhhh,Mas Helmi ...."Layla yang tak kuasa mendengar ucapan gombalan dari Helmi dan tetap saja berusaha memukul dengan begitu pelan pada dada bidang milik Helmi


"Ihhh,Layla"Helmi yang meniru gaya bicara Layla yang membuat Layla berusaha mencoba menahan tawa nya ketika mendengar Helmi yang berucap seperti anak kecil yang meminta mainan pada ibunya


"Hikkkkk"Layla yang segera menutup rapat-rapat mulutnya


Tindakan Layla barusan membuat Helmi semakin tak karuan dan seakan ingin memakan Layla sekarang


"Kenapa di tutup mulut nya?"


"Apa kamu ngak mau aku cium yah?"ucap Helmi dengan begitu gemas, membuat Layla semakin tak kuasa menahan tawa nya dan semakin berusaha menutupi mukanya dengan kedua tangan

__ADS_1


"Ihhhh, Layla"


"Aku ngak suka loh kamu giniin!,aku mau nya di cium oleh Layla"


"Boleh yah,pleaseeee"Helmi yang kembali memberikan gombalan maut seperti biasa pada Layla yang membuat pipi Layla semakin merona saja.


*****


Layla yang masih belum membuka mulutnya yang sengaja ia tutupi dengan kedua tangan, membuat Helmi kembali berucap dengan begitu gemas


"Ihhh,Layla"


"Please dong cium aku"Helmi yang merengek seperti anak kecil pada Layla


"Pleaseeee"ucap Helmi dengan begitu manja pada Layla, begitu berharap jika Layla mau memberikan satu kecupan manis untuk dirinya.


******


Layla yang masih begitu malu-malu untuk mencium Helmi, mencoba menetralisir pikiran ny dan segera mencium bibir Helmi secepat kilat


Helmi yang seakan tak merasakan ciuman dari Layla, kembali berucap dengan begitu gemas


"Kok ngak terasa sih?,kamu belum cium aku yah?,ihhh,Layla"Helmi yang kemudian meraba raba bagian tubuh Layla


Layla yang tak ingin tindakan Helmi semakin berlanjut, segera mencium bibir Helmi kembali


Layla tak membalas ciuman dari Helmi, karena serangan mendadak yang Helmi berikan padanya, kesal karena Layla tak membuka mulut, Helmi pun mengingit bibir Layla


Merasa kesakitan,Layla pun akhirnya membuka mulut nya dan di saat itu lah Helmi memainkan bibir Layla dengan begitu ganas.


*****


Layla benar benar tak bisa fokus, seketika Layla ingin menarik badan dari pelukan  Helmi agar ciuman nya terhenti,tapi..yg ada Helmi malah semakin erat memeluk Layla bahkan ciuman nya Helmi menjadi semakin rakus,sampai sampai Layla kehabisan nafas rasa nya


Karena Layla sudah tak tahan,Layla memukul mukul dada bidang Helmi


(Pukkkkkk pukkkkkk pukkkkkk)


Helmi yg mendapat pukulan dari layla segera mencium puncak kepala Layla dengan begitu lembut


"Hufffff,uhhhhhh"terdengar jelas suara tarikan nafas layla yg naik turun


"Aku kehabisan nafas mas"ucap Layla terbata bata

__ADS_1


"Itu karena kamu belum terbiasa, nanti kita belajar lagi ya"Ucap Helmi dengan teramat gemas karena Layla masih belum bisa membalas ciuman yang ia berikan


Pipi Layla semakin tak karuan saja, ketika Helmi mencium, mengatakan hal yang masih begitu vulgar untuk di dengar oleh dirinya.


*****


"Mas,apa kita udah sampai?"tanya Layla yang tak ingin di pojokkan kembali oleh gombalan maut dari Helmi


"Udah"


"Kita turun sekarang yah"Helmi yang langsung turun dan segera membukakan pintu mobil untuk Layla


"Silahkan turun tuan putri"ucap Helmi


"Awhhgggg"Layla yang hampir saja terjatuh karena tak sengaja menginjak dress panjang yang sudah di berikan oleh Helmi


"Kamu ngak apa-apa?"tanya Helmi yang dengan sigap langsung memeluk Layla


"Enggak,Mas"balas Layla dengan perasaan seakan jantung nya mau copot saja


"Maaf yah,aku beliin kamu dress yang kamu nya ngak suka"Helmi yang dapat melihat jika Layla sama sekali tak terbiasa ketika menggunakan dress yang begitu panjang


"Enggak kok,Mas Helmi"


"Cuman aku aja yang masih belum terbiasa pakai dress mahal ini, maaf yah"Layla yang tak ingin Helmi berkecil hati,Layla kembali mencoba berdiri, walaupun sebenarnya ia masih belum terbiasa menggunakan sepatu yang cukup berhak tinggi


Helmi pun kembali meminta maaf pada Layla, karena ia tak dapat merasakan jika Layla masih belum terbiasa dengan hal yang ia berikan malam ini, mulai dari masalah dress panjang yang pertama kali Layla coba seumur hidupnya dan juga masalah sepatu berhak yang sama sekali tak biasa Layla pakai.


*****


Tak ingin Layla kesusahan ketika melangkah, Helmi segera menghentikan langkah kaki Layla dan langsung menggendong Layla di area parkiran


"Ehhhhh,Mas"Layla yang begitu kaget ketika Helmi secara tiba-tiba langsung menggendong dirinya di area parkiran


"Shtttttt"


"Kamu sekarang tuan putri nya,jadi jangan banyak omong, cukup diam aja"ucap Helmi yang melangkah dengan menggendong Layla


"Tapi .... Gimana kalo orang lain liat Mas?"tanya Layla yang takut jika mereka berdua akan menjadi pusat perhatian oleh orang banyak


"Emangnya kenapa kalo mereka semua liat?,toh kita juga ngak melakukan apa-apa kan?,yah .... Walaupun kita melakukan hal aneh kan kita udah halal,berkah loh"Helmi yang kembali berbisik yang membuat pipi Layla merona seperti delima yang sedang merekah.


******

__ADS_1


Jangan lupa like, tinggal kan jejak komen dan jangan luka favorit kan juga (nona buta wasiat papa) agar aku semakin semangat nulis bab berikutnya 🤗


Terima kasih semua nya 🥰


__ADS_2