Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
#bonus part (2.000++)


__ADS_3

*****


Di kampus


Pukul 09.30


Tak berbeda dengan di rumah, cibiran, hinaan, makian sudah menjadi hal yg biasa bagi Layla.


*****


Di kantin


" Lihat tuh, wanita simpanan nya om om!, masih berani untuk pergi kuliah " bisik gerombolan gadis dengan pakaian yang serba mewah


" Emang bener ya? kalo dia tuh simpanan nya om om?" Ledek wanita lain nya


" Ya ... gimana ngak simpanan nya om om coba, pulang nya aja selalu larut malam, Ngapain coba kan! kalo bukan ngelayanin om om!" ledek para wanita


" Huh "


Layla hanya bisa diam, ia sama sekali tak menggubris perkataan dari para wanita di kampus nya yg selalu menghina diri nya.


*****


Tepat hari ini, adalah hari di mana pahlawan nya Layla akan senantiasa melindungi, hadir nya 2 lelaki yang akan menjaga Layla sedari jauh.


Seorang laki laki Cool turun dari mobil bermerek lomborghini , dengan stelan santai, dengan rambut yang cukup panjang tapi sangat rapi


Menjadi pusat perhatian semua para gadis di kampus, Semua nya terpana dengan Helmi sang anak baru di kampus nya Layla.


*****


" Ouwh, Ini rupanya kampus baru kita!" ucap sang laki-laki yang segera turun dari mobil dengan melepaskan kacamata hitam


" Lumayan lah!" ucap sang laki-laki yang juga baru turun dari mobil dan memperhatikan sekeliling nya


" Ya udah yuk masuk." ajak Helmi pada dua orang pria yang tak kalah berpenampilan tampan setampan wajah nya.


*****


" Baru juga sampe, udah ada peminat aja nih!" ledek pria yang bernama Pascal pada Helmi yang di kerumunan para gadis-gadis di kampus baru mereka bertiga


" Kalo gitu Lo aja yg melayani mereka semua, Gimana?!" Saran dari Helmi yang dengan segera melangkah menuju kelas nya


" Dasar tuh orang! masih aja sombong !" Ucap Pascal yg segera menyusul Helmi yang sudah menaiki lift kampus.


*****


Siapa sangka, mungkin ini hanya kebetulan atau memang mungkin takdir yang sudah menentukan, Layla yg juga tengah berada di dalam lift yg sama dengan Helmi hanya Berdua saja.


*****


" Ngak usah takut gitu mbak, Lagian saya juga ngak akan macam-macam kok di sini!" ucap Helmi kepada wanita yang sedari tadi  hanya menunduk kan kepalanya


Wanita muda tersebut sama sekali tak menggubris ucapan dari Helmi ketika lift terbuka, ia dengan segera langsung keluar dari dalam lift, tampa berkata sepatah kata pun.


*****


" Kenapa sih tuh orang?!" Helmi yang merasa aneh dengan sikap wanita yang ia temui di dalam lift,


" Mana lagi nih kelas gue?" Helmi yang berputar-putar mencari kelas baru nya.


*****


" Woiii gais, Seperti nya ada mangsa baru nih!" ucap seorang wanita yg menghina Layla di kantin


Dia bernama angel, seorang mahasiswi dengan jurusan pendidikan teater,angel lah yg selalu menghina Layla di kampus tiada henti nya.


*****


Pukul 09.00


Jam kuliah pun di mulai


Hari ini yg mengajar di kelas nya Layla adalah pak putu artawan, seorang dosen sosiologi, yg terkenal cukup killer di kampus, walaupun terkenal cukup killer, pak putu artawan orang yg paling ferr ketika memberikan hukuman pada semua mahasiswi dan mahasiswa yg melanggar aturan kelas nya.


Dan pak putu artawan adalah dosen favorit nya Layla di kampus, walaupun terkenal sebagai guru paling killer di kampus, Layla sangat menyukai pak putu artawan karena keadilan nya dalam memberikan saksi bagi semua yg berbuat salah.


*****


" Baiklah, anak anak, sebelum kita mulai kelas kita hari ini, Bapak akan memperkenalkan mahasiswa pindahan dari Jerman"


" Silahkan masuk!" ucap pak Putu artawan .


*****


Masuknya pemuda tampan yang menjadi pusat perhatian 1 ruangan tersebut


" Perkenalkan nama saya Helmi, saya pindahan dari Jerman, walaupun saya dahulu nya kuliah di Jerman,mama saya orang Indonesia,dan papa saya yang orang Jerman,  Saya pindah kembali ke Indonesia, karena papa saya di tugas kan kembali ke sini, Semoga kita semua bisa berteman dengan baik nanti nya" Helmi yang mengakhiri memperkenalkan diri nya pada suasana baru di kampus baru


" Baiklah Helmi, silahkan duduk!, Kita akan mulai pembelajaran hari ini!" ucap pak putu artawan yg membuka laptop nya .


*****


Jam kampus pun selesai


Helmi, Pascal dan satu lagi teman nya bernama Andrew, tengah berkumpul di kantin kampus,


"Gimana hari pertama Lo di kelas?" Tanya Pascal


" Biasa!" balas Helmi singkat


"Apa Lo banyak di genetin sama anak lokal Lo?" Tanya Pascal penasaran


"Seperti nya ... Lo penasaran banget ya sama hidup gue?" Helmi yang berbalik bertanya dengan pertanyaan yg di ajukan oleh Pascal


"Bukan nya gue penasaran sama hidup Lo!, tapi kan gue cuman pastiin aja ,kalo Lo tuh akan menjadi Playboy juga di sini " ledek Pascal

__ADS_1


" Hm, terserah Lo lah!" balas singkat Helmi.


*****


"Emang nya Lo gimana?, Gue malah lebih penasaran dengan Lo deh?" Tanya Helmi pada Pascal


"Dia belum tau Drew, Walaupun Lo lebih tampan dari gue!, Urusan menaklukkan hati para gadis, itu adalah hal yg mudah bagi gue "


" Itu mah masalah kecil!" balas Pascal dengan nada sombong


" Huh "


" Dasar play boy Lo!" Ledek Helmi


" Kalo punya wajah tampan tuh harus di manfaatkan tau ngak!, Bukan nya seperti Lo!"


" Ngak mau sama sekali ngedate sama cewek "


" Gue belum pernah lihat Lo dekat sama cewek tau ngak sih?" Tanya Pascal yg mengingat jika Helmi begitu dingin pada semua cewek yg berusaha dekat dengan diri nya, bagaikan buaya berhati beku


"Tapi ... Nih yah, sekali nya Helmi ngedate sama cewek!, Cewek nya bukan main-main loh, terakhir kalo ngak salah gue, dia ngedate sama wanita tajir dari Amerika" ucap andrew yang mengingat jika sebenarnya Helmi begitu playboy pada wanita yang menurutnya paling sempurna dari segala hal, baik fisik, harta bahkan tahta keluarga.


******


" Ini nama nya strategi marketing, Jika bisa 10 ngapain harus 1 kan!" Ucap Pascal sombong


"Buset dah!, Tuh 10 cewek mau Lo apain? Mau Lo pake semua nya secara langsung apa?!" Canda Helmi


" Kalo punya wajah tampan tuh, harus di manfaatkan!" ucap Pascal dengan sombong


" Terserah Lo lah kalo ngomong!" balas Helmi yang kembali menyantap hidangan makanan penutup yang sudah tertera di meja.


*****


10 menit kemudian


Layla juga datang ke kantin untuk bekerja, Yap Layla juga bekerja di kantin perpus, untuk mencari tambahan uang untuk melunasi semua biaya kuliah nya


Helmi yg melihat layla dengan rasa penasaran yg mendalam


" Dia?!" Pikir Helmi yg mencoba mengingat wajah nya Layla


" Woii bro! Lo ngapain liatin tuh cewek kayak gitu amat?!" Tanya Andrew sembari memukul pundak nya Helmi


" Jangan bilang kalo Lo tuh suka lagi sama tuh cewek?" Pascal yg menduga duga


" Enak aja Lo bilang ! Gue cuman merasa, jika gue pernah ketemu tuh cewek, Tapi di mana ya?!"  Helmi yang berpikir keras


" Oh iya, Gue baru ingat!" Helmi yang mengingat dimana ia bertemu dengan wanita yang tengah mereka bertiga perhatikan secara intens.


" Ingat apa?" Tanya Andrew dan Pascal secara bersamaan


" Gue tadi ketemu tuh cewek di dalam lift , Dan Lo tau apa! Dia cewek yg sama sekali ngak tertarik dengan gue, Jangan kan tertarik, untuk pandang gue aja dia ngak ada tadi!, Padahal nih ya, gue cuman berdua di dalam lift sama tuh cewek " Helmi yang menjelaskan pada teman ny Andrew dan Pascal


" Menarik juga tuh cewek!" balas Pascal dengan wajah penasaran nya pada Layla.


*****


*****


Suara rusuh dari dalam ruangan kelas terdengar di telinga Helmi yang ingin memasuki ruangan


"Dasar maling, Lo !"


"Udah maling!, Ngak ngaku lagi!"


"Laporin aja ke pihak kampus!, Biar nih orang di keluarin dari kampus kita! Sekalipun membusuk dalam penjara!" Suara yang terdengar di telinga Helmi.


*****


Helmi segera masuk ke ruangan tersebut, untuk memastikan apa yang sebenarnya telah terjadi di dalam ruangan


Helmi mendapatkan satu wanita yang sama tengah menjadi amukan kebencian dari banyak orang di depan ruangan


Helmi yang melihat jika wanita tersebut hanya diam tanpa sedikitpun membela dirinya, ia segera mendekat ke arah kerumunan dan berucap dengan suara lantang


"Heiiii!" Suara lantang Helmi memecah kerumunan yang sedang terjadi


"Apa apaan nih!, Kenapa main hakim sendiri!, Saya bisa laporkan anda semua nanti ke pihak yang berwajib yah!, Jika main hakim sendiri!" Ancam Helmi yang membuat semua orang terdiam sejenak, sampai ada seorang wanita yang berucap dengan begitu menjengkelkan untuk di dengar.


"Hah!"


"Lo mau ngelaporin kami semua!, Seharusnya wanita pencuri ini yang di laporkan!, Karena sudah curi barang gue!" Balas wanita yang tak lain adalah angel yang senantiasa mencaci maki Layla.


*****


"Rasanya percuma jika harus meladeni mereka semua yang sudah begitu amarah!, Gue harus cari cara lain?!" Helmi yang berpikir keras dapat menyelesaikan masalah yang tengah terjadi di hadapan nya


Helmi pun sudah mendapatkan ide cemerlang untuk masalah kali ini,ia pun berucap dengan suara lantang nya kembali


"Apa ada yang memiliki Coca cola di sini?"tanya Helmi pada semua yang hadir di satu ruangan tersebut


"Coca cola?!, Mau minum dulu?! Kalo minum tuh di kantin bro! Kapan perlu di bar sana!" Ledek beberapa lelaki


"Huhhhh!"


"Mau minum?!, Bukan!, Saya akan membuktikan jawaban dari masalah yang sedang terjadi di sini!" Ucap Helmi yang begitu gagah


"Apa tidak ada yang memiliki Coca cola yah?! Apa perlu saya belikan dulu di kantin?!" Tanya Helmi


"Saya ada 2, tapi untuk apa?" Tanya seorang wanita berambut hitam memberikan 2 Coca cola milik nya pada Helmi.


Helmi mendekat pada wanita yang memiliki Coca cola, lantas berucap


"Nanti saya ganti Coca cola kamu" Helmi yang kemudian berada tepat di depan para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di rumah.


*****

__ADS_1


Helmi kemudian duduk di bangku dosen dan segera mengocok 2 Coca cola tersebut secara bersamaan, dan menjadikan Helmi menjadi pusat perhatian satu ruangan


Helmi berucap dengan begitu pintar yang dapat membuat satu ruangan terdiam bisu sembari memikirkan apa yang sebenarnya yang berusaha di tunjukkan oleh Helmi.


*****


"Sekarang lihat apa yang terjadi disini?, Aku mengocok 2 botol ini secara bersamaan, dengan kekuatan yang sama, tapi sekarang ... Coba kalian lihat apa yang telah terjadi disini!, Botol yang ini ter erupsi seperti gunung meletus dan kacau kemana-mana."


"Itu karena kamu membuka nya,


bung!, Kamu tidak membuka yang satunya!, Jika kamu membuka yang satunya!, Hal yang sama pasti akan terjadi!" ucap seorang pria yang memakai sweater hitam


Helmi tersenyum tipis seraya berucap


"Ketika sudah keluar, maka semua sudah berakhir. Sekarang, terkadang ketika kamu marah. tolong, tutuplah mulut mu!"


"Karena,Kamu mungkin secara tiba-tiba akan melakukan hal yang benar- benar tidak kamu inginkan!, Dan hanya akan memperburuk keadaan."


"Aku tahu terkadang kamu semua menyesal dan berkata:aku minta maaf!"


"Tetapi, terkadang kata-kata itu seperti racun, kata-kata yang bisa meracuni hati seseorang!, Secara permanen oleh dirimu!" Semua nya terpaku mendengar penuturan bijak dari Helmi.


"Sekarang lihat yang satu ini!"Perintah Helmi pada 1 botol yang masih tertutup rapat


"Ini benar-benar terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, ini semua terjadi karena aku sama sekali tak pernah membuka nya"


"Aku paham, terkadang ketika kamu marah. Aku sarankan, tetaplah tenang!, Dan tunda lah kegiatan mu!"


"Kamu mungkin butuh meninggalkan tempat itu untuk sesaat, dan kembali lagi nanti, untuk mengatasi masalah mu!"


"Kamu akan sadar dan menghadapi semua masalah mu dengan hati-hati."


"Ingat!, Kamu akan di pertanggungjawab kan atas pemikiran dan kelakuan mu!"


"Percayalah, jika kubuka ini nanti, tidak akan terjadi apa-apa" ucap Helmi yang membuat satu ruangan terdiam hening


"Dia benar, itu semua memang benar!" balas salah satu audience yang mendengar kan kata-kata bijak Helmi


"Jangan biarkan amarah mengontrol mu!"


"Terkadang, tutuplah mulut mu, supaya tidak mengeluarkan magma yang panas!" Tepukan bangga di akhir pembicaraan cerdik Helmi ketika presentasi di hadapan ribuan mahasiswa.


*****


Beberapa gerombolan siswi pun segera keluar dari dalam ruangan dengan menahan malu, di sertai dengan teriakan kebencian oleh para audiens yang lainnya


"Huihhhhhhhh" sorakan pun terdengar.


*****


Helmi yang melihat wanita yang di caci tersebut berusaha menahan air matanya, membuat hati Helmi iba rasanya


Helmi mendekat ketika gerombolan sudah mulai semakin berkurang


"Nih" Helmi yang memberikan sapu tangan merah pada Layla


Layla mengambil sapu tangan tersebut dan segera berdiri


"Terima kasih" Layla yang segera melangkahkan kakinya ke luar ruangan.


Helmi yang takut jika wanita yang baru saja ia temui akan melakukan hal-hal aneh nantinya, Helmi segera mencoba mengejar wanita yang tengah menaiki tangga menuju ke lantai atas


"Gawat!" Helmi yang segera berlari mengejar wanita tersebut


"Heiii! Tunggu!" Teriak Helmi yang sama sekali tak di dengar oleh Layla


'Dasar cewek gila! Masa iya cuman gara-gara masalah ini! mau coba bunuh diri sih!' batin Helmi yang mempercepat langkah kakinya.


******


Tetapi di tengah perjalanan, Helmi tak sengaja bertemu dengan Pascal di tangga


"Woi, mau kemana Lo?" Pascal yang mencegat langkah Helmi


"Ahh! Sial! Gue kehilangan dia!" Gumam Helmi yang masih terdengar di telinga Pascal.


*****


"Woiiii! Lo mau nyumpahin gua yah!" Ucap Pascal dengan wajah menghitam


"Aduhhhhhhh! Si Pascal pake salah paham lagi nih! Gue mau jelasin sekarang, tapi ... Takutnya tuh cewek udah keburu mati lagi!" Helmi dengan raut wajah cemas segera berucap pada Pascal


"Nanti gue jelasin semuanya sama Lo! Tapi ngak sekarang! Gue masih ada urusan mendadak nih!" Helmi yang segera meninggalkan Pascal.


"Apa sih yang lebih penting daripada gue! Apa yah kira-kira yang di kejar oleh Helmi? Hingga seperti itu!" Pascal yang kemudian menuruni tangga kembali.


*****


"Heiiii! Tunggu sebentar!" Helmi yang berucap dengan nafas yang sudah ngos-ngosan


"Kamu gila apa! Bukan begini juga kali caranya! Kalo ada masalah, kamu bisa ceritakan!" Helmi yang segera mengajak Layla untuk duduk di sebuah bangku yang tersedia di ruangan lantai atas kampus.


"Jika kamu merasa sedih, merasa trauma, itu sangat wajar."


"Tapi bukan berarti kamu diam saja! Tidak berusaha melakukan sesuatu untuk keluar, dari perasaan dan pola pikir seperti itu!"


"Karena, jika kamu mau maju, kamu harus belajar untuk bisa mentransformasikan rasa sakit yang pernah kamu alami, menjadi suatu drive atau determinasi untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat kamu menjadi orang yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih maju lagi!" Helmi yang berucap dengan begitu bijak.


*****


Mungkin untuk beberapa part episode, aku akan lebih fokus pada masa lalu Layla, Helmi bahkan Keano. Agar semua pembaca setia (nona buta wasiat papa), dapat mengikuti alur cerita ini dengan baik sampai akhir nanti nya, dan ... Aku juga begitu berharap, bahwa semua teman-teman dapat merasakan feel dari novel ini, seolah-olah ikut masuk dan merasakan yang di alami oleh para tokoh 🤗.


*****


Jangan lupa yah tanda jempol nya buat author, jejak komen nya buat author,agar author semakin semangat lanjutin menulis kisah cinta antara Helmi dan Layla


Thanks buat semuanya 🥰

__ADS_1


Thanks bagi yang udah mampir baca, mampir like, mampir komen and mampir favorit kan juga novel author 🥰.


__ADS_2