
*****
Sudah!"Balas Helmi yang kembali ke sifat sinis nya kepada Layla
"Kamu apa masih mau di sini dengan ucapan omong kosong tersebut?"tanya Helmi yang segera masuk ke dalam lift ketika lift tersebut terbuka tanpa membawa serta Layla masuk
Helmi yang berusaha memastikan jika yang ada di hati nya adalah Carina bukan Layla
"Enggak!"
"Gue ngak boleh jatuh cinta pada gadis buta ini!"batin Helmi yang melihat jika ada seseorang yang menggunakan sarung tangan khusus dokter mengayomi Layla
"Keano?"batin Helmi ketika melihat lelaki itu adalah Keano (sahabat lama Helmi)
"Layla"panggil Keano lembut ketika Keano dengan sigap memegang pinggang Layla yang hampir terjatuh akibat Helmi yang langsung melepaskan genggaman tangan Layla
"Suara itu?"batin Layla yang merasa mengenal suara yang baru saja memanggil nama nya
"Apa kamu tidak apa apa?"
"Apa kaki kamu terkilir?"tanya Keano yang begitu khawatir kepada Layla
"Enggak"balas Layla yang mencoba menahan rasa sakit di bagian kaki nya
"Tapi ... Makasih yah kamu udah selamatin aku yang hampir terjatuh"balas Layla yang ingin menetes kan air mata nya
Keano yang begitu peka sebagai seorang lelaki, begitu paham tentang perasaan Layla
"Kenapa kamu menangis seperti ini?"tanya Keano yang segera melirik pada Helmi yang sudah berada di dalam lift yang hitungan detik akan tertutup kembali
"Enggak kok"
"Aku ngak nangis,mata aku cuman kemasukan debu doang"ucap Layla yang berbohong
Ketika itu lah lift kembali tertutup, Helmi yang hanya terdiam ketika Keano membantu Layla
Sementara itu Keano yang sekarang sedang bersama Layla, layak nya kekasih yang siap siaga untuk Layla
"Seharusnya ... Gue yang ada di posisi Helmi"
"Gue pasti akan menjadi lelaki paling bahagia yang bisa memiliki wanita kuat seperti nama nya yaitu (Layla)"cairan bening di wajah Keano yang ingin menetes.
*****
Belum cukup satu menit,Layla telah berucap yang membuat hati Keano semakin sakit jika harus mendengar kata kata yang di ucapkan oleh Layla
"Mas Helmi mana?"tanya Layla pada Keano
"Kamu masih memanggil lelaki itu dengan sebutan (mas), sedangkan dia sudah membuat kamu terluka seperti ini"batin Keano yang tau sebenar nya Layla menahan rasa sakit di kaki nya
Bukan menjawab keberadaan Helmi seperti yang di tanyakan Layla pada diri nya,Keano justru bertanya balik pada Layla
"Kamu berbohong yah sama saya?"ucap Keano yang membuat Layla hanya diam
Layla sama sekali tak menjawab pertanyaan dari Keano, sampai akhir nya, Keano yang kembali berucap untuk pertama kali pada Layla
"Kaki kamu terkilir bukan?"tanya Keano yang bisa merasakan jika Layla mencoba menahan rasa sakit di kaki nya
Lagi lagi Layla hanya diam, karena apa yang di ucapkan Keano adalah benar
"Saya akan bantu obati kaki kamu, setelah itu ... "Keano yang mencoba mendudukkan Layla di bangku tunggu yang ada di samping mereka
"Jika mama liat gue sedang bersama Layla, pasti mama akan begitu marah"batin Keano yang teringat jika mama nya datang menjenguk Keano di rumah sakit dan sedang menunggu di ruangan kerja Keano yang terletak di lantai 5
Sementara itu, ruangan tuan Andika berada di lantai 7, otomatis jika Keano yang mengantarkan Layla kembali ke ruangan tuan Andika, sudah dapat di pastikan jika Layla akan bertemu dengan mama nya Keano
"Lebih baik gue cari jalan yang aman aja, supaya Layla tak bertemu dengan mama di lantai 5 nanti"pikir Keano yang mencoba menyembuhkan kaki Layla yang terkilir
"Awggh"suara teriakan kesakitan yang berusaha di tutupi oleh Layla ketika Keano tengah berusaha menyembuhkan kaki Layla
Keano yang dapat mendengar suara teriakan kesakitan Layla, lantas tersenyum dan berucap
"Apa saya membuat kamu merasa kesakitan?"
"Maaf,saya akan lebih pelan lagi"ucap Keano yang masih mengurut kaki Layla
Sementara itu,Layla hanya diam dan Keano tidak buta,keano justru dapat menebak jika Layla sedang memikirkan Helmi
"Seharusnya ... Air mata itu tidak pantas untuk Helmi!"batin geram Keano yang melihat dengan mata nya sendiri, ketika Helmi yang tiba tiba saja melepaskan genggaman tangan yang membuat Layla hampir terjatuh
"Layla,gue janji sama Lo, gue ngak akan melihat air mata Lo jatuh untuk lelaki biadab seperti Helmi mulai detik ini"batin Keano dengan begitu yakin akan menjadi malaikat pelindung untuk Layla.
*****
"Oh ya,kamu menantu tuan Andika bukan?"tanya Keano yang ingin mendengar kan suara Layla
"Iya, bagaimana dengan kondisi mertua saya?"tanya Layla yang membuat Keano kembali tersenyum, karena Layla tidak lagi memikirkan Helmi,dan itu semua bisa di rasakan oleh Keano sebagai ahli psikologi terbaik di rumah sakit
"Syukur lah"
"Jika kamu tidak lagi memikirkan Helmi yang akan selalu membuat air mata itu jatuh"
"Setidaknya ... Saya bisa membuat kamu tenang untuk beberapa saat, walaupun ... Setelah ini saya tidak tau apa air mata itu akan jatuh kembali"batin Keano yang sadar, jika diri nya tak kan dapat memastikan air mata Layla tak kan jatuh demi lelaki seperti Helmi.
*****
__ADS_1
"Bagaimana dengan kondisi mertua saya?"
"Apa operasi mertua saya berjalan dengan baik?"tanya Layla khawatir
Keano yang tak ingin melihat wajah khawatir dari cinta pertama nya, berusaha membuat Layla kembali tenang
"Kamu tenang saja, operasi mertua kamu berjalan dengan baik,dan sekarang mertua kamu sudah di pindahkan ke ruangan inap lantai 7"ucap Keano yang melihat kembali raut wajah bahagia Layla yang cukup membuat Keano bahagia walaupun hanya melihat senyum itu sebagai orang asing dalam kehidupan Layla.
*****
"Gimana?"
"Apa kaki kamu sudah ngak sakit lagi?"tanya Keano yang lantas berdiri
"Sudah enggak, makasih yah"balas lembut Layla
"Sama sama"
"Ini tongkat bantu kamu"Keano yang sigap ketika Layla berusaha mencari tongkat bantu milik nya yang terjatuh di lantai
"Terima kasih"balas Layla yang menerima tongkat bantu dari Keano
"Oh yah,apa kamu sudah mau ke ruangan mertua kamu?"tanya Keano yang dapat melihat raut wajah tak suka dari Layla jika harus Keano yang mengantarkan nya ke ruangan tuan Andika
"Kamu tenang saja,bukan saya yang akan mengantarkan kamu ke ruangan mertua kamu, saya masih ada pasien yang harus saya periksa"
"Saya akan meminta tolong pada suster rumah sakit untuk mengantarkan kamu ke ruangan mertua kamu"ucap Keano yang tau batasan,jika Layla semakin sulit di gapai, karena sudah berstatus resmi istri orang.
*****
"Suster"panggil Keano pada seorang suster yg sedang lewat di depan nya
"Iya Dokter Keano,ada yang bisa saya bantu?"tanya suster tersebut
"Saya minta tolong, tolong anda antarkan ibu ini ke ruangan tuan Andika di lantai 6, ruangan VIP nomor 1"ucap Dokter Keano
"Baik Dokter,saya akan mengantarkan ibu ini ke ruangan tersebut"ucap suster yang setuju
"Baik buk,mari saya antarkan anda ke ruangan tersebut"suster rumah sakit yang membantu Layla melangkah ke dalam lift
Sebelum suster rumah sakit tersebut mengantarkan Layla ke ruangan tuan Andika,Keano sudah memberi kan perintah pada suster rumah sakit yang ia tulis lewat smartphone milik nya
(Jangan lewat di ruangan kerja saya, anda harus mengambil arah yang berbeda!) tulis Keano yang dapat di mengerti oleh suster rumah sakit.
*****
Keano begitu lega karena dapat memastikan Layla kembali aman, walaupun hati nya akan selalu tersakiti jika harus melihat Layla sedang bersama dengan Helmi
Ketika itu lah, Keano begitu merasa cemas bahkan akan bertindak gegabah jika tau Layla sedang bersama Helmi,sama halnya dengan luka yang ia dapat kan ketika bertindak gegabah ketika mengetahui jika Layla tengah makan malam dengan Helmi.
*****
Kilas balik ...
Helmi yang melihat dengan mata kepala nya sendiri jika Keano begitu menjaga Layla ...
Apa kamu tidak apa apa?"
"Apa kaki kamu terkilir?"tanya Keano yang begitu khawatir kepada Layla
"Enggak"balas Layla yang mencoba menahan rasa sakit di bagian kaki nya
"Tapi ... Makasih yah kamu udah selamatin aku yang hampir terjatuh"balas Layla yang ingin menetes kan air mata nya
Keano yang begitu peka sebagai seorang lelaki, begitu paham tentang perasaan Layla
"Kenapa kamu menangis seperti ini?"tanya Keano yang segera melirik pada Helmi yang sudah berada di dalam lift yang hitungan detik akan tertutup kembali
"Enggak kok"
"Aku ngak nangis,mata aku cuman kemasukan debu doang"ucap Layla yang berbohong
Ketika itu lah lift kembali tertutup, Helmi yang hanya terdiam ketika Keano membantu Layla
*****
"Kenapa dia begitu khawatir pada wanita buta itu?"
"Saya bisa merasakan jika dia begitu takut jika wanita buta itu kenapa napa"batin Helmi yang mulai berpikir jika Keano mencintai Layla
"Apa mungkin dia jatuh cinta pada gadis buta itu?"
"Tapi ... Apa itu mungkin?"
"Dia bisa memiliki wanita yang jauh lebih cantik dari pada wanita buta itu!"
"Jangan kan satu wanita, sepuluh wanita pun dia akan sanggup memiliki nya"pikir Helmi yang berpendapat bahwa tak mungkin Keano yang bergelar dokter bedah nomor satu di Indonesia jatuh cinta pada wanita yang cacat fisik nya seperti Layla, istri Helmi yang terjadi akibat perjodohan oleh papa nya sendiri (tuan Andika).
*****
Terkadang Helmi begitu kesal akan perjodohan yang di lakukan oleh tuan Andika
"Jika papa tidak menjodohkan gue dengan wanita buta itu!"sembari mengeram tangan nya dengan begitu erat
"Gue pasti sudah bahagia dengan Carina"gumam Helmi yang segera keluar dari dalam lift.
__ADS_1
*****
Suster rumah sakit yang sudah mengantar kan Layla ke ruangan tuan Andika kembali melakukan tugas nya
Nyonya Melisa dan si mbok yang begitu merasa heran, kenapa Layla di antar oleh suster rumah sakit bukan nya Helmi suami nya
Nyonya Melisa mendekat
"Layla"panggil mertua nya
"Iya,ma"balas Layla lembut yang mencoba menyembunyikan air mata di depan mertua nya tersebut
" Kamu habis nangis, sayang?"tanya nyonya Melisa yang tau walaupun Layla berusaha menyembunyikan air mata nya
"Enggak kok ma,aku tadi cuman kelilipan doang di lantai bawah"ucap Layla yang berbohong pada mertua nya tersebut
"Maafin aku yah ma,aku berbohong lagi sama Mama"gumam Layla yang merasa bersalah akan kebohongan yang harus ia lakukan pada mertua nya tersebut.
*****
Nyonya Melisa yang percaya akan ucapan menantu kesayangan lantas bertanya tentang keberadaan Helmi
"Layla "
"Suami kamu mana?"
"Kenapa kamu di antar oleh suster rumah sakit?"tanya Nyonya Melisa yang membuat Layla harus terpaksa berbohong lagi
"Ooh itu ma"Layla yang mencoba mencari alasan agar mertua nya tidak tau tentang kejadian yang sebenarnya
"Apa sayang?"
"Apa kalian berdua sedang berantem?"tanya Nyonya Melisa yang penasaran serta begitu khawatir jika dugaan nya benar
"Enggak kok Ma"
"Aku ngak lagi berantem sama mas Helmi kok"
"Mas Helmi cuman ada urusan mendadak gitu,maka nya mas Helmi perintahin suster rumah sakit untuk mengantarkan aku ke ruangan papa"balas Layla yang kembali berbohong kepada mertua nya tersebut
"Oooh,mama kira kalian berdua lagi berantem"ucap Nyonya Melisa yang kembali percaya dengan ucapan dari menantu kesayangan.
******
Pukul 22.30
Dokter Keano yang sudah menyelesaikan tugas nya dan ingin kembali ke ruangan pribadi milik Keano untuk mengistirahatkan tubuh serta pikiran dari beban yang begitu berat hari ini
"Huhhhh"
"Hari ini begitu hari yang paling sulit dalam hidup gue"Dokter Keano yang memutar kepala nya untuk meregangkan otot otot kepala
Ketika Dokter Keano ingin naik lift untuk kembali ke ruangan pribadi nya,tiba tiba saja terdengar suara seorang suster yang memanggil dari belakang, membuat Dokter Keano menghentikan langkah nya
"Maaf menganggu waktu nya, Dokter Keano"ucap suster yang tau jika Dokter Keano begitu lelah hari ini, karena jadwal Dokter Keano yang begitu padat mulai dari sore hari sampai larut malam
"Iya, tidak apa apa suster"balas Dokter Keano dengan ramah
"Ada apa?"
"Kenapa anda mencari saya?"
"Apa ada jadwal operasi mendadak yang harus saya selesaikan?"dugaan dari Dokter Keano yang melihat suster rumah sakit membawakan sebuah berkas seperti berkas pasien yang harus Dokter Keano cek larut malam seperti ini
"Tidak Dokter"balas suster rumah sakit
"Lantas kenapa anda mencari saya?"tanya Dokter Keano dengan raut wajah begitu penasaran
"Saya hanya ingin memberikan ini"suster rumah sakit yang memberikan lembaran berkas kepada Dokter Keano
"Ini apa?"
"Berkas pasien yang harus saya periksa?"tanya Dokter Keano
"Tidak Dokter"balas suster rumah sakit
"Saya mendapat kan berkas itu dari seseorang yang mengatakan jika nama nya Helmi Andika"penjelasan dari suster rumah sakit yang membuat raut wajah Keano berubah
"Helmi Andika?"ucap Dokter Keano sembari menatap tajam pada berkas tersebut
"Iya Dokter, lelaki itu mengatakan jika berkas ini begitu penting bagi anda,dan meminta saya memberikan berkas itu langsung pada anda, Dokter"penjelasan dari suster rumah sakit yang membuat Dokter Keano begitu penasaran dengan berkas yang di berikan oleh Helmi (sahabat lama nya tersebut).
*****
"Wah wah kira kira apa yah isi tulisan berkas surat yang di terima oleh Dokter Keano dari alamat pengirim Helmi Andika?".
******
Bagaimana nasib Layla nanti nya ??, mampu kah Layla bertahan di rumah tangga yg tidak ada kata cinta di dalam nya ??"
Nantikan update episode terbaru dari author!
Author insya Allah bakal update setiap hari minimal 1 episode!
Jika lagi semangat 45 nya, insya Allah author akan update 2 sampai 3 episode dalam sehari!
__ADS_1
Salam manis dari author 🤗.