
Mau disulap sedemikian rupa, yang namanya kebenaran pasti akan terbuka, mau disembunyikan layaknya jarum dalam tumpukan jerami, pasti akan diketahui akhirnya. Yang diperlukan hanya sebuah kata " deduksi." Agar kasus ini dapat segera dipecahkan.
*****
Gerombolan mobil polisi mendekat ke tempat kejadian perkara (TKP), suara sirene memecah belah tumpukan mobil yang terjajar sempurna. Akhirnya kebenaran akan segera terbuka, hanya mereka yang dapat melihat semua celah! Mereka adalah detektif berdarah panas dari Asia.
Cerita lama akan kembali terbuka, dua detektif muda itu kembali hadir dalam kondisi nyata, selama ini mereka hanyalah sebuah fiksi belaka, tapi sekarang mereka akan terlibat dalam kasus berbahaya.
*****
"Jangan sentuh tubuh korban!" Teriak seorang pria berperawakan dewasa mendekat
"Terlambat! Kalian semua datang terlambat ke lokasi!" Ucap Helmi yang segera menghadap berdiri
"Kalian berdua siapa?!" Tanya pria tersebut
"Mantan detektif SMA!" Ucap Helmi yang kembali memperkenalkan nama lamanya ke pihak kepolisian
"Detektif SMA?!" Ucap kaget seorang detektif muda yang juga ada di lokasi kejadian
"Apa kalian semua sudah lupa dengan kami berdua! Apa kalian tidak ingat lagi dengan kami!" Keano yang juga ikut bicara untuk memperkenalkan dua detektif muda berdarah panas.
"Ucapan itu?!" Detektif muda yang kembali mengingat memori lima tahun yang lalu.
*****
Reunian pun dimulai …
"Yah, saya ingat! Kalian berdua adalah detektif SMA yang terkenal waktu itu!" Ucap pria berperawakan dewasa yang merupakan inspektur kepolisian vektor 57
Dengan tersebut tipis, Helmi berucap " syukurlah, jika Anda masih mengenali kami berdua!"
"Detektif Bromo! Silahkan catat estimasi kejadian!" Perintah inspektur kepolisian
"Baik, Pak." Ucap detektif Bromo yang melangkah tapi terhenti akan suatu ucapan dari salah satu mantan detektif muda.
__ADS_1
"Estimasi kejadian 37 menit yang lalu! Luka bakar di beberapa bagian tubuh korban, terutama di bagian tangan sebelah kanan dan kaki bagian kiri." Penjelasan detail oleh Keano
'masih sama seperti dahulu, deduksi yang begitu tepat!' batin inspektur kepolisian yang tak menyangka akan dapat bertemu dengan dua detektif berdarah panas itu kembali, setelah lima tahun lamanya tak ada kabar, seakan hilang ditelan bumi, ternyata dua detektif itu telah bersemayam abadi, layaknya para dewa yang seakan tugas mereka telah berganti posisi
"Apa ada tambahan lain?" Tanya inspektur kepolisian
"Masih ada satu tambahan lagi!" Ucap Helmi yang memakai sebuah topi bertuliskan namanya ( Helmi.)
"Nona ini juga berada di TKP! Dan seorang pedagang kaki lima juga berada tak jauh dari lokasi ledakan."Helmi yang memperkenalkan seorang gadis muda pada anggota kepolisian lainnya
"Saya tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian ini!" Ucap berontak gadis muda tersebut
"Jika tidak bersalah, maka bersikap tenang lah! Jika Anda gegabah seperti ini, maka Anda layak dicurigai dan layak kami interogasi!" Ucap Helmi tegas pada gadis muda tersebut.
*****
Investigasi dimulai …
"Maaf Nona, apa kami bisa melihat identitas Anda?" Tanya detektif Bromo yang akan memulai melakukan tugas nya sebagai seorang detektif
"Bagaimana ini Inspektur? Data diri Nona ini tidak ada? Bagaimana mungkin kita bisa melakukan investigasi?!" Bisik detektif Bromo pada inspektur kepolisian
"Tenang dulu, detektif Bromo. Disini ada dua detektif muda tersebut, pasti mereka berdua akan dapat membantu kita untuk memecahkan misteri ini." Bisik inspektur kepolisian kepada detektif Bromo.
*****
"Maaf Nona, jika kami ini lancang, tapi … apa boleh kami bertanya sesuatu pada Anda? Mohon bantuan Anda untuk memecahkan kasus kali ini." Ucap inspektur kepolisian yang akan memulai investigasi
"Silahkan, Pak. Saya akan menjawab semampu saya," gadis muda tersebut yang mempersilahkan di interogasi oleh anggota kepolisian
"Boleh kah kami mengetahui siapa nama Anda?" Pertanyaan pertama/ 1, yang diajukan oleh inspektur kepolisian
"Nama saya Zeana, saya baru kembali ke Indonesia setelah tiga tahun di Amerika. Ketika tengah menunggu antrian bis yang akan mengantarkan saya ke lokasi tujuan, saya tiba-tiba dijambret oleh seseorang pria yang sama sekali tak saya kenal. Saya berusaha mengejar hingga sampai ke sini, dan ketika itulah ledakan terjadi." Ucap Zeana yang menceritakan semua kronologi menurut versi dirinya.
"Baik, terima kasih atas kerjasama, Anda." Inspektur kepolisian yang akan melayangkan pertanyaan pada seorang pria pedagang kaki lima yang juga berada di lokasi ketika kejadian berlangsung.
__ADS_1
"Jika Anda bagaimana, Pak. Kenapa Anda bisa berada di waktu bersamaan dengan ledakan mobil ini terjadi?" Pertanyaan kedua yang diajukan ke pedagang kaki lima.
*****
"Anda lihat sendiri bukan, Pak. Jika saya ini sedang berjualan dagangan saya, sebelum ledakan terjadi, saya tengah menawarkan dagangan saya pada pemilik mobil ini, tak berselang berapa menit, bau gas aneh tercium dari bagian dalam mobil."
"Saya sudah menanyakan hal menjanggal kan tentang bau gas aneh tersebut pada pengemudi, tapi … pengemudi tersebut hanya mengatakan, jika hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan."
"Tapi … ada kata-kata aneh yang diucapkan oleh pengemudi sebelum ledakan besar itu terjadi," kronologi menurut pedagang kaki lima
"Kata-kata aneh?! Apa yang diucapkan oleh pengemudi sebelum ledakan besar itu terjadi?!" Inspektur kepolisian yang menduga jika kata-kata aneh tersebut akan menjadi seberkas cahaya dalam misteri kasus kali ini
"Pengemudi mobil ini mengatakan, tidak perlu khawatir, gas aneh itu sudah biasa tercium dalam mobil ini, karena mobil ini sudah terlalu lama terpakai, mobil ini juga jarang melakukan servis ke bengkel, oleh sebab itu, gas aneh itu kembali tercium." Ucapan ambigu menurut pedagang kaki lima yang ia dengar langsung dari pengemudi mobil.
*****
Hal ambigu kembali terjadi dalam kasus penuh misteri …
'Jangan khawatir, ini semua sudah biasa tercium oleh mobil ini. Jarang melakukan servis ke bengkel, karena terlalu sibuk' batin Helmi yang merasa jika ucapan yang ditinggalkan oleh pengemudi sebelum ia hilang dari dunia adalah kunci utama untuk membuka lembaran bukti-bukti nyata
Keano mendekat dan berbisik pada Helmi yang tengah mempelajari susunan kata yang ditinggalkan oleh korban sebelum kepergiannya
"Apa pemikiran kita sama?! Apa kamu juga merasa ada yang janggal dengan ucapan yang ditinggalkan oleh korban!" Ucap Keano
"Sepertinya deduksi kita akan kembali sama! Saya memang merasa jika ucapan yang ditinggalkan oleh korban adalah bukti nyata yang harus kita singkap kebenaran!" Balas Helmi yang memperhatikan seksama pada lingkungan tempat kejadian perkara.
"Bukan nya ini terlalu aneh! Bagaimana mungkin korban mengatakan jika mobil nya adalah sebuah mobil usang, padahal kenyataannya adalah mobil ini adalah mobil keluaran terbaru. Bukannya juga aneh, jika mobil super kaya ini tak pernah diservis ke bengkel?! Seharusnya jika seorang memiliki mobil super kaya seperti mobil ini, sudah pasti akan sering membawa nya ke bengkel, walaupun itu semua hanya untuk mencek semua mesin mobil itu!"
"Dan satu hal lagi, saya menemukan hal aneh ketika memeriksa bagian dalam mobil yang tidak hangus terbakar!" Ucap Keano menatap lekat pada mobil yang menjadi awal misteri itu kembali dimulai, dua detektif berdarah panas akan kembali hadir dibalik dilema dari sebuah kata penuh misteri yang ditinggalkan oleh korban.
*****
Nantikan jawaban deduksi brilian untuk kasus penuh misteri ini di episode berikutnya!
Update episode terbaru pukul dua belas siang ( 12.00) nanti! Stay tune!
__ADS_1
Bantu like, komen and favorit kan novel ini ( menjadi yang kedua: gadis belia untuk om duda)🤗