Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
hati yang tersakiti ketika romansa itu hadir kembali


__ADS_3

*****


Keano?!"batin Helmi ketika melihat sahabat lama nya yang ada dalam ruangan tuan Andika


Tak jauh berbeda dengan Helmi,Keano juga begitu kaget bukan main ketika melihat Layla yang tengah dituntun oleh Helmi tanpa menggunakan tongkat bantu yang selama ini biasa di pakai oleh Layla


"Helmi?!"batin Keano


"Kenapa mereka berdua begitu mesra pagi ini?"batin Keano ketika melihat Helmi yang menggenggam erat pinggang Layla.


*****


Keano yang kemudian merasakan sesak di bagian dada nya ketika melihat rona bahagia Layla yang tak dapat ia sembunyikan ketika Helmi begitu mesra


"Apa sudah seharusnya gue berhenti?!"


"Apa sudah tidak ada harapan lagi bagi gue untuk menggapai cinta pertama yang selama ini gue simpan baik-baik dalam hati, yang begitu gue jaga layak nya sebuah benda berharga, bahkan ... Lebih berharga dari nyawa gue sendiri?!"batin Keano yang berusaha tegar.


*****


"Eh Layla sama Helmi udah datang"ucap Nyonya Melisa yang begitu bahagia melihat kemesraan yang terjadi antara Helmi dan Layla


Tuan Andika begitu bahagia terlihat jelas dari pancaran senyum di wajah walaupun masih begitu lemah


"Ma"panggil Layla


"Iya, sayang"balas Nyonya Melisa merespon dengan begitu lembut


"Papa gimana Ma?"


"Apa papa baik-baik aja?"tanya Layla yang tak dapat melihat wajah mertua nya tersebut, yang sudah mengikat cinta suci Layla dan Helmi


"Papa baik-baik aja kok Layla"suara tuan Andika yang masih begitu lemah


"Papa"Layla yang begitu tak percaya dengan suara yang baru saja ia dengar


Suara yang begitu di rindukan oleh Layla akhirnya terdengar kembali di telinga Layla, dengan wajah begitu bahagia,Layla berucap dengan melangkah menuju ke ranjang pasien tampa sadar jika kondisi mata Layla tengah buta.


*****


"Layla!"Keano yang langsung memegang pinggang Layla ketika kaki Layla tersandung di lantai yang tak datar


Semua yang ada di dalam ruangan tuan Andika begitu terkejut ketika melihat sang dokter begitu peka kepada Layla


"Maaf,saya tidak bermaksud"Keano yang berusaha untuk tetap tenang, berusaha untuk tidak menampakkan jika sang dokter jatuh cinta pada Layla, yang jelas jelas sudah memiliki seorang suami dan suami itu tak lain adalah sahabat lama nya sendiri.

__ADS_1


*****


Helmi yang cemburu melihat sikap Keano yang begitu peduli kepada Layla, apalagi saat Helmi tau jika sang dokter bedah tersebut begitu mencintai Layla, lantas memegang pinggang dan tangan Layla seraya berucap


"Terima kasih, karena sudah menolong istri saya!"Helmi yang mengisyaratkan agar Keano tau tentang posisi Layla sekarang


Ketika Helmi berucap demikian, Nyonya Melisa dan tuan Andika saling bertatapan satu sama lain, seakan tak percaya akan apa yang baru saja terjadi di hadapan mereka


"Maaf,saya tidak bermaksud seperti itu!"ucap Keano yang tak ingin berlama-lama di ruangan tersebut


Ruangan yang menjadi saksi bisu tentang kemesraan Layla dan Helmi dan kemesraan tersebut membuat hati Keano semakin sakit.


*****


"Pak,buk,saya permisi keluar"


"Oh yah,saya berharap ada salah seorang dari anggota pasien yang datang ke ruangan saya untuk memberi tahu lebih tentang kondisi pasien"ucap Keano sebelum ia keluar dari ruangan tuan Andika


"Saya yang akan ke sana nanti!"


"Saya ingin tau tentang kondisi kesehatan papa saya, Dokter!"Helmi yang menatap tajam pada Keano


"Hmm"Keano yang segera melangkah ke luar ruangan.


*****


"Gue tau jika Lo begitu jatuh cinta pada Layla!"


"Mulai sekarang gue ngak akan biarin hal tersebut terjadi!"batin Helmi yang sudah di kuasai oleh Layla sekarang bahkan Helmi sama sekali tak ingat dengan carina.


*****


"Mas kenapa?"tanya Helmi yang hanya diam dengan mempererat genggaman tangan nya pada Layla


Helmi melirik kepada Layla seraya berucap


"Enggak apa apa kok"


"Kamu udah lapar?"tanya Helmi dengan begitu mesra kepada Layla dan kejadian mesra tersebut terlihat jelas di hadapan Nyonya Melisa dan tuan Andika


"Helmi"panggil Nyonya Melisa


"Iya ma"balas Helmi yang menuntun Layla ke dekat ranjang pasien


"Kalian mau sarapan pagi?"tanya Nyonya Melisa

__ADS_1


"Iya ma"


"Rencana nya aku mau ngajak Layla makan di luar,ngak apa apa kan,ma?"tanya Helmi yang melihat jika reaksi dari tuan Andika begitu meragukan akan ucapan dari Helmi


"Papa tenang aja, kali ini aku serius kok!"ucap Helmi sembari menatap pada tuan Andika


"Papa pegang kata kata kamu, Helmi!"


"Ingat akan semua yang pernah papa bilang!"tuan Andika yang masih meragukan bahkan seakan tak percaya jika Helmi akan mengajak Layla sarapan pagi di luar rumah sakit.


*****


Tuan Andika sudah pasti punya alasan kenapa ia meragukan perkataan Helmi,tuan Andika yang begitu paham jika Helmi memiliki akal yang begitu panjang untuk bisa membohongi kedua orang tua nya dan kebohongan itu telah terjadi selama berpuluh puluh tahun yang lalu


"Pa, percaya aja,mama yakin jika Helmi sudah berubah"Nyonya Melisa yang berusaha meyakinkan tuan Andika agar memberikan izin kepada Helmi untuk mengajak Layla sarapan pagi di luar.


*****


Layla sebenarnya begitu heran pada ucapan suami dan mertua nya yang memberikan ucapan yang masih begitu ambigu untuk di maknai


Seakan ingin bertanya pada suami nya akan maksud dari ucapan yang sudah ia dengar,tapi ... Layla masih begitu malu untuk berbicara lebih serius dengan Helmi.


*****


"Untuk kali ini,papa akan mempercayai ucapan kamu!"


"Tapi .... Awas jika kamu berdusta!"


"Kamu sudah tau bukan dengan konsekuensi yang akan terjadi jika kamu bermain main dengan papa!"tuan Andika yang memperingati Helmi agar dapat memegang ucapan yang sudah Helmi lontarkan


"Iya,pa, Helmi ngak akan lupa!"balas Helmi tampa keraguan dari wajah sang CEO perusahaan tambang terbesar di Indonesia.


*****


Sementara itu, Keano yang begitu merasakan sesak di dada nya ketika masih belum bisa melupakan kemesraan yang terjadi antara Layla dan Helmi


Terutama ketika Helmi berucap seperti sudah begitu jatuh cinta kepada Layla


Terima kasih, karena sudah menolong istri saya!"ucap Helmi


Keano begitu paham jika Helmi seperti memberikan isyarat agar diri nya dapat mengerti dan menerima posisi Layla sebagai seorang istri dari Helmi


Keano yang begitu paham tentang psikologi seseorang, Keano dapat merasakan jika Helmi begitu cemburu ketika melihat dirinya menolong Layla, terutama ketika tangan Keano memegang pinggang Layla


Sebuah hal yang tak masuk logika, bagaimana mungkin seorang Helmi Andika bisa jatuh cinta kepada Layla gadis buta yang jelas jelas tak begitu dihargai oleh Helmi selama ini, berubah 360 derajat, menjadi sosok lelaki yang begitu cemburu ketika Keano kembali menolong Layla, bahkan seperti tak ingin jika Keano menyentuh tubuh Layla walaupun sehelai saja

__ADS_1


"Apa Helmi sudah jatuh cinta kepada Layla?"batin Keano.


__ADS_2