Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
takdir yang selalu memisahkan kita.


__ADS_3

Aku ingin melihat senyum mu yang indah merekah itu


Tapi aku tahu itu hanya akan menjadi omong kosong bagiku


Jika itu semua hanya percuma untuk ku gapai


Mengapa aku terus jatuh cinta pada rembulan yang terus menjadi pujaan rintik rindu?


Cintaku ibarat senja yang merindukan malam


Sangat dekat tapi tak ada waktu untuk saling terpikat


Cintaku ibarat matahari yang merindukan bulan


Sudah jelas takkan ada jalan untuk bisa terus sejalan


mengapa aku masih tetap setia menanti sebuah keajaiban?


Hanya diam yang bisa melukiskan hatiku yang terus menerus memberontak


Entah sampai kapan rasa yang terpendam bisa kusampaikan


Entah sampai kapan aku punya sedikit nyali untuk mengutarakan semuanya pada rembulan malam


Mungkin aku sudah berucap gila


Mencintaimu sama saja menantang maut bagiku


Jika aku berusaha mendekat, maka kamu akan semakin jauh untuk dapat ku pikat


Kamu terlalu indah bagiku yang hanya insan buruk rupa tak berharga.


(Bryan and Joli).


*****


Takdir memang tidak dapat kita salahkan untuk alasan apapun, mau suka ataupun duka yang terjadi di antara kita, jangan pernah salahkan sebuah takdir. Dia tak pernah salah dan tidak akan pernah salah untuk alasan apapun.


Yang salah itu hanya kita, kita yang tidak pernah percaya dengan garis takdir yang sudah ditentukan oleh sang penguasa.


Di episode kali ini, kita akan membahas tuntas tentang asmara masa lalu yang terjadi pada dua detektif, yaitu Detektif Bromo dan juga Detektif Wati Bexxa!


Siapa sangka menjadi seorang detektif akan begitu sulit, bagaimana mungkin menjadi seorang detektif harus juga menyembunyikan identitas aslinya dari orang lain. Mungkin hal tersebut yang dialami oleh dua detektif muda yang harus menyembunyikan identitas aslinya. Menggunakan nama samaran Bromo dan juga Wati Bexxa, nama yang dikenal oleh orang lain, terutama semua yang berada di anggota kepolisian.


Kisah asmara Detektif Bromo (Bryan) dan juga Detektif Wati Bexxa ( Joli ) yang sudah mengalami banyak rintangan demi rintangan itu dimulai ketika mereka berdua masih berada di bangku SMA, di mana masa indah itu yang mereka rasakan, yang mereka dapatkan. Bukan masalah demi masalah yang harus mereka selesaikan.


Yang namanya takdir memang tidak akan pernah kita ketahui alur cerita akhirnya akan seperti apa, tugas kita hanya melaksanakan semua garis takdir sesuai dengan arahan dari sang penguasa.


Flashback masa SMA ….


Romansa yang terhalang sejak remaja.


Histori Bryan dan Joli ….


Pertemuan yang tak terduga itu datang menghampiri sebuah hati yang sudah begitu terluka akan masa lalu menyakitkan untuk diingat.


Yang namanya takdir memang tak dapat ditebak oleh insan manusia, takdir itu selalu datang ketika hati yang terluka itu kembali berusaha bangkit dari keterpurukan yang pernah terjadi dan akan selalu sesak untuk diingat kembali.


"Bryan!" Joli yang begitu kaget ketika melihat seorang pria yang hadir di masa lalu dan kembali hadir ketika hati itu berusaha untuk bangkit dari keterpurukan.


"Joli! Tunggu sebentar!" Bryan yang berusaha mencegat Joli yang seakan tak kenal pada dirinya, seakan sudah menjadi orang asing dalam kehidupan baru Joli.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, Bryan! Itu semua sudah berakhir!" Joli yang sama sekali tak menatap Bryan.


"Berakhir?! Kamu pikir ini akan berakhir seperti ini! Kamu salah Joli, detik ini juga awal itu akan dimulai!" Bryan yang hanya menatap lekat pada Joli yang semakin melangkah menghilang.


'Kenapa Bryan harus datang kesini?! Bagaimana jika mereka semua mengetahui bahwa Bryan sudah kembali?!' batin Joli yang begitu khawatir.


Joli begitu menjaga jarak dengan Bryan, seakan ia dan Bryan adalah orang asing. Hingga Bryan yang tak tahan diperlukan seperti orang asing dalam kehidupan Joli, padahal mereka berdua begitu dekat di masa lalu bahkan bisa dibilang Bryan dan Joli seperti nadi yang takkan dapat dipisahkan, jika nadi itu tergores sedikit saja maka mereka berdua akan hilang untuk selamanya.


"Joli! Apa kamu sudah tidak menganggap kita pernah bertemu di masa lalu?! Apa kamu semudah itu untuk melupakan semua kenangan yang terjadi di antara kita?!" Bryan yang lantas menarik tangan Joli ke lantai atas di SMA bangsa Kusuma.


'Bryan, kita tidak dapat seperti dahulu lagi. Jika kita semakin dekat maka mereka akan datang menghampiri!' batin Joli yang sebenarnya begitu merindukan Bryan, ia seakan begitu ingin untuk memeluk Bryan erat-erat tapi jika itu semua terjadi maka nyawa Bryan yang akan menjadi taruhannya.

__ADS_1


"Joli! Apa kamu jijik melihat diriku ini?! Kenapa kamu seakan tak menganggap diriku pernah hadir di masa lalu! Apa semudah itu kamu melupakan semua hal yang pernah terjadi diantara kita?!" Bryan yang meluapkan semua hal yang selama ini ia simpan, sudah lebih dari satu tahun dirinya menahan rindu pada Joli.


Joli yang tak ingin hal yang begitu ia takutkan terjadi, ia segera kembali melangkah meninggalkan Bryan yang menatap dengan rasa heran kenapa Joli berubah seperti ini.


"Maaf Bryan, ada hal yang tak dapat kita mengerti untuk saat ini! Mulai detik ini, anggap saja kita tak pernah bertemu di masa lalu. Mulai detik ini, anggap kita hanya orang asing satu sama lain." Joli yang berusaha tegar untuk menahan air mata kerinduan yang selama ini ia tahan.


Takdir itu memang tak dapat ditebak oleh insan manusia, hanya Tuhan lah yang mengetahui tentang misteri dunia yang masih begitu dipertanyakan, seakan tak ada satupun klu yang dapat dijadikan sebuah rujukan.


"Akhirnya kita bertemu juga! Sudah hampir satu tahun kita tidak bertemu!" Seorang yang melangkah mendekat pada Joli.


"Mereka!" Joli yang begitu kaget akan kedatangan hal yang begitu ia takutkan selama ini.


"Lama tidak berjumpa! Apa kamu tidak merindukan kami! Padahal ini semua sudah hampir satu tahun!" Pria yang berjalan semakin dekat dengan Joli.


Perasaan yang selama ini ia tahan, terkurung akan ketakutan yang takkan ada jalan keluarnya. Akhirnya malam itu terjadi, pertemuan tak terduga antara Joli dan mereka yang selama ini mengincar nyawa Joli akhirnya dipertemukan di malam yang semakin kelam.


Bryan yang seakan memiliki koneksi dengan Joli, ia mendapatkan sebuah firasat yang mengatakan jika Joli sekarang dalam bahaya besar.


Bryan tanpa pikir panjang ia segera masuk ke dalam mobil pribadi, dengan perasaan cemas yang semakin memuncak ia berusaha menghubungi nomor Joli.


"Joli, kamu sekarang ada dimana?!" Bryan yang begitu lega karena Joli akhirnya mau mengangkat telepon darinya yang selama ini hanya dibiarkan begitu saja.


Namun ternyata hal yang ditakutkan Bryan telah terjadi malam ini, bukan Joli yang berucap melainkan mereka yang tengah mengincar nyawa Joli.


"Apa kamu dengar, sayang? Pacar kamu akan segera kesini." Pria tersebut berjalan mendekat pada Joli yang sudah terikat tangan dan kakinya.


"Apa kamu tidak mau menyampaikan satu ucapan pun pada pacar kamu, sayang?!" ucap pria tersebut.


"Dimana Joli sekarang! Katakan segera! Bukannya yang kamu inginkan itu saya!" Bryan yang berucap lewat sambungan telepon dengan perasaan cemas akan keselamatan Joli.


"Jika kamu sayang dengan pacar kamu ini, temui dirinya di jalan Kemanggisan. Jalan yang akan menjadi saksi bisu kematian orang yang begitu kamu cintai!" Pria tersebut segera menutup sambungan telepon.


Bryan yang mengetahui jika Joli sudah berada dalam keadaan yang begitu berbahaya, ia segera menambah kecepatan mobil yang tengah ia kemudi.


"Apa yang kamu inginkan!" Joli yang masih berusaha untuk terus memberontak.


"Kamu sudah pasti tahu apa yang kami inginkan!" Pria tersebut yang segera mengeluarkan pistol dan diarahkan pada Joli.


"Inilah akibat karena telah mengusik keberadaan kami! Ini semua salah kamu sendiri! Kenapa masih berani masuk ke dalam bahaya besar yang akan kamu rasakan malam ini!" Pria tersebut yang mengarahkan pistol tersebut pada Joli.


"Persetan dengan ucapan itu! Saya tidak akan mau bekerja sama dengan orang biadab seperti kalian! Saya sendiri yang akan membuat kalian semua benar hilang dari permukaan bumi ini!" Joli yang tidak ada takutnya menghadapi mereka yang terlibat dalam organisasi berbahaya.


(Plak!) tamparan keras melayang di pipi Joli.


"Dasar tidak tahu diri! Kami sudah memberikan perjanjian yang menguntungkan bagi kamu! Malah ini yang kamu ucapkan!"


"Jika begini! Terima saja akibat karena sudah mengusik kami selama ini!" Pria dari organisasi berbahaya yang segera menembakkan peluru tepat di bagian kepala Joli.


Ketika itulah tembakan peluru ternyata datang dari luar, dan mengenai tepat di tangan pria dari organisasi berbahaya.


"Awg!" Teriakan kesakitan pun terdengar satu ruangan.


"Saya sudah bilang sedari awal! Jangan pernah mengusik kehidupan orang yang saya cintai! Jika tidak mau bernasib seperti ini!"tembakan peluru tepat tersebut ternyata datang dari Bryan.


"Ayo cepat tembakan peluru itu!" Pria organisasi berbahaya yang menjadikan Joli sebagai tumbalnya.


"Lepaskan dia!" Bryan yang begitu geram ketika melihat darah segar mengalir di pipi Joli.


"Kenapa kamu berhenti?! Ayo cepat tembakan peluru itu!" Pria organisasi berbahaya yang sudah mengetahui jika Joli adalah kelemahan Bryan selama ini.


"Cepat letakkan semua alat kamu! Atau gadis cantik ini akan kehilangan nyawanya!" Pria organisasi Hitam yang mendekat pada Bryan yang sudah meletakkan senjatanya di lantai.


Sebuah pukulan keras pun dilayangkan di perut Bryan dan mereka juga ikut menyekap Bryan.


"Kamu lebih baik jangan macam-macam! Atau pacar kamu akan berlumuran dengan darah nantinya!" Pria dari organisasi berbahaya yang memberikan ancaman pada Bryan.


"Aku akan menyampaikan kata-kata terakhir ku pada gadis yang ada di sampingku!" Bryan yang segera menatap Joli yang tak kuasa menahan rasa tangis yang selama ini ia tahan.


"Ini adalah kata-kata terakhir yang ingin aku sampaikan! Bisakah Anda menaruh senjata itu hingga aku selesai mengatakan?!" Bryan yang sudah ditodong dengan pistol tepat di kepalanya.


"Percayalah padaku, Joli." Bryan yang menatap Joli seakan mengeluarkan tangisan.


'Lagi-lagi aku akan segera mengatakannya.' batin Bryan.

__ADS_1


"Empat! Tiga! Dua!" Hitungan mundur pun dilakukan oleh ketua organisasi berbahaya tersebut.


"Setiap kali aku merasakan getaran dibelakang mu!" ucapan yang ingin disampaikan oleh Bryan.


"Ini polisi! Kalian sudah terkepung!" Inspektur kepolisian dan personil nya yang mengarahkan pistol dari semua sudut ruangan tersebut, mengunci setiap pergerakan anggota organisasi hitam.


"Dasar! Kamu ternyata datang kesini membawa anggota kepolisian!" ucap murka anggota organisasi hitam pada Bryan.


"Bodoh! Pion rajamu sudah terdesak! Jangan bawel!" Tembakan peluru tepat mengarah mengenai kening anggota organisasi hitam tersebut.


Akhirnya semua anggota organisasi hitam tersebut dapat dilumpuhkan oleh anggota kepolisian, Joli pun dapat diselamatkan oleh Bryan yang datang tepat waktu.


"Bryan, kenapa kamu bisa tahu aku disekap disini?" Joli yang menatap lekat Bryan dengan berusaha menahan air matanya untuk keluar meluapkan kerinduan yang ia tahan selama ini.


"Joli, jangan pernah berucap bahwa kita akan menjadi orang asing. Kita ditakdirkan untuk sedekat nadi, kita berdua saling terkoneksi satu sama lain. Aku takkan pernah membiarkan kamu terluka sedikitpun!" Bryan yang menatap lekat mata Joli.


"Maaf untuk hari ini, maaf aku membiarkan kamu mendapatkan goresan merah di wajah yang begitu aku rindukan selama ini." Bryan yang berucap dengan mata berkaca-kaca.


Joli yang tak ingin melihat Bryan semakin tersiksa akan jalan takdir yang penuh rintangan dan tantangan untuk dihadapinya seorang diri selama ini, Joli segera memeluk erat Bryan.


"Bryan, maaf untuk semuanya. Mulai detik ini kita tidak akan menjadi orang asing, kita akan menjadi sedekat nadi." Joli pun akhirnya dapat mengutarakan semua perasaan yang selama ini ia tahan pada Bryan.


"Joli, apapun alasannya kita akan senantiasa bersama. Kita akan menjadi sedekat nadi, tidak akan ada yang dapat memisahkan kita berdua."


"Jika salah satu diantara kita nanti akan terlibat dalam kasus berbahaya, maka kita akan kembali dipertemukan." Bryan yang memeluk erat Joli seakan tidak ingin perpisahan itu harus terjadi diantara mereka berdua.


Walaupun kenyataan pahit yang akan terjadi dan perpisahan itu sudah nyata berada tepat di depan mata, masa dimana cinta itu nyata akan diuji dan kesetiaan adalah kunci utama.


"Untuk apa ditanya jika hanya akan menabur luka


Untuk apa bermimpi jika selalu harus dituruti


Mungkin ini semua tentang egoku sendiri


Yang tak pernah mengerti semua kondisi


Apa salah aku bermimpi


Kenapa semua orang tak ingin mengerti


Lagi-lagi egoku selalu mengambil alih


Tanpa sadar akan ada yang tersakiti


Akan ada masanya duka menjadi suka atau suka menjadi duka


Itu semua kembali lagi pada kita


Apakah akan sanggup untuk menghadapi nya?


Apakah akan sanggup menghadapi cobaan dari semesta?


Kadang hati ini berkata aku lelah!


Mengapa cobaan ini terus menimpa?


Mengapa tak pernah ada akhir dari cerita?


Terkadang hati ini berkata


Mengapa aku harus dicipta oleh semesta?


Jika yang ku dapat hanya sengara


Jika yang ku dapat hanya petaka


Ingin rasanya mengakhiri semua cerita Tapi aku rasa itu salah


Aku pikir ini adalah awal indah bagi akhir cerita sesungguhnya.


(Bryan and Joli).


Memang hati itu tidak akan pernah sekuat baja, tapi setidaknya kamu telah berusaha. Jangan pernah menyerah untuk alasan apapun, gapai semua hal yang sudah diutamakan apapun rintangan dan halangan yang akan mendera tiada henti. Jadilah seperti Bryan dan Joli, dimana asmara cinta yang sudah terhalang oleh tembok besar yaitu kematian dalam dunia penyelidikan yang senantiasa mengintai di setiap detiknya.

__ADS_1


Episode berikut akan update pada tanggal 27 Februari 2022 pada pukul 09.45, jadi tetap setia menanti update berikutnya!


Jangan lupa like, komen and favorit kan juga yah 🤗, thanks bagi semuanya.


__ADS_2