Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
apa kita akan melakukan itu?


__ADS_3

*****


Aku hanya ingin mengulang kembali kisah cinta lama kita, Layla


Tapi ... Apa itu adalah kamu?.


*****


"Apa ini semua memang takdir?"


"Apa dia yang tengah terbaring itu adalah orang yang selama ini aku rindukan?"


"Apa ini benar benar nyata?"


"Tapi ... Apa aku yang masih belum bangun dari mimpi ku?"


"Apa hanya karena aku begitu terobsesi dengan dia, sehingga merasa jika Layla dan dia adalah orang yang sama?!"


"Bagaimana pun aku berusaha mengelak,dia selalu ada dalam pikiran ku, dalam nadi ku!"


"Entah mengapa rasanya begitu nyata!".


*****


Part tentang Layla di masa lalu Helmi?.


*****


Helmi yang tengah berdiri mematung sembari menatap Layla yang tengah terbaring


Menatap Layla seakan ada rasa yang berusaha ia sampaikan, walaupun ... Rasa itu masih kelabu


Helmi melangkah mendekat menuju Layla, orang yang bisa membuat Helmi begitu berubah


Di setiap langkah kaki, Helmi merasa jika detak jantung nya semakin berdebar dengan begitu kencang, seakan tersirat rasa yang lama sudah kembali lagi


Detik ini,Ya ... Detik ini juga, seakan orang yang begitu ia rindukan, sudah datang kembali.


*****


Dengan derain air mata yang sudah menetes tak bisa lagi ia tahan, deraian itu ... Semakin terisak ketika melihat wajah yang sama pada seseorang yang tengah terbaring tidur.


*****


(Hanya bisa diam,hanya itu yang bisa aku lakukan,tak ada kata lain, selain kata diam).


*****


"Apa kamu memang orang yang selama ini aku cari,Layla?!"batin Helmi yang duduk di samping Layla yang tengah terbaring tidur


"Apa kamu memang dia?!"


"Tapi ... Kenapa?!"


"Kenapa kamu menjadi seperti ini?!'


"Kenapa kamu menjadi hilang penglihatan seperti ini?!"


"Kenapa?!"Helmi yang semakin ia mengingat semua kejadian masa lalu, semakin berderai air mata kerinduan kepada seseorang yang begitu berarti dalam hidup Helmi.


******


"Apa ini semua hanya karena kamu mirip dengan dia?!"batin Helmi yang tak memalingkan wajahnya menatap Layla

__ADS_1


Helmi semakin mendekati wajah nya pada wajah yang begitu ia rindukan selama ini


Semakin dekat ... Semakin dekat, seakan nafas ku bertukar dengan nafas Layla, seakan aku bisa merasakan detak jantung nya.


*****


(Kini ... Kita begitu dekat, seakan nafas kita saling bertukar pesan,apa ini nyata adalah kamu?!).


*****


Helmi menghela nafas grogi ketika hidung mancung Helmi bersentuhan dengan hidup Layla yang masih lelap tertidur


Helmi mencoba menatap wajah itu lebih intens lagi, sebelum diri nya menutup mata,seakan hanyut dalam suasana yang masih belum bisa di mengerti oleh perasaan Helmi sendiri


"Entah mengapa kamu adalah dia,Layla?"batin Helmi yang menutup mata nya secara perlahan lahan.


*****


(Apa aku boleh menyentuh mu lebih jauh lagi, Layla?!).


*****


Ketika Layla merasa terdapat beban berat di atas kepala nya,Layla merasakan jika ada nafas yang bisa ia rasakan di atas badan nya detik ini


Sementara itu, nafas Helmi semakin tidak karuan, ingin rasanya mengutarakan perasaan rindu nya lewat sentuhan lembut pada bibir wanita yang begitu mirip dengan masa lalu nya


"Mengapa?!"


"Mengapa seperti ada gaya tarikan pada diri ku!"


"Kenapa aku begitu ingin menyentuh lembut diri mu!"batin Helmi yang semakin mendekati bibir nya pada bibir Layla.


*****


"Apa aku sudah gila!"


"Tak kan mungkin ... Aku jatuh cinta untuk kedua kalinya!"fisik Helmi yang memberontak untuk berhenti mendekati bibir Layla,tapi ... Itu semua hanya sia sia, walaupun fisik Helmi masih berusaha memberontak lain halnya dengan batin Helmi,ia semakin tak tahan untuk menyampaikan rasa rindu nya lewat sebuah sentuhan lembut.


*****


"Apa aku benar benar sudah gila?!"


"Apa aku benar-benar akan mencium wanita ini?!"


"Sadar!"


"Dia hanya sekilas mirip!"


"Bukan berarti mereka berdua adalah orang yang sama!"


"Sadar Helmi!"seakan ada nyawa Helmi yang buruk tengah memperingati Helmi agar tak jatuh cinta kepada Layla.


*****


"Helmi sadar,dia adalah pendamping mu yang sah, sudah sepatutnya kamu ... Memberikan semua nya kepada Layla"seakan ada bisikan gaib yang masuk ke dalam mata hati Helmi


Helmi semakin menyentuh bibir mungil Layla, ketika itu lah semua hal buruk Layla di mata Helmi hilang seketika.


*****


"Aku tak tau apa kamu adalah dia?"


"Tapi ... Daya tarik itu begitu nyata!"

__ADS_1


"Belum pernah aku merasakan daya tarik sebesar ini kecuali ketika berada dekat di samping mu!"


"Izinkan kita memadu kasih untuk yang pertama kali nya,tak kan ku biarkan ini akan menjadi yang terakhir kali nya bagi kita!"


"Aku akan pastikan tak ada kata terakhir bagi kita untuk memadu kasih,tak kan ku biarkan kata terakhir ada dalam asmara kita, Layla!"


"Tak kan ku biarkan itu semua,aku berjanji!"kata cinta Helmi pada wanita buta yang sudah sah menjadi pendamping seumur hidup bagi Helmi.


*****


Sentuhan Helmi begitu berbeda detik ini, seakan sentuhan lembut itu lebih bergairah dari sebelum nya


Perlahan tapi pasti,api kemarahan itu sudah hilang untuk selamanya, semakin hilang ketika sentuhan itu semakin tak bisa ia tahan untuk semakin buas


Semakin lama sentuhan itu semakin kasar,dan tubuh itu semakin tak karuan, tubuh itu semakin mendekat,meraba tubuh lembut yang ada di bawah nya


"Aku sudah tak bisa menahan semua nya!"


"Baru kali ini aku merasakan getaran yang begitu berbeda!"


"Apa kita akan memadu kasih untuk pertama kalinya, Layla?!"batin Helmi yang tak bisa menahan nafsu nya kepada Layla


Semakin detik, nafsu itu semakin naik, seakan ingin menyampaikan rasa cinta nya lewat sentuhan yang lebih indah.


*****


Ketika ciuman itu masih berlangsung, seketika itu lah tangan Helmi hilang kendali,ia menggenggam erat bantal yang berada di samping wajah Layla


Semakin bernafsu ciuman itu, semakin erat pula pegangan tangan tersebut.


*****


"Kenapa hati ku tidak tahan seperti ini?!"


"Apa kita benar benar akan melakukan nya, Layla?!"batin Helmi yang semakin ganas mencium bibir Layla.


*****


Layla yang mendapati serangan demi serangan dari bibir Helmi, mencoba mengikuti ritme ciuman dari Helmi


Layla sudah siap untuk semua yang akan terjadi setelah ciuman, walaupun terkadang Layla tak tau bagaimana membalas ciuman Helmi yang begitu berbeda dari sebelumnya


"Apa aku akan benar melakukan itu semua?"


"Kenapa ciuman mas Helmi semakin tidak karuan?"


"Apa hanya karena aku yang bodoh tak bisa mengikuti ritme mas Helmi?!"batin Layla.


******


"Kenapa ciuman itu semakin dalam?"


"Kenapa aku semakin tidak karuan seperti ini?!"


"Kenapa aku menjadi begitu bergairah sekarang?!"batin Layla ketika Helmi menyentuh tubuh Layla begitu lembut, sentuhan yang pertama kali Layla rasakan dalam hidup nya.


******


"Waduh apakah rumah tangga Helmi dan Layla akan utuh menjadi sebuah keluarga?".


*****


Nantikan episode berikutnya!

__ADS_1


Bantu like, komen and favorit kan novel author yang berjudul (nona buta wasiat papa)


Thanks semua nya 🤗.


__ADS_2