
******
Helmi yang ingin kembali ke ruangan papa nya yang ada di ruangan lantai 6 ruangan 1 VIP,tampa sengaja melihat seorang yang familiar, yaitu Keano vermando, sahabat lama sekaligus dokter bedah rumah sakit terkenal
"Itu dia"gumam Helmi sembari berjalan dengan memasukkan tangan kiri nya di dalam saku celana
"Syukur deh jika gue bisa bertemu dengan dia di sini!"
"Gue bisa buat wacana kesepakatan dengan dia!"Helmi yang menatap tajam pada Keano yang juga menatap nya dengan raut wajah kesal
Setiap kali Keano melihat wajah Helmi,atau nama Helmi sekalipun,maka yang terlintas di benak Keano adalah Layla yang terus tersakiti
"Huhhh,dasar sial!"
"Kenapa gue harus ketemu dia di sini!"batin Keano yang begitu malas jika harus berurusan dengan Helmi
Mungkin saja takdir yang memang ingin kembali mempertemukan Keano dengan Helmi
"Tunggu sebentar!"ucap Keano ketika mereka berdua berpas pasan lewat di koridor rumah sakit dengan nyala lampu yang redup
"Apa kamu sudah melihat isi surat yang saya kirim kan?"tanya Helmi yang kembali melangkah ke ruangan tuan Andika di lantai 6
Keano sama sekali tak menjawab pertanyaan dari Helmi, Keano malah berpikir jika surat tersebut hanya lah sebuah jebakan
"Gue yakin jika isi surat ini pasti berisi tentang taruhan dari dia"
"Tapi ... Taruhan untuk apa ?"Keano yang merasa jika tidak ada yang harus dia dan Helmi taruhkan kali ini
"Oh yah satu lagi"Helmi yang menghentikan langkah kaki nya
"Seperti nya ...selera Lo begitu rendah"
"Apa tidak ada selera yang pas untuk seorang milyuner seperti Lo?"Helmi yang kembali melangkah setelah berucap yang meninggal kan kesan begitu mendalam bagi Keano.
******
"Hahhhhh"
"Lebih baik jika selera gue seperti itu"Keano yang membalas ejekan dari Helmi dengan begitu bergaya
"Ya ... Memang begitu pas dengan Lo, seorang milyuner jatuh cinta dengan gadis buta"jelas ucapan dari Helmi membuat Keano naik darah ketika Helmi mengejek Layla sebagai cinta pertama Keano dan sebagai seorang istri dari Helmi Andika
"Lo bilang apa barusan!"Keano yang berucap dengan begitu menahan rasa kekesalan nya pada Helmi
"Tahan!"
"Tahan!"
"Tahan Keano!"
"Lo ngak boleh gegabah seperti ini, ingat lelaki itu adalah suami Layla"
"Jika Lo berkelahi dengan bajingan ini,maka Layla akan tersakiti"Keano yang mencoba menahan amarah nya dan mencoba mengingat senyum manis Layla di dalam pikiran nya agar Keano tidak berkelahi dengan Helmi
"Huhhhh"sembari menghela nafas,Keano berusaha keras tidak terpancing dengan ejekan Helmi yang di tujukan pada Layla
"Gue sedang tidak mood untuk melayani Lo"Keano yang kembali berjalan menjauh memasuki lift ruangan lantai 6 untuk kembali ke ruangan lantai 5
"Kenapa?"tanya Helmi yang bertambah yakin jika Keano benar benar sudah begitu mencintai Layla (istri buta Helmi)
"Apa karena gadis buta itu?"Helmi yang mencoba memancing Keano
Tapi ... Keano kembali teringat dengan Layla yang begitu mencemaskan kondisi Helmi suami bajingan yang tak menghargai posisi Layla sebagai istri nya
"Gadis buta yang Lo sebut kan itu ... Adalah istri Lo"Keano yang berucap dengan mengengam kedua tangan nya,Keano masih begitu berusaha agar tidak terpancing dengan emosi yang bisa ia lampiaskan pada Helmi
"Dia memang istri gue,tapi ... Seperti nya Lo yang lebih mengkhawatirkan dia ke timbang gue!"ucap Helmi yang kembali berjalan melangkah.
*****
Keano begitu menatap tajam Helmi yang semakin menghilang di balik redup nya lampu rumah sakit
"Apa maksud dia barusan?"
"Gue yakin dia ada mau nya sama gue!"Keano yang langsung membuka berkas pesan dari Helmi
Keano begitu kaget ketika melihat isi surat dari sahabat lama nya tersebut, terdapat banyak resi pembelian dari banyak toko sebelum ini dan juga resi pembelian makanan dari rumah sakit milik keluarga vermando
"Huhhh"
"Jadi ... Dia mencari tau sejauh ini!"
"Gue nggak nyangka jika dia bisa menemukan berkas aslinya begitu cepat !"Keano yang menekan tombol lift menuju lantai 5.
*****
Ketika pintu lift terbuka Keano melangkah ke luar lift dengan mendapatkan tatapan penuh pertanyaan dari para suster,para pengunjung rumah sakit
Di sepanjang perjalanan menuju ke ruangan pribadi sang dokter, setiap ada yang berpas pasan lewat dengan sang dokter bedah nomor satu di Indonesia terdengar suara yang begitu membuat Dokter Keano kesal mendengar nya
"Ngak nyangka yah,jika selera dokter rumah sakit elit ini, murahan banget"ucap seorang wanita yang cukup berumur kepada sahabat nya
Dokter Keano melirik dengan ekspresi begitu heran, sebagai ahli psikologi, Dokter Keano begitu faham jika orang yang di tuju nya adalah Layla
"Filing gue mengatakan ... Jika mereka semua berbicara tentang Layla dengan gue"
__ADS_1
"Tapi ... Kenapa?"batin sang dokter yang melangkah ke ruangan kerja nya dengan tatapan tak suka dari sepenjuru mata memandang
Keano yang kesal karena menjadi bahan gunjingan, lantas berucap
"Kalo kalian semua mau menggunjing saya, sampai kan langsung, bukan seperti ini!"bentak Dokter Keano yang tak bisa menahan amarahnya
"Kenapa semua nya hanya diam menatap saya seperti itu!"
"Ayo ngomong sini langsung!"bentak sang dokter bedah
"Percuma saja melayani mulut netizen, cuman berani di belakang doang, giliran di suruh ngomong langsung sama orang nya,malah diam seperti kucing kena pukul"Dokter Keano yang kembali melangkah membungkam mulut para semua yang menatap nya dengan raut wajah tak suka.
*****
Helmi yang tengah berjalan menuju ke ruangan tuan Andika,tak sengaja bertemu dengan anak lelaki yang berlari dengan begitu ketakutan
Helmi tau jika anak lelaki ini yang telah memecahkan vas bunga dari ibu muda yang memaki maki Layla
"Ehhh"
"Tunggu sebentar!"Helmi yang memegang tangan anak lelaki tersebut dengan cukup keras karena anak lelaki tersebut mencoba memberontak kabur dari hadapan Helmi
"Saya bilang jangan berontak!"Helmi yang begitu kesal dengan tingkah sang anak lelaki yang masih mencoba memberontak bahkan sampai menggigit tangan Helmi
"Kamu anak yang memecahkan vas itu kan?"tanya Helmi yang membuat anak lelaki tersebut mengeluarkan keringat dingin setelah mengetahui jika Helmi tau jika anak lelaki tersebut yang sebenarnya memecahkan vas bunga bukan Layla
"Maksud Bapak apaan?"anak lelaki yang masih berusaha mengelak dari kenyataan yang sudah di ketahui oleh Helmi
"Jangan ngarang cerita yah!"ucap anak lelaki yang berusaha memberontak
"Ngarang cerita?"
"Saya apa kamu yang mengarang cerita?"tanya telak dari Helmi yang membuat anak lelaki tersebut berhenti memberontak dan sujud di hadapan Helmi karena takut jika Helmi akan menceritakan semua nya kepada ibu muda yang meminta tebusan uang 75 juta, walaupun Keano telah mengganti kerugian dengan nominal 100 juta
"Saya mohon pak jangan bilang semua nya sama ibu itu"anak lelaki yang masih berlutut di hadapan Helmi
Helmi seperti mendapat kan sebuah ide dari anak lelaki yang sedang berlutut di hadapan nya
"Saya tidak akan mengatakan semua nya"ucap Helmi yang membuat anak lelaki tersebut mengeluarkan raut wajah bahagia setelah begitu pucat pasi takut jika Helmi akan mengatakan semua nya
"Beneran,pak?"tanya anak lelaki yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar
"Iya,saya tidak akan memberi tau semua nya "
"Asalkan ...."
"Kamu mau menuruti satu permintaan saya"Helmi yang kemudian berbisik pada anak lelaki tersebut
"Baik Pak, saya setuju"saut anak lelaki tersebut
"Baik Pak,saya akan melakukan sesuai dengan arahan Bapak"ucap anak lelaki yang kemudian berlari meninggalkan Helmi
Helmi tersenyum manis dan kembali melangkah ke ruangan tuan Andika dengan mengeluarkan suara siulan di sepanjang koridor rumah sakit.
*****
Helmi sudah berada di depan pintu ruangan inap tuan Andika
"Helmi"suara Nyonya Melisa ketika melihat sang putra baru kembali ketika pukul 00.30 malam
"Kamu dari mana aja?"
"Mama cemas malah ponsel kamu ngak bisa di telfon lagi?"ucap Nyonya Melisa ketika Helmi masuk ke ruangan tuan Andika
"Maaf Ma, ponsel Helmi habis batrai"balas Helmi yang ingin membaringkan tubuh nya di sofa panjang yang ada di ruangan inap tuan Andika
"Kamu kok tidur di sini Helmi?"pertanyaan dari Nyonya Melisa begitu membuat Helmi heran
"Lah terus jika Helmi ngak tidur di sini?"
"Helmi mau tidur di mana?"
"Apa Helmi mama suruh pulang ke rumah?"tanya Helmi dengan raut wajah bahagia karena tidak perlu menunggu tuan Andika di rumah sakit milik sahabat lama nya tersebut
"Bukan gitu maksud mama, emang nya kamu ngak mau tungguin papa kamu siuman?"tanya Nyonya Melisa yang duduk di samping putra ny tersebut
"Huhh, nungguin tua Bangka ini!"
"Lebih baik gue di rumah dari pada di sini!"batin Helmi yang begitu malas jika harus berada di sekitaran tuan Andika, yang ada tuan Andika akan membandingkan Helmi dengan sahabat lama nya
"Jika gue masih ada di sini,dan papa tau jika Keano sudah menjadi dokter sekaligus menjadi direktur rumah sakit elit ini, sudah pasti pak tua Bangka itu akan membanding bandingkan gue dengan dia!"Helmi yang berucap dalam hati nya dengan mengepal tangan kiri, agar tak terlihat oleh mama nya.
*****
"Helmi"panggil Nyonya Melisa dengan begitu lembut pada anak semata wayang keluarga Andika
"Iya,ma"balas Helmi
"Apa mama boleh kasih kamu satu pertanyaan?"tanya nyonya Melisa
Ucapan dari mama nya Helmi mengira jika ini semua pasti ada sangkutan nya dengan Layla
"Pasti lagi lagi tentang wanita buta itu!"
"Kenapa sih mama setuju aja pas aku di jodohkan dengan wanita buta itu!"gumam Helmi yang tau jika mama nya pasti akan berbicara lagi dan lagi tentang Layla
__ADS_1
"Gimana Helmi?"
"Apa mama boleh kasih kamu satu pertanyaan?"tanya nyonya Melisa yang mengulang kembali pertanyaan yang akan ia tanyakan pada Helmi
"Boleh, emang mama mau tanya apa sama Helmi"Helmi yang mempersilahkan mama nya untuk bertanya, walaupun Helmi sudah menduga jika pasti yang akan di tanyakan oleh mama nya pasti tentang Layla dan dugaan Helmi begitu tepat, memang benar nyoya Melisa akan bertanya tentang hubungan Helmi dan Layla
"Kamu ngak lagi berantem kan dengan Layla?"tanya Nyonya Melisa
"Tuh kan benar"
"Pasti tentang wanita buta itu"batin Helmi yang sudah menduga dari awal
"Maksud mama?"tanya Helmi yang berpikir jika Layla sudah menceritakan semua nya pada Nyonya Melisa
"Dasar wanita tidak tau ucapan terima kasih!"
"Percuma gue tadi kasih suapan sama dia!"batin kesal Helmi yang hanya memberikan suapan pada Layla agar keluarga Andika berpikir jika rumah tangga Helmi dan Layla baik baik saja
Helmi tau jika papa nya telah mengirimkan mata mata untuk memperhatikan gerak gerik Helmi, dengan alasan itu lah, Helmi mau bersikap romantis kepada Layla .
*****
Nyonya Melisa menceritakan semua nya kepada Helmi tentang Layla yang ia lihat mencoba menyembunyikan air mata dengan mengatakan jika tidak terjadi apa apa
Kilas balik ...
Suster rumah sakit yang sudah mengantar kan Layla ke ruangan tuan Andika kembali melakukan tugas nya
Nyonya Melisa dan si mbok yang begitu merasa heran, kenapa Layla di antar oleh suster rumah sakit bukan nya Helmi suami nya
Nyonya Melisa mendekat
"Layla"panggil mertua nya
"Iya,ma"balas Layla lembut yang mencoba menyembunyikan air mata di depan mertua nya tersebut
" Kamu habis nangis, sayang?"tanya nyonya Melisa yang tau walaupun Layla berusaha menyembunyikan air mata nya
"Enggak kok ma,aku tadi cuman kelilipan doang di lantai bawah"ucap Layla yang berbohong pada mertua nya tersebut
"Maafin aku yah ma,aku berbohong lagi sama Mama"gumam Layla yang merasa bersalah akan kebohongan yang harus ia lakukan pada mertua nya tersebut.
*****
Nyonya Melisa yang percaya akan ucapan menantu kesayangan lantas bertanya tentang keberadaan Helmi
"Layla "
"Suami kamu mana?"
"Kenapa kamu di antar oleh suster rumah sakit?"tanya Nyonya Melisa yang membuat Layla harus terpaksa berbohong lagi
"Ooh itu ma"Layla yang mencoba mencari alasan agar mertua nya tidak tau tentang kejadian yang sebenarnya
"Apa sayang?"
"Apa kalian berdua sedang berantem?"tanya Nyonya Melisa yang penasaran serta begitu khawatir jika dugaan nya benar
"Enggak kok Ma"
"Aku ngak lagi berantem sama mas Helmi kok"
"Mas Helmi cuman ada urusan mendadak gitu,maka nya mas Helmi perintahin suster rumah sakit untuk mengantarkan aku ke ruangan papa"balas Layla yang kembali berbohong kepada mertua nya tersebut
"Oooh,mama kira kalian berdua lagi berantem"ucap Nyonya Melisa yang kembali percaya dengan ucapan dari menantu kesayangan.
******
"Kamu beneran ngak lagi berantem kan sama Layla?"tanya nyoya Melisa pada putra nya langsung
"Enggak ma"
"Helmi sama Layla baik baik aja"
"Kalo gitu ... Layla di mana?"
"Kok ngak ada di ruangan ini?"tanya Helmi yang kembali memasang muka 2 di depan mama nya
"Layla ada di ruangan sebelah"balas nyonya Melisa
"Oh yah,kalo gitu Helmi mau temuin Layla dulu, soal nya memang Helmi yang meminta suster rumah sakit mengantarkan Layla ke ruangan papa, soal nya Helmi ada urusan mendadak tadi"ucap Helmi yang melangkah meninggalkan Nyonya Melisa
"Gue tau jika orang itu Lo, Keano.Setidaknya gue besok harus mengucapkan kata terima kasih kepada Lo"
"Jika bukan karena Lo, penyamaran gue pasti sudah terbongkar kali ini"batin Helmi yang melangkah ke ruangan Layla berada.
******
Bagaimana nasib Layla nanti nya ??, mampu kah Layla bertahan di rumah tangga yg tidak ada kata cinta di dalam nya ??"
Nantikan update episode terbaru dari author!
Author insya Allah bakal update setiap hari minimal 1 episode!
Jika lagi semangat 45 nya, insya Allah author akan update 2 sampai 3 episode dalam sehari!
__ADS_1
Salam manis dari author 🤗.