
Jika aku dapat memilih, sudah pasti aku akan menyetujui persyaratan konyol ini. Tapi … mau bagaimanapun aku tidak mau mendapatkan wanita yang begitu aku cintai lewat sebuah persyaratan yang tidak masuk diakal seperti ini. Untuk alasan apapun pantang bagi diriku untuk menyentuh sehelai dari tubuh wanita yang jelas-jelas sudah memiliki suami dan suaminya tersebut tidak lain adalah sahabatku sendiri.
Untuk alasan apapun aku tidak akan pernah melanggar pantangan yang sudah aku buat. Lebih baik bagi diriku mencintai dalam diam daripada harus merusak hubungan rumah tangga wanita yang sudah bersemayam indah di hatiku ini.
Masih tentang persyaratan konyol yang ditawarkan oleh Helmi pada Keano.
"Kamu sudah gila, Helmi?! Bagaimana mungkin kamu akan menawarkan saya persyaratan seperti itu! Apa kamu sudah tidak mencintai istri kamu sekarang!"
"Sadar Helmi! Sadar! Dia itu wanita baik-baik, tidak seharusnya kamu memberikan persyaratan seperti ini kepada saya! Saya tidak akan mau menerima persyaratan yang kamu berikan pada saya apapun alasan!" ucap Keano yang masih bersikeras untuk menolak persyaratan konyol yang diberikan Helmi pada dirinya.
Walaupun sebenarnya persyaratan yang ditawarkan oleh Helmi begitu menguntungkan Keano yang bisa mengambil hati Layla dan dapat memiliki Layla seutuhnya.
Tapi bagi Keano tidak dengan persyaratan yang tidak masuk akal seperti ini, jika dirinya harus memiliki Layla tapi akan ada hati yang semakin tersakiti nantinya.
Helmi tersenyum mendengar penuturan dari sahabat lamanya tersebut, dirinya benar-benar tidak menyangka jika Keano akan tetap menolak persyaratan yang begitu menggiurkan bagi Keano agar dirinya dapat semakin dekat dengan Layla.
'saya semakin yakin untuk menitipkan Layla pada Kamu, Keano. Kamu memang lelaki yang begitu baik dan begitu sempurna.'
'tolong jaga Layla ketika saya pergi nanti, tolong buat dia bahagia dan tidak merasakan kesepian nantinya.' batin Helmi yang tahu mungkin sebentar lagi dirinya akan semakin terpisah dengan Layla.
Keano yang menyadari jika Helmi seperti tengah menahan sebuah masalah besar yang seakan begitu sulit untuk diselesaikan, itu semua dapat terlihat jelas dari cairan bening di dua pelupuk mata Helmi yang seakan ingin jatuh karena tidak dapat menahan semua derita akan keselamatan Layla yang sudah begitu terancam.
"Helmi, apa sebenarnya maksud dari rencana kamu?!" ucap Keano pada Helmi yang seakan memberikan firasat hal berbahaya sudah menanti diri Helmi didepan sana.
Helmi menyeka air mata yang sudah telanjur keluar dirinya menatap lekat pada Keano, sahabat lamanya yang begitu dapat dipercaya oleh Helmi selama ini.
"Keano." ucap Helmi dengan menarik nafas dalam-dalam.
Dirinya sebenarnya tidak akan sanggup melepaskan Layla untuk bersama dengan Keano, tapi takdir lah yang membuat dirinya harus mempercayai Keano agar dapat melindungi Layla nantinya ketika dirinya sudah menghadapi maut yang sudah didepan mata.
"Ada apa Helmi! Sebenarnya apa rencana kamu?!" Keano yang begitu panik akan reaksi yang diberikan oleh Helmi pada dirinya.
"Tolong jaga Layla, Keano." ucap Helmi yang tidak bisa menahan air matanya untuk kembali jatuh, dan jatuh semakin mendera tidak terhingga.
"Helmi, kamu berbicara apa! Apa yang ada di pikiran kamu saat ini! Bagaimana mungkin kamu akan menyerahkan Layla begitu saja! Apa kamu sudah tidak mencintai Layla?!" Keano yang memberikan ekspresi begitu tidak percaya akan ucapan yang baru saja ia dengarkan dari sahabat lamanya tersebut.
"Coba pikir matang-matang lagi Helmi! Ini memang masalah besar, tapi masalah ini masih bisa kita berdua selesaikan." ucap Keano yang memberikan nasehat bijak pada Helmi agar dirinya tidak menyesal dikemudian hari.
"Jangan gegabah Helmi, jika kamu gegabah yang ada masalah ini akan semakin menyusahkan untuk dicari jalan keluarnya. Masih ada cara lain yang harus kita usahakan untuk saat ini, Helmi." ucap Keano sembari memegang pundak sahabat lama nya tersebut.
Helmi tersenyum manis pada sahabat lamanya tersebut dan segera berucap.
"Itu adalah satu-satunya jalan yang bisa kita berdua tempuh sekarang, Keano. Tidak ada lagi jalan keluar yang terbaik untuk masalah yang semakin mendesak seperti ini. Hanya itu satu-satunya yang bisa kita berdua upayakan agar Layla dapat kita amankan dari mereka semua." ucap Helmi menatap lekat pada Keano yang masih memberikan ekspresi tidak percaya akan ucapan yang baru saja diucapkan oleh Helmi pada dirinya.
"Helmi apa kamu sudah yakin dengan keputusan yang kamu buat ini?! Coba pikirkan baik-baik dulu, Helmi."
__ADS_1
"Saya memang begitu mencintai Layla, tapi … saya tidak akan merebut Layla dari kamu dengan cara busuk seperti itu!"
"Kamu adalah sahabat saya dan saya tidak akan pernah menusuk kamu dari belakang untuk alasan apapun sekalipun untuk alasan wanita yang begitu sama, wanita yang juga saya cintai." ucap Keano yang masih tidak setuju dengan persyaratan yang diberikan oleh Helmi.
"Untuk alasan itulah saya memilih Kamu, Keano. Saya tahu kamu tidak akan pernah menusuk saya dari belakang, karena alasan itulah saya ingin kamu dapat melindungi Layla ketika saya tidak berada disampingnya nanti." ucap Helmi pada Keano yang begitu bertambah yakin untuk menitipkan Layla pada sahabat lamanya tersebut.
"Apa kamu yakin, Helmi?! Apa kamu yakin akan menyelesaikan masalah ini seorang diri?! Ini terlalu berbahaya Helmi!" ucap Keano pada Helmi yang seakan memberikan isyarat bahwa dirinya sendiri yang akan menukarkan nyawanya untuk keselamatan Layla.
"Apa kamu tidak bisa menitipkan Layla pada kedua orangtua kamu?! Bukankah itu akan lebih aman daripada kamu menitipkan Layla pada saya." Keano yang masih begitu enggan untuk menyetujui persyaratan yang diberikan Helmi pada dirinya.
"Hmmm, tidak mungkin untuk saat sulit seperti ini. Saya akan menitipkan Layla pada kedua orangtua saya, Keano. Apalagi menitipkan Layla pada kedua orang tua nya. Nyawa Layla tidak dapat saya pegang jika begitu."
"Apalagi … kedua orang tua saya tidak mengetahui semua kebenaran yang sudah tertutup rapat selama ini, bukan?! Mereka berdua tidak pernah tahu jika anaknya ini ternyata memiliki pekerjaan yang senantiasa menantang maut. Dan kamu sudah tahu tentang perkara itu sejak lama, Keano." Helmi yang menatap lekat pada Keano yang begitu diam mendengarkan penuturan dari Helmi.
"Lagi pula hanya kamu yang hingga detik ini dapat saya percaya, Keano. Saya yakin kamu pasti bisa menjaga Layla nantinya."
"Saya mohon … saya mohon kamu terima persyaratan ini Helmi. Agar saya juga bisa tenang untuk menyelesaikan masalah yang sedang menimpa keselamatan Layla." ucap Helmi yang berusaha memohon agar Keano dapat menerima tawaran yang sudah ia berikan dan dapat memastikan Layla aman selama dirinya tidak berada di samping Layla nantinya.
"Jika begini, bukannya lebih baik saya saja yang pergi. Saya tidak mungkin menyetujui dengan mudah persyaratan yang kamu berikan Helmi, itu terlalu beresiko bagi saya." ucap Keano yang masih menolak tentang persyaratan yang diberikan Helmi.
"Kenapa?! Kenapa Kenal?! Kenapa kamu tidak bisa menerima persyaratan ini! Bukannya kamu juga ingin dicintai oleh Layla?! Apa kamu tidak ingin mengutarakan perasaan kamu pada Layla?!" ucap Helmi yang begitu frustasi akan penolakan Keano akan persyaratan yang ia berikan.
"Maaf Helmi. Saya tidak mungkin dapat mengutarakan perasaan saya pada Layla sekarang." ucap Keano yang sudah mengetahui jika Layla sudah begitu mencintai Helmi dan begitu juga dengan Helmi, dirinya juga sudah mencintai Layla.
"Hanya ini satu-satunya jalan yang dapat saya lakukan! Hanya ini satu-satunya jalan untuk dapat memastikan Layla akan tetap aman."
"Saya mohon Keano, terima lah persyaratan ini. Saya yakin kamu akan dapat melindungi Layla nantinya." Helmi yang begitu memohon pada Keano.
Keano masih kokoh pada pendirian yang sudah ia ucapkan, pantang bagi dirinya untuk semakin dekat dengan Layla yang sudah memiliki seorang suami dan begitu mencintai suaminya tersebut.
"Maaf, Helmi. Saya tidak bisa menerima persyaratan ini, saya hanya tidak ingin kamu menyesal nantinya."
"Penyesalan akan selalu datang diakhir Helmi, kamu harus paham akan hal itu." Keano yang berusaha menasehati Helmi agar dirinya dapat berpikir dengan tenang untuk menyelesaikan masalah ini.
"Terus! Apa kamu punya rencana yang lebih bagus sekarang?! Apa kamu punya rencana yang dapat melindungi Layla dari mereka semua?! Jawab Keano! Jawab!" Helmi yang sudah begitu frustasi seakan sudah tidak ada lagi jalan keluar yang dapat ia lakukan sekarang.
Nyawa Layla sudah semakin terancam dan Helmi sudah tidak ada pilihan lain selain menghancurkan organisasi mereka semua.
"Helmi, saya begitu ingin membantu kamu. Tapi cara ini terlalu berbahaya untuk kamu lakukan. Apa kamu yakin akan menghadapi mereka seorang diri, Helmi?! Jika sudah begini lebih baik saya yang menghadapi mereka semua dan kamu bisa tetap bersama dengan Layla wanita yang begitu kamu cintai." ucap Keano yang juga tidak dapat memaksakan hatinya walaupun dirinya begitu ingin bersama dengan Layla.
"Keano! Tidak mungkin saya membiarkan kamu yang menghadapi mereka seorang diri sekarang. Kamu sudah diketahui oleh mereka semua Keano."
"Jika kamu yang menghadapi mereka semua maka nyawa kamu akan cepat melayang di organisasi tersebut." ucap Helmi yang sudah mengetahui jika identitas Keano sudah mulai bocor bagi organisasi berbahaya seperti mereka semua.
"Maksud kamu, Helmi?! Identitas saya sudah bocor?! Bagaimana mungkin!" ucap Keano yang tidak percaya jika identitas dirinya akan dapat bocor begitu saja pada organisasi berbahaya seperti mereka semua.
__ADS_1
"Apa kamu tidak menyadari nya, Keano?! Apa kamu tidak ingat dengan transfusi darah yang sudah kamu lakukan!" ucap Helmi yang membuat raut wajah Keano semakin tidak mengerti akan maksud dari ucapan Helmi.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi pada saya, Helmi. Apa yang sudah kamu ketahui sebenarnya! Dan apa hubungan antara identitas saya yang sudah bocor dengan transfusi darah yang sudah saya lakukan!" Keano yang begitu heran akan maksud dari sahabat lamanya tersebut.
"Golongan darah!" ucap Helmi dengan mengepalkan tangannya dengan begitu emosi yang sudah semakin tidak dapat ia tahan.
"Golongan darah Layla adalah hal yang langka, Keano. Alasan kenapa kamu kehilangan banyak darah karena mereka juga mengetahui bahwa golongan darah yang kamu miliki juga begitu langka."
"Jika kamu yang menghadapi mereka semua, maka semuanya akan terbongkar, Keano. Dan keselamatan Layla akan semakin terancam! Apa kamu ingin itu semua terjadi?! Apa kamu ingin Layla celaka!" ucap Helmi pada Keano yang baru menyadari akan ucapan dan maksud sebenarnya dari persyaratan yang diberikan Helmi pada dirinya.
"Jika mereka semua mengetahui bahwa kamu masih hidup dan kamu menampakkan wajah kamu pada organisasi mereka semua. Mereka akan dengan mudah menemukan Layla, Keano." ucap Helmi yang begitu ingin Keano dapat menerima tawaran yang sudah ia berikan.
Keano hanya diam mendengarkan ucapan dari Helmi.
"Oleh sebab itulah saya ingin menitipkan Layla pada Kamu, tidak mungkin saya mengambil sebuah keputusan besar seperti ini tanpa saya pikirkan dengan matang-matang."
"Saya juga tidak ingin mengambil resiko terlalu besar, Keano. Tidak mungkin nantinya saya harus kehilangan dua orang yang begitu saya cintai. Yaitu kamu sebagai sahabat yang paling bisa saya percaya dan Layla yang sudah dapat merubah saya seperti ini. Saya tidak akan sanggup hidup dalam penderitaan seperti itu, Keano!"
"Biarkan saya yang menyelesaikan tugas yang memang sudah harus saya selesaikan dari dahulu." Helmi yang menatap lekat pada bola mata Keano yang masih memberikan ekspresi tidak percaya jika organisasi tersebut memang sudah merencanakan semuanya agar mereka dapat dengan mudah menemukan Layla.
'saya benar-benar tidak menyangka jika mereka akan melakukan hal secerdas itu! Ternyata mereka semua tidak ingin menghabisi saya sebenarnya, yang mereka inginkan hanyalah keberadaan Layla.'
'apa itu alasan kenapa Helmi begitu ingin memindahkan Layla dari ruangan transfusi darah waktu itu?! Apa Helmi sudah dapat menduga jika mata-mata dari organisasi tersebut sudah berada di rumah sakit tempat saya dan Helmi dirawa?!' batin Keano yang tidak menyangka jika organisasi berbahaya tersebut akan menggunakan cara licik seperti ini.
"Helmi, apa karena kamu sudah menyadari jika mereka semua sedang mengawasi saya?! Oleh sebab itu kamu begitu ingin membawa Layla pergi dari ruangan transfusi darah waktu itu?!" tanya Keano pada Helmi agar rasa penasaran nya dapat terbayarkan.
"Hmmm." ucap Helmi mengangguk.
"Itu memang benar, Keano. Saya sudah menduga dari awal jika kita hanya dijadikan kelinci percobaan bagi mereka semua. Dan tujuan sebenarnya hanya ingin melacak keberadaan Layla." ucap Helmi yang membenarkan pertanyaan yang diberikan oleh Keano pada dirinya.
"Oleh sebab itu, biarkan saya yang berurusan dengan organisasi berbahaya seperti mereka semua. Saya tidak ingin mengambil dua resiko terlalu besar, Keano." Helmi yang begitu berharap jika Keano mau menerima tawaran yang ia berikan.
"Saya mohon Keano, saya mohon … tolong kamu terima penawaran ini. Hanya ini satu-satunya jalan keluar terbaik yang bisa kita usahakan, ini semua saya lakukan agar Layla tidak dapat dilacak oleh mereka semua. Saya sudah yakin akan lebih banyak mata-mata yang sudah mereka sebarkan di rumah sakit ini untuk melacak golongan darah Layla." Helmi yang memberikan penjelasan yang begitu meyakinkan agar Keano dapat menerima tawaran yang sudah ia berikan pada dirinya.
"Saya mohon, Keano. Terimalah persyaratan ini, hanya ini yang bisa saya usahakan, Keano."
"Saya mohon jaga Layla ketika saya sudah tidak berada disampingnya, Keano. Apa kamu bisa mengabulkan satu permintaan saya ini?!" tanya Helmi pada Keano yang hanya diam seakan tidak percaya jika diri Keanolah yang menjadi ancaman itu dimulai.
'keselamatan Layla terancam oleh saya, apa saya harus menerima persyaratan dari Helmi?! Apa ini memang jalan keluar yang terbaik bagi keselamatan Layla?!' batin Keano yang masih mempertimbangkan keputusan tentang tawaran dari Helmi pada dirinya.
Aku udah up episode baru lagi nih, sok dikasih like sama VOTE nya teman-teman 🤗.
Nantikan episode berikutnya! Episode yang semakin menegangkan!
Apakah Keano akan menerima tawaran yang diberikan Helmi pada dirinya?!
__ADS_1