Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
izinkan aku memulai nya dari awal


__ADS_3

*****


Jika semua nya bisa berhenti,aku ingin romansa ini terhenti untuk selama lamanya, agar kabar duka itu tak menerpa.


*****


Helmi dan Layla memang sedang romantis romantis nya, walaupun hanya hal sederhana tapi ... Momen yang tak kan pernah di lupakan oleh Helmi


Helmi memperhatikan semua gerak gerik Layla yang tengah mengajarkan Helmi berwudhu, seperti seorang ibu yang mengajarkan anak nya perihal agama yang baru saja ia ketahui.


*****


"Mas, sebelum kita berwudhu kita harus baca niat terlebih dahulu"ucap Layla


Helmi yang begitu kebingungan dengan ucapan yang pertama kali ia dengar, lantas bertanya kepada Layla


"Niat?"


"Niat itu apa?"tanya Helmi yang memang seperti seorang anak kecil yang baru belajar perihal agama


Layla yang begitu senang ketika suami nya memiliki niat untuk belajar agama dengan sepenuh hati nya, lantas menjawab pertanyaan dari Helmi dengan ucapan yang paling mudah di mengerti oleh Helmi


"Mas,niat itu adalah hal yang paling utama dalam segala aspek kehidupan kita sebagai seorang hamba"


"Jika tidak ada niat ... Maka hal yang selama ini kita lakukan percuma saja"


"Sama juga dengan hal,mas ingin belajar sholat, walaupun mas tidak mengatakan secara lisan,dan kata (sholat )itu terbesit di dalam hati kecil mas,maka niatan baik mas akan dapat menghapus segala kesalahan yang sudah terjadi di waktu lampau"


"Tapi ... Alangkah baiknya,jika niat yang sudah terbesit di dalam hati kita,kita praktekkan."


******


"Contoh sederhana nya adalah ..."Layla yang berusaha menjelaskan kepada Helmi perkara agama dengan memberikan contoh yang mudah di mengerti oleh Helmi


"Ketika mas Helmi berangkat kerja dan akan bertemu dengan klien penting hari itu juga,tapi ... Mas Helmi lupa memakai wangi-wangian,apa yang akan terjadi pada mas Helmi?"tanya Layla kepada Helmi


"Yah... Aku pasti akan begitu risau, bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan klien penting,tapi aku sama sekali ngak menarik sedikit pun"balas Helmi yang menjawab pertanyaan dari Layla dengan begitu polos


Layla kembali tersenyum ketika mendengar kan jawaban dari suami nya tersebut


"Hmmmm"tersenyum manis

__ADS_1


"Sama juga dengan perihal berwudhu, bagaimana mungkin kita ingin bertemu dengan klien penting, klien yang memberikan semua nya tampa pamrih sedikit pun, sedangkan ... Kita tidak bersiap dengan begitu baik"


"Jadi ... Berwudhu itu sama dengan hal parfum yang begitu penting bagi kita"ucap Layla


Helmi yang mulai mengerti dengan ucapan Layla lantas ikut berbicara tentang perihal wudhu yang akan di ajarkan oleh Layla pada diri nya


"Jadi ... Klien penting yang akan kita temui itu di ibaratkan dengan Allah,gitu kan?"tanya Helmi dengan polos


"Hmm"Layla yang membenarkan ucapan dari Helmi


"Jika dengan manusia saja kita ingin begitu tampil sempurna, apalagi dengan maha pencipta yang sudah memberikan hal baik pada kita"balas Layla.


*****


Kali ini Helmi begitu berbeda 360 derajat dari sifat sebelum nya, Helmi yang dulu nya sama sekali tak mau sedikit pun untuk berbicara dengan Layla bahkan begitu berniat untuk menceraikan Layla demi menikahi Carina


Seperti nya singa itu sudah mulai jinak pada pemilik asli nya, yaitu Layla


"Sama juga dengan hal sholat, jika kita tidak berwudhu maka ... Sholat kita tidak akan afdol, seperti ada hal yang begitu kurang"Layla yang sebisa mungkin untuk menjelaskan tentang perihal agama kepada Helmi dengan begitu baik dan dapat dengan mudah di mengerti oleh Helmi.


*****


"Ouwh ... Ke"balas Helmi yang mulai faham sedikit demi sedikit tentang perihal berwudhu dari penjelasan Layla yang begitu bisa di terima oleh akal logika


Helmi mengikuti semua gerakan Layla dengan begitu rasa penasaran tentang agama Islam yang sudah menggebu-gebu di dalam hati nya


"Dan yang paling terakhir adalah kita harus membaca doa kembali"


"Mas ikuti aku yah"ucap Layla


"Baik"balas Helmi


"Asyhadu anlaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika-lah,wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluh.allaahumaj 'alnii minat tawwaabina waj'alnii minal mutathahhiriina waj'alnii min 'ibaadikash shaalihiin"Layla yang memenggal kata kata tersebut agar Helmi dapat mengikuti Layla dengan mudah.


******


Helmi kembali menuntun Layla melangkah ke tempat yang paling suci di atas muka bumi, tempat di mana kening mengakui segala kekuasaan yang maha kuasa, tempat di mana air mata suci akan berlinang dengan rasa penyesalan yang begitu mendalam, tempat di mana awal keromantisan akan di mulai di rumah tangga Helmi dan Layla


"Kain ini di hadapkan ke mana?"tanya Helmi yang sudah memegang sajadah


"Di hadapkan ke arah kiblat,mas."ucap Layla yang kembali membuat Helmi kebingungan dengan ucapan dari Layla

__ADS_1


"Kiblat?"tanya Helmi dengan mengerutkan kening nya


Layla yang baru sadar,jika dirinya harus mengajarkan Helmi perihal agama secara perlahan lahan, lantas langsung meminta maaf pada suami nya


"Maaf, mas"kata kata yang pertama kali keluar dari mulut Layla yang membuat Helmi semakin kebingungan


"Kenapa dia harus meminta maaf?"pikir Helmi yang menyadari semua kesalahan yang sudah ia perbuat selama ini


"Seharusnya gue yang minta maaf kepada dia!"batin Helmi yang masih belum bisa berbicara tentang semua kejahatan yang ia perbuat selama ini


Ketika Helmi masih dalam lamunan penyesalan, penyesalan akan tak mau menikahi Layla sebagai istri yang akan menemani Helmi hingga sisa umur nanti


"Biar aku aja yang bantangin sajadah nya"ucap Layla


"Baik"balas Helmi yang kemudian memberikan sajadah itu kepada Layla .


*****


Setelah sajadah terpasang,tiba lah saat penantian panjang bagi Layla akan terjadi,bisa sholat berjamaah dengan Helmi


"Mas,apa kamu liat mukenah aku?"tanya Layla ketika meraba raba bagian meja tempat di mana sajadah yang sudah di siapkan oleh Layla kemarin malam


"Yg di atas kain tadi?"tanya Helmi


"Iya"balas Layla


"Nih"Helmi yang memberikan mukena putih kepada Layla


"Makasih,mas."ucap Layla dengan teramat lembut seraya tersenyum kepada Helmi yang membuat hati Helmi kembali teduh


Entah apa yang terjadi, Helmi sekarang begitu ingin dekat dengan Layla semenjak senyuman yang tak asing dalam kehidupan Helmi di masa lalu, walaupun ia belum tau pasti tentang perkara senyum wanita di masa lalu nya dengan wanita buta yang ada di dekat nya


"Sini,biar aku bantu"Helmi yang kemudian memasangkan mukena Layla dengan teramat sayang, memperhatikan wajah Layla yang seketika merona dengan senyum khas di wajah itu


"Nggak usah,mas"


"Aku bisa sendiri kok"Layla yang menutup mulutnya ketika begitu salting ketika Helmi memasang kan mukena pada Layla


"Mulai sekarang ..."


"Semua yang kamu butuhkan,biar aku yang melakukan, apapun itu, jangan pernah sungkan meminta"

__ADS_1


"Izinkan aku memulai semua nya dari awal"Helmi yang memasangkan mukena kepada Layla dengan begitu lembut seraya air mata yang berusaha ia tahan.


__ADS_2