
*****
Kesempurnaan itu tidak di lihat dari fisik saja, terkadang ... Kesempurnaan itu lebih berarti dari hati nya, bukan begitu Helmi?.
*****
Terkadang rasa cinta itu aneh,dia datang tidak menentu pada lubuk hati manusia, terkadang takdir itu rumit,tak kan bisa di jelaskan hanya lewat sebuah perkataan, takdir itu harus lewat sebuah pembuktian,agar manusia itu dapat mengerti,jalan takdir dari Tuhan mereka, supaya mereka tak menyalahkan lagi Rabb yang maha kuasa, yang mengatur deadline sebaik mungkin bagi insan manusia
Hanya saja manusia masih belum peka, lebih mementingkan kata (egois)dari pada kata Tuhan (Rabb sesungguhnya).
*****
Jika kamu hanya mencintai lewat sebuah fisik nya,maka kamu tak kan pernah menemukan kata (cinta) yang sesungguhnya, karena sesungguhnya makna (cinta) itu berada dalam hati nya, akan jauh lebih bahagia jika kamu menemukan orang yang tepat lewat hati mu dari pada mementingkan kata material apalagi fisik seorang wanita
Ingat!
Wanita itu rapuh,dia tak sekuat kamu,dia paling bisa menyembunyikan rasa cinta itu dalam hati nya, terkadang sampai lupa, bahwa akan ada tangis mendera di ujung cerita
Ingat!
Suatu saat nanti kamu akan mengerti tentang semua maksud dari hati seorang wanita, jangan pernah sia sia kan wanita yang tepat untuk mu,demi wanita yang tepat fisik nya, fisik itu hanya sebuah perantara,dia tak kan sekuat baja,akan ada masanya dia mengalami keropos dan tak menarik lagi dalam pandangan mata.
*****
Kembali ke alur cerita ...
"Dulu,aku benar-benar bodoh, Layla, bagaimana mungkin aku bisa berpaling dari mu yang sempurna"
"Maafkan aku"derain air mata itu kembali lagi
"Aku benar-benar laki-laki bodoh,tak seharusnya aku mendapat kan cinta mu yang begitu suci"
"Maafkan aku,hanya itu yang bisa aku ucapkan padamu!"batin Helmi yang begitu menyesal akan perbuatan yang sudah ia perbuat selama ini.
*****
"Mas,apa kamu menangis lagi?"tanya Layla
Entah mengapa Layla akan selalu paham tentang perasaan suami nya tersebut,rasa sedih itu sudah berada dalam hati Layla, seakan jiwa raga mereka sudah terikat bersama,jika sakit itu mendera,maka Layla akan dapat merasakan nya.
*****
"Kenapa kamu selalu paham tentang perasaan ku ini,Layla?"
"Padahal aku tak pernah menceritakan semua nya padamu,apa hati ku sudah ada dalam hati mu?"
"Apa ini bukti dari Tuhan, bahwa ... Kamu adalah takdir ku?!"batin Helmi.
__ADS_1
*****
"Enggak kok,aku cuman ngak nyangka,kalo istri ku begitu cantik malam ini"ucap Helmi berbohong pada Layla
Pipi Layla kembali merona
Helmi tersenyum manis lewat pantulan bayangan dari cermin, Helmi bersandar di pundak Layla seraya berucap
"Huhhhh"menghela nafas
"Layla, jangan pernah tinggalin aku yah,aku rapuh jika tidak ada kamu,aku tak kan pernah bisa hidup,jika kamu pergi dalam kehidupan ku"ucap Helmi dengan nada begitu pelan seakan tak ingin kehilangan Layla untuk sedetik saja
Layla begitu tersentuh akan ucapan Helmi,Layla lantas membalas ucapan cinta Helmi
"Mas Helmi,wahai suamiku,aku tak kan pernah pergi dari mu,aku sekarang adalah penyempurna tulang rusuk mu,aku akan selalu ada di manapun kamu berada,mas Helmi"
"Aku berjanji akan kata yang ku ucapkan padamu,mas Helmi."
*****
Helmi begitu tersipu akan balasan cinta dari Layla, lantas berucap
"Ya udah, sekarang kita pergi yah"ucap Helmi yang mengengam erat tangan Layla dan kembali menuntun Layla untuk melangkah ke luar ruangan,ke tempat yang begitu spesial yang sudah di siapkan oleh Helmi untuk layla.
******
*****
Sementara itu,di ruangan tuan Andika, Nyonya Melisa tengah mengupas apel untuk suami nya ( tuan Andika)
"Sayang,apa kamu pikir cucu kita nantinya perempuan apa laki-laki yah?"tanya tuan Andika
Sembari memberikan suapan demi suapan pada tuan Andika, Nyonya Melisa membalas pertanyaan dari suami nya tersebut dengan sebuah candaan
"Ihhhh,mas, mereka berdua tuh baru nikah loh,masa iya udah ngomongin momongan sih,kamu ini kebiasaan deh"Nyonya Melisa yang menyuapi tuan Andika dengan begitu lembut dan di penuhi kata cinta walaupun rumah tangga mereka sudah lebih dari 20 tahun
"Kan lebih cepat lebih baik, sayang"canda tuan Andika
"Udah ahh mas,ngak usah bahas tentang Helmi sama Layla deh, biarin aja mereka berdua romantis romantis dulu"ucap Nyonya Melisa ketika mendengar suara pintu terbuka dari ruangan Helmi dan Layla.
******
Betapa tercengang nya tuan Andika dan Nyonya Melisa ketika melihat Helmi dan Layla keluar dari ruangan menggunakan pakaian yang begitu romantis,seakan ada hal yang begitu spesial akan terjadi malam ini
Nyonya Melisa dan tuan Andika saling bertatapan satu sama lain
"Apa Helmi sudah benar-benar berubah?"pertanyaan yang masih ambigu dalam hati tuan Andika.
__ADS_1
*****
Helmi menuntun Layla menuju ke tempat orang tua mereka berada
"Ma, Pa"
"Helmi minta izin keluar bentar yah"ucap Helmi
"Oh iya silahkan,mau bawa sampai besok juga ngak apa apa kok, Helmi"ucap tuan Andika yang membuat rona merah di pipi Layla kembali menerpa
"Aduhhhhhhh,mas kenapa sih ngomong seperti itu,tuh lihat, menantu kita malu loh mendengar ucapan nya mas"Nyonya Melisa yang begitu bahagia melihat kemesraan yang sudah berada dalam rumah tangga Helmi dan Layla
"Ngak apa apa kok,lebih baik merona dari pada merana, bukan begitu Layla?"tuan Andika yang masih begitu iseng menggoda menantu nya tersebut.
*****
Sebenarnya tuan Andika dan Helmi memiliki sifat yang begitu mirip,sama sama paling bisa memberikan hal romantis pada pasangan nya, walaupun terkadang pikiran anak dan ayah tersebut sering berseberangan satu sama lain
Helmi dan tuan Andika begitu lihai memberikan gombalan gombalan manis,tak ada tandingannya lah
Semoga saja, romansa yang sudah ada dalam rumah tangga Helmi dan Layla akan menjadi awal yang bagus bagi hubungan ayah dan anak yang sempat retak, agar terjalin kata harmonis di antara kedua belah pihak.
******
"Pa, Ma"
"Helmi jalan dulu yah, udah telat nih"ucap Helmi yang tak ingin melihat Layla berlama-lama dalam gombalan kedua orang tua nya
"Ya udah,hati hati yah"
"Kamu mau pake mobil Papa malam ini?"tanya tuan Andika
"Emang boleh,Pa?"tanya Helmi seakan tak percaya akan ucapan dari papa nya tersebut karena selama ini Helmi hanya boleh mengendarai satu mobil saja seumur hidup Helmi, walaupun keluarga Andika memiliki aset mobil yang tiada tara
"Boleh dong,tapi ingat!"tuan Andika yang ingin kembali memberikan kata gombalan pada anak dan menantunya tersebut yang akan dinner romantis malam ini
"Jangan lupa cucu ganteng buat papa"ucapan dari tuan Andika kembali membuat wajah Layla begitu merona
Helmi yang melihat rona merah khas di wajah Layla lantas membalas candaan dari papa nya tersebut
"Tenang aja Pa, nanti aku sama Layla buatin cucu ganteng buat Papa."
*****
Nantikan episode romantis antara Helmi dan Layla di episode berikutnya!
Jangan lupa like, komen and favorit kan novel aku yg berjudul (nona buta wasiat papa)
__ADS_1
Thanks yang udah mampir 🤗.