
*****
Ketika Keano begitu gundah gelisah mencari jalan terbaik dari masalah yang menyangkut diri Layla
Sedangkan Layla tengah merasakan jika jantung nya benar benar berdetak dengan kecepatan tinggi
Semakin larut, semakin berdetak kencang jantung Layla, seperti ada hal yang begitu ia nantikan tapi ... Di lain waktu hal tersebut juga yang paling Layla takut kan
"Aduhhhhhhh"merasakan detak yang semakin kencang
Layla yang sedang duduk di tepi ranjang,benar benar tak bisa tidur
"Aduhhh"
"Aku kenapa sih?!"
"Mata aku udah ngantuk banget,tapi ... Aku nya yang ngak mau tidur?!"
"Ini perdana dalam hidup ku!"batin Layla
Perasaan yang campur aduk antara begitu bahagia jika akhirnya setelah menikah,Layla akan tidur seranjang dengan Helmi,tapi ... Perasaan takut juga melanda, karena ini adalah malam perdana bagi Layla akan begitu dekat dengan seorang lelaki.
*****
Flash back ketika Helmi belum kembali ke ruangan tuan Andika ...
Jam telah menunjukkan pukul 23.45,Layla benar benar sudah mengantuk dan ingin membaringkan tubuhnya untuk mengistirahatkan rasa beban yang terjadi hari ini
Mata Layla Benar-benar tak dapat berjaga untuk malam ini, dengan mata sayup Layla masih berusaha mencoba untuk terjaga menggantikan posisi Nyonya Melisa yang sedang tertidur pulas di samping ranjang tuan Andika yang masih belum siuman
"Aduhhhhhhh"
"Aku beneran ngantuk"sembari menguap
Layla yang tak kuat untuk berjaga malam ini, mencoba menutup mata walaupun dalam keadaan duduk di sofa rumah sakit
Sebenarnya satu jam yang lalu, Nyonya Melisa sudah meminta Layla untuk tidur duluan karena mata panda Layla sudah semakin terlihat
Nyonya Melisa yang begitu iba pada menantu kesayangan keluarga Andika mencoba mendekat dan duduk di samping Layla
Layla yang setengah tidur, seketika memanggil kata (mas Helmi) di hadapan mertua nya (Nyonya Melisa)
"Mas Helmi"ucap Layla ketika ada sebuah tangan yang menyentuh tangan Layla dengan teramat sayap
Nyonya Melisa tersenyum manis setelah mengetahui alasan Layla belum tidur walaupun sudah terlalu larut
"Jadi mama di sebut mas Helmi nih?"Nyonya Melisa yang berucap dengan rona raut wajah yang begitu sumberingah
Seketika wajah Layla berubah menjadi merona setelah mengetahui jika tangan yang menyentuh Layla bukan Helmi melainkan mertua nya sendiri
"Mama"ucap Layla gelagapan
Rona wajah merah Layla begitu terlihat jelas oleh Nyonya Melisa bahkan si mbok yang baru saja kembali dari kamar kecil ikut tersenyum kecil melihat tingkah lucu seperti bayi dari Layla
"Jadi ... Kamu nungguin Helmi sampai ngak mau tidur yah?"tanya Nyonya Melisa
"Bu_kan gitu ma ..."
"Aku emang belum mau tidur aja"balas Layla polos
"Belum tidur karena nungguin Helmi kan?"tanya Nyonya Melisa dengan sumberingah
Pipi Layla benar benar seperti akan meledak karena saking malu nya karena sang mertua berkata seperti itu
"Udah Nyonya"si mbok yang ikut nimbrung berbicara
"Nanti pipi nya Nyonya Layla meledak karena saking merona nya"ucap si mbok
"Betul juga yah Mbok,kalo pipi gembul nya Layla meledak nanti kita juga yang repot,kan ngak ada mas Helmi di sini sekarang"balas Nyonya Melisa yang ikut menjawab dengan kata kata yang semakin membuat pipi nya Layla semakin merona.
*****
Layla yang tak ingin mama mertua dan si mbok menjadi kan sifat kepolosan Layla sebagai bahan candaan yang akan membuat rona pipi Layla semakin merona nanti nya,Layla mencoba mencari cara agar dapat keluar dari situasi yang begitu memalukan bagi Layla
"Bukan gitu maksud Layla ma"Layla yang tak dapat berpikir jernih dengan raut wajah merona ketika mama mertua dan si mbok terus menggoda Layla
"Udah yah,Layla sayang."
"Sekarang lebih baik kamu tidur di ruangan sebelah yah"saran dari mama mertua
"Mama kasihan banget liat kamu seperti ini, nungguin Helmi sampai ngak bisa tidur"Nyonya Melisa yang begitu beruntung memiliki menantu seperti Layla
"Tapi ... Ma ..."
"Aku masih mau nungguin mas Helmi"balas Layla dengan teramat polos
"Emang kenapa?"
"Apa karena ini udah terlalu larut?"Nyonya Melisa yang menggoda
Ucapan dari mama mertua jelas ada udang di balik batu membuat Layla semakin salah tingkah di buat nya.
*****
"Bukan itu !"
"Hempttttt" Layla bertingkah begitu polos dengan menutup mulut dengan kedua tangan, yang membuat Nyonya Melisa dan si mbok semakin gemas di buat nya
"Boleh yah aku di sini aja"pinta Layla pada mama mertua ny
"Kamu boleh kok nungguin Helmi, tapi ... Lebih baik sambil berbaring di ruangan sebelah"
"Mama ngak larang kok kalo kamu nungguin suami kamu sampai larut seperti ini"Nyonya Melisa yang menyentuh lembut kepala Layla dengan teramat sayang
__ADS_1
"Tapi ... Mama nya yang ngak tega jika liat menantu kesayangan mama harus nungguin suami nya seperti ini"Nyonya Melisa yang menyentil hidung mungil Layla
"Kamu nungguin Helmi di ruangan sebelah aja yah, sambil berbaring,kalo kamu ngantuk, lebih baik pejamkan aja mata kamu biar ngak mata panda besok"saran dari mama mertua
"Toh Helmi pasti akan tidur sama kamu juga kan malam ini"pipi Layla kembali merona
"ngak mungkin lah mama suruh Helmi tidur di luar,jadi ... Kamu tenang aja yah"goda mama mertua yang membuat pipi Layla kembali merah merona
"Iya ma"balas Layla lembut
Layla benar benar tak bisa berbohong kepada kata hati nya, ucapan dari nyoya Melisa memang membuat layla semakin salah tingkah dan merasakan detak jantung yang semakin kencang dihiasi dengan bunga bunga yang sudah bermekaran di dalam taman hati.
*****
"Mbok,antarin Layla ke kamar nya yah"nyonya Melisa berdiri
"Baik, Nyonya"balas si mbok yang segera menuntun Layla ke ruangan pribadi yang sudah di siapkan oleh mama mertua nya
Ketika Layla dan si mbok yang sudah berjalan beberapa langkah,tiba tiba saja Nyonya Melisa kembali memanggil Layla
"Layla, jangan lupa cucu cantik buat mama yah"ucap mama mertua.
*****
Layla benar benar tak bisa tidur malam ini,Layla kembali teringat dengan ucapan mama mertua nya yg berucap ingin memiliki seorang cucu
"Layla, jangan lupa cucu cantik buat mama yah"ucap mama mertua.
"Aduhhhhhhh"Layla yang mencoba menetralisir pikiran dari hal hal vulgar yang bisa saja terjadi malam ini
"Enggak!"
"Aku ngak boleh mikirin hal seperti itu!"Layla yang dengan cepat nya masuk ke dalam selimut tebal dengan perasaan yang tak karuan.
*****
Layla teringat dengan ciuman pertama dari Helmi
Kilas balik ...
"Halo pa"ucap Helmi yg duduk di samping Layla
"Mas Helmi"Layla yg bisa merasakan jika detak jantung nya semakin kuat saja, ketika ia begitu dekat dengan Helmi.
*****
First Kiss bagi Layla ...
Ketika itu lah Helmi langsung mencium bibir Layla yg duduk di samping Helmi,yg awal nya lembut kini berubah menjadi cukup ganas
Layla tak membalas ciuman dari Helmi, karena Layla sama sekali tak tau cara nya, kesal karena Layla tak membuka mulut, Helmi pun mengingit bibir Layla
Merasa kesakitan,Layla pun akhirnya membuka mulut nya dan di saat itu lah Helmi memainkan bibir Layla dengan begitu ganas.
*****
Karena Layla sudah tak tahan,Layla memukul mukul dada bidang Helmi
(Pukkkkkk pukkkkkk pukkkkkk)
Helmi yg mendapat pukulan dari layla segera mencium puncak kepala Layla dengan begitu lembut
"Hufffff,uhhhhhh"terdengar jelas suara tarikan nafas layla yg naik turun
"Aku kehabisan nafas mas"ucap Layla terbata bata
"Itu karena kamu belum terbiasa, nanti kita belajar lagi ya"Ucap Helmi yg sudah tak melihat mata mata yg tengah mengawasi diri nya
Layla yg begitu benar benar tak menyangka jika Helmi mencium bibir nya.
*****
Detak jantung Layla semakin berdetak dengan begitu kencang nya
"Ya Allah, perasaan apa ini,mas Helmi mencium aku"Layla yang memegang bibir nya
Layla kembali teringat dengan ucapan dari Helmi
Hufffff,uhhhhhh"terdengar jelas suara tarikan nafas layla yg naik turun
"Aku kehabisan nafas mas"ucap Layla terbata bata
"Itu karena kamu belum terbiasa, nanti kita belajar lagi ya"Layla yang begitu geli jika harus mengingat ucapan dari suami ny
"Aduhhhhhhh"
"Gimana kalo mas Helmi cium aku lagi?"Layla yang masih memegang bibir nya sembari bersembunyi di balik selimut yang menjadi saksi bisu bagi perasaan yang begitu mendebarkan dari Layla yang baru merasakan first Kiss dalam kehidupan nyata
"Tapi ... Gimana kalo mas Helmi ngelakuin yang lebih?"Layla yang semakin menenggelamkan tubuh nya ke dalam selimut
"Sedangkan aku sama sekali ngak tau akan hal itu?"pikir Layla
Entah mengapa pikiran vulgar kembali berada di otak Layla, padahal hal seperti itu wajar bagi pasangan suami istri
Mungkin saja karena Layla sama sekali belum merasakan hal seperti itu, Layla begitu kepikiran,ia teringat dengan perkataan dari teman teman nya yang merasakan malam pertama sebagai pengantin baru.
*****
Kilas balik zaman reunian Layla ...
Reunian adalah masa yang paling di nanti kan oleh semua kalangan umur,baik reunian sekolah dasar (SD), SMP, bahkan SMA
Tapi ... Bagi Layla reunian yang paling berkesan bagi nya adalah reunian masa SMA, ketika pikiran sudah mulai dewasa dan sudah pantas mengetahui banyak hal termasuk hal hal yang terdengar vulgar
__ADS_1
Ketika reunian SMA lah semua nya bisa berbagi cerita, mulai dari pertanyaan kuliah di mana?,udah kerja apa belum?, udah punya anak?
Pertanyaan yang paling sering di tanyakan ketika ajang reunian
"Layla kamu belum married?"tanya sahabat lama
"Belum sih,lagi betah sendiri aja"balas Layla yang kembali menyeruput secangkir teh hangat
"Ihhh,Lo ngak setia kawan amat sih!"berucap dengan cemberut
"Kata nya dulu pas lulus SMA mau nikah muda,lah ini gue yang mau punya anak,malah Lo semua yang belum married!"
"Gimana sih?!"semakin cemberut
"Yah ... Mau gimana lagi,laki nya aja yang belum ketemu kan"jawab dari seorang perempuan berpakaian super elegan
"Aduhhhhhhh,kalo selera seperti Lo mah,harus cari yang setara lah,mana cocok sama mereka yang kayak D3"timpal gadis lain yang membuat para pria yang ada di acara reunian begitu tersinggung
"Ehemmm!"
"D3 yah ..."melirik pada wanita yang mengejek walaupun hanya sebuah candaan selama saling tak bertemu untuk waktu yang begitu lama
"Enggak juga sih"sembari menyeruput teh hangat
"Yang penting mah setia udah cukup"kembali menyeruput teh hangat
"Setia doang mana cukup!"
"Kalo ngak pintar di ranjang bisa bisa nih yah laki Lo semua pada cari ranjang lain di luar sana ntar"ucap rin yang juga sudah menikah.
"Ngomong ngomong karena pembicaraan Lo semua udah lari ke sana .."dengan tatapan yang sulit di artikan
"Gue mau ngomongin sesuatu yang begitu penting sama Lo semua"dengan mencoba menahan rasa geli yang berusaha di tahan
Semua yang ada di acara reunian begitu heran sampai saling menatap satu sama lain
Ketika para wanita yang ada di acara reunian masih begitu bingung berbeda dengan para pria yang sudah menebak ke mana arah pembicaraan teman wanita mereka
"Lo mau ngomong apaan sih?"
"Gue jadi penasaran banget dah"tanya wanita yang memakai pakaian cukup tertutup
"Jadi gini ..."mencoba untuk tidak tertawa
"Kita semua kan udah dewasa,jadi ...."ucapan terpotong dari pria yang ada di acara reunian
"Gue tau Lo mau ngomong ke mana!"
"Udah deh,gue jijik banget dengar nya!"ucap seorang pria yang berprofesi sebagai seorang dokter
"Ngak apa apa lah,masih berkah juga toh dengar nya, mumpung Lo semua bisa beri gue tips tentang itu?"dengan tatapan penuh makna yang memiliki makna vulgar.
*****
"Oh iya ... Lo kan udah nikah Rin"menatap dengan perasaan yang begitu ingin tau
"Iya, terus?"tanya Rin dengan raut wajah polos padahal begitu tau arah pembicaraan teman teman nya
"Masa iya sih belum peka juga!"
"Apa perlu di perjelas!"timpal pria yang juga begitu penasaran
"Sorry sorry,lah Lo semua sih tiba tiba kasih gue pertanyaan vulgar seperti itu!"
"Mentang mentang banget gue udah nikah!"balasĀ Rin
"Yah mau gimana lagi,ngak ada tutor selain loh lah, yang udah pro banget soal begituan"timpal wanita yang begitu penasaran
"Jadi gini ...."Rin pun menceritakan semua rasa penasaran teman teman sereunian tentang perasaan sebagai pengantin baru
Siapa yang tahan diperlakukan selembut ini? Aku bisa gila dibuatnya.
"Mas," sebutku menatap bola mata indahnya di temaramnya lampu kamar. Lampu ini seakan menjadi saksi bisu letupan-letupan kehangatan sepasang tubuh yang masih saling beradu.
"Sebentar lagi, Sayang," pintanya dengan suaranya yang serak-serak di tengah hasrat maskulinnya. Suara yang diselingi desah syahdu yang selalu kurindukan di hampir setiap malam.
Andai boleh meminta, kuingin terus dipeluknya seperti ini, dalam dekap hangatnya. Menikmati setiap sentuhan yang dahsyat membuat gelora ini semakin meronta-ronta.
*****
Ucapan Rin begitu membuat bulu kuduk teman teman nya berdiri seketika
"Bukan nya ... Malam pertama itu sakit banget yah buat gadis perawan?"tanya seorang wanita
"Iya sih,tapi ... Kalo sih cowok nya pintar di ranjang ngak bakal terlalu terasa sakit nya"balas rin yang membuat Layla merasa jijik mendengar nya.
*****
Entah bayangkan vulgar itu kembali masuk ke otak Layla dengan bertambah larut nya malam
"Gimana kalo beneran sakit?"Layla yang mengingit selimut dengan perasaan tak dapat di jelaskan.
*****
Bagaimana nasib Layla nanti nya ??, mampu kah Layla bertahan di rumah tangga yg tidak ada kata cinta di dalam nya ??"
Nantikan update episode terbaru dari author!
Author insya Allah bakal update setiap hari minimal 1 episode!
Jika lagi semangat 45 nya, insya Allah author akan update 2 sampai 3 episode dalam sehari!
Salam manis dari author š¤.
__ADS_1