
*****
Helmi melangkah ke meja tempat Layla tertidur, Helmi masih begitu gengsi walaupun Layla adalah istri sah nya sekarang
Tiba tiba saja ponsel kamar hotel berdering,dan sontak saja,Layla yg sedang tertidur pulas langsung terbangun dan berucap yg membuat Helmi semakin tersentuh
"Mas Helmi???"Layla yg begitu bersemangat akan suara telepon yg terdengar, Helmi yg sudah berada di samping Layla melihat reaksi Layla, lantas berucap
"Apa dia selalu menunggu ku di sini ???"pikir Helmi yg baru sadar jika selama bersama dengan Carina, Helmi sama sekali tak ingat dengan posisi Layla sebagai istri sah nya
Ketika Layla berusaha mengangkat telfon, Helmi sudah terlebih dahulu mengangkat telfon tersebut
"Ya,halo"suara yg begitu di nantikan oleh Layla, akhirnya terdengar kembali,bukan lewat sambungan telepon,tapi....suara tersebut terdengar tepat di samping nya
"Apa aku sedang bermimpi???, kenapa suara mas Helmi terdengar begitu jelas???,seakan ada di samping ku??"Layla yg berpikir jika suara yg begitu ia rindukan hanya ada di dalam mimpi.
*****
"Apa!!!!"teriak Helmi yg begitu jelas terdengar oleh Layla
"Ini bukan mimpi,mas Helmi benar benar ada di sini, tapi...kenapa mas Helmi berteriak keras seperti itu??,apa telah terjadi sesuatu yg buruk pada mas Helmi??, seandainya penglihatan ku masih ada, sudah pasti aku bisa langsung menghibur mas Helmi sekarang"Layla yg berucap di dalam hati nya, orang yg begitu ia rindukan akhir nya sudah kembali
__ADS_1
"Papa masuk rumah sakit??, bagaimana bisa???"Helmi yg begitu kaget mendengar penuturan dari pelayan di rumah keluarga Andika
"Sekarang papa di mana??"tanya Helmi dengan raut wajah yg begitu khawatir
"Baik, terima kasih sudah mengabari saya!!"Helmi yg segera menutup sambungan telepon dan berbalik arah melihat Layla yg ternyata sudah terbangun
"Kapan kamu bangun???"tanya Helmi dingin akan keberadaan Layla
"Ini beneran mas Helmi??"Layla yg berbalik bertanya, karena mata Layla yg tak dapat melihat suami nya
"Ya iya lah,siapa lagi!!!"ucap Helmi
"Emang nya kamu nga....."Helmi yg hampir saja melukai Layla dengan ucapan yg ingin di ucapkan oleh Helmi"emang nya kamu ngak ada mata apa!!!"
*****
Kilas balik....
Layla yg membenahi semua pakaian yg akan di pakai oleh suami nya di tepi ranjang
"Mas bawa berapa pakaian??"tanya Layla
__ADS_1
"Bawa 5 aja,aku cuman 5 hari aja di sana"ucap Helmi yg akan melancarkan aksi licik nya
"Untung dia buta dan percaya sama apa yg aku ucapin,jika begini,aku bisa leluasa dan papa pun ngak bakal tau jika aku bakal keluyuran di luar"batin bahagia Helmi yg gak berniat untuk menceraikan Layla,malah justru menjadikan Layla sebagai tameng dari papa nya, agar papa nya Helmi tak tau semua tindakan buruk Helmi.
"Syukur deh,kalo dia ngak bilang sama papa"ucap lega Helmi.
*****
"Mas, kenapa mas berteriak barusan??"tanya Layla
"Ooh,itu,aku baru saja dapat kabar jika papa masuk rumah sakit"jawab Helmi yg membuat Layla begitu syok ketika mendengar dan segera berucap pada Helmi
"Terus papa gimana sekarang mas??"tanya Layla dengan ekspresi begitu cemas, yg dapat di lihat oleh Helmi
"Kenapa dia yg begitu khawatir???, padahal yg masuk rumah sakit itu papa saya, bukan papa nya dia??"pikir Helmi
"Kamu mau ke mana??"tanya Helmi ketika melihat Layla mencoba mencari tongkat bantu
"Mau ke rumah sakit mas,mau mastiin kondisi papa"ucap Layla
"Ngak usah"balas Helmi yg merasa cuek dengan keselamatan tuan Andika (papa nya Helmi)
__ADS_1
"Biarin aja dia meninggal!!!,jika papa beneran meninggal,aku bisa dengan mudah menceraikan gadis buta ini dan dengan cepat dapat menikah dengan Carina"Helmi malah senang jika papa nya masuk rumah sakit dan juga terlintas di benak Helmi yg mendoakan Papa nya agar dapat segera meninggalkan dunia ini
"Mas,itu papa kamu loh, gimana kalo terjadi sesuatu sama papa??,kita jenguk papa yah mas??"bujuk Layla pada Helmi.