
Sementara itu Helmi dan Keano sudah berada di tempat dimana maut itu kembali tertantang, tempat dimana semua gejolak muda itu kembali hadir, gejolak gila detektif itu kembali menjelma.
Helmi dan Keano saling bertatapan satu sama lain, seakan tersirat hal yang penuh misteri akan segera terjadi disana.
"Apa kamu yakin jika mereka berdua masih belum menyadari tentang semua kode itu, Helmi?" tanya Keano ketika mereka semakin melangkah ke tempat dimana nyawa itu kembali diuji dan masa lalu itu kembali hadir membawa petaka yang semakin parah lagi.
Sebenarnya ada alasan kenapa Helmi dan Keano harus terlibat dalam banyak kasus berbahaya di usia muda mereka, ada hal yang sudah terjadi dan hal tersebut begitu membuat rasa hutang terhadap seseorang itu terus menjelma.
Terutama hal yang pernah terjadi di masa lalu akan terjadi sebentar lagi. Dendam di masa lalu akan hadir sebentar lagi, rasa yang selama ini mereka berdua simpan, rasa dimana tidak ada siapapun yang tahu tentang kenyataan jika Helmi dan Keano adalah dua detektif yang nyawa mereka selalu diancam oleh dendam masa lalu.
Dendam masa lalu itu akan kembali hadir, mari kita flashback pada awal dendam itu terjadi ….
Hardy Hartono adalah detektif yang paling di segani di London, itu semua tidak terlepas karena kepiawaiannya dalam memberikan deduksi-deduksi yang brilian,
*****
Sampai suatu saat, ketika Detektif Hardy terlibat dalam kasus dengan sebuah organisasi hitam yang berpusat di kota London tersebut.
Barbara Berlusconi adalah ketua dari organisasi hitam yang sangat mengincar nyawa Detektif Hardy Hartono karena merasa jika diringkus akan menjadi beban bagi organisasi mereka dan itu akan menjadi masalah besar yang harus segera disingkirkan apapun caranya, mereka harus dapat membungkam mulut Detektif Hardy Hartono yang menjadi bahaya paling besar dalam sejarah.
Petaka di balik pertanda
Di sebuah perpustakaan rumah yang sangat megah lagi tersusun banyak buku, duduklah detektif paling terkemuka di London tersebut, ia yang tengah membaca sebuah artikel tentang kasus perampokan dan penculikan yang terjadi belakangan ini dan biang keladi nya adalah para anggota organisasi hitam tersebut.
Pukul 24.00
Tak disangka terbangnya sebuah mainan pesawat terbang dan mainan pesawat terbang tersebut jatuh tepat di atas meja nya sang detektif Hardy Hartono.
Hardy Hartono yang mengetahui dari kode yang tertera di bagian depan pesawat. Dirinya sudah mengetahui kode tersebut pastilah berasal dari organisasi hitam, dirinya menghembus nafas dan mengambil jaket yang berada tidak jauh dari hadapannya, menggunakan setelan serba hitam dan menggunakan topi yang sering dipakai oleh Detektif Hardy Hartono untuk memecahkan kasus kasus yang begitu rumit.
*****
Pukul 01. 30
Helmi dan Keano yang ketika mereka masih menempuh pendidikan di Landon, mereka berada tepat di rumah detektif tersebut tersebut. Dari sanalah awal Helmi dan Keano mulai tertarik dengan dunia penyelidikan.
Mereka berdua yang tidak bisa tidur, langsung menuruni tangga dan menuju ke perpustakaan sang detektif terkenal tersebut berada.
"Detektif pasti masih ada di perpus sekarang." Keano yang berucap pada Helmi ketika mereka berdua menuju ke tempat terakhirnya sang detektif terkenal, tempat dimana pertemuan terakhir mereka dengan detektif terkenal.
"Detektif Hardy Hartono!" teriak Keano muda tidak melihat Detektif Hardy Hartono di dalam perpustakaan.
Mendekati meja kerja sang detektif terkenal dari London tersebut.
Hal yang tidak dapat dibayangkan pun hadir, sepucuk surat yang berisikan nada ancaman pun terlihat dengan begitu jelas.
" Ini?!" Helmi dan Keano yang menatap dengan mata yang begitu berapi-api pada selembar pesawat terbang yang berada tepat di atas meja kerja sang detektif.
Helmi dan Keano yang tahu jika nyawa sang detektif terkenal sekarang sedang dalam keadaan begitu terancam, Helmi dan Keano juga sudah mengetahui tentang organisasi yang dipimpin oleh Barbara Berlusconi.
*****
" Ah!! Sial! Jalanan begitu macet!" Helmi yang benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya ketika tengah mengemudi mobil yang biasa digunakan oleh sang detektif yang sedang terancam, karena di sepanjang perjalanan mereka berdua hanya memikirkan tentang keselamatan sang detektif, rasa gegabah itu mengacaukan semuanya.
__ADS_1
"Jika terus begini nyawa detektif akan terancam!" Helmi dan Keano langsung turun dari mobil pribadi sang detektif terkenal dan berlari ke arah sepeda yang terparkir di sebuah restoran Prancis.
*****
Sementara itu, di tempat yang berbeda tempat dimana sebuah janji akan di ucapkan oleh Helmi dan Keano, janji dimana bahwa mereka berdua lah yang akan membongkar habis tentang rahasia terbesar organisasi hitam tersebut.
"Detektif Hardy Hartono!" suara dari kegelapan yang begitu mencekam semakin terasa.
"Sang Detektif terkenal yang sudah mengacaukan semuanya! Ini adalah balasan akan keterlibatan Anda dalam hal yang tidak sepatutnya Anda selidiki, Detektif!" Barbara yang datang membawa senapan jarak jauh yang siapa ditodongkan pada detektif terkenal tersebut.
"Anda pasti sudah membaca pesan yang saya kirimkan, Detektif?!" Barbara membawa senjatanya seperti sang singa kelaparan, ia begitu menantikan malam dimana kemenangan akan berpihak pada organisasi mereka.
"Barbara! Saya yang akan mengakhiri semua kejahatan kamu selama ini!" Detektif Hardy Hartono yang juga mengeluarkan senapan jarak jauh yang ia bawa dari rumah.
"Kamu yakin, Detektif?!" Komplotan anak buahnya Barbara yang keluar membawa sebuah sandera berupa anak kecil yang sudah berhasil mereka sekap.
"Dasar tidak berhati nurani kamu, Barbara!" Murkanya sang detektif Hardy Hartono yang siap menarik pelatuknya.
"Lepaskan senjata Anda, Detektif! Jika tidak … anak ini yang akan menggantikan nasib kamu malam ini juga! Kamu pilih yang mana, Detektif?!" Barbara esudah mengetahui kelemahan sang detektif terkenal Hardy Hartono.
Detektif Hardy Hartono tidak punya pilihan lagi, ia terpaksa menuruti perintahnya Barbara untuk meletakkan senjatanya ke lantai. Dan saat itulah sebuah tembakan mematikan pun terdengar.
" Durttttt " tepat mengenai jantung Detektif Hardy Hartono.
*****
Mendekat ke tubuh sang detektif yang terkapar lemah di tanah dengan bersimbah darah segar dari bagian dada sang detektif Hardy Hartono.
"Kamu tenang saja, kamu tidak akan mati secara langsung untuk saat ini. Saya ingin melihat penderitaan maut yang kamu hadapi, Detektif!" Barbara yang jongkok tepat di depan Detektif Hardy Hartono yang terkapar bersimbah darah.
"Hwahaha!" Barbara yang mengeluarkan gelak tawa mematikan terdengar di semua ruangan.
Detektif Hardy Hartono berusaha berucap walaupun hanya bisa berucap terbata-bata.
" Kamu salah, Barbara. Yang namanya kejahatan akan hancur juga akhirnya! Akan ada seseorang yang akan membungkam dan mencegah rencana busuk kamu."
(Pakkkkkkk!) Barbara memberikan sebuah tendangan murka melayang di wajah sang detektif
"Tidak ada siapapun yang akan bisa menghentikan semua rencana saya! Kamu camkan itu!" Barbara yang meninggal kan sang detektif yang terkapar di tanah
" Rasakanlah siksaan sebelum kematian itu, Detektif!"
*****
"Kenapa perasaan saya tidak enak seperti ini, Keano?!" Helmi yang merasakan hal buruk sudah terjadi pada Detektif Hardy Hartono.
Mereka berdua melangkah ke arah tempat yang ditunjuk oleh kata hati yang mereka handal kan, kata hati yang mengatakan jika Detektif Hardy Hartono tengah berada di tempat ini.
Betapa terkejutnya Helmi dan Keano ketika melihat laki-laki dewasa yang terkapar di tanah dengan darah segar di kepala dan bagian dadanya akibat tembakan peluru dari Barbara.
"Detektif!" Helmi dan Keano berlari dengan air mata yang berurai jatuh tiada henti nya.
"Detektif! Kenapa bisa begini?! Siapa yang melakukan ini semua?! Apa mereka? Apa mereka yang telah melakukan ini semua!" Helmi yang segera menopang tubuh detektif yang sudah terkuras lemah tak berdaya.
__ADS_1
"Saya akan panggilkan ambulance!" Helmi yang memangku kepala sang detektif terkenal sembari mengeluarkan handphone dari saku celananya.
Tangan yang bersimbah darah pun memegang ponsel sang detektif muda di masa depan.
"Jangan lakukan itu! Semua akan percuma." suara berat yang semakin hilang di tengah malam mencekam.
"Gak! Detektif tidak boleh berucap seperti ini! Detektif tidak boleh meninggalkan kami berdua." Helmi dan Keano semakin menangis akan ucapan perpisahan dari sang detektif terkenal.
"Helmi, Keano." Detektif Hardy Hartono berusaha berucap.
"Iya, Detektif." Helmi dan Keano berusaha menghapus air mata mereka berdua.
"Apa saya boleh minta bantuan Anda berdua?!" Detektif Hardy Hartono Berusaha berucap dengan nafas yang semakin hilang.
"Iya, Detektif." Helmi dan Keano yang tak kuasa menahan air mata.
"Tolong hentikan mereka, Detektif!" kata terakhir yang terucap dari mulut sang Detektif Hardy Hartono.
Mata yang tak hentinya menatap tubuh lelaki dewasa yang sudah tak bernyawa
"Tidak!" teriak Helmi dan Keano yang tidak percaya jika Detektif Hardy Hartono akan berakhir seperti ini.
Mereka berdua berusaha menghapus air mata dan berjanji di hadapan sang detektif terkenal yang sudah tidak bernyawa tersebut.
"Kami berdua akan menghentikan semua kejahatan mereka berdua, Detektif! Kami berjanji!"
*****
Semenjak kasus kematian detektif terkenal Hardy Hartono, Helmi dan Keano semakin kuat hatinya dan semakin bertekad untuk menepati janjinya kepada Detektif Hardy Hartono untuk menghentikan rencana jahat Barbara walaupun mereka berdua tahu resiko yang akan mereka dapatkan.
"Aku tidak akan ingkari janji saya, Detektif!" Walaupun suatu saat nanti kami akan berakhir seperti Anda, Detektif!" Ucap Helmi dan Keano dengan ucapan yang sudah begitu dibulatkan.
******
Cerita lama itu kembali terulang….
Darah mengalir dari bagian kepala Helmi dan Keano, mereka berdua seakan sudah siap menghadapi sebuah takdir kematian yang tak bisa di elak lagi.
"Akhirnya hari yang saya tunggu pun datang. Sudah cukup kalian berdua mengganggu organisasi saya, seperti yang dilakukan oleh detektif bodoh tersebut!"
"Saya akan habisi semua rencana yang sudah kalian berdua rancang sebaik-baiknya." Barbara dengan senapan jarak jauh yang tepat berada di kepala Helmi dan Keano yang sudah tergeletak tak bertenaga, hanya bisa tersenyum melihat kematian yang sudah di ujung mata.
Dengan susah payah berucap untuk terakhir kalinya
"Huhhhhh akhirnya malam yang saya tunggu pun datang! mati di tangan kamu, Barbara. sang manusia yang tak punya hati nurani." Helmi yang berucap dengan nafas sudah tidak teratur.
"Saya akan kabulkan permintaan terakhir Anda berdua, Detektif!" suara senapan yang kembali siap menembus di malam yang begitu mencekam.
"Bukkkkkk!" suara pukulan yang sangat keras dari arah belakang Barbara yang membuatnya terkapar di tanah.
Helmi dan Keano berusaha melihat apa yang tengah terjadi, tapi hanya bisa melihat samar-samar pada gerombolan manusia yang lebih dari dua orang.
'Siapa mereka semua?!' batin Helmi dan Keano yang tidak sadarkan diri akan kekurangan banyak darah.
__ADS_1
Nantikan episode terbaru pada tanggal 1 Maret 2022!