Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
Mata elang dari Jawa (histori)


__ADS_3

Pertemuan tak terduga kembali hadir dalam kehidupan dua orang yang begitu berpengaruh dalam dunia investigasi, terkenal dengan sebutan dua mata pisau dari surga. Ada sebuah insiden yang membuat dua mata pisau dari surga tersebut semakin renggang dan seakan tersirat dendam privasi selama ini, akankah pertemuan kali ini membangkitkan dendam masa lalu itu?! Atau pertemuan kali ini akan membuat hubungan persahabatan itu kembali terajut setelah puluhan tahun berjalan dan mereka berdua masih saling diam tanpa ada sedikitpun penjelasan yang diberikan.


Kejadian senyam itu kembali menerpa, bagaimana caranya membuat dua orang yang begitu penting ini bisa saling akur dan dapat menyelesaikan misteri yang semakin terselubung satu sama lain. Ini semua akan menjadi satu misteri yang harus segera diselesaikan oleh Detektif Bromo yang menginginkan dua orang yang begitu menjadi cahaya dalam kegelapan semasa dunia penyelidikan kembali hadir dan dapat membawa misteri ini keluar kegelapan yang semakin dalam, misteri yang meninggalkan banyak kenangan masa lalu yang akan terulang kembali, misteri yang memiliki banyak deduksi yang diperlukan untuk kali ini, misteri yang dipenuhi dengan derain air mata yang takkan pernah kunjung berhenti.


"Inspektur, apa Anda kenal dengan detektif ini?!" tanya Detektif Bromo yang merasakan ada aura dendam yang masih belum dapat terbalaskan di antara inspektur kepolisian dan juga seorang detektif yang menyamar.


"Tidak, kami hanya baru saja bertemu di kasus kali ini." ucap Inspektur kepolisian dengan tenang, hanya satu tujuan yang membuat seorang inspektur kepolisian harus kelihatan tentang dihadapan juniornya dalam dunia penyelidikan.


Yap, orang tersebut adalah Detektif Bromo. Detektif Bromo merupakan detektif dari kepolisian vektor 56 yang begitu terkenal akan kejeniusannya ketika membaca pikiran orang lain dan setiap penalaran yang ia berikan pasti akan selalu tepat, tidak ada kata meleset dalam deduksi seorang Detektif Bromo.


*****


Kali ini ada sebuah kasus yang harus segera diselesaikan, dan detektif yang harus melakukan penyelidikan ini adalah Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa.


"Detektif!" ucap Detektif Wati Bexxa yang membuat Detektif Bromo secara mendadak memberhentikan langkah kakinya.


"Ya, ada apa??" tanya Detektif Bromo yang mendekat ke arah Detektif Wati Bexxa yang berada di ruangan sebelah.


Detektif Bromo begitu kaget ketika melihat tempat di mana Detektif Wati Bexxa berada. Di ruangan pertama dan satu-satunya ruangan dari tempat pintu masuk.


"Ini!" Detektif Bromo yang melirik ke semua ruangan yang ada di sudut rumah tak berpenghuni tersebut.


"Kenapa ruangan ini sungguh berbeda bukan?! Halaman utama dan ruangan utamanya begitu berantakan. Tapi... ruangan ini begitu bersih." ucap Detektif Wati Bexxa yang ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut, dan ketika itulah tiba-tiba saja Detektif Bromo segera menarik pinggang Detektif Wati Bexxa.


"Tunggu sebentar!" ucap Detektif Bromo ketika kaki Detektif Wati Bexxa hampir melangkah kedalam ruangan tersebut.


Kejadian romansa pun kembali hadir ditengah penyelidikan yang terjadi, sebuah tatapan penuh makna pun saling bertatapan satu sama lain.


Detektif Wati Bexxa menelan ludahnya karena saking canggung ketika berada begitu dekat dengan Detektif Bromo, ketika bisa melihat Detektif Bromo dari jarak dekat dan di mana mereka terlalu dekat untuk seorang anggota detektif. Dimana takdir cinta itu akan terlalu rumit jika hadir dalam hati seorang petugas investigasi yang menjadikan nyawa sebagai taruhannya.


'Dia begitu tampan.' batin Detektif Wati Bexxa ketika bisa berpas-pasan dan sekaligus bisa melihat wajah tampannya Detektif Bromo yang menjadi idola bagi semua kaum hawa.


Detektif Bromo tidak terlalu memperhatikan tatapan penuh makna dari seorang Detektif Wati Bexxa, ia langsung melepaskan Detektif Wati Bexxa dan berucap,


"Anda terlalu gegabah, Detektif!" ucap Detektif Bromo yang meninggalkan kesan bingung dari wanita satu-satunya yang berada di naungan kantor kepolisian vektor 56.


Detektif Bromo yang tak mengerti akan ucapan dari seorang Detektif Bromo, yang sudah terkenal dengan kejeniusan dan kepintaran yang tiada tara dalam dunia penyelidikan. Ia langsung bertanya pada sang Detektif Bromo agar rasa bingung itu segera dapat terjawab.


"Maksud Anda apa, Detektif?!" tanya Detektif Wati Bexxa dengan mengerutkan keningnya.


Berjalan mendekat dan segera berucap agar rasa penasaran dari Detektif Wati Bexxa dapat terobati dan tidak menaruh rasa heran selama kasus penyelidikan ini akan berlangsung.


"Coba Anda perhatikan lebih detail ruangan ini!" perintah Detektif Bromo pada Detektif Wati Bexxa, tujuannya hanya agar Detektif Wati Bexxa dapat mengerti dan menemukan maksud dari sang detektif yang kejeniusannya sudah tidak diragukan lagi dalam dunia investigasi selama ini.


"Maksud Anda apa?! Saya sama sekali tidak melihat ada yang aneh dan berbeda dari ruangan ini?! Kecuali dari ruangan yang begitu berbeda dari ruangan sebelumnya, ruangan ini sangat bersih dari ruangan sebelumnya, bukan begitu Detektif?!" ucap Detektif Wati Bexxa yang sama sekali tidak menemukan hal yang aneh dari ruangan tersebut.


"Bukannya ini terlalu bersih untuk sebuah rumah yang tak berpenghuni?!" penekanan kata dari Detektif Bromo yang membuat seorang Detektif Wati Bexxa kembali mengerutkan kening seakan memberikan isyarat bahwa dirinya sama sekali tak mengerti akan ucapan yang baru saja ia dengar.


"Terlalu bersih?! Memang benar jika dua ruangan ini begitu berbeda, tapi … apa hubungannya dengan penyelidikan kita hari ini?" tanya Detektif Wati Bexxa dengan begitu heran.


"Coba Anda lihat seluruh ruangan ini! Apa ada yang begitu menjanggalkan bagi Anda, Detektif?!" Perintah dari Detektif Bromo sekaligus pertanyaan yang membuat wanita satu-satunya dalam dunia penyelidikan di kantor kepolisian vektor 56 itu semakin bingung.


Detektif Wati Bexxa pun melirik ke semua ruangan dan berucap,


"Hanya ruangan ini yang berbeda menurut saya." ucap Detektif Wati Bexxa yang hanya menemukan satu kejanggalan dalam penyelidikan di rumah kosong penuh misteri tersebut.


"Ya! Anda memang benar hanya ruangan ini! Bahkan … tak bisa di percaya ruangan yang begitu bersih ini bisa menjadi tempat terjadinya tindakan kriminal." ucapan dari Detektif Bromo yang membuat Detektif Wati Bexxa begitu heran dan membuat ia kembali menanyakannya langsung kepada Detektif yang memiliki penalaran yang begitu luar biasa dan sudah diakui oleh semua rekan kerja sesama anggota detektif dari kepolisian, bukan hanya kepolisian yang ada di Indonesia melainkan juga sudah diakui oleh anggota kepolisian mancanegara. Detektif Bromo diberi gelar dengan sebutan "mata elang dari Jawa."


"Tindakan kriminal?! Maksud Anda apa?!" tanya Detektif Wati Bexxa tak percaya dengan ucapan dari sang detektif yang bergelar "mata elang dari Jawa."


"Rasanya begitu mustahil jika ruangan ini bisa digunakan sebagai tempat tindakan kriminal dilakukan! Tak ada bukti apapun yang dapat menguatkan penalaran Anda untuk kali ini, Detektif."


"Tak ada satupun bukti yang dapat menguat penalaran Anda, tak ada satupun bukti yang mengatakan jika anggota kepolisian pernah memeriksanya bukan?!" ucap Detektif Wati Bexxa yang seakan menolak mentah-mentah penalaran dari seorang Detektif Bromo yang dijuluki sebagai "mata elang dari Jawa."


"Itu memang benar! Jika sekalipun anggota kepolisian memeriksa ruangan ini, mereka takkan pernah menemukan bukti apapun! Karena … mereka akan menghilang sebelum investigasi itu dimulai!" ucap Detektif Bromo dengan tersenyum tipis, dan senyuman tipis itu membuat Detektif Wati Bexxa mengerti dengan isyarat dari senyum tipis sang detektif bergelar "mata elang dari Jawa."

__ADS_1


Hanya saja hingga detik ini ucapan dari Detektif Bromo masih meninggalkan kesan begitu penasaran akan kejadian sebenarnya yang pernah terjadi di rumah kosong kali ini. Ucapan yang mengatakan jika semua anggota kepolisian akan menghilang sebelum investigasi itu dimulai. Dan hal tersebut membuat Detektif Wati Bexxa kembali bertanya-tanya tentang maksud dari ucapan Detektif Bromo.


"Karena … mereka akan menghilang sebelum investigasi itu dimulai! Maksud Anda apa?! Apa ada jebakan di sekitar sini!" Detektif Wati Bexxa yang mencoba memperhatikan lebih detail ruangan utama tersebut.


"Lagi-lagi Anda terkecoh! Bukan ruangan utama! Tapi ... ruangan yang ingin Anda masuki!" ucap Detektif Bromo dengan begitu percaya diri.


"Ruangan ini!" tanya Detektif Wati Bexxa dengan mengerutkan keningnya.


"Mana ada hal seperti itu!" tanya Detektif Wati Bexxa heran dan tak percaya begitu saja pada ucapan yang sudah diucapkan oleh Detektif Bromo yang deduksi penalaran yang sama sekali takkan pernah salah.


"Apa kamu yakin itu!" tanya balik Detektif Bromo pada Detektif Wati Bexxa yang masih mematung heran. Detektif Bromo pun segera mengeluarkan kejeniusan penalaran nya kali ini, ia segera memegang bagian tembok yang ada di samping pintu ruangan tersebut dan tiba-tiba saja dua anak panah muncul secara serentak dari dalam ruangan.


Ketika itu lah Detektif Bromo langsung menarik pinggang Detektif Wati Bexxa agar dapat terhindar dari anak panah yang begitu melesat dengan sangat cepat.


"Huhhhhh." Detektif Wati Bexxa yang begitu kaget akan hal yang barusan terjadi.


Dua anak panah tersebut tertusuk kepada patung yang berada sejajar dari ruangan tersebut (ruangan yg terlalu bersih bagi Detektif Bromo.)


"Apa Anda baru menemukan perbedaan dari penyelidikan kali ini!" tanya Detektif Bromo ketika melihat Detektif Wati Bexxa masih begitu kaget dengan dua anak panah yang bisa saja membunuhnya seketika.


Detektif Wati Bexxa hanya mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa, tapi … di dalam hatinya ia berucap,


'Lagi-lagi gue ceroboh! Dan lagi-lagi detektif bergelar "mata elang dari Jawa" yang menyelamatkan nyawa gue! Bisa saja nyawaku melayang dalam lima detik yang lalu!"


Dua detektif muda mendekat ke arah Patung yang tertancap dua anak panah dan ketika itu lah Detektif Wati Bexxa berucap seakan masih tak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi,


"Saya benar-benar tidak menyangka akan hal ini. Saya masih belum bisa mengerti bagaimana ini akan terjadi!" ucap Detektif Wati Bexxa yang ingin mencabut anak panah yang sudah tertancap pada patung yang berada sejajar dengan ruangan tersebut.


"Lagi lagi Anda ceroboh, Detektif!" ucap Detektif Bromo yang membuat Detektif Wati Bexxa memberhentikan tangannya dan baru menyadari akan tindakan konyol yang kembali ia lakukan dalam penyelidikan kali ini.


"Jika ingin memegang barang bukti dalam penyelidikan jangan pernah gunakan tangan telanjang! Karena itu bisa saja membuat Anda akan ditetapkan sebagai pelaku nantinya! Karena sidik jari Anda sudah dapat dipastikan juga akan ada di barang bukti tersebut!" Detektif Bromo yang memberikan nasehat pada Detektif Wati Bexxa.


"Maaf." Detektif Wati Bexxa yang menundukkan kepala nya karena sedari awal penyelidikan itu dimulai dirinya hanya bisa mengganggu penyelidikan yang dilakukan oleh Detektif Bromo.


"Sepertinya kita yang seharusnya meminta maaf karena sudah masuk ruangan ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya sebelumnya!" ucapan dari Detektif Bromo yang membuat Detektif Wati Bexxa begitu heran dan kembali bertanya langsung agar rasa penasaran dan kebingungan yang semakin aneh bisa terpecahkan.


"Maksud Anda, apa?!" tanya Detektif Wati Bexxa dengan mengerutkan keningnya.


"Sepertinya kita tamu yang salah masuk rumah! Karena … pemiliknya sudah kembali!" Detektif Wati Bexxa menatap ke salah satu ruangan belakang tepatnya dari arah ruangan belakang.


Detektif Wati Bexxa pun juga ikut menatap pada ruangan yang menjadi sasaran mata dari seorang detektif yang tak diragukan lagi penalarannya sebagai seorang detektif hebat.


Sekilas terlihat bayangan yang begitu jelas dari ruangan belakang, Detektif Wati Bexxa begitu ketakutan sehingga membuat dirinya spontan saja langsung memegang tangan Detektif Wati Bexxa dan mendekatkan tubuhnya pada Detektif Bromo.


Tindakan dari Detektif Wati Bexxa yang begitu spontan membuat pipi dari seorang detektif hebat yaitu Detektif Bromo merona dan membuat jantungnya kembali berdetak dengan sangat kencang ketika Detektif Wati Bexxa memeluk tangannya dan ketika mereka berdua begitu dekat dalam penyelidikan berbahaya yang harus segera diselesaikan.


Detektif Bromo benar-benar dibuat tidak fokus akan tindakan spontan dari Detektif Wati Bexxa, sampai akhirnya bayangan tersebut keluar dan menampakkan hal berbahaya itu kembali hadir dalam dunia penyelidikan pada anggota detektif.


Hal tersebut masih sama sekali tak mengganggu kejadian romansa yang baru saja terjadi antara Detektif Wati Bexxa yang tengah ketakutan dan Detektif Bromo dengan pipi merona akan dirinya yang dapat begitu dekat dengan Detektif Wati Bexxa.


"Tepat seperti dugaan anda! Anda berdua tamu yang salah masuk rumah!" ucap seorang yang menggunakan penutup wajah sehingga dua detektif tersebut sama sekali tak dapat melihat wajah musuh mereka dengan jelas.


Detektif Wati Bexxa begitu ketakutan, ia segera langsung berbisik pada Detektif Bromo yang menanganinya dengan begitu tenang.


"Detektif Bromo, bagaimana ini?! Apa sebaiknya kita keluar saja dari sini?!" tanya Detektif Wati Bexxa dengan mengeratkan genggamannya.


"Sudah terlanjur masuk terlebih jauh hingga berada di titik ini! Lagian kita tidak memiliki pilihan lain, jika keluar sekarang sudah dapat dipastikan jika anak buahnya akan jauh lebih banyak di luar sana." balas Detektif Bromo dengan berucap berbisik.


"Terus bagaimana sekarang?! Mau hadapi mereka semua gak mungkin juga! Anda coba lihat otot-otot mereka itu! Sudah dapat dipastikan kita tidak akan menang jika harus melayani mereka yang begitu banyak."


"Ini sama saja dengan menyerahkan nyawa kita ke mereka secara peecumacuma, ini namanya satu lawan sepuluh." bisik Detektif Wati Bexxa yang semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Detektif Bromo.


"Jika sudah selesai kalian berdua untuk berdiskusi akan hal yang sama sekali tidak dapat membantu membebaskan kalian berdua dari kematian yang akan segera datang! Silahkan tinggalkan nama kalian di rumah ini bagi sepasang tamu yang tak diundang untuk masuk ke rumah ini dan mengetahui lebih jauh tentang semuanya!" ucap ketua geng berucap dengan sombong.


Detektif Bromo sama sekali tak ada ketakutan ketika menghadapi begitu banyak gerombolan lelaki bertubuh kekar yang bisa saja membuat dirinya dan juga Detektif Wati Bexxa dalam masalah besar dan ancaman terbesarnya adalah nyawa yang bisa saja menghilang dengan percuma tanpa memberikan sebuah jawaban dari misteri yang harus mereka berdua pecahkan.

__ADS_1


"Sebelum itu! Izinkan saya memperkenalkan diri." balas sang detektif yang diberi gelar dengan sebutan" mata elang dari Jawa dengan cukup sombong.


"Silahkan, Saya masih berbaik hati kepada Anda!" ucap ketua geng yang wajahnya tertutupi oleh sebuah kain.


Detektif Bromo tersenyum tipis dan berucap,


"Perkenalkan saya Bromo Alesandro seorang detektif!" dengan tersenyum tipis di akhir adalah ciri khas dari Detektif Bromo.


"Seorang Detektif! Hanya itu pangkat Anda!" dengan diakhiri gelak tawa dari ketua dan anggota geng yang serba berpakaian hitam menambahkan kesan misterius dari mereka.


"Cuihhhhhh" ketua geng menatap dengan nafsu pada Detektif Wati Bexxa.


Detektif Bromo yang begitu risih dengan tatapan penuh nafsu dari ketua geng pada Detektif Wati Bexxa, ia segera bergumam dalam hatinya,


"Dasar hidung belang! Seperti tidak pernah melihat wanita saja!"batin kesal Detektif Bromo.


"Hai anda Detektif! Kami akan membebaskan Anda, tapi … asalkan wanita cantik yang ada di samping Anda mau tinggal di sini sementara waktu!" Ketua geng dengan tatapan nafsu pada Detektif Wati Bexxa yang membuat Detektif Wati Bexxa memberikan ekspresi wajahnya yang sudah menghitam kesal dengan ucapan ketua geng.


"Bagaimana? Apa Anda mau menerima persyaratan yang begitu menguntungkan diantara kita, Detektif!" ucap ketua geng yang memberikan persyaratan pada Detektif Bromo. Detektif Wati Bexxa yang sudah terlanjur menghitam kesal ketika mendengar ucapan ketua geng langsung berucap dengan kesalnya,


"Dasar laki-laki hidung belang! Apa kamu pikir saya akan mau mengikuti persyaratan kamu itu!" ucap Detektif Wati Bexxa dengan nada tinggi yang membuat Detektif Bromo yang berada di sampingnya sangat mengerti dari aura yang diberikan oleh Detektif Wati Bexxa.


"Sepertinya akan ada yang meledak sebentar lagi.' batin Detektif Bromo.


"Jika begitu ucapan yang anda berikan! Jika kamu tidak mau menerima penawaran baik kami, maka kamu harus menjadi tawanan bagi kami!" ucap ketua geng yang membuat wajah dari Detektif Wati Bexxa benar-benar menghitam dan berucap dengan amarah yang benar-benar tidak bisa lagi ia tahan.


Detektif Bromo yang dapat menebak apa yang akan terjadi sebentar lagi, ia segera berucap, "Semoga di berkati."


"Apa kamu bilang! Kamu mau jadikan saya tawanan!" amarah memuncak dari Detektif Wati Bexxa dan langsung saja maju ke depan dengan skill seorang petarung sejati.


"Huhhhhh, Mereka semua tertipu dengan penampilan. Menantang Detektif satu-satunya seorang wanita yang merupakan bekas seorang atlet pencak silat." ucap Detektif Bromo yang begitu terpukau dengan skil dari Detektif Wati Bexxa ketika menghadapi ketua geng tersebut.


Sang ketua geng yang dapat dilumpuhkan dengan sangat mudah oleh Detektif Wati Bexxa yang sudah terlanjur kesal ketika mendengar ucapan yang mengatakan jika dirinya akan dijadikan sebagai tawanan.


Dengan tersungkur di lantai berucap kepada anak buahnya


"Apa yang kalian Lihat! Serang mereka sekarang dasar bodoh!" ucap ketua geng yang sudah tak berdaya di lantai akibat tendangan dan pukulan sang petarung sejati dari dunia penyelidikan.


Semua anak buah maju menghadang Detektif Wati Bexxa yang seperti singa yang sudah begitu lapar ketika menghadapi gerombolan yang membuatnya begitu kesal dan ketika itu lah Detektif Bromo berucap.


"Sepertinya pertarungan kali ini akan seru!" Detektif Bromo tersenyum dan langsung mengambil pedang mereka yang berhasil dijatuhkan oleh Detektif Wati Bexxa di awal pertarungan.


Detektif Wati Bexxa sudah benar-benar tersulut amarah, ia langsung saja berucap dengan bringasnya


"Ayo maju kalian semua! Supaya gue bisa matahin tulang Lo semua!" ucap Detektif Wati Bexxa dengan sangat beringas seakan tiga ratus enam puluh derajat begitu berbeda dengan sifat Detektif Wati Bexxa sebelum nya. Ia layaknya seperti seorang pendekar yang tak ada takut-takutnya dan seperti seorang singa yang sudah begitu kelaparan dan siap menerkam mangsa yang berada di depan nya sekarang.


Pertarungan sengit pun terjadi sampai di suatu titik dimana Detektif Wati Bexxa mendapatkan pukulan dari arah belakang


"Ahhgggg!" ucap Detektif Wati Bexxa dengan sangat kesakitan mencoba menghadang orang yang tengah memukul nya dari arah belakang.


Dan tiba-tiba saja datang juga serangan dari arah depan ketika Detektif Wati Bexxa tengah berurusan dengan orang yang memukulnya dari arah belakang yang membuat punggung dari Detektif Wati Bexxa mengeluarkan darah segar.


Dan disaat itulah Detektif Bromo datang menghadang seraya berucap, "Tenang saja saya menggunakan sisi tumpulnya dan ini tidak akan terlalu menyakitkan!" ucap Detektif Bromo ketika ia menghadangkan pedangnya kepada anggota geng tersebut yang dapat membuat mereka semua tersungkur pingsan.


Dan ketika itulah, semua anak buah yang berjaga di pintu depan masuk dan segera menyerang Detektif Wati Bexxa yang sudah mengalami luka di bagian punggungnya dan Detektif Bromo yang juga mendapatkan goresan pedang di pipi nya.


Apa yang akan terjadi setelah ini?! Mampukah Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa menghadapi gerombolan musuh yang begitu banyak dan rasanya mustahil untuk dikalahkan hanya oleh dua orang saja?!


Apa ini akhir cerita Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa yang sudah ikut campur dengan urusan berbahaya sampai membuat mereka berdua dinobatkan sebagai tamu yang tak di undang di rumah misterius dan sudah menjadikan mereka berdua sebagai ancaman yang harus segera dimusnahkan.


Komen!


Akan update episode berikutnya pada tanggal 23 Februari 2022, untuk lebih detailnya pukul 10.45 pagi ini!


Stay tune semuanya 🤗.

__ADS_1


__ADS_2