
******
Sore ini ... Aku rasakan sebuah sensasi yang begitu berbeda
Tapi ... Apa nyata aku melakukan nya?.
*****
Apa kita sudah sah menjadi sepasang suami istri,mas Helmi?
Apa kita akan menjadi keluarga yang utuh sebentar lagi?
Apa ini semua akan menjadi awal bahagia?
Atau ... Hanya akan menjadi derita di ujung cerita?
Katakan!
Katakan, agar tak ada dusta yang menjadi mala petaka!.
*****
Di bawah sendu sore hari,di balik tirai selimut,ada hati yang masih tak percaya akan hal yang baru saja terjadi
"Apa aku benar-benar melakukan nya?"mencoba menetralisir pikiran agar dapat berpikir dengan tenang, masih berharap bahwa ini bukan hanya sebuah mimpi melainkan sebuah kenyataan yang begitu indah yang begitu sulit untuk di lupakan.
*****
"Awhhgggg"merintih kesakitan di bagian daerah intim nya
"Ternyata ini semua tidak mimpi?!"batin Layla yang mencoba untuk bangun, sayang nya sudah terdapat beban berat yang tengah menopang tubuh nya Layla
"Apa ini mas Helmi?"batin Layla yang mencoba meraba bagian wajah seseorang yang tengah tertidur pulas di samping Layla sembari memeluk dengan begitu erat di balik tirai selimut yang menjadi saksi bisu cinta Helmi dan Layla yang semakin erat
"Yah,ini nyata mas Helmi!"gumam Layla.
*****
Helmi yang merasa kegelian di bagian pipi nya, seakan geli karena ada yang memegang pipi Helmi
Mencoba membuka mata nya dengan rasa malas untuk bangun dari mimpi nyata yang begitu indah
Sembari tersenyum manis, Helmi berucap yang membuat pipi Layla kembali merona
"Apa kamu mau sesuatu,Layla?"ucap Helmi
Layla terkejut bukan main ketika suami nya sudah terbangun
"Mas!"Layla yang segera melepaskan tangannya yang tengah memegang pipi Helmi dengan teramat sayang
Belum sempat tangan Layla menghindar dari wajah Helmi, Helmi dengan begitu cekatan nya langsung meraih tangan Layla yang berusaha menjauh dari wajah tampan Helmi
Pipi Layla jelas tidak semakin karuan, ketika Helmi mencoba meletakkan tangan Layla di bagian pipi nya kembali, sontak saja itu semua membuat jantung Layla kembali berdetak kencang sembari mencoba menahan senyum bahagia di rona wajah merah Layla.
*****
HelmiĀ Benar-benar sudah jatuh cinta kepada Layla seakan lupa pada Carina ,tapi ... Apakah Helmi akan nyata melupakan Carina?.
*****
Apa romansa kita akan kekal selamanya,mas?
Apa tak kan ada yang menjadi penghalang bagi kita?
Aku hanya ingin ... Kita bersama selamanya ...
__ADS_1
Hanya itu yang ku pinta pada yang maha kuasa.
*****
Helmi dengan tersenyum manis ketika melihat rona merah di pipi khas Layla, lantas berucap yang semakin bisa mendengar detak jantung Layla yang semakin berdetak dengan begitu kencang
"Kenapa di lepas?"tanya Helmi yang semakin mempererat pelukannya pada Layla
"Apanya yang di lepas,mas?tanya Layla polos
"Ehh, maaf,mas"batin Layla yang segera menutup mulut nya dengan teramat lucu
Helmi begitu gemas melihat tingkah polos Layla, Helmi segera membalas ucapan polos Layla dengan gombalan cinta yang sudah tunduk pada tuan nya
"Menurut kamu .... Apa?"tanya Helmi yang kembali membuat Layla kembali terangsang ketika tangan Helmi mulai meraba nakal pada tubuh Layla
Layla seketika mencoba menelan ludah nya sendiri ketika menjadi korban akibat ucapan polos yang tampa sengaja ia ucapkan pada Helmi
"Bukan _ bukan itu maksud ku,mas"Layla yang mencoba menahan Helmi yang tengah semakin meraba tubuh Layla, membuat Layla semakin terangsang akibat belain lembut Helmi.
*****
Helmi yang melihat wajah grogi Layla kembali berucap dengan penuh nada gombalan
"Terus ... Maksud kamu apa dong kalo bukan ini?"tanya Helmi yang semakin memperhatikan wajah Layla.
*****
"Apa kamu memang dia, Layla?"
"Apa ini semua hanya kebetulan?!"batin Helmi yang masih belum bisa melupakan sosok yang ada di masa lalu Helmi.
*****
Helmi bukan nya cemas apalagi marah, Helmi justru tersenyum bahagia sembari berucap
"Apa masih sakit?"tanya Helmi
Dengan malu malu serta wajah merona Layla berucap
"Iya,mas"balas Layla yang mencoba menahan suara nya sendiri
Helmi yang melihat balasan konyol dari Layla semakin menggoda Layla
"Kenapa suara kamu di kecilin seperti itu?"
"Tadi ... Perasaan suara kamu tuh besar banget deh"ucap Helmi yang membuat pipi Layla kembali merona
"Apa .... Kamu masih malu sama aku?"tanya Helmi yang ingin melihat balasan polos dari wajah Layla
"Bukan!"
"Bukan itu maksud ku mas!"Layla yang kembali berucap dengan begitu polos di hadapan Helmi.
*****
Dengan sedikit tertawa, Helmi berucap kepada Layla seraya memberikan belaian belain lembut di wajah Layla yang masih saja merona
"Kamu tuh lucu yah,polos polos gemesin"Helmi yang segera mencubit pipi Layla dengan teramat gemas.
*****
"Bagaimana mungkin aku bisa lupa dengan semua ini?"
"Bagaimana mungkin aku bisa lupa dengan sentuhan lembut mas Helmi?"
__ADS_1
*****
Helmi yang tak ingin Layla masih merasakan kesakitan di bagian daerah intim nya, lantas berucap
"Apa kamu suka minum jamu tradisional,Layla?"tanya Helmi yang segera meraih telepon rumah sakit yang terletak di meja dekat ranjang mereka
"Jamu?"Layla yang memberikan respon begitu penasaran
"Apa hubungan nya dengan jamu?"batin Layla yang tak mengerti akan ucapan suaminya tersebut.
*****
Layla yang tak ingin membuat Helmi merasa kecewa dengan hal yang ingin di tawarkan oleh suami nya tersebut lantas berucap
"Iya mas"balas Layla lembut
Helmi semakin tentram ketika melihat wajah Layla yang tersenyum manis padanya,seakan wajah tersebut tak kan dapat ia lupakan seumur hidup, senyuman yang sudah merubah segalanya.
*****
"Senyum itu ..."
"Senyum itu jelas membuat ku kembali nostalgia"
"Senyum yang merubah semua kegundahan hati dengan tawa bahagia".
*****
Helmi seraya membelai rambut hitam Layla dengan teramat sayang langsung berucap
"Tunggu sebentar yah,aku bakal pesanin jamu buat kamu"Helmi yang segera menelepon seorang kenalan Helmi.
*****
"Halo"
"Saya ingin pesan jamu tradisional untuk ngilangin rasa nyeri bagi wanita"Helmi yang segera menutup telepon dan segera menatap Layla yang tengah di penuhi dengan rasa penasaran yang tak bisa ia jelaskan pada Helmi
"Oh yah apa kamu masih bisa untuk makan malam di luar nanti malam?"
"Apa aku pesanin aja makanan untuk kamu?"tanya Helmi
Helmi teringat bahwa Semenjak mereka kembali ke ruangan di pukul 10 pagi hingga jam sudah menunjukkan pukul 17.30 sore,Layla masih belum menyantap satu makanan pun hari ini
"Hmmmm, terserah kamu aja,mas"balas Helmi yang senantiasa menjawab agar Helmi dapat memilih alur mereka berdua
Helmi yang tersentuh akan ucapan Layla yang masih belum berubah, mulai dari awal pernikahan mereka yang di awali dengan kebohongan yang di lakukan oleh Helmi,Layla selalu membalas semua pertanyaan yang di ajukan Helmi dengan jawaban yang membuat Helmi semakin sadar akan posisi Layla yang begitu berarti dalam hidup Helmi.
*****
"Makasih yah,Layla"Helmi yang berucap sembari mencium lembut kening Layla
"Untuk apa,mas?"balas Layla yang masih belum mengerti akan pesan tersirat yang ingin di sampaikan oleh Helmi
Dengan tersenyum manis, Helmi berucap
"Untuk semua yang pernah kamu lakukan padaku"Helmi yang kembali mencium kening Layla dengan teramat begitu sayang.
*****
Nantikan episode romantis antara Helmi dan Layla di episode berikutnya!
Jangan lupa like, komen and favorit kan novel author yang berjudul (nona buta wasiat papa)
Thanks yang udah mampir baca š¤.
__ADS_1