Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
masih berlanjut!


__ADS_3

Masih berada dalam pertarungan sengit antara dua detektif dengan gerombolan musuh yang semakin banyak untuk dihadapi.


"Gila mereka banyak banget?!" Detektif Wati Bexxa yang sedikit ketakutan ketika melihat rombongan orang berotot besar dengan jumlah yang begitu banyak, mungkin ada sekitar lima puluh orang orang yang harus dihadang oleh Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa yang sedang berada di situasi begitu terancam.


"Jadi gimana?!" Detektif Bromo yang mencoba berdiri di samping Detektif Wati Bexxa dengan begitu susah itu semua dikaren Detektif Bromo juga mendapatkan serangan di bagian kaki sebelah kanan ketika bertarung seperti satu lawan sepuluh walaupun begitu, beruntungnya Detektif Bromo masih bisa mengalahkan mereka semua dengan kondisi yang sudah begitu terluka parah.


Detektif Bromo mendapatkan luka di bagian pipinya dengan darah segar yang sudah mengalir cukup deras dan di bagian tangan kiri nya yang sudah benar-benar memar dan di bagian punggungnya dengan pukulan dari meja oleh para anggota geng yang mencoba melukai Detektif Wati Bexxa dan di bagian kaki kiri nya yg membuat dirinya begitu kesusahan untuk berdiri.


Situasi itupun membuat Detektif Wati Bexxa kehilangan semangat ketika melihat Detektif Bromo begitu terluka parah akibat harus menyelamatkan nyawa dirinya ketika pertarungan itu berlangsung dengan begitu sengit.


"Dia begitu terluka parah. Dan seluruh tubuh nya!" Detektif Wati Bexxa menatap dengan seksama pada luka di sekujur tubuh Detektif Bromo.


'Gue benar benar bodoh! Gue sama sekali gak berguna! Petarung seperti apa gue! Membiarkan orang lain yang harus terluka!' batin Detektif Wati Bexxa dengan mata berkaca-kaca ketika melihat luka yang didapatkan oleh Detektif Bromo demi menyelamatkan dirinya dari serangan para musuh.


Detektif Bromo mengetahui jika Detektif Wati Bexxa ingin menangis langsung berucap demi membuat semangat itu terkumpul dalam benak Detektif Wati Bexxa.


"Apa kamu mau menyerah seperti ini!" Detektif Bromo mencoba berdiri walaupun sebenarnya dirinya sudah tidak sanggup lagi.


"Owhh." Detektif Wati Bexxa tak dapat berbicara karena dirinya masih begitu mengkhawatirkan kondisi Detektif Bromo yang semakin terluka parah.


"Udah capek-capek sampai sejauh ini! Masa iya mau menyerah begitu saja! Jika pun harus kehilangan nyawa oleh mereka semua! Setidaknya kita mati bersama!" Detektif Bromo langsung menyerang anak buah setelah dia berucap agar semangat Detektif Wati Bexxa kembali terkumpul.


Ucapan Detektif Bromo berhasil membuat semangat nya Detektif Wati Bexxa terkumpul kembali ia segera langsung berucap,


"Jika dia yang sudah begitu terluka parah masih sanggup meneruskan ini semua! Masa iya gue harus kalah dengan detektif tersebut!" Detektif Wati Bexxa langsung menyerang anak buah tersebut dengan begitu beringas akibat ucapan yang dapat mengembalikan semangat dalam hati dan pikiran Detektif Wati Bexxa.


Detektif Bromo yang melihat jika Detektif Wati Bexxa sudah kembali ke kondisi di mana ia seperti seorang singa yang begitu kelaparan langsung saja bergumam,


'Sepertinya singa yang sudah kelaparan sudah bebas dari kandangnya kembali!' batin Detektif Bromo pun juga begitu bertambah semangat ketika melihat Detektif Wati Bexxa sudah tidak bersedih lagi .


Walaupun begitu yang namanya pertarungan tidak seimbang berusaha sekuat apapun pasti tidak akan berjalan dengan begitu mulus. Apalagi pertarungan yang harus dijalani oleh detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa begitu tidak seimbang yaitu pertarungan sengit antara dua melawan lebih dari lima puluh orang.


Dengan kondisi yang sudah terluka parah, membuat Detektif Bromo kembali mendapatkan pukulan dengan sangat beringas oleh anak buah geng tersebut, ia pun tersungkur tak berdaya di lantai dengan darah segar di bagian wajahnya, dirinya tetap berusaha berdiri walaupun itu semua hanya percuma karena Detektif Bromo sudah begitu terluka parah.


Dengan nafas ngos-ngosan dirinya tetap berusaha berdiri seraya bergumam di hati nya, 'Gue gak bisa ngebiarin Detektif Wati Bexxa yang harus melawan mereka! Walaupun kondisi tubuh gue tidak memungkinkan lagi! Tapi...." salah seorang anak geng tersebut menghampiri Detektif Bromo dan menelantangkan dirinya seraya berucap


"Salah kalian sendiri kenapa harus masuk ke lubang singa!" seraya menendang wajah Detektif Bromo dengan kakinya.


"Awhg!" teriakan Detektif Bromo yang membuat Detektif Wati Bexxa meneteskan air matanya, dirinya benar-benar sudah kehilangan semangat ketika melihat Detektif Bromo sudah tersungkur di lantai dengan darah segar yang mengalir.


"Tidak!" Detektif Wati Bexxa yang berucap dengan air mata yang tanpa disadari menetes di pipinya yang sudah dipenuhi dengan luka


Sakit tapi lebih sakit lagi ketika melihat orang yang tak berdosa harus ikut campur dalam urusan yang sudah dari awal mengatakan jika itu semua hanyalah sebuah ancaman. Membuat orang tersebut sudah tidak bergerak lagi dengan darah segar di sekujur tubuhnya .


Detektif Wati Bexxa benar-benar tak bisa melanjutkan pertarungan tersebut, ia ingin rasanya menghampiri Detektif Bromo yang sudah menjadi amukan tendangan dari anak buah geng tersebut.

__ADS_1


'Ini semua salah gue! Seharusnya gue dengerin kata Lo! Itu semua pasti ngak akan terjadi!" Detektif Wati Bexxa sudah siap jika ia harus kehilangan nyawanya di tempat dimana ia begitu ceroboh yang sama sekali tidak mau mendengarkan ucapan Detektif Bromo sedari awal.


"Gue akan ikuti perkataan Lo! Jika pun harus kehilangan nyawa oleh mereka semua! Setidaknya kita mati bersama!" Detektif Wati Bexxa yang sudah siap untuk dihabiskan oleh anak buah geng tersebut.


Ketika sudah benar-benar kehilangan harapan, tiba-tiba saja terdengar suara sirine polisi dari bagian luar rumah tersebut.


"Sial! Polisi telah datang! Kita tidak boleh ditangkap sekarang! Kita harus kabur!" perintah ketua anggota geng dengan wajah yang tertutup oleh kain hitam yang hanya menampakkan matanya


"Bagaimana dengan mereka! Kita hampir saja menang?" tanya anak buah lain


"Tinggalkan saja mereka! Ini perintah!" ucap ketua geng.


semua anggota geng pun keluar lewat pintu belakang dengan meninggalkan Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa yang sudah begitu terluka parah.


Detektif Wati Bexxa pun mendekat ke arah Detektif Bromo dan langsung memeriksa nadinya.


"Huh! Untung Lo hanya pingsan" Detektif Wati Bexxa yang begitu lega karena Detektif Bromo masih hidup walaupun dengan luka yang sangat begitu parah.


"Suara sirine polisi itu dari mana?!" Detektif Wati Bexxa dipenuhi dengan begitu banyak pertanyaan karena sama sekali tak melihat ada mobil polisi di bagian depan rumah.


Dirinya tidak begitu memperdulikan hal tersebut ia fokus kepada Detektif Bromo


"Bagaimana cara membawa dia keluar dari sini? Jika harus dibawa ke rumah sakit sekarang … sedangkan kondisinya begitu parah, bisa bisa dia akan kehilangan banyak darah nantinya."


"Mudah mudahan di sini ada kotak pertolongan pertama." Detektif Wati Bexxa yang begitu berharap.


Lima belas menit berselang.


Detektif Bromo sudah terbaring di sofa ruangan tamu dengan luka yang sudah dibalut oleh Detektif Wati Bexxa.


Detektif Wati Bexxa juga sudah memberikan obat antiseptik ke luka dan memar yang didapatkan oleh Detektif Bromo.


"Maafkan saya! Gara-gara saya nggak dengerin semua ucapan kamu, malah kamu yang jadi tumbalnya dan yang ngedapetin luka seperti ini!" Detektif Wati Bexxa begitu menyesal.


"Siapa bilang Anda salah, Detektif." ucap Detektif Bromo dengan begitu pelan, mungkin karena masih belum kuat sepenuhnya.


"Detektif!" Detektif Wati Bexxa yang berucap dengan membelalakkan matanya


"Anda sudah sadar, Detektif." ucap Detektif Wati Bexxa dengan begitu bahagia yang jelas terpancar di wajahnya walaupun juga dipenuhi oleh banyak luka.


"Memang Anda pikir saya sudah mati apa?" canda Detektif Bromo yang lagi-lagi ingin membuat Detektif Wati Bexxa tidak khawatir tentang luka yang ia terima.


"Huh! Lagi luka seperti ini masih bisa bercanda." dengan raut wajah tersenyum yang berusaha sembunyikan oleh Detektif Wati Bexxa.


( Suara perut berkerutuk )

__ADS_1


"Anda lapar, Detektif?" "tanya Detektif Wati Bexxa yang langsung mengambil kantong plastik yang ada di sampingnya.


"Sejak kapan Anda beli makanan?" tanya Detektif Bromo heran.


"Ketika Anda masih tertidur tadi." balas Detektif Wati Bexxa langsung menyiapkan makanan yang sudah ia beli .


Flashback ✨


Ketika Detektif Wati Bexxa berhasil menemukan kotak pertolongan pertama dan segera langsung mengobati luka yang didapati oleh Detektif Bromo. Ketika tengah asik mengobati luka Detektif Bromo terdengar dari luar suara gerobak bakso keliling.


'Dia pasti begitu kelaparan.' gumam Detektif Wati Bexxa yg langsung memeriksa saku celananya


"Ahhh, untung uang gue masih ada lima belas ribu." Detektif Wati Bexxa yang berucap lega karena masih bisa membelikan Detektif Bromo makanan walaupun seadanya.


"Tapi bagaimana cara gue mesannya? Sedangkan kondisi gue seperti ini sekarang??" pikir Detektif Wati Bexxa.


Bagaimana tidak seluruh pakaian Detektif Wati Bexxa sudah dilumuri oleh banyak noda di tambah lagi bagian wajahnya juga sudah begitu banyak luka.


"Hmmm." Detektif Wati Bexxa yang berusaha memikirkan cara agar ia dapat membelikan bakso untuk Detektif Bromo tanpa membuat tukang baksonya curiga dengan kondisi dirinya dan rumah tersebut.


Detektif Wati Bexxa pun mencoba membuka lemari yang ada di salah satu kamar, tempat dirinya menemukan kotak pertolongan pertama tersebut.


"Hah! Masa iya cuman ada pakaian ini?!" Pikir Detektif Wati Bexxa dengan mengerutkan keningnya ketika melihat yg ada hanya baju yang begitu seksi bagi dirinya.


"Tapi Kan gak mungkin gue harus keluar sana dengan pakaian kotor seperti ini?!" pikir Detektif Wati Bexxa tanpa pikir panjang langsung mengganti pakaian yang sudah berlumuran darah dengan baju yang ada di lemari tersebut.


Flash on ✨


"Jenius, Anda bisa tahu saja jika saya akan lapar." ucap Detektif Bromo yang mencoba duduk.


"Awhg!" Detektif Bromo yang begitu kesakitan di bagian perutnya.


"Sini saya bantu, Detektif." Saran dari Detektif Wati Bexxa.


Ketika itulah kain yang digunakan oleh Detektif Wati Bexxa untuk menutupi bagian tubuh bagian atasnya terjatuh akibat pergerakan yang dilakukan oleh Detektif Wati Bexxa untuk membantu Detektif Bromo duduk agar dirinya bisa memakan bakso yang sudah Detektif Wati Bexxa belikan.


Detektif Bromo benar-benar dibuat pangling oleh tubuh indah milik Detektif Wati Bexxa yang berisi tapi begitu proporsional, ditambah lagi pakaian yang dipakai oleh Detektif Wati Bexxa berwarna putih, membuat Detektif Bromo benar-benar terpesona.


Beberapa kali ia mencoba menetralisir pikiran nya.


Masih ada satu episode lagi yang akan membahas masa lalu antara Detektif Bromo dan juga Detektif Wati Bexxa!


Jadi stay tune semuanya!


Akan update pada tanggal 24 Februari 2022, tepatnya pada pukul 08.45 menit!

__ADS_1


__ADS_2