Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
masih polos.


__ADS_3

Sementara ketika Keano dan Morgan sedang melakukan penyamaran layaknya seperti seorang detektif, ketika itulah Helmi dan Layla sedang mesra-mesranya sekarang.


Malam semakin larut dan rasa cinta Helmi pada Layla juga semakin besar, Layla dan Helmi sudah memakai pakaian tidurnya tapi sebelum beranjak tidur Helmi ingin memberikan Layla berapa suapan manja untuk Layla yang sedang hamil anak pertama mereka berdua.


"Layla, kamu sudah mengantuk apa belum?" tanya Helmi yang segera menggendong Layla dan memberikan kecupan manis di kening Layla dengan teramat sayang.


"Belum, Mas. Emang ada apa?" tanya Layla dengan memberikan raut wajah heran.


Helmi tersenyum manis dan seraya membawa Layla berjalan dalam gendongan dirinya.


"Mas, mau bawa Layla kemana?" tanya Layla yang aneh akan tindakan dari suaminya.


"Hmmm, ke tempat istimewa. Tadi katanya akan selalu bersama dengan mas apapun keadaannya, udah lupa yah sayang?" canda Helmi ketika melihat Layla memberikan ekspresi takut seakan Helmi akan kembali melakukan tindakan aneh pada Layla.


"Apa kamu berpikir bahwa aku akan melakukan hal aneh pada kamu, sayang? Walaupun sebenarnya aku begitu ingin sekarang karena kamu bikin aku candu sayang," bisik Helmi pada Layla yang memberikan respon seakan menahan rasa bahagianya.


"Ihhh, Mas Helmi. Layla masih belum kuat Mas," balas Layla dengan memeluk erat Helmi dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Helmi.


"Mas tahu sayang, pasti kamu capek banget hari ini? Mas cuman bercanda kok, mas mau bawa kamu ke tempat istimewa hari ini," bisik Helmi yang kembali membuat Layla memberikan ekspresi wajah tidak mengerti akan ucapan dari suaminya tersebut.


'Mas Helmi mau bawa aku kemana sih? Kenapa seperti ngasih surprise aja sama aku?" batin Layla yang begitu penasaran, kemana Helmi akan membawa dirinya malam-malam seperti ini.


Helmi segera menurunkan Layla ditempat yang begitu empuk membuat Layla semakin heran tapi dirinya masih berusaha menebak dirinya saat ini sedang berada dimana dan tempat rahasia apa yang dibicarakan oleh Helmi pada dirinya.


"Ini? Sofa Mas? Apa Layla benar?" tanya Layla dengan member ekspresi lucu yang membuat Helmi kembali memberikan kecupan manis pada kening Layla.


"Iya, sayang. Kamu benar," balas Helmi yang membenarkan ucapan Layla.


"Maaf yah, karena mas belum bisa bawa kamu ke tempat yang lebih istimewa saat ini. Mas cuman bisa ngasih kejutan sederhana seperti ini," ucap menyesal Helmi pada istri kesayangan nya.


"Mas Helmi ngomong apaan sih, ini mah udah lebih waw bagi Layla. Mas Helmi selalu berada disamping Layla itu saja sudah cukup bagi Layla mas, ngak perlu kasih yang mewah-mewah sama Layla." balas Layla yang sebenarnya begitu bahagia karena Helmi memperlakukan dirinya dengan begitu disayang dengan rasa cinta yang begitu besar.


"Oh, iya Mas. Sebenarnya ada satu hal yang ingin Layla sampaikan pada Mas Helmi," ucap Layla yang membuat Helmi memberikan ekspresi wajah begitu penasaran dan begitu menantikan ucapan dari Layla.


"Apa itu, sayang? Kamu mau mengatakan apa sama Mas?" tanya Helmi dengan mengengam erat tangan Layla.


Layla mengumpulkan semua semangat yang sedang berada di dalam hatinya untuk segera menyampaikan berita bahagia pada Helmi saat ini. Sebenarnya Layla sudah sedari tadi ingin menyampaikan tentang berita bahagia tersebut pada Helmi hanya saja ketika ingin menyampaikan Helmi malah ingin melaksanakan hubungan suami istri dengan dirinya karena sudah berpuasa selama satu minggu.

__ADS_1


Layla ikut membalas belaian lembut Helmi pada genggaman tangannya segera berucap.


"Maaf, Layla baru ngomong ini sama mas Helmi." ucap Layla dengan menarik nafas dalam-dalam seakan udara itu semakin menghilang.


'huhhh! Aku harus bisa menyampaikan berita bahagia ini pada Mas Helmi sekarang, mas Helmi pasti akan begitu bahagia ketika mengetahui bahwa aku sedang mengandung anak pertama kami,' batin Layla yang berharap dirinya bisa menyampaikan kabar baik tersebut dan dirinya begitu berharap bahwa Helmi akan memberikan respon bahagia ketika mendengar kabar tersebut.


"Hmmm, Layla hamil Mas," ucap Layla yang mendapatkan respon diam dari Helmi.


'Kenapa mas Helmi hanya terdiam? Apa mas Helmi tidak bahagia ketika mendengar bahwa aku sedang hamil? Atau mungkinkah mas Helmi marah karena aku baru menyampaikan nya saat ini?' batin Layla yang dipenuhi dengan banyak pertanyaan yang begitu menganggu pikiran dirinya.


Helmi sebenarnya sudah mengetahui bahwa sekarang Layla sedang hamil anak pertama mereka dari si Mbok yang mengatakan ketika Layla sedang berada di dalam kamar mandi ketika dirinya baru kembali dari kesepakatan yang dirinya buat dengan Keano sahabat lamanya.


"Hik hik hik" ucap Layla dengan menangis tersedu-sedu karena dirinya mengira bahwa Helmi tidak senang dengan kabar bahwa sekarang Layla sedang mengandung anak pertama mereka.


"Kamu kenapa, Layla? Kenapa menangis seperti ini? Apa aku berbuat salah?" tanya Helmi yang begitu heran karena melihat Layla tiba-tiba saja menangis didepannya.


"Hik hik hik," Layla masih menangis tersedu-sedu.


Helmi yang tidak ingin melihat air mata itu jatuh dari wanita yang begitu ia cintai, Helmi segera merangkul erat tubuh Layla seraya berucap.


Layla hanya memberikan anggukan tanpa berbicara sepatah katapun pada pertanyaan yang diberikan oleh Helmi pada dirinya.


"Kamu jangan kesal terlebih dahulu sayang, mas memberikan respon diam karena sebenarnya mas sudah mengetahui bahwa kamu saat ini sedang hamil," ucap Helmi dengan tak lupa menyentil hidung mungil Layla.


Layla akhirnya berhenti menangis malah memberikan pertanyaan heran pada ucapan Helmi.


"Mas sudah tahu kalo Layla hamil, tapi ... Dari siapa Mas? Layla aja baru cek tadi sore, kok mas Helmi sudah tahu sih?" tanya Layla yang kembali memberikan ekspresi lucu dan begitu konyol bagi Helmi.


Helmi kembali menyentil hidung mungil Layla karena begitu gemas pada tindakan dan pertanyaan yang diajukan Layla pada dirinya.


"Ya pasti Mas tahu lah, kan mas ini suami kamu sayang. Masa iya masalah istri sendiri mas enggak tahu sih!" balas Helmi dengan bersikap manja pada Layla.


"Bukan itu maksud Layla Mas, hanya saja ini aneh kenapa Mas Helmi bisa tahu bahwa Layla sedang hamil tapi ... Layla belum memberitahukan berita ini pada mas Helmi?" ucap Layla yang masih memberikan ekspresi lucu yang membuat Helmi seakan sudah tidak sanggup melihat Layla yang memberikan respon polos pada dirinya.


'Aduh Layla kamu tahu ngak sih, jika kamu terus seperti ini aku benar-benar tidak tahan untuk memakan kamu saat ini,' batin Helmi yang berusaha menahan rasa nafsu yang sedang bergejolak besar ketika melihat Layla yang bertindak polos pada dirinya.


"Mas tahu dari si Mbok, sayang. Tapi tuh si mbok mengatakan bahwa kamu sedang hamil makanya Mas tadi mau bantuin kamu mandi agar ...." Helmi yang segera memegang perut Layla dan membelai perut tersebut dengan teramat sayang.

__ADS_1


"Kamu dan bayi kita ngak kenapa-napa," ucap Helmi yang kemudian mengecup lembut kening Layla.


Layla yang mendapatkan kecupan manis kembali dari Helmi seketika membuat dirinya memberikan senyum khas dari wajah yang begitu Helmi sayangi.


"Sayang, kamu makan yang banyak yah. Agar bayi kita sehat dan kamu juga sehat, sayang. Jangan nolak setiap mas berikan kamu buah-buahan ataupun makanan sehat lainnya," ucap Helmi yang ingin Layla dan janin yang berada di kandungan Layla sehat hingga lahir.


"Iya, Mas," balas Layla dengan memberikan anggukan kecil.


"Oh iya, mas Helmi juga mau kamu tuh terbiasa makan sayur-sayuran karena itu baik bagi kamu, sayang. Kamu mau yah makan sayur demi Mas dan anak kita?" tanya Helmi yang membelai lembut rambut Layla.


"Tapi ... Mas," ucapan Layla yang segera dipotong oleh Helmi.


"Ngak ada tapi tapi sekarang sayang, kamu harus nurut kata Mas!" ucap Helmi yang tahu jika Layla masih milih-milih untuk memakan sayuran.


"Layla ngak suka semua sayuran Mas, Layla hanya suka sebagian aja seperti kangkung sama bayam itu aja," balas Layla yang masih enggan untuk memakan sayuran.


"Maaf sayang, mas tahu kalo kamu masih belum suka makan sayur. Tapi ... Mas jamin sebentar lagi kamu pasti bakal suka makan sayur," ucap Helmi pada Layla yang memberikan ekspresi lucu dan membuat Helmi sudah semakin tidak tahan pada Layla yang bertingkah konyol seperti itu.


"Gimana caranya Mas?" tanya Layla dengan begitu lucu.


Helmi mendekati wajah Layla yang membuat Layla menahan nafasnya karena masih salah tingkah ketika Helmi melakukan hal mesra seperti yang sedang terjadi.


"Seperti ini sayang," balas Helmi yang segera menyuapi sayuran pada mulut Layla dengan mulutnya.


Layla yang masih salah tingkah langsung menelan sayuran tersebut dan segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Helmi tersenyum manis melihat respon lucu Layla seraya berucap.


"Gimana? Enakkan sayang? Mas jamin kamu pasti bakal suka makan sayuran kalo Mas suapi kamu seperti ini," goda Helmi pada Layla.


Layla yang mendengar gombalan Helmi sontak saja ucapan tersebut membuat pipi Layla kembali merona bahagia.


Aduhhhhhhh, kalo seperti itu mah author juga pasti bakal suka makan sayur Mas Helmi 😂


Btw masih LIKE sama VOTE nya buat episode hari ini yah!


Nantikan terus episode dari author yang insya Allah akan UPDATE setiap harinya!.

__ADS_1


__ADS_2