
Sepertinya kita memang sudah berada dalam keadaan yang begitu terdesak, begitu penuh sesak dan seakan tidak ada lagi jalan yang bisa kita tempuh selain persyaratan konyol yang harus kita tuntaskan.
"Baiklah, Helmi. Saya akan terima persyaratan yang kamu berikan." ucap Keano yang akhirnya mau menerima persyaratan yang diberikan Helmi pada dirinya.
"Terima kasih, Keano." ucap Helmi yang menyulingkan senyum bahagia ketika mendengar ucapan dari sahabat lamanya tersebut yang bersedia membantu dirinya dengan mau menerima persyaratan yang ia berikan.
"Hmmm." ucap Keano sembari tersenyum.
"Helmi, apakah saya boleh bertanya satu hal padamu?! Itupun jika kamu mengizinkan saya bertanya tentang hal yang begitu sensitif!" ucap Keano yang menatap lekat Helmi seakan ada hal yang begitu ia takutkan di masa depan akan benar-benar terjadi dan itu akan semakin sulit untuk dihindari.
"Silahkan, Keano." ucap Helmi yang mengizinkan Keano bertanya hal sensitif pada dirinya yang sebenarnya sudah dapat ditebak oleh Helmi inti dari pertanyaan yang akan ditanyakan oleh Keano pada dirinya.
'saya sudah mengerti kemana arah pembicaraan kamu, Keano.' batin Helmi.
"Bagaimana jika saya kembali jatuh cinta pada Layla?! Apakah kamu akan rela memberikan Layla pada saya nantinya?!"
"Kamu tahu bukan?! Akibat dari persyaratan kamu ini akan kemana nantinya! Apa kamu tidak akan menyesal, Helmi?! Apa kita tidak akan kembali bermusuhan seperti dahulu?!" tanya Keano pada Helmi yang hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Keano.
Pertanyaan yang paling ditakutkan jika Keano akan hadir dalam kehidupan rumah tangganya dengan Layla malah sekarang dirinya lah yang meminta agar Keano ada di samping Layla. Memastikan Layla aman dan baik-baik saja selama dirinya menyelesaikan tugas yang begitu berbahaya memastikan keselamatan Layla baik-baik saja.
'sebenarnya hal ini adalah yang paling saya takutkan, tapi … mau bagaimana lagi, sekarang hanya Keano yang dapat memastikan Layla aman-aman saja.' batin Helmi yang berusaha merelakan Keano untuk berada dekat di kehidupan Layla sekarang.
Keano yang mendapatkan respon diam dari Helmi, dia juga tahu diri bahwa tidak seharusnya dirinya masih berada di ruang lingkup kehidupan Layla untuk saat ini.
Walaupun kenyataannya dirinya masih begitu berharap jika Layla dapat membuka hatinya untuk dirinya.
"Helmi, jika kamu sebenarnya keberatan. Lebih baik jangan buat persyaratan konyol ini! Daripada kamu nantinya menyesal, Helmi! Coba pikirkan baik-baik terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah keputusan." Saran dari Keano yang tidak ingin menjadi orang pengacau dalam kehidupan rumah tangga Helmi dan Layla yang mulai mereka bina dari awal.
"Hmmm, kamu tenang saja Keano. Saya sudah memikirkan tentang semua ini." ucap Helmi yang menatap Keano dengan perasaan yang begitu yakin bahwa ini adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan sebagai seorang suami untuk menyelamatkan nyawa Layla sekaligus dapat meminta maaf pada Layla akan semua kesalahan yang terjadi di awal pernikahan.
"Tapi … apa kamu yakin jika ini tidak akan membuat hal yang begitu kamu takutkan terjadi, Helmi?!"
"Saya mengerti jika kamu sebenarnya sudah mulai mencintai Layla, dan saya juga mengerti sebenarnya kamu tidak ingin jika saya masih berada di ruang lingkup Layla." ucap Keano yang masih memberikan saran agar Helmi tidak gegabah dalam mengambil sebuah keputusan besar seperti ini.
Keano juga tidak ingin Helmi menyesal di kemudian hari, terutama jika Keano akan dapat merebut hati Layla karena ketulusan cinta yang Keano berikan pada Layla selama ini.
__ADS_1
"Hmmm, cinta itu memang rumit Keano. Ketika saya begitu ingin menjauhkan Layla dari kamu malah takdir yang seakan memberikan isyarat bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk menjaga Layla sekarang."
"Saya tidak akan menyesal untuk semua hal yang sudah saya pilih saat ini. Mungkin jika hal yang paling saya takutkan itu terjadi sekalipun! Saya sudah ikhlas Keano, saya tahu jika kamu tidak akan mengecewakan Layla dan saya juga tahu bahwa kamu begitu mencintai Layla." Helmi yang berucap yakin sembari menatap lekat Keano yang berada di depan nya yang masih membujuk Helmi agar tidak menggunakan rencana yang begitu berakibat ekstrim seperti ini.
"Saya hanya ingin meminta satu hal pada kamu, Keano …."
"Saya harap kamu dapat menjaga kesucian Layla selama saya pergi, apa kamu dapat melakukan satu permintaan saya itu?!" ucap Helmi pada Keano.
"Hmmm, kamu tenang saja. Walaupun saya begitu tertarik pada Layla tapi untuk saat ini beda cerita Helmi."
"Saya tidak mungkin tertarik pada wanita yang sudah memiliki seorang suami sekalipun wanita itu adalah cinta pertama saya dan tidak bisa saya lupakan hingga saat ini."
"Kamu tenang saja, saya akan mengabulkan satu permintaan kamu itu. Dan saya berjanji saya tidak akan mengecewakan kamu, Helmi. Saya tidak ingin menari diatas penderitaan yang sedang kamu dan Layla alami." jawab Keano pada Helmi.
"Baiklah, Keano. Saya pegang ucapan kamu." ucap Helmi yang ingin segera kembali bertemu dengan Layla untuk terakhir kalinya.
Akhirnya Helmi dan Keano pun sepakat dengan persyaratan tersebut, mereka berdua kembali melangkah ke lantai bawah.
Di sepanjang perjalanan Helmi dan Keano saling bertukar pandangan terutama tentang kasus yang akan mereka berdua selidiki kembali.
"Helmi, apa kita bisa berbicara terlebih dahulu?!" ucap Keano yang memberikan isyarat pada Helmi agar mereka berdua membicarakan hal yang akan ia bincang kan dengan Helmi di ruangan atas saja supaya tidak ada orang yang dapat menguping pembicaraan mereka berdua.
"Yaa, memang pertanyaan seperti itu yang ingin saya tanyakan pada kamu, Helmi. Bagaimana kamu tahu semuanya sedangkan saya membutuhkan para anggota detektif yang terlibat dalam masalah ini yang mengatakan semuanya pada saya!" ucap Keano yang begitu menantikan jawaban yang akan diberikan Helmi pada dirinya.
"Huhhhhh," Helmi menarik nafas dalam-dalam sebelum ia mengatakan semua kenyataan nya pada Keano.
"Sebenarnya saya juga tidak peka bahwa selama ini kita hanya dijadikan kelinci percobaan oleh organisasi mereka semua. Tapi … ketika saya sudah menikah dengan Layla saya merasakan ada hal yang disembunyikan oleh Layla pada diri saya." ucap Helmi yang kembali flashback pada masa lalunya dan Layla.
"Maksud kamu apa Helmi?! Apa yang sebenarnya Layla berusaha sembunyikan dari kamu?!" tanya Keano yang begitu heran dengan ucapan yang diberikan oleh sahabat lamanya tersebut.
"Saya merasakan jika sebenarnya Layla itu menyadari semua hal tentang saya, tapi … apa itu hanya firasat saya saja?!" ucap Helmi yang tidak begitu yakin dengan perasaan nya tentang Layla.
"Firasat tentang apa?!" tanya Keano yang begitu penasaran sembari memberikan raut wajah begitu penasaran akan ucapan Helmi.
"Kamu ingat ketika kamu mendapatkan transfusi darah dari Layla?!" tanya Helmi pada Keano.
__ADS_1
"Iya, saya ingat. Emang kenapa Helmi?! Apa hubungannya?!" tanya Keano pada Helmi.
"Bagaimana mungkin Layla itu tahu tentang golongan darah pria yang tidak ia ketahui identitasnya, bahkan dirinya tidak dapat melihat kita berdua untuk saat ini. Apa kamu tidak merasa ada hal yang aneh dan berusaha disembunyikan oleh Layla dari kita berdua?!" tanya Helmi pada Keano.
Dirinya ingin berdiskusi tentang Layla yang sepertinya memiliki hal yang masih begitu ia sembunyikan dari Helmi maupun Keano.
"Mungkin saja itu semua hanya kebetulan, bagaimana jika sebenarnya Layla menganggap diri saya adalah kamu dan sudah pasti sebagai seorang istri dirinya akan takut jika kamu kenapa-napa, Bukan?!" ucap Keano yang tidak mungkin hal tersebut dapat terjadi dan mungkin saja itu semua hanya firasat belaka Helmi pada Layla.
"Awalnya saya juga berpikir seperti itu, Keano. Tapi … bagaimana mungkin Layla dapat mengetahui golongan darah kamu yang sebenarnya! Ataupun golongan dari darah saya sendiri." ucap Helmi yang menceritakan semua hal yang aneh.
"Terutama … inspektur kepolisian itu mengungkapkan satu hal pada saya, bahwa sekarang Layla sedang melakukan transfusi darah pada seorang detektif."
"Bagaimana mungkin Layla tahu kenyataan bahwa diri saya dan kamu adalah seorang detektif?! Sedangkan kedua orang tua kita tidak mengetahui ini semua." ucap Helmi yang mulai curiga dengan identitas istrinya tersebut.
"Apa kamu merasa jika Layla adalah sosok di masa lalu kita, Keano?! Apa kamu tidak berpikir bahwa Layla itu adalah dia?!" ucap Helmi pada Keano.
"Apa kamu yakin jika Layla sebenarnya adalah dia! Saya pikir itu semua begitu mustahil dapat terjadi, Helmi."
"Bukannya wanita yang ada di masa lalu kita sudah menghilang tanpa kabar waktu itu, bagaimana mungkin kita dapat menarik kesimpulan bahwa perasaan kamu itu benar?!" ucap Keano yang merasa begitu mustahil bahwa Layla adalah sosok wanita yang hadir di masa lalu Helmi dan Keano muda waktu itu.
"Sebenarnya saya juga merasa begitu mustahil bahwa Layla adalah dia, tapi … entah kenapa perasaan saya mengatakan jika Layla itu pernah hadir dalam masa lalu saya, Keano."
"Saya tidak merasa asing dengan wajah Layla, saya merasa begitu mengenal wajah Layla." Helmi yang masih begitu penasaran apakah perasaan nya ini hanya sebatas rasa penasaran atau mungkin Layla memang wanita yang hadir di masa lalu Helmi dan Keano sebenarnya.
"Apa mungkin ini hanya sebatas firasat saya?!" Helmi yang masih berusaha berpikir keras tentang firasat yang ia rasakan.
"Mungkin ini semua hanya sebatas firasat kamu, Helmi. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan lebih baik kita fokus tentang keselamatan Layla terlebih dahulu dan kita mulai menyusun rencana yang akan kita pakai nantinya." ucap Keano yang memberikan saran pada Helmi agar tidak memikirkan hal lain terlebih dahulu agar Helmi dapat fokus pada tujuan utama yang harus dirinya selesaikan.
Helmi dan Keano akhirnya kembali melangkah menuruni anak tangga, di sepanjang perjalanan Helmi masih tidak bisa menghilangkan tentang firasat yang tengah kurasakan.
'apa ini semua memang hanya sebuah firasat?! Tapi … kenapa saya merasakan jika tidak asing dengan Layla bahkan terkesan Layla adalah wanita yang begitu saya rindukan dari masa lalu. Apa mungkin ini semua masih sebuah kebetulan?! Atau mungkin karena saya masih belum dapat melupakan wanita yang hadir di masa lalu saya tersebut hingga saat ini?!' batin Helmi di sepanjang perjalanan menuruni anak tangga dan melangkah kembali ke ruangan tempat ia dirawat agar dapat bertemu dengan Layla dan mengatur semua strategi yang akan dirinya dan Keano pakai untuk menaklukkan organisasi berbahaya tersebut dan dapat memastikan keselamatan Layla terjaga dengan begitu sempurna.
Apakah Helmi akan benar-benar meninggalkan Layla dan bertukar posisi dengan Keano?!
Apakah tidak ada penyesalan nantinya bagi Helmi?! Bagaimana jika Keano kembali jatuh cinta pada Layla dan dapat membuat Layla juga merasakan hal yang sama?!
__ADS_1
Nantikan jawaban episode hari ini di episode berikutnya!
Jangan lupa beri tanda love dan VOTE nya bagi author yah, supaya author lebih semangat untuk nulis episode berikutnya!