Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
firasat dari awal!


__ADS_3

Layla benar-benar tidak kuasa menahan rasa tangis yang sudah memuncak semakin membara dalam hatinya, kerinduan akan cinta sejati bertukar menjadi maut yang mungkin akan terjadi.


Apa rasanya jika orang yang sudah mulai merasakan jatuh cinta kembali harus menghadapi yang namanya dilema?


Apa rasanya orang yang pernah hadir di masa lalu akan mendapatkan cerita luka yang sama, luka yang semakin membuat nya terasa gila untuk dihadapi seorang diri.


Bagaimana mungkin cinta yang sedang berusaha mekar itu akan berakhir tragis suatu saat nanti?


Kenapa ketika aku sudah jatuh cinta pada seorang pria, dilema itu kembali menderita? Apa salah aku jatuh cinta? Apa tidak ada celah untuk kata bahagia hadir nyata? Kenapa takdirku seperti ini! Oh Tuhan! Kenapa Engkau tidak menyisakan satu titik kata bahagia itu! Apa aku akan selalu menderita?! Apa ini yang akan kurasakan setiap saatnya!


Aku mohon …


Aku mohon biarkan satu titik ini bisa kurasakan walaupun itu hanya sekejap mata.


Aku mohon …


Izinkan ku membalas semua kebaikan yang sudah didapatkan di waktu itu


Izinkan aku mengganti nyawaku dengan nyawanya jika itu akan membuat dirinya terselamatkan nantinya


Izinkan lah ya Rabb


Izinkan aku membahagiakan dirinya untuk terakhir kalinya.


*****


"Layla?!" Ucap semuanya yang begitu panik ketika kesadaran Layla mulai goyah.


"Mas Helmi …." ucap Layla seakan air mata itu akan jatuh. Ia selalu menahan rasa tangis itu seorang diri, tapi … untuk saat ini tangis itu tidak bisa ditahannya seorang diri.


"Layla, kamu tenang dulu, sayang. Helmi pasti baik-baik saja. Sekarang kita pergi ke rumah sakit tempat Helmi dirawat." Papanya Layla (Tuan Pradana) yang berusaha untuk memastikan kondisi Layla tidak panik akan berita tentang kondisi Helmi yang begitu menderita untuk didengar apalagi bagi Layla.


"Pa! Bagaimana mungkin Layla bisa tenang sekarang! Suami Layla Pa …." ucap Layla yang tidak bisa mengendalikan emosi yang sudah begitu meluap dalam hatinya.


"Layla sayang, kamu tenang dulu. Jangan panik seperti ini, kita doakan saja Helmi, Layla." Mamanya Layla yang ikut berusaha menenangkan Layla.


"Tapi …. Ma …." Layla yang tidak dapat berpikir tenang jika situasinya sekarang sudah seperti ini. Bagaimanapun naluri seorang istri memanglah kuat.


Sedari awal sebenarnya Layla sudah mendapatkan feeling tidak enak akan Helmi. Kejadian itu sebenarnya bermula ketika Helmi sudah semakin mesra pada dirinya.


*****

__ADS_1


Awal perasaan gelisah itu …


Awal dinner romantis itu menjadi dimulai babak petaka sebenarnya dalam rumah tangga Layla. Keromantisan sesaat itu akan terganggu akan banyak hal dari masa lalu yang kembali hadir, asmara cinta Helmi dan Layla akan segera diuji dan babak awal petaka itu akan dimulai sekarang.


"Layla ku sayang, kamu begitu cantik malam ini, tubuh indah mu juga begitu harum membuat ku tak bisa melupakan tubuh mu ini." Helmi yang berucap sembari memeluk erat pinggang Layla ketika mereka masih tengah bercermin.


Layla tersipu malu akan ucapan suaminya, tapi Layla sadar jika dirinya sekarang bukanlah seorang istri sempurna bagi Helmi, dirinya yang sudah terlanjur cacat akan suatu tragedi yang pernah menimpa di masa lalu membuat dirinya juga harus sadar diri bahwa dirinya belum sempurna untuk Helmi.


"Mas, apa aku boleh bertanya satu hal padamu? Jika itu mas izinkan, jika tidak tidak apa Mas, aku tidak akan bertanya." ucap Layla yang mendapatkan belaian lembut dari Helmi.


"Kenapa harus meminta izin terlebih dahulu? Kamu itu sekarang istri ku Layla, kamu juga berhak tahu tentang suami kamu ini, bukan?" ucap Helmi yang seakan memberikan isyarat jika Layla boleh bertanya sesuatu hal yang sepertinya begitu menjanggalkan dalam pikirannya jika itu senantiasa disimpan seorang diri.


Walaupun sebenarnya Helmi begitu takut jika pertanyaan yang akan ditanyakan oleh Layla itu berhubungan dengan Carina, pacar gelap yang berusaha dilupakan sekarang.


' maaf Layla, maafkan aku yang masih belum bisa mengatakan semuanya padamu, maafkan aku yang masih terus berusaha menyembunyikan tinta hitam ini dalam rumah tangga kita.'


"Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, Layla. Sekarang aku sudah nyata semakin jatuh cinta padamu, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari hidupku, Layla.' batin Helmi yang masih berusaha keras untuk menutupi semua perihal tentang Carina yang akan menjadi ancaman sebenarnya dalam rumah tangga yang tengah berusaha dibina oleh Helmi.


Cukup lama Layla hanya terdiam, padahal Helmi sudah mempersiapkan istrinya untuk bertanya hal yang begitu ia pikirkan selama ini.


"Ada apa, Layla? Kenapa kamu lebih memilih diam? Sedangkan aku sudah mengizinkan kamu untuk bertanya hal yang begitu kamu pikirkan sedari tadi." ucap Helmi yang sama sekali tidak mendengar satu ucapan pun dari Layla setelah dirinya mempersilahkan Layla untuk bertanya.


"Maaf, Mas Helmi." Satu ucapan yang pertama kali Layla ucapkan dan satu ucapan itu begitu menyakitkan untuk didengar oleh Helmi.


Helmi yang tidak ingin Layla berucap terus menerus tentang kata maaf itu yang sebenarnya tidak pantas diucapkan oleh Layla pada dirinya. Helmi segera meraup wajah indah Layla dan memberikan satu kecupan manis di bibir mungil Layla.


"Apa ini sudah bisa memaafkan kata maaf itu, Layla?" tanya Helmi yang melihat raut wajah memerah Layla ketika dirinya kembali dicium mesra oleh Helmi.


"Layla, apa aku juga boleh bertanya satu hal padamu? Jika itu kamu izinkan Layla." ucap Helmi yang masih memandang wajah teduh Layla.


Layla hanya memberikan anggukan kecil dengan pipi yang masih merona layaknya buah delima yang sedang merekah.


Helmi tersenyum manis dan seraya berucap.


"Jangan pernah meminta maaf padaku, Layla. Kata itu tidak pantas kamu sampaikan pada suamimu ini. Seharusnya … aku yang berucap maaf itu, maaf jika aku memberikan sentuhan itu sekarang, maaf jika kamu harus menungguku hingga berhari-hari di waktu itu."


"Maaf jika aku tak menghubungi kamu waktu itu, Layla. Maafkan aku, Layla." Helmi yang segera memeluk erat tubuh Layla.


Layla seakan mendapatkan firasat buruk akan terjadi di rumah tangga nya dengan Helmi.


'kenapa perasaanku menjadi tidak enak seperti ini?! Apa ini hanya perasaanku saja?! Kenapa aku seakan takut untuk melepaskan pelukan ini?!' batin Layla. Entah darimana Layla dapat merasakan feeling tidak enak itu, ia malah seakan tidak mau untuk melepaskan pelukan hangat dari Helmi.

__ADS_1


Cukup lama Helmi dan Layla saling berpelukan satu sama lain, membagikan rasa cinta yang sudah hadir di relung hati dua insan manusia.


Helmi yang ingin menyudahi pelukan yang ia berikan pada Layla seketika langsung dicegah oleh Layla dengan berucap begitu lembut.


"Jangan dilepas, Mas. Layla mohon jangan dilepas." pinta Layla yang semakin mempererat pelukannya pada Helmi.


Helmi begitu tersipu ketika mendengar ucapan dari Layla, ia merasa jika Layla sudah semakin jago untuk memberikan kata-kata gombalan pada Helmi.


"Jika kamu mau kita seperti ini hingga subuh, aku sih ok ok aja." Helmi yang ikut memberikan pelukan hangat untuk Layla.


"Maaf jika aku belum sempurna untukmu, Mas." ucap Layla di sela pelukan hangat yang terjadi di pasangan yang sudah saling jatuh cinta.


"Layla, kenapa kamu harus berucap seperti itu?! Aku tidak suka Layla!" ucap Helmi.


Layla segera melepaskan pelukan hangat diantara mereka berdua dan segera berucap yang dapat memporak-porandakan hati Helmi.


"Mas, aku juga harus sadar diri. Diriku hanya wanita buta yang berhasil mendapatkan lelaki sempurna seperti mu, Mas."


"Terkadang aku berpikir, apa mungkin wanita cacat seperti diriku ini akan mendapatkan kata cinta itu dalam hidupku." ucap Layla yang membuat Helmi hanya terdiam menatap lekat wajah teduh yang tengah berada di depannya.


Helmi kembali memberikan satu kecupan pada bibir Layla dan segera berucap,


"Apa ini bisa menjelaskan seberapa jatuh cintanya diriku padamu, Layla ku sayang. Apa kamu butuh bukti lebih lagi?!" ucap Helmi yang kembali memberikan serangan panas pada Layla.


Helmi benar-benar tidak menyangka jika Layla akan berucap seperti itu, ucapan tersebut begitu menyakitkan bagi Helmi.


'Aku suami yang tidak sempurna itu, Layla. Bukan kamu! Aku yang begitu beruntung dapat bertemu dan memiliki wanita begitu sempurna sepertimu'. Batin Helmi yang seakan hatinya sudah dipenuhi oleh Layla dan dirinya tidak akan pernah membiarkan Layla untuk pergi dari hidupnya.


'aku bisa gila jika kita sampai berpisah nantinya, aku sudah begitu mencintaimu, layla.' batin Helmi yang sudah semakin dikuasai oleh cinta sejatinya yaitu Layla.


Jika Tuhan bisa mengabulkan satu permintaanku ini, aku hanya ingin hidup bersama denganmu, Layla. Aku akan begitu menyesal jika dirimu meninggalkan diriku ini, hariku sudah dikuasai oleh kelembutan, kesetiaan yang kamu berikan padaku. Sifat lembut mu sudah membuatku semakin sadar bahwa sebenarnya diriku sudah memiliki wanita sempurna itu, dan wanita itu bernama Layla.


Sok diberi jempol like nya 👍.


Semoga semakin suka dengan cerita kebucinan yang akan disuguhkan di episode berikutnya nanti. Dan semoga saja Helmi dengan Layla langgeng hingga ke Jannah. Aminnnn.


Oh yah cuman mau ingetin kembali!


Bantu favorit kan juga yah, semoga tidak ketinggalan up episode terbaru setiap harinya!


Btw kasih kado hadiah dong genks.

__ADS_1


Apalagi vote pasti aku baka guling-guling nantinya 😁.


__ADS_2