
Sekarang ada sebuah misi yang harus segera diselesaikan oleh Keano dan Morgan yang sedang melaksanakan profesi sebagai penyamar handal layaknya seorang detektif hebat.
Misi tersebut harus segera diselesaikan karena rasanya tidak akan mungkin jika harus dilakukan di lain hari selain hari ini, sebuah kebenaran harus segera Keano dapatkan, bagaimanapun sebagai seorang yang berprofesi detektif sejati pantang bagi dirinya untuk tidak mempercayai kebenaran yang sedang terlintas dibenak dan naluri dari detektif muda tersebut.
"Aku harus segera mengetahui tentang siapa wanita itu sebenarnya? Dan apa alasan kenapa wanita tersebut mau menerima perjodohan ini!' batin Keano yang merasa aneh dengan prinsip yang sedang dipegang oleh wanita tersebut, rasanya begitu aneh bagaimana mungkin seorang wanita muda yang sudah memiliki kekasih malah mau menerima perjodohan dengan dirinya dan hal yang lebih aneh yaitu bagaimana mungkin dirinya akan terus berpura-pura seakan mencintai pria tersebut tanpa memberitahu bahwa dirinya sudah dijodohkan dengan dirinya.
Bukankah ini hal aneh, kenapa dirinya malah berbohong seperti itu pada kekasih aslinya? Apa yang sebenarnya diincar oleh wanita tersebut? Apa harta kekayaan keluarga vermando? Atau mungkinkah pria tersebut hanya dijadikan sebagai pelampiasan sementara.
Apapun alasannya, yang terpenting bagi Keano tetap meyakini penalaran nya sebagai seorang detektif sejati yang sudah banyak melewati banyak kasus berbahaya dan dapat memecahkan kasus tersebut dengan begitu mudah dan dapat menebak alur dari pelaku tersebut.
Walaupun kenyataannya untuk menalar kan pikiran seorang wanita memanglah susah dan itu adalah hal yang paling berat bagi seorang pria bernalar kan menggunakan logika.
'Walaupun sebenarnya aku masih belum mengerti bagaimana cara melakukan penalaran tentang pikiran seorang wanita, setidaknya aku harus tetap menyelidiki wanita tersebut. Seakan ada hal yang sedang ia pikirkan dan rencanakan tentang perjodohan ini, mana mungkin aku akan menikahi seorang perempuan yang sudah memiliki kekasih seperti dirinya dan itu semua tidak akan terjadi, karena nyatanya aku masih begitu mencintai Layla walaupun kenyataan saat ini adalah kenyataan pahit yang terpaksa harus aku terima.' batin Keano yang masih berusaha damai dengan perasaan nya sendiri.
'Aku tahu sebentar lagi kisah cinta ku akan diuji kembali, tapi ... Setidaknya satu keinginan besar tersebut dapat aku wujudkan. Bisa bersama dengan Layla walaupun hanya menjadi seorang perantara itu sudah cukup membuat diriku merasa bahagia walaupun tidak dapat ku miliki seutuhnya,' batin Keano yang teringat tentang persyaratan yang sudah ia sepakati dengan Helmi.
'Jika ini semua akan dapat membuat Layla terselamatkan maka aku akan sanggup merelakan hatiku kembali tersakiti di akhir cerita nanti,' batin Keano yang tahu bahwa Layla sudah begitu mencintai Helmi dan tidak akan ada yang dapat menggantikan posisi Helmi dalam hati Layla selamanya.
Kali ini Keano berusaha untuk menyampingkan pikiran nya tentang Layla dan fokus untuk menyelidiki dan membuntuti wanita yang sudah dijodohkan dengan dirinya.
Keano dan Morgan pun mulai berdiskusi bagaimana agar mereka berdua dapat melakukan misi penyelidikan ini dengan baik dan sempurna.
"Bagaimana sekarang, Senior? Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya begitu susah untuk menyelidiki sekaligus membuntuti mereka dari jarak dekat?" tanya Keano yang melihat posisi dua orang yang sedang mereka buntuti terlalu ramai dan seakan tidak ada celah bagi mereka berdua untuk berada dekat dengan dua orang yang sedang mereka buntuti saat ini.
"Kamu tenang saja, Morgan. Saya sudah memiliki sebuah rencana dan dapat saya pastikan rencana ini pasti akan berjalan dengan baik dan tanpa kendala sedikitpun!" balas Keano dengan begitu percaya diri.
'Bagaimanapun aku tidak mungkin terlalu bisa banyak bergerak di dekat mereka, entah mengapa aku merasa bahwa para pengejar nyawa Layla juga berada di dekat sini saat ini! Terutama ... Kebenaran pahit bahwa mereka sudah melacak tentang keberadaan Layla lewat golongan darah yang ia sumbangkan pada saya!' batin Keano yang teringat dengan ucapan Helmi yang mengatakan bahwa mereka semua sudah semakin bergerak mendekat pada Layla dan nyawa Layla semakin terancam.
'Apa yang sebenarnya membuat Helmi mengetahui tentang keberadaan mereka lebih jauh seperti ini?! Padahal kami berdua sama-sama menyelidiki kasus besar ini bersama-sama di masa muda dahulunya, apa Helmi sudah bergerak cepat ketika dirinya mendapatkan firasat aneh tentang Layla?' batin Keano yang masih berusaha keras menalar kan jawaban dari pertanyaan yang sedang bermain-main di otaknya.
Sementara itu, Morgan sedang berpikir keras tentang maksud dari perkataan seniornya yang mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki rencana besar dan sudah dapat dipastikan bahwa rencana tersebut tidak mungkin akan gagal.
'Apa yang sebenarnya tengah direncanakan oleh senior? Rencana seperti apa yang akan ia sampaikan saat ini?!' batin Dokter Morgan yang berusaha memikirkan ucapan dari senior nya.
"Kenapa Anda seperti itu, Morgan?!" tanya Keano yang melihat juniornya sedang berpikir keras tentang sebuah masalah.
"Oh, tidak Senior. Saya hanya sedang berpikir rencana seperti apa yang akan Anda sampaikan pada saya, entah kenapa saya berpikir bahwa Anda itu memang seperti seorang detektif. Tapi ... Apa ini hanya firasat saya saja?" ucap Dokter Morgan pada Keano.
Keano yang mendengar ucapan dari juniornya tersebut lantas membatin karena apa yang sedang dipikirkan oleh Dokter Morgan adalah benar.
'Bagaimana cara saya bisa mengatakan hal tersebut pada Anda, Morgan? Walaupun kenyataannya saya begitu ingin Anda mengetahui juga tentang siapa saya sebenarnya dan apa profesi saya yang lainnya selain seorang dokter bedah, tapi ... Itu semua masih belum sulit untuk Anda cerna saat ini, Morgan. Tidak mungkin saya membiarkan orang lain yang akan menjadi korban berikutnya sementara masalah ini saya yang membuat dan harus saya sendiri yang akan menyelesaikan masalah besar ini!' batin Keano yang begitu ingin Dokter Morgan mengetahui bahwa dirinya seorang detektif dan begitu ingin nantinya Dokter Morgan yang akan meneruskan rumah sakit jika dirinya akan menghilang dari dunia ini untuk selamanya.
Bagaimanapun yang namanya seorang detektif pasti taruhannya adalah nyawa tidak ada taruhan yang lebih pantas untuk disandangkan pada seorang detektif selain kematian.
__ADS_1
Seorang detektif harus siap menerima keadaan bahwa dirinya akan selalu diincar oleh takdir kematian yang selalu mengintai, terutama Jika menjadi poros penting dan dianggap sebagai pengganggu dari organisasi berbahaya sudah dapat dipastikan kehidupan nya tidak akan semulus jalan tol dan sudah pasti akan banyak mengalami insiden bahaya yang harus di anggap seperti hal biasa bahkan bisa di bilang seperti makanan sehari-hari bagi mereka yang berjiwa detektif muda.
Keano yang tidak ingin terlalu berlarut-larut dengan masalah besar yang sudah ada di depan mata, langsung berucap dan menyampaikan rencana yang akan di gunakan oleh mereka berdua.
"Morgan!" perintah Keano agar Morgan mendekat karena dirinya ingin memberi tahukan lewat bisikan agar hanya mereka berdua saja yang mengetahui tentang rencana besar ini dan sudah dapat dipastikan berhasil oleh Keano sendiri.
"Iya, Senior. Apa rencana Anda?" balas Morgan yang akhirnya mendekat.
Semua orang seakan memperhatikan mereka berdua yang sedang melakukan penyamaran, Keano yang menduga bahwa mereka semua mulai curiga dengan penyamaran yang sedang mereka lakukan, lantas berbisik pada Morgan.
"Apa Anda bisa bertindak seperti seorang nenek-nenek, Morgan? Semua orang sedang menatap kita dengan perasaan curiga?" bisik Keano pada Morgan.
Morgan yang menyadari pun ikut berbisik dan kembali melakukan penyamaran dengan begitu baik dan seakan Dokter Morgan begitu pantas menjadi seorang aktor.
"Baik, Kek. Nenek akan selalu ada disamping kakek kok," ucap Dokter Morgan yang melakukan penyamaran layaknya seorang nenek-nenek yang begitu bucin pada suaminya.
'hadeh, jika bukan karena ma membantu Senior. Mana mungkin saya mau melakukan tindakan konyol seperti ini! Apalagi menjadi pusat perhatian bagaimana jika penyamaran ini terbongkar? Bisa-bisa hancur reputasi sebagai seorang dokter bedah paling cool di rumah sakit nantinya,' batin Dokter Morgan yang terpaksa berakting dengan begitu sempurna agar semua orang tidak curiga dan hal yang paling tidak Morgan inginkan adalah semua orang mengetahui bahwa dirinya adalah seorang dokter bedah.
Keano yang mendapatkan belaian lembut di tangannya Sebenarnya begitu merasa geli tapi mau bagaimanapun yang namanya penyamaran memang harus dilaksanakan dengan begitu sempurna agar semua orang tidak curiga dan penyamaran ini berjalan dengan begitu baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan nantinya.
'Sebenarnya saya begitu geli ketika melakukan penyamaran seperti ini, tapi ... Mau bagaimana lagi Morgan sudah melakukan tugasnya dengan baik maka saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan harus dapat mengetahui apa yang sebenarnya diincar oleh wanita tersebut!' batin Keano yang dengan sangat terpaksa harus menjadi seorang kakek dan melakukan penyamaran romantis layaknya suami istri dengan juniornya sendiri.
"Morgan, kamu tahu kan misi kita hari ini?" tanya Keano yang mendapatkan anggukan dari Morgan.
"Apa?!" ucap Morgan yang kelepasan.
Dirinya yang sadar menjadi bahan perhatian lantas mengecilkan suaranya dan segera berbisik pada Keano.
"Apa, Anda ingin saya yang melakukan ini semua, Senior? Apa Anda yakin ini akan berjalan dengan baik?!" tanya Dokter Morgan yang meragukan rencana dari Keano.
"Saya begitu yakin dan sudah dapat saya pastikan rencana ini nantinya akan berhasil, kamu tenang saja, Morgan. Saya sudah menyiapkan semua alat-alat yang kamu perlukan," ucap Keano yang segera memasangkan sebuah kamera pengintai pada baju bagian atas yang sedang Dokter Morgan pakai hari ini.
Keano sudah menduga jika ini semua akan terjadi, maka sebelum itu dirinya sudah meminta pada anggota kepolisian lainnya untuk menyiapkan dirinya sebuah kamera pengintai yang akan ia gunakan.
Flashback awal Keano sudah merencanakan ini semua ….
Ketika Morgan sedang mengganti pakaian menjadi seorang nenek-nenek, disaat itulah Keano berpas-pasan dengan seorang detektif yang ia kenal.
"Hei, tunggu!" cegat Keano pada pria yang menggunakan masker dan penutup kepala membuat rasanya mustahil bagi orang lain untuk dapat mengetahui siapa orang dibalik masker dan penutup kepala tersebut.
"Ada apa? Apa kita saling kenal?" tanya pria tersebut yang berhenti.
"Sudah! Masa iya Anda tidak menyadari saya siapa?!" ucap Keano dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Apa yang Anda perlukan dari saya, Detektif?" tanya pria tersebut yang sebenarnya begitu mengetahui pria yang berpakaian seperti seorang kakek-kakek tersebut adalah detektif hebat yang tidak lain adalah Keano.
"Apa Anda memiliki hal yang saya butuhkan saat ini?" tanya Keano yang sudah dapat menebak jika pria yang memakai masker dan memakai penutup kepala tersebut sudah tahu tentang hal yang sedang ia butuhkan.
"Ya, saya memilikinya. Ada perlu apa Anda menginginkan alat tersebut?" tanya pria yang memakai masker dan juga memakai penutup kepala dengan segera memberikan alat yang diinginkan oleh Keano.
"Ada hal mendesak yang harus saya selesaikan, oh yah terima kasih untuk alat ini jika sudah selesai akan saya kembalikan!" ucap Keano ketika melihat Morgan akan keluar dari dalam mobil.
Dan ketika itulah pria yang memakai masker dan juga penutup kepala lantas kembali melangkah.
"Ya, saya tunggu kedatangan Anda di kantor kepolisian nantinya!" balas pria yang sebenarnya juga seorang detektif yang sedang melakukan penyamaran di daerah tersebut.
Kembali ke alur cerita ….
Dokter Morgan memberikan respon aneh ketika melihat sebuah alat yang seakan menyatu dengan pakaian yang sedang ia pakai saat ini, dirinya lantas bertanya pada Keano.
"Alat apa ini, Senior? Kenapa Anda memasangkan pada saya? Dan kenapa alat ini begitu menyatu dengan pakaian yang sedang saya gunakan saat ini?" tanya Dokter Morgan dengan mengerutkan keningnya seakan banyak pertanyaan tentang alat tersebut.
"Itu adalah alat yang akan Anda gunakan untuk membuntuti mereka berdua dan melakukan tugas ini dengan rapi tanpa sedikitpun ketahuan oleh mereka,"penjelasan dari Keano yang menatap pada dua orang yang akan menjadi sasaran bagi Keano.
"Oh yah, Morgan. Yang hanya Anda lakukan hanyalah berbaur dengan mereka berdua dan memperhatikan hal-hal aneh yang ada di sekitar mereka ataupun hal aneh yang sedang mereka berdua bicarakan, karena itu semua akan terdengar jelas Lewat alat ini! Apa kamu mengerti dan paham akan tugas yang akan Anda laksanakan, Morgan?" tanya Keano pada Juniornya tersebut.
"Kenapa tidak ada saja, Senior? Anda sepanjang lebih paham daripada saya?" tanya Dokter Morgan yang seakan takut jika dirinya nanti akan melakukan kesalahan yang membuat penyamaran ini terbongkar nantinya.
"Jika saya bisa maka lebih baik saya yang melakukanya, Morgan. Tapi … ada hal yang membuat saya tidak bisa melakukan penyamaran ini, oleh sebab itu saya meminta bantuan pada Anda!" balas Keano yang memiliki alasan penting kenapa dirinya tidak bisa menyelidiki wanita tersebut.
"Baiklah, Senior. Saya akan melakukanya dengan sebaik-baiknya dan agar penyamaran ini berjalan dengan sempurna dan seperti yang Anda inginkan!" ucap Dokter Morgan yang akhirnya menyanggupi tentang rencana yang sudah disampaikan oleh seniornya pada dirinya.
"Terima kasih, Morgan. Anda memang dapat saya percaya untuk semua hal," puji Keano pada Juniornya yang selalu ada disaat masa sulit sang dokter bedah nomor satu di rumah sakit kawasan elit tersebut.
Sementara itu entah kenapa Keano sedari tadi merasakan ada aura berbeda yang diberikan oleh pria yang sedang bersama dengan wanita yang menjadi target pengintaian oleh Keano dan Morgan saat ini.
'Kenapa rasanya pria tersebut bukan warga sipil biasa? Kenapa rasanya pria tersebut seperti seorang salah satu anggota yang sedang mengincar keselamatan nyawa Layla? Jika begini saya harus segera menuntaskan masalah ini dan segera menyelidiki lebih jauh tentang pria tersebut!' batin Keano yang merasakan bahwa pria yang sedang bersama dengan wanita yang menjadi target pengintaian tersebut merupakan salah satu anggota dari organisasi berbahaya yang sedang melacak keberadaan Layla.
Bagaimana kelanjutan kisah dari penyamaran yang sedang dilakukan oleh Keano dan Morgan?
Apakah Morgan mampu melakukan penyamaran ini dengan baik dan dapat membuat kasus yang sedang Keano alami membuahkan hasil yang diinginkan?
Dan apakah naluri detektif seorang Keano memang kenyataan?
Apakah pria tersebut benar salah satu anggota dari organisasi berbahaya yang sedang mengincar dan melacak keberadaan Layla?
Nantikan jawabannya di episode berikutnya!
__ADS_1
Mari dukung karya author dengan memberikan LIKE dan VOTE nya!