
Siapa sangka Helmi yang begitu terkenal memiliki sikap playboy bisa sebegitu cemburunya pada Manda sang ponakan kecil Helmi.
"Mas!" ucap Layla yang berusaha menahan rasa malunya karena berhasil dipergoki oleh kedua orang tua mereka dan yang lebih membuat malu lagi adalah seorang anak kecil dibawah umur juga berada di sana.
"Shhttt, tenang saja Layla. Manda ngak bakal macam-macam sama kamu kok sekarang." bisik lembut Helmi pada Layla yang menyadari jika sebenarnya Layla begitu malu untuk kondisi mereka berdua saat ini.
"Manda ngak percaya sama kak Helmi! Kak Helmi tukang bohong!" ucap Manda sang ponakan Helmi pada dirinya.
Helmi yang mendengar sendiri ucapan dari ponakan lantas berucap dengan nada cukup kesal pada sang ponakan.
"Enak aja bilang kakak pembohong! Emangnya kakak Manda apa! Yang selalu sibukin urusan orang lain!" ucap Helmi pada Manda sang ponakan dengan uluran lidah diakhir.
"Ih! Kak Helmi! Manda mau sama kakak Layla aja!" balas Manda dengan begitu cemberut.
Kedua orangtua Helmi dan Layla seakan melihat sebuah pertunjukan seperti biasa dari Helmi dan Manda.
Mereka berdua saling pandang satu sama lain.
"Aduhhhh, Helmi gak boleh gitu sama Manda." ucap Mamanya Helmi yang ingin membujuk Manda untuk segera keluar dari ruangan tersebut.
Helmi yang masih belum peka akan maksud sebenarnya dari mamanya lantas berucap.
"Mama!" ucap Helmi dengan membelalakkan matanya karena tidak percaya jika di situasi seperti ini mamanya lebih berpihak pada sang ponakan dibawah umur dari pada dirinya.
Manda sang keponakan Helmi begitu gembira seraya berucap seperti menjelekkan Helmi.
"Blekkkk!" Manda yang memberikan uluran lidah pada Helmi.
'aduh, pengen banget nih cubit pipi Manda yang chubby itu! Tapi …." Helmi yang kembali teringat dengan kondisi dirinya dan Layla sekarang yang hanya berselimut dengan sebuah selimut tebal yang untung saja Helmi dan Layla pakai saat ini.
"Manda, sekarang kita keluar bentar yah. Biarin kak Layla istirahat dulu." bujuk Mamanya Helmi pada sang ponakan Helmi.
"Tapi … Tan!" ucap Manda yang tidak terima jika harus ikut dengan mamanya Helmi untuk pulang.
Helmi yang begitu senang karena akhirnya menyadari bahwa mamanya tengah berusaha membujuk Manda sang ponakan yang begitu rewel dan keras kepala.
'huhhh, untung saja.' batin Helmi yang lega sembari mengeratkan genggaman tangannya pada Layla.
Layla yang mendapatkan genggaman tangan Helmi lantas membatin.
'apa Mas Helmi akan selalu berada disampingku? Apa Mas Helmi tidak akan pernah meninggalkan diriku? Apa itu semua tidak akan terjadi ya rabb.' batin Layla seakan begitu ingin melihat wajah tampan sang suami.
'ya Rabb sama seperti dengan pintaku sebelumnya, aku begitu ingin dapat melihat wajah suami yang begitu hamba cintai. Hanya itu ya rabb.' batin Layla yang seakan menatap teduh pada wajah tampan Helmi sekarang walaupun itu semua masih akan terus menjadi ilusi bagi Layla.
"Gak boleh durhaka yah sama Tante, lebih baik sekarang Manda pulang aja dulu. Biar kak Manda cepat sembuh dan bisa main lagi sama Manda." ucap Helmi yang juga ikut berusaha membujuk Manda yang begitu keras kepala sama seperti dirinya.
__ADS_1
"Janji yah! Kalo kak Layla udah sehat cuman Manda yang boleh main sama kak Layla! Titik! Gak pake koma!" ucap Manda yang akhirnya mau pulang ikut dengan mamanya Helmi.
"Iya, janji." balas Helmi yang sebenarnya tidak rela jika Manda akan lebih lama bermain dengan Layla nantinya.
Terutama jika mengingat bahwa besok pagi Helmi sudah diperbolehkan untuk pulang dan sudah dapat dipastikan Manda sang ponakan Helmi sudah siap menunggu kedatangan Layla besok pagi.
'aduhhh! Nih bocah pasti akan nagih janji aku besok pagi nih.' batin Helmi yang sudah terlebih dahulu dapat menebak bahwa Manda begitu senang ketika bersama dengan Layla walaupun sejujurnya Helmi tidak tahu dari mana Manda dapat bertemu dengan Layla dan begitu nyaman ketika bersama dengan Layla daripada dirinya ataupun mamanya sendiri.
"Ya udah, Manda mau pulang dulu yah kak Layla." ucap Manda yang ingin mencium kening Layla tapi segera dihalang oleh Helmi yang takut jika Manda akhirnya menyadari bahwa Layla sekarang tidak memakai apapun saat ini.
"Ehhhhh." ucap kedua orang tua Helmi dan Layla yang begitu panik ketika melihat Manda sang ponakan Helmi yang ingin mendekat pada Layla yang begitu polos tanpa memakai apapun kecuali selimut tebal bersama dengan Helmi.
"Gak usah!" ucap Helmi yang begitu panik.
"Kenapa ngak boleh sih! Manda cuman mau ngasih ucapan selamat tinggal doang sama kak Layla. Kenapa dilarang sih!" ucap kesal Manda pada Helmi.
Manda memberikan ekspresi heran pada ucapan Helmi yang melarang dirinya untuk mengecup kening Layla.
"Manda, kak Layla kan lagi sakit. Kalo Manda cium kak Layla nanti menular lagi sama Manda. Terus … Manda gak bisa deh main sama kak Layla nantinya. Emang Manda mau?" ucap Helmi yang berusaha mengeluarkan kata-kata yang dapat dengan mudah dicerna oleh otak Manda sang ponakan Helmi.
"Oh, gitu yah. Maaf yah kak Layla, Manda gak sengaja." ucap Manda yang akhirnya menerima ucapan dari Helmi pada dirinya.
'huhhh, syukur nih bocah mudah juga dibohongi walaupun keras kepala dikit.' batin lega Helmi yang akhirnya Manda mau mendengarkan ucapan yang disampaikan.
"Ya udah, Manda mau pulang dulu yah. Kak Helmi jagain kak Layla baik-baik! Awas aja kalo kak Layla tambah sakit!" ancam Manda yang akhirnya mendekat pada mamanya Helmi.
Mamanya Helmi dan juga Mamanya Layla tidak ingin terlalu lama untuk berada di ruangan Helmi dan Layla dan juga tidak ingin terlalu lama untuk menganggu momen keromantisan yang tengah terjadi diantara Helmi dan Layla sekarang.
"Ya sudah Helmi, mama mau pulang dulu. Kamu jaga yah Layla. Iya kan Manda?" ucap Mamanya Helmi yang melirik pada Manda sang ponakan.
"Iya, kak Helmi harus jagain kak Layla dua puluh empat jam! Awas aja kalo besok kak Layla tambah parah!"
"Kak Helmi gak boleh dekat-dekat sama kak Layla nantinya! Biar Manda aja yang rawat kak Layla hingga sembuh." ucap Manda pada Helmi.
"Iya, kakak janji bakal rawat kak Layla hingga sembuh. Kamu tenang saja yah ponakan rewel plus keras kepala." ucap Helmi pada Manda sang ponakan.
Akhirnya kedua orang tua Helmi dan Layla dan juga seorang ponakan kecil Helmi yang begitu rewel ditambah lagi begitu keras kepala.
Akhirnya ruangan rawat inap Helmi kembali sunyi hanya ada mereka berdua dalam ruangan tersebut.
"Huhhhhh, syukur deh kalo Manda yang rewel tuh udah pulang." ucap lega Helmi yang membuat Layla yang sedari tadi memang berpura-pura tidur seperti menahan rasa tawa yang begitu bisa didengar oleh Helmi yang begitu dekat dengan dirinya sekarang.
"Kenapa, Layla? Kenapa kamu tertawa seperti itu?" tanya Helmi yang membelai rambut hitam Layla.
"Nggak Mas, kamu tuh kayak anak kecil aja. Masa iya masih mau debat sama Manda sih." ucap Layla yang teringat dengan kejadian konyol yang memperlihatkan tingkah konyol Helmi.
__ADS_1
"Oh, kamu ledekin mas yah?" ucap Helmi yang memberikan sedikit glititikan pada tubuh Layla yang membuat Layla berusaha menahan rasa tawa.
"Mas udah, Layla gak kuat lagi nih. Layla kebelet pipis Mas." ucap Layla yang membuat Helmi segera berdiri dan segera memasangkan handuk miliknya yang tergeletak begitu saja di lantai dekat ranjang pasien.
Helmi pun tanpa pikir panjang segera mengangkat tubuh Layla untuk segera ke kamar mandi.
"Eh Mas!" ucap Layla yang begitu kaget ketika Helmi segera menggendong tubuh polos Layla.
"Ada apa, sayang? Kamu masih malu sama suami kamu sendiri?" tanya Helmi yang dapat menebak dari reaksi yang diberikan Layla pada dirinya.
"Bukan itu Mas … tapi …." Layla yang begitu malu jika harus berucap hal vulgar seperti itu pada Helmi sekarang.
'tapi … Layla sama sekali gak pakai apa-apa sekarang, Mas.' Layla yang akhirnya melanjutkan ucapannya lewat batinnya sendiri.
Helmi yang sudah dapat menebak jika sebenarnya Layla masih begitu malu dan masih belum dapat terbuka pada Helmi.
"Udah tenang aja, kamu gak perlu malu kok, sayang. Mas kan sudah melihat semuanya." ucap Helmi yang membuat pipi Layla sontak semakin merona.
"Ih! Mas Helmi!" ucap Layla yang begitu menahan rasa bahagia dan malu yang menjadi satu.
*****
Sementara itu untuk saat ini mamanya Helmi dan juga Mamanya Layla dan juga Manda sang ponakan Helmi sudah melangkah keluar dan tengah berjalan keluar dari rumah sakit.
Tapi di tengah perjalanan kedua orang tua Helmi dan Layla bertemu dengan suami mereka masing-masing yang memang berniat untuk menjenguk Helmi.
"Eh, papa mau kemana?" tanya mamanya Layla pada suaminya yang ia lihat membawa beberapa jenis buah-buahan segar dan sekantong roti.
"Yah kami berdua mau jenguk Helmi lah, mau gimana lagi coba!" ucap papanya Layla yang begitu heran pada pertanyaan yang diajukan oleh istrinya tersebut.
"Eh! Lebih baik gak usah aja deh. Benar kan Mel?" ucap Mamanya Layla yang segera melirik pada Mama nya Helmi.
"Kenapa?!" tanya papanya Helmi dan juga papanya Layla yang heran seakan mereka berdua dicegat oleh istri-istri mereka untuk menjenguk Helmi.
"Karena … kak Layla sedang sakit Om. Jadi gak boleh dekat-dekat dulu sama kak Layla ataupun kak Helmi, nanti ketularan lagi." ucap Manda yang membuat ekspresi dari papanya Layla dan juga Helmi begitu heran.
"Agh, iya. Jadi … lebih baik kita pulang saja, kan besok Helmi sudah boleh pulang." ucap Mamanya Helmi yang segera merangkul tangan sang suami dan segera menarik sang suami untuk segera meninggalkan rumah sakit tempat Helmi dirawat.
"Ya sudah yuk Manda, kita pulang juga." ucap Mamanya Layla yang segera menggendong Manda sang ponakan Helmi.
Papanya Layla pun akhirnya terpaksa mengikuti istri nya dan juga kedua orang tua Helmi yang sudah terlebih dahulu keluar menuju tempat parkiran.
'masa iya sih Layla sakit? Padahal kemarin tuh Layla baik-baik aja, kok mendadak banget sih tiba-tiba aja Layla sakit hari ini?' papanya Layla yang begitu dipenuhi oleh rasa penasaran yang begitu heran akan ucapan dari Manda sang ponakan Helmi dan juga istrinya dan istri dari sahabat lamanya yang sepertinya memang sengaja tidak mengizinkan mereka berdua untuk menjenguk Helmi.
Ya pastilah om gak bakal biarin jenguk Helmi sekarang 😅
__ADS_1
Btw author udah nulis bab baru nih, sok dikasih like sama VOTE nya yah.
Stay tune semuanya 🤗.