Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
anugerah terindah itu adalah"Layla"


__ADS_3

*****


Ternyata aku salah menyangkal"takdir",aku kira takdir itu adalah hal yang begitu merepotkan dan begitu menyusahkan


Namun ... Malam ini aku mengerti makna dari kata "takdir"itu, ketika melihat sebinar cahaya datang dalam kehidupan ku, sontak saja itu merubah semua nya, seakan hal yang mustahil dalam hidup ku, menjadi sebuah kata "kepastian"


Aku begitu bersyukur pada Tuhan yang maha esa,telah mempertemukan ku dengan"Layla".


******


"Ma,Pa, Helmi sama Layla berangkat dulu yah, takut nya telat karena macet,ngak apa apa kan Pa,Ma?"tanya Helmi seraya melihat jam di tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 21.30


"Ya udah, lebih baik kalian berdua berangkat sekarang, emang sih jalanan lagi macet"balas tuan Pradana yang juga terkenal macet ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit keluarga vermando


Helmi dan Layla melangkah keluar ruangan untuk melaksanakan dinner romantis yang sudah di persiapkan oleh Helmi untuk layla


Baru beberapa langkah Helmi dan Layla melangkah, sontak saja terdengar suara yang membuat pipi Layla kembali merona seperti delima merekah


"Balik besok juga boleh, jangan lupa yah cucu ganteng buat Papa"ucap tuan Pradana (papanya Layla)


"Huss, Papa ngomong apaan sih!"ucap istri tuan Pradana


"Ngak apa apa kali mah,kita kan juga udah balik dari masa seperti pasangan pengantin baru, bukan begitu Andika?"melirik pada sahabat nya tersebut


Tuan Andika pun membalas gurauan sahabat nya tersebut


"Betul lah Nami,kalo udah dinner pasti ujung-ujungnya ..."


" Hotel ( awhhhhhhhgggggg)"tuan Andika yang mendapatkan cubitan kecil dari Nyonya Melisa


"Emang yah Mel, pikiran laki laki tuh kotor semua!"ucap nyonya Nami sembari melirik pada Nyonya Melisa


"Iya,kamu benar Nami,perlu di filter nih pikiran mereka!"Nyoya Melisa yang kembali mencubit tuan Andika


"Eh eh eh,kalo laki laki tuh ngak berpikiran seperti itu,ngak mungkin lah bisa buat anak, bukan begitu prad?"balas tuan Andika yang tak mau kalah dengan istri dan mama nya Layla


"Tau nih,jika bukan karena kami para kaum Adam,kaum wanita tuh pasti takut banget pas malam pertama!"saut tuan Pradana


"Ihhh Papa malah di terusin,malah makin vulgar aja tuh kata katanya!"Nyonya Nami yang juga kemudian mencubit gemas pinggang suami nya tersebut


"Udah Helmi,Layla, kalian berdua berangkat aja sekarang, nanti telat di jalan lagi"ucap Nyonya Nami yang memerintahkan agar Helmi dan Layla dapat Dinner romantis malam ini.


*****

__ADS_1


Ketika Helmi dan Layla tengah berjalan di lorong rumah sakit yang terbilang begitu lenggang, karena tak ada satupun orang yang terlibat di sepanjang koridor rumah sakit


Helmi yang dapat merasakan jika Layla cukup terganggu ketika berjalan menggunakan dress panjang tersebut


Helmi tak pikir panjang, langsung saja Helmi menggendong Layla


"Eh eh Mas"ucap Layla yang begitu kaget ketika melihat Helmi tiba tiba saja langsung menggendong Layla tanpa sebab


"*** ***"


"Lebih cepat lebih baik, bukan?"tanya Helmi yang memberikan isyarat pada Layla untuk diam saja


"Tapi ... Mas ...."Layla yang begitu malu juga tindakan mereka berdua di lihat oleh orang banyak,juga mengingat jika sekarang mereka tengah berada di rumah sakit


"Tapi apa,Layla?"


"Kamu nggak senang kalo aku gendong?!"ucap Helmi ketika mereka mulai masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai 1


"Bukan gitu maksud Layla,Mas ..."Layla yang tak ingin jika Helmi salah paham akan ia yang tak mau di gendong ketika tengah di lorong koridor rumah sakit


"Layla cuman malu aja kalo di liat oleh orang lain Mas, apalagi ... Kita lagi ada di rumah sakit,kan ngak baik kalo di lihat oleh orang lain"Layla yang menjelaskan semua nya kepada Helmi, agar Helmi tak salah faham lagi


Helmi tersenyum manis dan segera menurunkan Layla ketika lift mulai berjalan


"Hmmmm"balas Helmi yang mendorong Layla menuju bagian tembok lift dan langsung berucap


"Tapi .... Ini semua ngak gratis"Helmi yang segera memberikan ciuman lembut pada Layla ketika mereka berdua tengah berada di dalam lift yang berjalan


Layla yang mendapat kan serangan yang mulai rakus dari Helmi semakin terangsang ketika tangan Helmi sudah tidak karuan lagi


Layla mencoba menyadarkan diri nya dan segera mendorong dada bidang Helmi agar Helmi berhenti melakukan cumbuan


"Mas,ini rumah sakit loh!"Layla yang berucap dengan nafas ngos-ngosan


"Ngak apa apa kok, lagian masih berkah"balas Helmi yang mencium kening Layla dengan teramat sayang nya


"Ihhh,Mas!"Layla yang begitu tak karuan ketika mendengar kata yang cukup vulgar dari suami nya tersebut yang sudah begitu mesra pada Layla


"Sorry yah Layla"


"Habis nya kamu tuh gemesin banget"Helmi yang mencubit pipi Layla dengan teramat gemas.


*****

__ADS_1


Sementara itu Dokter Keano dan junior nya sekarang tengah berada di sebuah Hotel yang paling terkenal di kota


"Maaf tuan, ruangan tersebut tidak bisa di gunakan untuk semalaman penuh"ucap pelayan hotel pada Dokter Keano yang ingin memesan satu ruangan untuk makan malam bersama junior nya tersebut


"Lah kenapa?,apa akan ada acara di sana?"tanya Dokter Keano


"Iya, ruangan tersebut telah di booking oleh seseorang"


"Maaf sekali lagi"pelayan hotel yang begitu meminta maaf pada Dokter Keano


"Yah tidak apa apa,kami duduk di sini saja"


"Saya pesan satu BBQ original yah sama satu lagi spaghetti bolognese"pesanan Dokter Keano


"Baik tuan, silahkan di tunggu pesanan nya"pelayan hotel yang kembali ke belakang untuk mengambil kan pesanan Dokter Keano.


******


Dokter Morgan yang begitu heran, kenapa senior nya mengajak makan malam di restoran paling mewah, padahal senior nya tersebut paling anti masuk ke hotel mewah selama ini


"Maaf Senior,jika saya ikut campur lagi dalam urusan anda"Dokter Morgan yang sebenarnya tak ingin ikut campur dalam urusan senior nya tersebut, tapi ... Mau bagaimana lagi melihat senior nya yang begitu berubah seakan tak ada kata semangat dalam hidup nya lagi, membuat Dokter Morgan berusaha agar dapat mengembalikan mood sang dokter bedah


"Tapi ... Kenapa kita ke hotel mewah ini?"


"Padahal ... Selama ini anda di kenal paling anti masuk hotelĀ  yang terbilang mewah,tapi ... Hari ini anda begitu berbeda"Dokter Morgan yang begitu di penuhi oleh hal yang menjanggal dalam pikiran


"Hmmmm"sembari tersenyum manis seakan merindukan sebuah momen yang berharap waktu itu dapat berputar ke masa lalu


"Itu semua Karena ada filosofi dan kenangan yang membuat saya begitu merindu"ucap Dokter Keano dengan tatapan kosong dan linangan air mata yang sudah mulai terlihat jelas.


*****


Waduh apa yah hubungan antara hotel mewah dan kenangan masa lalu sang dokter bedah nomor satu di Indonesia tersebut?


Komen!.


*****


Nantikan episode berikutnya!


Jangan lupa like, komen and favorit kan novel aku yang berjudul (Nona buta wasiat papa)


Thanks bagi yang udah mampir šŸ¤—.

__ADS_1


__ADS_2