Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
kejutan kecil untuk Layla


__ADS_3

*****


Kobaran Api itu sudah mulai padam,tapi ... Apakah akan benar-benar padam selama nya?


apakah tak kan ada bara kayu yang bisa memicu api itu!.


*****


Helmi yang memerhatikan Layla dengan begitu intens, terselip rasa begitu penasaran tentang doa yang tengah ia sampaikan pada yang maha kuasa


"Boleh aku bertanya kepada kamu?"tanya Helmi ketika Layla selesai mengaminkan doa yang ia pinta


"Boleh, emang mas Helmi mau tanya apa?"tanya Layla


Layla melepaskan mukena dan segera merapikan tempat suci itu, tempat yang akan menjadi saksi bisu kisah cinta Helmi dan Layla


"Kamu minta apa sama yang di atas?"tanya Helmi ketika Layla berusaha mencari tongkat bantu nya


Layla terhenti dan berucap yang membuat hati Helmi semakin luluh dan kobaran kebencian itu mulai redup


Layla  akan selalu tersenyum sebelum memulai semua jawaban akan pertanyaan dari Helmi dan senyum itu yang dapat membuat Helmi merasakan getaran yang begitu dahsyat dalam hati nya


Getaran yang dapat menghancurkan semua batu yang sudah begitu keras yang bersemayam abadi di dalam hati,senyum yang membuat awal kebaikan akan di mulai atas nama (Helmi).


*****


"Aku minta ... Agar kamu menjadi yang terakhir bagi ku"


"Aku ingin ... Rumah tangga ini akan menjadi rumah tangga abadi bagi kita"ucap Layla


Perkataan Layla begitu membuat Helmi merasa tak percaya,jika Layla sudah begitu tulus mencintai nya


"Bahkan ketika aku yang begitu menginginkan perceraian dalam rumah tangga yang tak ada kata cinta di hati ku, sementara dia ... Begitu ..."Helmi yang tak dapat melanjutkan ucapannya sendiri.


******


Helmi mencium kening Layla dengan teramat sayang, meninggalkan wajah merona di pipi Layla


"Kenapa mas?"tanya Layla heran dengan memasang raut wajah merona yang tak bisa ia sembunyikan dari Helmi yang tiba-tiba langsung saja memeluk Layla dengan teramat sayang


"Apa salah aku memeluk istri ku sendiri?!"jawaban akan pertanyaan Layla 


Helmi semakin menenggelamkan tubuh nya di pelukan Layla dengan teramat sayang


"Maafin aku Layla"


"Aku masih belum bisa jujur padamu sekarang!"


"Aku tak ingin semua nya berakhir ketika aku ingin memulai semua nya dari awal dengan kamu!"batin Helmi yang semakin mempererat pelukannya pada Layla.


*****


(Tok tok tok tok) suara di ketuk dari luar


"Mas"panggil Layla


"Hmmmm"balas Helmi dengan tersenyum manis sembari memejamkan matanya di pelukan hangat Layla

__ADS_1


"Mas ada yang ngetuk pintu"ucap Layla yang ingin melepaskan diri dari pelukan hangat Helmi


"Biarin aja"Helmi yang sama sekali tak mengizinkan Layla untuk melepaskan pelukan hangat darinya


"Tapi ... Mas ..."


"Jika itu mama gimana?"ucap Layla yang berusaha agar Helmi melepaskan pelukan


Helmi pun akhirnya melepaskan pelukan, seraya berucap


"Maaf yah"ucap Helmi yang membingungkan Layla akan kata kata yang masih begitu ambigu


"Untuk apa mas?"tanya Layla dengan memasang wajah polos di hadapan Helmi


"Untuk semuanya"Helmi yang segera menggenggam erat tangan Layla


"Mulai sekarang ... Kamu ngak perlu lagi tongkat bantu,aku yang akan menjadi tongkat setia bagi kamu"Helmi yang membantu Layla untuk melangkah menuju suara pintu di ketuk.


*****


"Mama"ucap Helmi ketika pintu ruangan mereka terbuka


Nyonya Melisa kaget bukan main ketika melihat putra nya begitu romantis pada Layla


Sembari mencoba menahan raut wajah tersenyum, Nyonya Melisa berucap yang membuat pipi Layla kembali merona


"Maaf yah mama udah nganggu kalian berdua,mama permisi"


"Ingat yah Helmi akan ucapan mama!"Nyonya Melisa yang kemudian melangkah meninggalkan Layla dan Helmi yang masih berpegangan tangan.


*****


"Emang mama ngomong apa sama kamu,mas?"tanya Layla dengan wajah polos yang membuat Helmi begitu merasa gemas


"Sebentar lagi kamu juga akan tau kok"Helmi yang menyentil hidung mungil Layla dengan teramat gemas nya


"Ya udah yuk kita keruangan papa"ajak Helmi yang mendapat kan persetujuan dari Layla


Ketika dua sejoli yang sudah mulai begitu mesra di bahtera rumah tangga yang begitu di impikan


Helmi lantas mencoba meminta maaf akan kesalahan besar yang sudah ia perbuat selama ini dengan memberikan kejutan kejutan kecil pada Layla .


*****


"Maaf jika gue belum bisa meminta maaf secara terus terangan sama kamu, Layla"


"Mulai sekarang saya akan memperlakukan kamu layak nya sebagai seorang ratu"Helmi yang sudah mendapatkan ide untuk memberikan banyak kejutan untuk Layla .


*****


"Kamu mau sarapan pagi di luar?"tanya Helmi yang memulai memberikan kejutan kejutan kecil pada Layla


"Mas udah lapar?"tanya Layla


"Enggak terlalu lapar sih,tapi ... Kamu gimana?, udah lapar?"tanya balik Helmi


"Belum terlalu juga sih mas"balas Layla yang membuat raut wajah Helmi berubah menjadi tak bersemangat lagi setelah mendengar kan ucapan dari Layla

__ADS_1


"Padahal ... Gue udah bikin kejutan kecil buat dia pagi ini"ucap Helmi yang gagal menciptakan romansa kecil di rumah tangga mereka berdua


"Mas,aku mau makan di luar boleh?"tanya Layla yang dapat merasakan jika suami nya sebenarnya ingin mengajak Layla untuk sarapan pagi bersama


Helmi yang mendengar ucapan dari Layla, berubah menjadi begitu bersemangat lantas berucap


"Boleh, habis ini kita langsung cari makan di luar yah"ucap Helmi yang mengengam tangan Layla, menuntun mereka berdua ke ruangan tuan Andika.


*****


Pagi ini adalah jadwal memeriksa kesehatan tuan Andika,dan dokter yang akan menangani nya adalah Dokter Keano


Suara pintu terbuka


"Maaf buk, saya akan melakukan pemeriksaan pada pasien"sang dokter yang mendapat kan sambutan baik dari Nyonya Melisa


"Silahkan, Dokter"balas Nyonya Melisa yang mempersilahkan Dokter Keano melakukan pemeriksaan pada tuan Andika.


*****


Tuan Andika memang sudah kembali sadar dari koma selepas operasi


"Bagaimana dengan kondisi saya, Dok?"tanya tuan Andika yang masih begitu lemah


Tuan Andika masih belum sadar jika sang dokter yang menangani nya adalah Keano sahabat lama nya Helmi, mungkin karena penampilan sang dokter yang sudah semakin tampan dan begitu berbeda ketika pertemuan terakhir 7 tahun yang lalu, ketika Helmi memperkenalkan Keano kepada kedua orang tua nya ketika masa SMA.


*****


"Anda masih dalam tahap pemulihan pak"


"Setelah ini saya meminta ada perwakilan dari keluarga yang menemui saya di ruangan kerja di lantai 7 untuk memberi tau tentang kondisi pasien lebih lanjut"ucap sang dokter


"Baik, Dok"


"Anak saya bisa ke ruangan anda nanti"ucap Nyonya Melisa


Tuan Andika yang masih dalam kondisi lemah, mencoba berusaha menanyakan tentang Helmi pada istri nya


"Helmi di mana?"


"Kenapa saya tidak melihat dia dan Layla di sini?"ucapan dari tuan Andika yang membuat Dokter Keano menghentikan langkah kaki ny


Sang dokter hanya takut akan kondisi Layla yang bisa saja terancam oleh Helmi.


*****


Pintu ruangan terbuka


(Ceklek)


"Keano?!"batin Helmi ketika melihat sahabat lama nya yang ada dalam ruangan tuan Andika


Tak jauh berbeda dengan Helmi,Keano juga begitu kaget bukan main ketika melihat Layla yang tengah dituntun oleh Helmi tanpa menggunakan tongkat bantu yang selama ini biasa di pakai oleh Layla


"Helmi?!"batin Keano


"Kenapa mereka berdua begitu mesra pagi ini?"batin Keano ketika melihat Helmi yang menggenggam erat pinggang Layla.

__ADS_1


__ADS_2