
Akhirnya takdir itu memang akan memisahkan kita. Kita akan terpisah dalam waktu cukup lama, sayang. Apa daya nyawamu sekarang lebih berharga dari apapun bahkan duniaku sendiri.
Jangan pernah lupakan semuanya tentang diriku nantinya, tetap tunggu aku, Layla. Aku berjanji, aku berjanji akan cepat pulang padamu. Memberikan pelukan hangat itu untukmu selamanya dan tidak akan pernah aku biarkan siapapun nantinya memisahkan cinta kita.
Tetap tunggu aku Layla, jangan sedikitpun dirimu berpaling untuk mencintai orang lain, tunggu aku sayang.
Takdir buruk itu akan segera memisahkan Helmi dan Layla, sepasang kekasih yang sudah saling mencintai satu sama lain harus terpisah untuk beberapa saat karena alasan penting dan tidak dapat ditinggalkan begitu saja, tidak dapat abai walaupun sedetik saja. Apapun alasannya, bagi Helmi sekarang Layla akan terus menjadi prioritas dirinya. Tidak akan ia biarkan pria manapun dapat mengganggu keselamatan istri tercintanya sekarang.
Barang siapa yang berani menyentuh Layla untuk sehelai saja maka bersiaplah untuk menerima ganjaran akhir yang akan Helmi berikan pada orang yang berani mengganggu ketentraman hati dan pikiran Layla.
'aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu Layla! Untuk sedetik pun aku tidak akan pernah rela.' batin Helmi yang sudah dipenuhi oleh amarah pada mereka yang ternyata sebenarnya mengincar nyawa Layla dan menjadikan dirinya dan Keano hanya menjadi umpan untuk membuka tentang orang yang begitu berbahaya bagi organisasi mereka semua.
Sekarang Helmi dan Layla sedang menuju ke sebuah tempat dimana kesepakatan itu akan terjadi, kesepakatan pahit yang harus diterima ikhlas oleh Helmi.
Helmi menatap lekat pada Keano yang tengah melangkah menuju tempat kesepakatan itu akan terjadi sebentar lagi.
'apa Keano akan menjadi orang yang tepat?! Apa bisa aku titipkan Layla pada Keano saat ini?! Sebenarnya aku tak rela memberikan istriku pada siapapun termasuk Keano. Setelah mengetahui jika Keano begitu mencintai Layla selama ini dan begitu menjaga Layla. Tapi … untuk sekarang aku sudah tidak punya alasan apapun untuk memberikan Layla pada kedua orang tuanya dan kedua orang tuaku, hanya Keanolah yang dapat membantu diriku, hanya dirinya yang dapat menutup rapat-rapat tentang perkara besar ini.' batin Helmi yang sudah menyiapkan kesepakatan yang begitu menggiurkan untuk Keano nantinya.
Sebenarnya ada alasan tertentu mengapa nantinya Helmi tidak menyerahkan kembali Layla pada kedua orangtuanya ataupun orang tua dari Helmi. Menjadi seorang detektif terkenal begitu dirahasiakan oleh Helmi dengan begitu rapat dari lingkungan kehidupan yang begitu dekat dengan dirinya. Ditambah lagi masalah ini ternyata semakin mengakar membawa nama Layla dalam masalah besar tersebut, sudah dapat dipastikan resiko yang lebih besar nantinya akan siap kembali mendera orang-orang yang berada dilingkungan Helmi.
Dan Keano menjadi alasan terakhir bagi Helmi, alasan dimana Layla akan merasa terselamatkan nantinya ketika diri Helmi akan berusaha sekuat tenaga untuk membongkar para anggota rahasia dari organisasi tersebut. Memastikan Layla aman adalah keahlian Keano yang sudah lama diketahui oleh dirinya, hanya ada satu alasan kenapa Keano begitu menjaga Layla, yaitu alasan mencintai Layla yang sudah teramat gila bahkan melebihi cinta Helmi pada Layla.
Akhirnya Helmi dan Keano sudah semakin dekat dengan lokasi paling atas rumah sakit tempat mereka berdua dirawat karena banyak nya luka yang menjadi awal dari kesengsaraan itu akan menimpa.
'ya, Keano adalah orang yang tepat untuk saat ini. Maaf Layla, maaf jika diriku akan pergi dari kehidupanmu untuk sementara waktu.' batin Helmi yang harus ikhlas untuk memberikan Layla untuk dapat dijaga oleh Keano yang juga begitu ahli dalam urusan beladiri, sama seperti dirinya Keano adalah detektif terkenal yang dapat menjadi tameng bagi Layla. Memastikan Layla aman adalah pilihan paling tepat yang bisa dipikirkan oleh Helmi untuk saat ini dengan cara menyerahkan Layla pada Keano agar dirinya dapat tenang untuk menangani kasus yang begitu pelik dan memastikan Layla aman-aman saja selama Helmi menyelesaikan kasus tersebut.
__ADS_1
Sebuah kesepakatan akan terjadi antara Helmi dan Keano …
Entah ini memang sudah firasat dari Layla, entah kenapa semenjak Helmi menitipkan Layla pada si mbok. Hati Layla semakin gelisah dan kegelisahan itu tidak dapat dihilangkan dari hati dan pikirannya.
'kenapa aku begitu cemas seperti ini? Mas Helmi hanya akan pergi untuk sementara waktu, bukan?! Mas Helmi tidak akan pernah meninggalkan diriku. Mas Helmi sudah berjanji, mas Helmi harus tepati janjinya pada layla.' batin Layla ketika dirinya diajak berada di taman rumah sakit tersebut.
'tapi … kenapa hatiku begitu seakan sakit untuk saat ini?! Kenapa rasanya aku akan semakin jauh dari mas Helmi.'
'ya Rabb lindungi lah Mas Helmi, lindungi lah dirinya dimanapun berada. Hanya itu pinta hamba, Ya rabb.' batin Layla yang berusaha untuk tenang dan berpikir positif akan semua hal yang nantinya akan terjadi di detik berikutnya.
Sebagai sesama wanita mungkin akan saling memahami yang tengah terjadi, si Mbok yang diamanatkan oleh Helmi untuk menjaga Layla hingga dirinya kembali pada hari ini. Si mbok juga dapat merasakan hal yang begitu menjanggalkan pada pikiran Layla.
"Ada apa, Nyoya Layla? Kenapa Anda sedari tadi sepertinya begitu gelisah?! Apa ada yang bisa si mbok bantu untuk Nyoya Layla?" tanya si mbok yang ingin mengembalikan senyum manis di wajah Layla yang sedari tadi nampak murung dan begitu gelisah.
"Oh, enggak Mbok, Layla gak apa-apa. Layla cuman lagi sedikit pusing aja, Mbok." ucap Layla yang tidak ingin orang lain dapat merasakan pikiran yang begitu mengganggu untuk dirinya sendiri.
"Apa Nyoya Layla mau si mbok antarkan kembali ke ruangan den Helmi. Supaya nyonya Layla dapat beristirahat di ruangan den Helmi?" tanya si mbok pada Layla.
"Boleh, Mbok. Layla juga begitu ingin istirahat sekarang." ucap Layla pada si Mbok.
Sementara itu di tempat yang berbeda, tempat Helmi dan Keano akan memulai sebuah kesepakatan.
Mereka berdua sudah saling berada di atas gedung rumah sakit tempat mereka berdua dirawat akan hal yang begitu menyakitkan jika harus diingat kembali.
Keano sudah siap untuk berbicara tentang bagaimana nasib Layla kedepannya dengan Helmi.
__ADS_1
"Huhhhhh! Takdir itu memang tidak pernah sesuai dengan semua angan dan mimpi kita, bukan?!" ucap Keano yang menatap lekat pada bagian depan yang dapat dilihat oleh mata Keano.
"Ya, kamu memang benar. Takdir memang tidak pernah mengerti perasaan yang sedang aku alami sekarang." balas Helmi yang juga ikut menatap lekat pada banyak gedung yang ada di depan mereka berdua.
"Huh, kamu pasti sudah tahu tentang maksud diriku membawamu kesini bukan?! Tidak perlu lagi saya jelaskan semuanya padamu sekarang! Itu hanya akan buang-buang waktu." Keano yang segera menatap Helmi yang juga ikut menatap dirinya.
"Ya, tidak perlu dijelaskan kembali. Saya sudah tahu akar masalah yang akan kamu bicarakan dengan saya, Keano." Balas Helmi yang sudah dapat merasakan perpisahan yang menyakitkan itu akan terjadi sebentar lagi.
'ya Rabb izinkan lah hamba membuat Layla tetap merasa aman nantinya. Izinkan lah perpisahan ini hanya kerikil kecil dari ujian yang akan hamba jalani.' Helmi yang berusaha tegar menghadapi semua ujian yang siap mendera dirinya.
'hamba tahu jika ujian ini memang hamba perlukan, bahkan begitu hamba butuhkan. Membuktikan siapa yang paling berhak memiliki gelar sebuah ksatria sejati yang dapat melindungi sang tuan putri dari marabahaya yang sudah berada di depan mata.' Helmi yang sudah siap dengan kesepakatan yang sudah begitu dirinya pikirkan matang-matang.
"Jika begitu, apa solusi yang paling baik yang bisa Anda berikan sekarang, Detektif?!" tanya Keano pada Helmi yang segera memberikan sedikit senyuman tipis akan pertanyaan yang diucapkan Keano pada dirinya.
"Hmmm, bagaimana jika kita membuat kesepakatan sekarang! Kesepakatan yang paling bisa kita lakukan untuk saat ini! Kesepakatan yang mungkin hanya bisa kita lakukan dalam keadaan terdesak seperti ini, Detektif Keano?!" Helmi yang segera menatap Keano yang memberikan ekspresi wajah heran dengan mengerutkan keningnya.
"Kesepakatan! Kesepakatan apa yang Anda maksud untuk situasi yang sudah mengancam seperti ini?!" tanya Keano yang begitu heran dengan sebuah rencana yang sudah Helmi siapkan.
"Hmmm" Helmi tersenyum menyeringai.
"Bagaimana untuk saat ini kita berdua bertukar posisi?!" ucap Helmi yang segera dibantahkan oleh Keano.
"Apa?! Bertukar posisi! Apa Anda sudah gila, Helmi!" ucap Keano yang tidak percaya jika Helmi akan menggunakan rencana berbahaya seperti itu.
Author udah up episode terbaru loh hari ini, silahkan sok atuh di kasih jempol sayangnya pada author.
__ADS_1
Dan nantikan episode yang begitu mendebarkan dan sebuah kesepakatan yang akan segera mengubah takdir buruk yang senantiasa Keano rasakan akan berputar untuk sementara waktu dan akan dapat membuat dirinya dapat sebegitu dekatnya dengan wanita yang begitu dicintai.