
Kali ini takdir baik itu akan berpihak pada Layla, takdir yang akan mengubah 360 derajat kemustahilan akan menjadi sebuah kepastian.
Mungkin Tuhan juga sudah lelah, untuk memberikan banyak ujian pada Layla, mungkin sudah saatnya Layla menerima jerih payah kesedihan itu menjadi sebuah kebahagiaan yang tiada tara.
Bak kata pepatah ...
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian.
*****
Pepatah ini begitu pas untuk Layla, Layla yang sudah merasakan jerih payah kehidupan selama ini, di mulai dari orang tua yang sudah meninggal ketika dirinya masih berumur 10 tahun, Layla yang harus banting tulang untuk membiayai semua kehidupan nya, mulai dari uang keberlanjutan hidup, sampai dengan uang pendidikan
Layla selalu bekerja setelah pulang sekolah, itu semua sudah dimulai dari semenjak Layla masih berada di bangku sekolah dasar (SD), sampai dengan sekarang, yaitu bangku perkuliahan.
*****
"Baiklah, saya sudah membagi kelompok untuk praktikum bulan ini, semoga kalian semua dapat bekerja sama dan mendapatkan nilai yang memuaskan nantinya!" dosen yang segera meninggalkan ruangan kelas yang begitu heboh akan pembagian nama kelompok
"Gila! Kita sekelompok lagi loh, bro!" Ucap seorang lelaki yang segera merangkul bahu temannya tersebut.
Tapi beberapa kelompok juga merasa kurang puas akan anggota yang ia dapatkan
"Huhhhh! Di sini ngak ada yang pintar apa!" Ucap seorang wanita ketika melihat daftar nama anggota kelompok.
*****
Begitu juga dengan Helmi dan Layla, mungkin takdir yang akan mendekat kan mereka berdua
Helmi yang juga menerima lembaran kertas yang akan menjadi anggota kelompoknya, Helmi begitu tertegun ketika melihat tulisan nama yang bertuliskan 'Layla'
'Apa dia wanita yang kemaren!' batin Helmi
Helmi mencoba mencari-cari wanita yang kemaren ia tolong
'mana sih dia! Kok ngak ada sih di ruangan ini!' batin Helmi yang sama sekali tak menemukan Layla di ruangan kelas.
*****
Momen diskusi pun akan segera dimulai, masa lalu pun akan segera terbuka kembali✨
Grup WhatsApp praktikum
📱Lo pada udah di mana ha!📱
📱Kata nya janjian jam 4 sore!📱
" Ngak on time banget sih! ( Akai )
📱Santai bro📱
📱Gue udah mau nyampe nih📱
📱Maklum, jalanan macet banget " ( Kevin )
📱Buruan nih! Gue udah kayak cacing kepanasan nungguin Lo pada !!!" ( Akai )
📱Sipppp."
📱Gue otw nih " ( Karina )
"📱 Buset dah!"
📱Lo baru mau berangkat!"
📱Gue udah ada di lokasi,Lo malah baru berangkat!
📱Nggak on time banget sih, Lo Rin!"
📱Udah jam berape nih!"( Akai )
📱Woles lah bro"
📱Kan rumah gue Deket"
📱 Cuman butuh lima menit doang"
📱Lo marah-marah ntar cepet tua baru tau rasa lu 🤣" ( Karina )
📱Tau ah 😡 " ( Akai ).
*****
Pukul 16.30
Akai dengan muka di kecut nya ......
"Tuh muke ke nape tuh?" Tanya David yang baru saja datang
"Tau ah!" balas kecut Akai yang langsung meminum air es dengan begitu banyak
"Semua nya udah hadir nih?" Tanya Nathan dengan stelan begitu santai namun elegan,di tambah rambut yang cukup panjang namun sangat rapi, semakin memancarkan aura ketampanan dari anak konglomerat batu bara di Sumatra.
"Masih kurang nih gaes, Helmi Andika dan Layla belincia belum datang" David yang memeriksa nama anggota, David adalah ketua praktikum kali ini
" Oh iya, mereka berdua kemana ya?"
"Kemana sih mereka berdua! Kok belum nyampe juga! Di telfon ngak di angkat-angkat!" Ucap Akai yang sudah begitu kesal akan keterlambatan para anggota.
"Tunggu bentar aja lah, palingan kena macet! Kan Jakarta macet bro"Carina yang mencoba mendinginkan api yang sudah bergejolak di dalam hati Akai
"Sampe kapan! Sampe tunggu kiamat, baru mereka bakalan datang! Lo pada aja udah terlambat, gue begitu kesal! Apalagi ini! Udah jam berapa nih!" Akai yang memang dikenal begitu on time dalam semua hal.
"Maaf jika kami terlambat "suara lelaki yang datang menghampiri gerombolan mahasiswa dan mahasiswi yang akan memulai diskusi tentang praktikum yang akan mereka adakan.
"Tuh baru di omongin udah nyampe nih mereka!"ucap Akai dengan nada pelan.
"Tumben lama amat sih?"tanya Devina
" Sorry ya bro, ban mobil gue bermasalah dan harus di bawa ke bengkel dulu " Helmi yg langsung duduk di samping Akai yg masih saja memasang muka kecut nya.
" Kalo kamu layla, Jangan bilang yah, kok kamu barengan datang nya ke sini sama Helmi?"
" Kalo iya, bisa-bisa aku cemburu nih?" Nathan sambil melirik ke arah Helmi.
*****
Satu tahun yang lalu ...
" Layla, aku boleh nanya ngak sama kamu?" Tanya Nathan ketika hanya berdua saja dengan Layla
" Hmm, mau tanya apa?" Tanya Layla santai
" Kalo kamu harus pilih, kamu lebih suka aku atau Hero?" Tanya Nathan
Hero adalah ketua BEM fakultas sosiologi satu tahun yang lalu, sebenarnya alasan para wanita yang ada di kampus membenci dirinya, di karenakan Layla adalah incaran lelaki tampan yang ada di kampus, sekalipun penampilan Layla terbilang biasa aja, riasan seadanya, tapi justru itulah yang membuat para lelaki yang ada di kampus Layla tergila-gila padanya, akan kesederhanaan riasan yang menampilkan wajah asli dan alami Layla tampa tersentuh makeup sedikit pun.
" Hmm,ya aku suka dua duanya ?" Balas Layla polos
" Gileee, kamu rakus juga ya 🤣🤣" balas Nathan
__ADS_1
" Apa nya yg rakus coba? Suka itu belum tentu cinta!" balas Layla.
Sebenarnya awal tahun pertama Layla menginjakkan kaki di bangku perguruan, Layla begitu dikenal baik, riang ceria, dan begitu pintar
Maka tak jarang Layla akan selalu menjadi pusat perhatian para lelaki yang ada di kampus dan menjadi kebencian di kalangan para wanitanya yang iri pada Layla yang begitu menjadi idola ketika masa perkuliahan.
" Wait wait wait, maksud nya?" Tanya Nathan dengan ekspresi wajah membingungkan
" Ternyata Lo ngak sepintar IQ Lo yah 🤣🤣 " ledek Layla yang tertawa geli ketika melihat ekspresi bingung nya Nathan
" Kamu hina aku ya?" Nathan yang mendekat kan wajah nya ke Layla.
" Eitss, dosa bro!"Layla yg mendorong Nathan untuk menjauh
" Apa nya yang dosa coba?!" Nathan yg berbicara dengan mata licik nya
" Seperti nya ada yg mau gue gampar nih " Layla dengan memukul-mukul pelan meja.
" Eiss! Santai dulu dong! Sakit tau ngak sih tamparan Lo tuh! masih ada bekasnya nih " Nathan sembari menunjuk kan bekas tamparan Layla di pipi nya.
" Yaaa siapa yang salah coba?! Siapa suruh Lo bikin gue kesel!" Layla yg melanjutkan menulis di laptop nya
" Gue ngak bikin Lo kesel kok, gue cuman ngungkapin perasaan gue aja "
Nathan dengan mata genit nya
" Dasar gomballll, Lo!" ledek Layla.
" Siapa yang gombal coba! Emang ada yah, cewek yg gue deketin lebih dari gue Deket sama Lo? Nggak ada kan?!" Nathan yg kembali mendekatkan wajahnya ke Layla.
" Sekali lagi Lo ngomong seperti itu! Benaran gue gampar ya Lo nanti than!" Layla yg memberikan peringatan .
*****
" Kalo perasaan Lo sama Hero gimana ???" Tanya Nathan dengan ekspresi serius
" Maksud nya gimane nih ??" Layla yang bercanda ketika Nathan bertanya serius
" Tuh kannnn"
" Giliran gue lagi serius, Lo nya yg ngak serius!" Nathan dengan memasang muka cemberut nya
" Sorry sorry sorry "
" Habis nya sih, Lo serius amat." Layla yg begitu geli ketika melihat ekspresi serius nya Nathan
" Jadi gimana ?!" Nathan yg mengulang kembali pertanyaan nya
" Yaaa,biasa aja!"
" Gue cuman anggap Hero teman gue doang " layla yg menjawab pertanyaan dari Nathan.
" Ngak lebih?!" Nathan yg seperti tengah menginterogasi Layla saja.
" Yaa enggak lah! Lagian gue juga belum kepikiran sampe ke sana kali!" balas Layla dengan sangat mantap
" Kalo ke gue gimana?!" Tanya Nathan dengan mata genit nya.
" Hmmm, gimana ya?" Layla yg membuat Nathan seperti ada harapan saja
" Gimana? Lo ada perasaan sam gue ?" Tanya Nathan yg begitu menantikan jawaban dari Layla.
" Ya ada lah" balas Layla yang membuat Nathan melompat kegirangan sampe sampe naik ke atas meja Layla yg tengah menulis hal penting di laptop nya
" Sama seperti Hero " balas Layla yg membuat Nathan langsung terdiam dan turun
" Dasar pemberi harapan Lo lay! " Nathan dengan ekspresi kecut nya
" Siapa yg pemberi harapan coba?! Kan gue emang ada perasaan sama Lo, Tapi..... sama seperti Hero! balas Layla.
*****
" Lo tau?!" Tanya Nathan Sambil menelan ludah nya
" Ya tau lah! Ape sih yg ngak Layla ini ketahui!" Layla yg begitu berekspresi membuat Nathan tertawa lepas.
*****
" Gitu dong, Jangan cemberut terus, ntar ganteng nya Hilang baru tau rasa Lo. " Layla yg paling bisa menghibur Nathan yg tengah cemberut
" Lo tau dari mana kalo gue sama Hero berantem?!" Nathan yg begitu penasaran karena layla tau semua nya
" Ada deh! Nggak boleh kepo nih ye ..." Balas layla dengan begitu berekspresi yg membuat hari hari Nathan selalu berwarna .
*****
Flash on ✨✨✨
" Lo kenapa, kai?" Tanya Helmi penasaran
" Ngak apa-apa kok " balas Akai kecut
" Lo masih belum berubah ya " balas Nathan yg tengah bernostalgia
" Iya, Lo betul! Akai masa depan itu masih Akai yg dulu, Kalo ada masalah pasti ngambek nya seperti ini, Ngak mau bicara sama kita."
" Kalo pun di tanya pasti jawab nya, gue ngak apa apa, padahal ada apa apa nya nih orang!" Balas Devina
" Ya udah!"
" Gue cerita deh sama Lo semua kenapa gue cemberut seperti ini " Akai sembari memukul meja dengan cukup keras,yg membuat para pengunjung lain nya ikut terkejut
" Sorry " Akai yg baru sadar jika dirinya tengah di tempat yg cukup ramai.
*****
Akai pun segera meluapkan kekesalan yang sudah ia tahan, selama menunggu anggota kelompok praktikum yang lainnya
" Ok, kita janjian tadi jam berapa?!" Akai yg seperti tengah duduk di meja interogasi
Semua teman teman nya saling menatap satu sama lain dan menjawab " pukul 4 "
" Nah! Pukul 4, sekarang udah pukul berapa?! Akai yg bertanya sekali lagi
" Pukul setengah lima lewat tiga belas menit " balas teman teman nya Akai dengan wajah yg heran
" Berarti Lo semua tuh udah telat berapa menit coba! Lebih dari 30 menit!Sedangkan gue! Di sini udah dari jam 4 kurang tadi!" Akai yg menahan amarahnya pada teman teman nya
" Oukey, Ya udah kalo gitu, gue minta maaf, Lo mau makan apa, gue yg traktir deh " David yg mengeluarkan kartu kredit gold nya
" Lo mau sogok gue apa?! Lo pikir gue akan termakan dengan sogokan Lo, Mentang mentang Lo udah jadi fotografer terkenal,bisa-bisa nya Lo rendahin gue ya!"
" Gue juga ada uang kali! Pake keluarin kartu gold segala! Mau pamer?!" Canda Akai
" Siapa yg mau pamer coba! Kan gue cuman traktir Lo karena rasa bersalah gue doang! Kalo ngak mau ya ngak apa-apa sih " David yg kembali memasukkan kartu gold nya ke dalam dompet kulit dengan kualitas premium.
*****
" Oh iya, rencana Lo gimana Hero?!" Tanya Akai yg ingat jika Hero ingin melanjutkan studi nya ke Harvard university
" Apa nya yg gimana?" Tanya Hero dengan meminum cappucino
" Lo beneran lanjutin studi Lo ke Harvard university?" Tanya Akai
" Oh itu baru rencana sih, Lagian gue kan juga belum di wisuda " balas Hero.
__ADS_1
*****
" Oh iya gaes, gimana kalo kita besok ke organisasi? Udah lama banget kan kita ngak ke sana?" Usul Devina
" Wahhhh,ide bagus tuh, Gue juga kangen sama pembina kita, Sebab beliau lah kita bisa seperti ini sekarang." Pembicaraan santai pun terdengar di antara anggota kelompok.
*****
" Kita benar benar hoky tau ngak sih,bisa di kumpulkan dalam kelompok yg sama "
" Puji Tuhan banget deh " ucap Karina
" Lo betul Rin! Gue juga ngak nyangka bisa sesukses ini, kalo gue nggak bisa ketemu orang-orang hebat seperti Lo semua, mungkin gue udah jadi gelandangan tuh di pinggir jalan " Kevin yg juga sangat berterima kasih kepada Tuhan
" Lo aja yah yg pergi, gue besok soal nya masih ada seminar yg harus gue ikuti, dan ngak bisa gue tinggalin begitu aja" Hero yg meminta maaf pada teman-teman nya karena tidak bisa pergi ke organisasi.
" Sipp"
" Kalo udah selesai langsung aja ke sana " Akai yg begitu faham dengan kesibukan Hero yg telah sukses menjadi seorang motivator terkenal.
*****
" Kalo Lo gimana Nathan? Lo bisa kan? Biasanya nih ye, Kalo Layla ikut, Lo pasti ikut juga " canda Akai
" Tapi sorry bro, Gue besok emang ngak bisa, Gue ada pelatihan khusus di salah satu kampus besok, mungkin kalo sore nya baru deh bisa gue susul Lo semua, Gue minta maaf ya " Nathan yg ternyata juga sudah ada planning besok nya
" Ya udah deh,ngak apa apa, Kalo udah selesai, langsung aja nyusul ya "Devina yg besok ternyata bisa hadir untuk pergi bersama sama ke organisasi.
*****
" Oh iya Hero, bukan nya perusahaan keluarga Lo lagi cari pekerjaan tambahan ya?" Tanya Layla di sela pembicaraan
" Oh iya, emang kenapa? Lo mau daftar? Kalo Lo yg daftar sih jadi sekretaris pribadi gue aja, kapan perlu Lo jadi istri gue juga boleh " goda Hero pada Layla.
Bukan nya layla yg menjawab,malah Nathan yg menjawab dengan ekspresi sedikit cemburu
" Bukan nya Lo udah jadi motivator ya? Udah nulis buku juga kan, Ngapain masih cari kerja tambahan sih?!"
" Kenapa Lo yg sewot! Kan layla nya yg mau! Lagian dia ngak butuh pendapat Lo kan untuk kerja di tempat gue! Hero yg membalas dengan percikan percikan api cemburu
" Roman roman nya mereka berdua lagi memanas lagi nih " ledek Akai.
*****
Layla yg tidak ingin Hero dan Nathan berkelahi langsung berucap
" Bukan untuk gue! Gue nanya ke Hero, karena teman gue tuh ada yg mau kerja paruh waktu gitu, Mumpung perusahaan Lo ada lowongan, kan lebih baik ke perusahaan teman gue aja "
" Oh iya, perusahaan Lo lagi cari orang yg pinter di bidang apa?"Tanya layla dengan sedikit canggung
" Oh, perusahaan gue lagi cari orang di bidang keuangan, Teman Lo tuh ngerti keuangan apa enggak ??" Tanya Hero.
" Mungkin ngerti,soal nya dia tuh jurusan matematika juga " balas Layla yg langsung ingin mengabari teman nya tersebut yg ingin bekerja paruh waktu sama seperti Layla.
******
" Lo masih kerja paruh waktu lay?" Tanya Akai yg seingat nya, Waktu masih SMA, layla bekerja paruh waktu sebagai tukang bersih-bersih di sekolah nya
" Ya .., Alhamdulillah sih kai " balas layla
" Gileee"
" Lo tuh emang perempuan mandiri pertama yg pernah gue jumpai tau ngak lay! "
" Sekarang Lo kerja paruh waktu di mana ??" Tanya Akai yang juga menjadi mahasiswa pindahan di kampus nya layla
" Gue kerja paruh waktu di salah satu restoran di dekat kampus " jawab Layla.
*****
" Kalo tulisan Lo gimana? Aman aman aja?" Tanya Hero
" Ya aman sih "
" Sekarang sih lagi banyak praktek nya,Maka nya,gue pusing banget nih hari ini!" Layla yg mengeluh akan tugas kuliah yg setiap hari semakin menumpuk saja
" Nama nya juga kuliah, pasti tambah banyak beban nya lah "
" Saran gue, santai aja, ngak usah terlalu di ambil pusing sama tugas Lo, Kalo ada kendala mungkin gue bisa bantu " Hero yg ingin menawarkan bantuan pada layla yg tengah galau dengan tugas kuliah nya.
" Eits,ada udang di balik batu rupa nya nih " ucap Nathan dengan memasang wajah cemburu nya .
*****
"Kita sudahi bincang-bincang yang ngak penting ini! Sekarang kita fokus ke praktikum kita aja!" David sebagai seorang ketua kelompok pun membagikan beberapa rute yang harus mereka hadapi besok
"Gila! Nih beneran rute untuk kita?!" Tanya Devina seakan tak percaya jika melihat rute yang harus di tempuh oleh kelompok nya adalah di dalam hutan
"Di hutan! Nih beneran rute kita nih!" Tanya Hero yang juga tak percaya
"Yah benar lah, masa iya gue boong sih sama Lo pada!" Ucap David mencoba meyakinkan teman-teman anggota nya
"Tapi ... Apa ngak terlalu berbahaya yah? Masa iya di suruh praktikum nangkap hewan-hewan belantara sih?!" Tanya Devina yang seakan tak mau ikut dalam tugas kelompok yang harus ia lalui
"Namanya juga praktikum lapangan, sudah pasti harus ke tempat yang orisinil nya lah, masa iya harus nangkap hewan di dalam kebun binatang sih! Kan ngak seru jadi nya ntar." Nathan yang masih begitu santai menanggapi jika kelompok nya akan memulai praktikum lapangan langsung ke dalam hutan
"Iya, gue tahu! Tapi ... Nanti kalo ular tuh matuk gimana? Apalagi kita lagi ada di dalam hutan, mana ada pertolongan pertama nanti nya, jika kita kena matuk ntar!" Devina yang masih saja takut jika harus mengeksplor hutan belantara.
"Santai aja kali, untuk masalah itu, kampus sudah mempersiapkan nya dengan begitu matang." David yang mulai mencairkan suasana tegang yang terjadi
"Akan ada mahasiswa jurusan kedokteran yang akan ikut bersama kita untuk praktikum besok, kalo ngak salah, mahasiswa nya itu lulusan luar negeri dan sudah terverifikasi sih, jadi tenang aja."David yang berucap
"Mahasiswa! Ganteng ngak tuh?!" Tanya Devina yang seakan rasa takutnya hilang seketika
"Dasar Lo Vin! Giliran beginian aja rasa takut Lo hilang!" Ucap Akai
"Yah gimana ngak senang coba, mahasiswa kedokteran loh, siapa tahu kan dia ganteng dan terpesona sama kecantikan gue!"
"Seperti nya gue harus perawatan ekstra nanti malam nih! Agar muka gue nih glowing dan bersinar tiada Tara besok!" ucap Devina yang membuat anggota yang laki-laki begitu merasa jijik melihat tingkah konyol Devina.
"Layla aja yang cantik, ngak begitu repot seperti Lo!"
"Lo pikir cowok mapan tuh cuman tertarik pada wajah cantik seorang wanita yang cuman karena makeup aja! Yah enggak lah! Apalagi kalo cowok itu kedokteran, sudah pasti dong dia bakal cari yang pintar juga supaya setara sama dia! Ngak cuman ngandelin kecantikan doang!" Ucapan Akai yang membuat Devina cukup kesal
"Emang nya Lo pikir, bikin keturunan tuh ngak butuh yang cantik apa! Kalo ngak cantik mana mau tuh cowok deketin cewek!" Devina yang terpancing emosi ketika mendengar ucapan Akai
"Udah udah, jangan berantem, kita langsung kumpul jam 6 pagi yah besok, untuk alamat nya, nanti gue kirim di grup aja." David yang mencoba menenangkan amanah Akai dan Devina yang sudah sama-sama memuncak.
*****
Di sepanjang diskusi yang di lakukan oleh anggota kelompok, Helmi hanya diam karena tidak mengerti tentang arah pembicaraan mereka, Layla juga seperti itu, dia hanya menjadi seorang pendengar, jika pun di tanya, Layla hanya menjawab (iya, gue setuju).
Di sepanjang obrolan, Helmi selalu melirik pada Layla yang menurutnya begitu aneh
'kenapa kemarin dia begitu aneh? Begitu berbeda dengan apa yang di bicarakan oleh anggota lain, tentang masa lalu dirinya?'
' kenapa di kampus dia begitu lebih memilih diam? Tapi ... Dari ucapan anggota lain, dia sebenarnya begitu riang ceria dahulu nya, apa telah terjadi sesuatu buruk pada dirinya? Sehingga sikap nya begitu pendiam?!' batin Helmi yang di penuhi oleh kebingungan dan rasa ingin tahu akan Layla di masa lalu nya.
*****
Mungkin untuk beberapa part episode, aku akan lebih fokus pada masa lalu Layla, Helmi bahkan Keano. Agar semua pembaca setia (nona buta wasiat papa), dapat mengikuti alur cerita ini dengan baik sampai akhir nanti nya, dan ... Aku juga begitu berharap, bahwa semua teman-teman dapat merasakan feel dari novel ini, seolah-olah ikut masuk dan merasakan yang di alami oleh para tokoh 🤗.
*****
Jangan lupa yah tanda jempol nya buat author, jejak komen nya buat author,agar author semakin semangat lanjutin menulis kisah cinta antara Helmi dan Layla
__ADS_1
Thanks buat semuanya 🥰
Thanks bagi yang udah mampir baca, mampir like, mampir komen and mampir favorit kan juga novel author 🥰.