Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
misteri!


__ADS_3

Sudah kubilang dari awal, jika kita ditakdirkan oleh Tuhan. Sejauh apapun kamu melangkah, mau sejauh apapun kamu berjalan, kita akan selalu dipertemukan. Dipertemukan di waktu yang begitu tepat yaitu penyelidikan.


Aku tahu jika kamu sedang berusaha menghapus jejak lama cinta kita, tapi … sebelum itu pertimbangkan lah dengan seksama agar duka itu tidak hadir diantara kita.


Aku tahu nyatanya begitu susah, tapi apa daya aku masih begitu mencintai mu dan itu semakin menggila. Aku sadar jika cinta kita semakin sulit untuk bersama, tapi … aku harap takdir Tuhan itu akan indah pada akhirnya.


Cinta kita yang selalu ada celah, tidak dapat untuk saling bersama, walaupun aku sudah mengungkapkan perasaan itu padamu, tapi … sayangnya kamu tidak terlalu peka untuk mengerti akan ucapan ku.


Part kali ini memang akan membahas dunia penyelidikan tepatnya para detektif yang harus berjuang demi cinta sejati, demi kasus yang bertubi-tubi. part penyelidikan akan dibahas tuntas hingga tanggal 27 Februari 2022 hari ini, dikarenakan sudah hampir enam puluh ribu kata, untuk melengkapi rasa penasaran itu akan dibagi menjadi dua part!


Part pertama membahas masalah cinta dua detektif yang selalu terhalang oleh tembok besar yaitu kematian dalam dunia penyelidikan, kisah cinta antara Detektif Bromo ( Bryan) dan Detektif Wati Bexxa (Joli)


Part kedua membahas tentang kasus yang semakin berantai dimana dua detektif muda yaitu Helmi dan Keano akan bekerja sama kembali dengan para anggota kepolisian dan membuat sebuah persyaratan akan terjadi di akhir cerita pada bab ini dan itu bertepatan dengan penutupan bab pada bulan Februari!


Awal bulan akan disuguhkan kembali dengan banyak tantangan demi tantangan dalam rumah tangga Helmi dan Andika, pada bulan depan memang dikhususkan untuk part yang terjadi di selingkaran kehidupan rumah tangga Helmi dan Layla.


Dimulai dengan kebohongan demi kebohongan yang semakin terkuak lepas, perselingkuhan yang akan dibahas tuntas dan masa lalu antara Helmi, Layla dan Keano akan terlihat jelas.


wajah Detektif Wati Bexxa (Joli) pun semakin pucat, bagaimana wajah itu tidak semakin pucat, rasa kehilangan itu semakin menjelma dan rasa tak rela itu kembali nyata. Itu semua terjadi karena ruangan dua puluh satu, ruangan yang akan menjadi saksi cinta kita rapuh dan itu begitu menyakitkan jika kamu nyata meninggalkan diriku untuk selamanya. Langkah kaki itu semakin mendekat ke arah ruangan tempat para mayat atau kamar jenazah di rumah sakit milik keluarga vernando.


Detektif Wati Bexxa (Joli) berhenti tepat di depan ruangan yang bernomorkan angka dua puluh satu yang tidak lain adalah kamar para mayat.


Detektif Wati Bexxa (Joli) mencoba terus berusaha menahan air matanya, air mata cinta air mata kerinduan yang semakin menjelma dalam relung hati dan jiwa. Ia masih berusaha untuk tetap menegarkan hatinya, walaupun hal tersebut sudah begitu percuma. Air mata itu tidak bisa ditahan apapun alasannya dan rasa kerinduan itu semakin menyakitkan ketika tangan ini menyentuh pembatas rasa rindu ku dengan orang yang memang tengah terbaring tidak bernyawa di dalam sana.


"Apapun alasannya aku tidak akan pernah rela! Aku tidak akan rela jika harus kehilangan dia! yang di dalam pasti bukan dia!" Detektif Wati Bexxa (Joli) masih berharap jika Detektif Bromo (Bryan) masih baik-baik saja dan mereka berdua dapat merasakan hangatnya cinta itu, cinta dimana dua orang yang selalu terhalang oleh kematian yang senantiasa mengintai, walaupun kemungkinannya hanya sedikit.


Bagaimana jika orang yang sudah berada di ruang mayat itu benar Detektif Bromo (Bryan)?! Bagaimana jika cinta mereka nyata akan sirna untuk selamanya?! maka sudah dapat dipastikan Detektif Wati Bexxa (Joli ) tidak dapat kembali dengan Detektif Bromo (Bryan) dan dapat menyampaikan perasaan yang selama ini ia tahan seorang diri.

__ADS_1


Detektif Wati Bexxa (Joli) melangkah ke dalam ruangan dengan mencoba tetap berusaha tegar langkah kaki itu semakin terkulai ketika mendapatkan seorang yang tengah terbaring di atas ranjang dengan wajah yang ditutupi oleh kain berwarna putih.


Air mata sudah tidak bisa tertahan, air mata sudah bercucuran jatuh menyampaikan rasa rindu, rasa menyesal yang kian menjadi satu.


'apapun alasannya … hatiku begitu hancur, hatiku begitu kecewa. Bagaimana mungkin kisah kita akan berakhir seperti ini?! Bagaimana mungkin itu terjadi!' batin Detektif Wati Bexxa (Joli) Yang melangkah mendekat dan tangis pun pecah. Ia sudah tidak bisa menahan lagi tentang semua kenyataan pahit, kenyataan bergelimang dengan air mata ketika rasa cinta itu nyata sudah semakin hilang dalam jiwa dan raga.


"hik! hik! hik!. Enggak, enggak mungkin! Anda jahat sama saya! Kenapa Anda meninggalkan saya begitu saja, Detektif! Anda sudah berjanji akan kembali sesegera mungkin. Tapi …. Kenapa ketika Anda sudah kembali, malah seperti ini?! Kenapa?!" Detektif Wati Bexxa (Joli) yang memeluk erat pria yang sudah tidak bernafas lagi atas nama Bryan.


"Anda tidak menepati janji Anda, Detektif! Anda pembohong! Dasar Detektif pembohong?!" Detektif Wati Bexxa (Joli) yang semakin mempererat pelukan itu seakan masih tak rela jika harus kehilangan orang yang paling dicintai, lelaki yang telah mengisi relung hati terdalam seorang detektif wanita satu-satunya dalam dunia penyelidikan.


ketika ratapan itu semakin menjadi-jadi ketika itulah pintu ruang jenazah terbuka dan seseorang berucap.


"Anda sedang apa, Detektif?!" suara yang begitu dikenali oleh Detektif Wati Bexxa (Joli).


Suara yang begitu ia rindukan selama ini, suara yang telah menemani dirinya dalam bahaya yang senantiasa mengintai.


"Detektif?!" ucap kaget Detektif Wati Bexxa (Joli) ketika melihat jika Detektif Bromo (Bryan) masih sehat bahkan terlihat tidak terjadi luka sedikitpun.


"jika itu Anda, ini mayat siapa?! tanya Detektif Wati Bexxa (Joli) yang menatap bingung pada papan nama yang bertuliskan Bryan.


"itu mayat yang baru kami pindahan ke ruangan ini, saya pikir si mbak nya keluarga korban oleh sebab itulah saya biarkan dari tadi," ucap perawat rumah sakit yang kemudian keluar dari ruang jenazah meninggalkan sepasang detektif yang sudah saling rindu satu sama lain.


(Dia tak pernah kecewa ketika jatuh


Dia tak pernah marah ketika terbakar


Dia tak pernah bersedih ketika terkena hujan

__ADS_1


Kamu.....


Bagaikan daun berguguran


Tak pernah kecewa dengan dahan yang tak setia


Tak pernah gelisah pada angin yg akan menerpa)


Detektif Bromo (Bryan) dapat merasakan jika wanita tersebut begitu mencemaskan dirinya, ia lantas berucap,


"Maaf, jika saya membuat Anda cemas seperti ini." kata permintaan maaf yang disampaikan oleh Detektif Bromo (Bryan).


"Anda kemana saja?! kenapa Anda tidak ada kabar berhari-hari, saya bingung harus mencari Anda kemana lagi?!"


"Apalagi ponsel saya hilang waktu itu, saya gak bisa hubungi Anda, Detektif!"


"Saya takut Anda kenapa-napa, eh Anda ternyata baik-baik saja." ucap sinis Detektif Wati Bexxa (Joli) melihat kondisi Detektif Bromo (Bryan) yang tidak terluka sedikitpun.


Dirinya berpikir jika Detektif Bromo (Bryan) dirawat di rumah sakit, karena lokasi yang diberikan oleh seorang misterius adalah ruangan rumah sakit.


"Oh, soal itu saya minta maaf. Anda tahukan kalo saya ini seorang detektif, jadi banyak kasus-kasus di luar sana yang harus segera saya selesaikan." penjelasan dari Detektif Bromo (bryan) semakin membuat hal yang begitu Detektif Wati Bexxa (Joli) simpan selama ini tak bisa ia tahan lagi.


Detektif Wati Bexxa (Joli) takut akan benar-benar kehilangan pria yang telah mengisi hari-harinya dengan senyum bahagia walaupun di sisi lain kenyataan pahit yang mengatakan bahwa jika Detektif Bromo (Bryan)terlibat dalam pembunuhan ayahnya sepuluh tahun yang lalu.


"Jika Anda seorang detektif! kenapa Anda tidak mencoba menalarkan perasaan saya ini!" Detektif Wati Bexxa (Joli) yang berucap ketika mereka berdua tengah berada di ruangan jenazah, dengan isakan yang sangat jelas terdengar.


"Anda itu benar-benar menyusahkan saja! Anda itu sama saja seperti kasus yang menyusahkan!" Detektif Bromo (Bryan) yang menarik tangan Detektif Wati Bexxa (Joli) ketika ia hendak pergi meninggalkan dirinya.

__ADS_1


"Mempunyai perasaan yang tidak menentu! karena dia juga tidak bisa membaca pikiran dari seorang wanita, yang sangat dia cintai!" Detektif Bromo (Bryan) yang mengungkapkan perasaan selama ini terpendam akhirnya terungkap.


__ADS_2