
Dimana banyak orang diluar sana beranggapan bahwa kalian adalah seseorang yang sangat penting. Kalian adalah pemimpin anak muda, kalian semua memimpin banyak organisasi, atau kalian baru saja lulus dari kuliah dan sekarang sudah menjadi seorang dokter, detektif ataupun inspektur kepolisian."
"Terkadang sulit untuk menyesuaikan ini, faktanya bahwa semua orang melihat saya dan berpikir, bahwa saya adalah orang yang penting, memberi suatu gelar pada saya, terbenak dalam pemikiran mereka bahwa saya adalah manusia super, atau terlintas di pikiran mereka bahwa saya seperti malaikat, atau berpikir bahwa saya lebih baik dari mereka."
"Dan pertanyaan muncul dimana orang melihat sesuatu dari saya. Tetapi ketika saya berdiri di cermin, saya malah melihat seseorang yang begitu berbeda."
"Apa yang terjadi ketika sosok yang dilihat oleh orang-orang, bukanlah diri saya yang sebenarnya."
"Dan bagaimana kita merujuk kedua permasalahan ini?! Saya berharap bukan hanya saya saja yang merasakan hal ini. Apakah kalian semua tidak merasakan hal yang sama?"
"Sebenarnya, sebelum deduksi itu akan diberikan oleh Helmi, saya hanya ingin menyampaikan cerita satu cerita."
"Salah seorang menghampiri saya kemarin, dia bertanya " ketika kamu pulang ke rumah, apakah kamu hanya makan makanan sederhana ini saja?"
Saya jawab, " tidak, saya makan sereal di pagi hari, burger untuk makan siang, dan makan pizza di malam hari. Kamu tahu, saya juga normal sama seperti kamu."
"Bukan berarti ketika saya seorang dokter, saya hanya makan sayur-sayuran, buah-buahan, bahkan cuman makan daging saja. Dan sayangnya, ketika saya bekerja menjadi seorang dokter, orang-orang memandang saya seperti bukan manusia, atau berkaitan dengan sesuatu pada diri kalian, manusia super yang berada di atas yang lainnya."
"Jadi hal seperti inilah yang ingin saya bahas sebelum deduksi itu nantinya. Beri saya waktu 5 menit untuk," ucap Keano.
*****
"Apa yang akan kamu lakukan, jika kamu merasa sosok yang kamu lihat di cermin itu, berbeda dengan apa yang dipandang oleh orang-orang?"
"Jawaban pertama, yang harus kita lakukan adalah memahami bahwa, apakah itu adalah sosok yang begitu berbeda? Apakah sosok yang kamu lihat di cermin itu memang begitu berbeda? Dengan sosok yang dilihat oleh orang lain?"
"Atau apakah kamu terlalu memaksa diri sendiri, dan kamu memang begitu luar biasa. Atau kamu terlalu berpikir tinggi dan kamu harus mempertimbangkan kembali beberapa hal yang sudah kamu perbuat.".
*****
__ADS_1
"Jadi saya telah melakukan uji litmus, sejenis pertanyaan yang bisa kamu tanyakan pada diri kamu sendiri. Untuk mencoba memahami apakah sosok itu memang begitu berbeda, atau hanya satu orang."
"Pertanyaan pertama yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri, dan saya ingin kamu memikirkan tentang ini."
"Jika saya ingin mengunjungi kamu di tempat komunitas kamu bekerja, atau jika saya ingin mengunjungi seseorang. Maka saya akan menanyakan kepada mereka, "cerita kan tentang saya, sosok saya itu seperti apa? Ketika kalian semua berkumpul dengan saya, seperti apa rasanya?".
"Ketika semua orang bersama dengan kamu, apa yang mereka rasakan?"
"Pikirkan jawaban ini! Jika saya berkunjung ke seseorang atau ke tempat kerja kamu, seperti apa yang mereka lihat dari kamu? Pikirkan tentang itu!"
"Jika kamu pulang ke rumah dan bertanya lah pada saudara, bertanya pada ibu, bertanya pada ayah, ataupun bertanya pada seorang istri. Menurut mereka kamu itu seperti apa? Bagaimana perasaan mereka ketika dekat dengan kamu? Bagaimana pengaruh kamu terhadap mereka?! Apa kamu akan mendapatkan jawaban yang begitu berbeda?"
"Apakah orang diluar sana berpikir sesuatu tentang kamu dan ketika kamu berkumpul, apakah mereka melakukan kamu secara khusus? Ketika kamu pulang ke rumah apakah kamu di perlakukan juga secara khusus? Atau di perlakukan begitu berbeda?!"
"Tentunya jika kamu mendapatkan dua jawaban yang berbeda, maka itu akan ada masalah."
"Sekali lagi, saya menyampaikan ini karena saya butuh jawaban! Saya menanyakan semua ini kepada diri saya di hadapan semua orang. Teman saya ada disini dan dia bisa membuktikan itu." Melirik pada Helmi yang seakan tertegun akan ucapan Keano yang begitu berbekas dalam hatinya.
*****
"Sosok saya sendiri berbeda dengan ketika saya berada diluar rumah dan sedang berada di dalam rumah. Sosok saya yang dilihat oleh orang lain berbeda dengan apa yang dilihat oleh ibu saya, oleh ayah saya."
"Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sebaik-baiknya kamu adalah yang paling baik terhadap keluarga. Hingga detik ini saya masih belum menemukan kata yang menyatakan sebaik-baiknya kamu adalah yang paling baik di komunitas kamu, atau yang paling baik dalam bekerja."
"Jawaban nya sangat lah sederhana, karena berbuat luar biasa itu begitu mudah ketika diluar rumah, sangatlah mudah untuk menjadi baik di tempat bekerja. Kalau tidak kamu akan di tweet di Twitter, jika tidak mereka akan berpikir buruk tentang mu, dan membicarakan hal buruk itu kepada orang lain."
"Dan jika kamu berbuat baik pada keluarga kamu sendiri, jika kamu dapat berbuat baik pada keluarga, kerabat, saudara, mereka tidak akan mencampakkan kamu."
"Tapi … jika kamu berbuat hal buruk di luar yang akan berpotensi merusak hubungan kalian di luar sana."
__ADS_1
"Itulah sebabnya, kita begitu mudah untuk menjadi baik di luar, di hadapan banyak orang. Tetapi begitu sulit untuk menjadi orang baik ketika kamu berada di rumah, itu terjadi karena karakter sebenarnya kamu, adalah di dalam rumah bukan di luar rumah."
"Ketika kamu lelah bekerja,kamu lelah setelah seharian suntuk, kamu menghadapi banyak hal sulit seharian itu, kamu mendapatkan hari yang berat."
"Maka kamu akan berusaha untuk menutupi semua itu, tidak ada yang akan melihat kekurangan kamu, karena kamu bisa menutupi semua itu."
"Tapi … ketika kamu berada di dalam rumah, kamu akan menjadi seperti seorang monster, kamu akan luapkan semua kejadian hari yang begitu melelahkan, yang kamu pendam seharian, kepada siapa kamu akan meluapkannya? Kepada mereka yang seharusnya yang paling kamu sayang, kepada mereka yang seharusnya kamu hormati."
"Ini yang perlu kita lakukan, pikirkan hal tersebut!".
*****
Jelas ucapan dari Keano membuat Helmi cukup sadar diri akan semua yang sudah ia lakukan selama ini, tak ada yang tahu kekurangannya hingga detik ini.
*****
Apakah Keano memang berusaha untuk menyadarkan Helmi dengan memberikan sebuah nasehat secara tersirat lewat pidato yang cukup panjang itu?
Atau mungkinkah, pidato panjang itu akan ada hubungannya dengan kasus yang sudah terjadi ( kasus ledakan besar di vektor 56?)
Atau mungkinkah, pidato itu sebenarnya hanya ditujukan untuk dirinya seorang?.
*****
Nantikan jawaban nya di episode berikutnya!
Jangan lupa like, komen dan favorit kan novel ini!
Akan banyak misteri yang perlu kita tuntaskan!
__ADS_1
Update episode berikutnya akan dimulai pada besok hari, tanggal 16 Februari 2022, pukul 08.30!
Stay tune!