
'apa takdir buruk akan selalu menerpa diriku? Apa tak ada satu celah bahagia dalam hidupku? Apa tak ada sedikitpun, oh Tuhan? Kenapa Engkau uji cinta ku seperti ini! Aku sudah tak kan dapat celah untuk memilikinya seutuhnya, apa sekarang aku juga tak dapat memastikan jika dia akan baik-baik saja? Dengan cara apa lagi aku tebus semua kesalahan yang telah aku perbuat, oh Tuhan? Izinkan aku memberi senyum di wajah itu, agar aku semakin tak terpuruk atas rasa salah yang begitu membuat ku semakin terpuruk terlalu dalam.'
*****
Keano yang begitu frustasi akan jalan hidup yang sudah menjadi suratan oleh sang maha kuasa
'kenapa takdirku harus seperti ini! Kenapa engkau selalu mengujiku seperti ini! Apa Engkau tak ingin melihatku bahagia oh Tuhan? Apa ini semua memang sudah menjadi suratan takdir ku!'
'kenapa takdir ku harus seburuk ini! Kenapa tak ada takdir bahagia yang bisa Engkau titipkan padaku! Kenapa? Kenapa oh Tuhan!'
******
Di sepanjang perjalanan, Keano hanya bisa meratapi nasib sial yang selalu menimpa dirinya
'kenapa tidak ada yang pernah peduli padaku! Kenapa? Kenapa mereka semua hanya mau aku turuti kemauan mereka! Tapi … tak pernah memikirkan Bagaimana perasaan ku!'
'apa lebih baik aku pergi saja dari dunia ini! Apa tak ada kata bahagia itu tersisa untukku oh Tuhan?'
'hatiku sudah begitu sakit ketika melihat orang yang begitu aku jaga justru sudah mencintai orang lain, apa Engkau akan terus menguji cinta ku seperti ini!' batin Keano yang segera keluar dari dalam mobilnya, ketika tengah memarkir mobil tepat di tepi jalan.
*****
Entah setan mana yang telah merasuki perasaan Keano, ia semakin dekat ke pinggir jalanan yang bawah nya adalah aliran sungai yang begitu deras
'jika aku tahu takdir itu akan sesulit ini, lebih baik aku tak pernah engkau ciptakan, oh Tuhan! Kenapa Engkau malah membuat ku semakin gila seperti ini! Apa ini yang engkau inginkan! Apa ini yang Engkau inginkan dari diriku, oh Tuhan!'
Keano semakin dekat ke pinggir jalanan, hatinya sudah begitu dipenuhi oleh wajah Layla, bahkan untuk sedetik pun Keano tak bisa melupakan wajah itu
'ingin rasanya aku memutar waktu itu, seandainya aku lebih memilih mu, sudah pasti aku tak kan menderita seperti ini, Layla."
'Apa ini hukuman akan diriku? Apa ini hukuman yang pantas aku terima, Layla?' batin Keano yang kembali mengingat semua momen masa lalu yang pernah terjadi antara dirinya dan Layla.
*****
Flashback …
Awal dimana Keano menemukan cinta pertama nya, dalam keadaan begitu terpuruk akan semua yang pernah terjadi, membuat Keano nyata begitu frustasi
Tak ada sandaran bagi Keano, semua nya menjauh seakan tak ada seorang pun yang mengenal dirinya
'huhhh!'
'dasar! Giliran posisi gue seperti ini! Semua nya pergi menjauh! Apa ini yang dinamakan keluarga! Apa ini! Ini semuanya hanya sampah!'
'terlalu banyak topeng setan yang mereka pakai di wajah itu! Ketika aku dalam keadaan terpuruk! Tak ada seorang pun yang berusaha mencari kabar ku! Apa ini yang dinamakan keluarga!'
'kemana mereka semua? Kemana? Kenapa mereka semua seakan hilang ditelan bumi!' batin Keano muda yang begitu frustasi akan masalah besar yang terjadi dalam hidupnya.
'Seakan tak ada cara lain lagi, selain bunuh diri! Hanya itu satu-satunya jalan terbaik untuk menghilangkan rasa frustasi yang terjadi saat ini! Tak ada yang bisa aku percaya, tak ada yang berusaha untuk menenangkan ku! Hanya ini satu-satunya jalan terbaik yang bisa aku tempuh.'
******
Mungkin Tuhan masih berbaik hati pada Keano, Tuhan masih memberikan satu malaikat berwujud manusia pada dirinya yang begitu ingin mengakhiri hidup yang begitu berat jika dipikul sendiri
"Alhamdulillah, setidaknya gaji ini masih cukup untuk satu bulan lagi." Layla muda yang baru kembali sehabis pulang kerja
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam, di tengah perjalanan, Layla melihat sosok samar-samar dari kejauhan, memakai baju putih yang begitu memancarkan aura horor di tengah malam buta seperti ini, hal tersebut sontak saja membuat bulu kuduk nya berdiri seketika
'apa itu hantu? Kenapa bulu kudukku merinding seperti ini?' batin Layla yang memang tak dapat melihat hal yang begitu menakutkan, Layla tipikal orang yang tak dapat menonton film horor, dikarenakan Layla akan selalu berpikir panjang tentang semua yang terjadi pada dirinya dan itu semua nyata membuat Layla begitu merasa ketakutan yang tak dapat ia lupakan dalam waktu pendek.
*****
Dengan rasa penasaran, Layla mencoba berjalan mendekat ke arah jembatan, seraya bergumam dalam hati nya sendiri
__ADS_1
'mana ada hal mistis seperti itu dalam dunia nyata! Aku harus pastikan tentang hal yang dilihat oleh panca indera ku sendiri!'
'jangan-jangan itu adalah seorang yang ingin bunuh diri!' batin Layla muda yang melihat sosok tersebut seakan ingin melompat terjun ke bawah
Ternyata filing Layla nyata adalah, sosok tersebut bukanlah sebuah sosok mistis, melainkan sosok manusia yang ingin melenyapkan nyawanya sendiri
Dengan berusaha berlari sekuat mungkin ke tempat pria yang ingin segera melompat, mungkin jika Layla telat sedetik saja, nyawa Keano muda pasti akan benar-benar tidak ada lagi dalam dunia yang fana
"Heii!" Layla yang masih dapat menarik tubuh kekar itu menjauh dari jembatan yang menjadi saksi bisu pertemuan kembali antara Keano dan Layla
"Kenapa kamu cegat saya! Kenapa!" Keano yang menangis tersedu-sedu ketika melihat dan dapat merasakan jika masih ada yang memperdulikan dirinya yang sudah begitu dianggap hina
"Kamu bukan siapa-siapa saya! Kenapa justru kamu yang menyelamatkan nyawa saya!" Ucap Keano dengan begitu frustasi
Layla muda yang tak ingin melihat pria yang tak ia kenal, semakin memiliki niat untuk mencelakai nyawa nya kembali
Layla pun berinisiatif membawa Keano muda menjauh dari tempat itu ke tempat yang dapat membuat hati Keano kembali tenteram
"Jika kamu punya masalah! Bukan seperti ini cara menyelesaikan nya! Masih ada cara yang lain selain dari bunuh diri!"
"Mari ikut saya sebentar," ajak Layla muda
"Kamu mau ajak saya kemana? Apa kamu mau mengajak saya ke surga atau neraka?" Keano yang masih begitu trauma berat akan masalah yang selama ini ia tahan sendirian
Layla hanya memberikan senyuman khas di wajah itu, senyuman yang takkan mungkin dapat dilupakan oleh Keano sepanjang hidupnya
"Nanti akan saya beritahu pada kamu, sekarang lebih baik kita pergi dari tempat ini!" Ajak Layla yang akhirnya dapat membuat hati Keano cukup tentram, Layla pun dapat membawa Keano muda menjauh dari jembatan yang akan digunakan oleh Keano untuk melenyapkan nyawa sendiri.
*****
"Kamu mau ajak saya kemana, nona?" Tanya Keano yang sudah mulai sadar kembali
"Apa kamu lapar? Apa kamu mau makan bakso dulu?" Penawaran dari Layla pada Keano muda
'ada apa dengan rasa ini? Kenapa rasanya aku begitu nyaman dengan dia? Kenapa rasa ini begitu berbeda? Padahal aku sama sekali tak mengenal wanita ini? Tapi … kenapa aku begitu tentram seakan dapat melupakan semua masalah yang tengah menimpa diri ini?'
"Apa kamu sedang lapar, nona?"
"Apa kamu mau menghangatkan tubuhmu di malam dingin ini?" Keano yang justru memberikan penawaran pada Layla
Layla yang cukup bahagia, karena pria yang sama sekali tak ia kenal sudah mulai tenang bahkan mau di ajak ngobrol
"Hmmmm" memberikan anggukan kecil
"Malam ini begitu dingin, rasanya semangkok bakso dapat menghangatkan tubuh ku yang sudah begitu menggigil akan malam yang begitu mencekam ini" ucap Layla yang ingin memberikan suasana hangat dalam pertemuan pertama nya dengan Keano muda.
"Kamu begitu pintar membuat kata-kata puitis, apa kamu seorang sastrawan?" Tanya Keano ketika mereka berdua tengah duduk menunggu pesanan itu datang.
"Oh, enggak kok, cuman suka aja gunain bahasa sastra," balas Layla muda dan dengan tersenyum manis pada Keano.
*****
Tak berselang lama, pesanan 2 mangkok bakso pun datang
"Silahkan dinikmati dek," ucap penjual bakso
"Terima kasih, Pak." Ucap Layla yang tak lupa segera memberikan senyum khas di wajahnya
'apa ini hanya feeling ku saja? Apa kita pernah bertemu di masa lalu? Kenapa? Kenapa rasanya senyuman itu tak asing bagiku?' batin Keano yang selalu tentram ketika melihat senyuman Layla yang seakan pernah ia lihat di masa lalu ny Keano muda
"Nih, kamu makan juga. Jangan cuman nawarin aku doang, kamu juga harus ikut makan." Layla yang segera memberikan satu suapan bakso pada mulut Keano
Entah mengapa, Keano hanya mengikuti semua arahan Layla, ketika Layla menyuruh Keano membuka mulut, ia malah begitu respect segera membuka. Seakan tersirat ada perasaan yang begitu ia rindukan telah hadir dalam kehidupan nya lagi, seberkas cahaya itu nyata telah membuat Keano dapat merasakan kehangatan dari kata cinta yang nyata sudah tersimpan rapat dalam hatinya
__ADS_1
" Gimana? Enak kan bakso nya?" Tanya Layla pada Keano
Keano hanya memberikan anggukan kecil dengan tersenyum manis, seakan begitu terpesona pada senyuman Layla
Respect saja, Keano segera berucap tanpa ia sadari
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Nona?" Tanya Keano yang seakan terhipnotis pada wajah ayu Layla yang begitu memikat untuk dipandang dan seakan begitu rugi jika harus berpaling sedikitpun dari wajah cantik milik Layla.
Layla hanya terdiam, bagaimana mungkin ia bertemu dengan pria yang baru saja ia tolong, rasanya pria tersebut begitu asing dalam hidup Layla.
" Aku pikir, ini pertama kalinya kita bertemu. Apa kamu yakin jika yang ada di masa lalu mu adalah aku?" Tanya Layla yang masih memberikan suapan bakso pada Keano muda
"Saya juga tidak mengerti dengan ucapan saya sendiri? Entah mengapa rasanya kita pernah bertemu sebelumnya, apa ini hanya perasaan ku saja?"ucap Keano yang sama sekali tak berhenti melihat wajah menawan Layla
Dengan tersenyum manis, Layla segera berucap
"Tidak apa-apa, saya dapat memaklumi itu semua." Ucap Layla
"Maaf, jika ucapan saya membuat anda merasa kesal, Nona." Ucap Keano.
"Tidak apa-apa, tapi … jangan pernah panggil saya dengan sebutan Nona! Saya memiliki nama, dan nama saya adalah (Layla)" awal inilah Keano mulai nyata jatuh cinta pada Layla muda, hingga nyata cinta Keano pada Layla semakin teruji.
'
*****
Flash on ✨
'layla apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus mengalah ini semua? Apa aku harus kembali merasakan ingin rasanya mengakhiri hidup ku sendiri?' batin Keano yang kembali melangkah menuju ujung jembatan
Seakan memang begitu ingin mengakhiri hidupnya sendiri, berjalan semakin mendekat dan semakin dekat dengan jembatan itu
"Layla, aku butuh kamu sekarang. Aku hanya mau kamu, aku tak mau yang lain lagi, Layla."
"Apa kamu akan marah padaku? Jika diriku tak menepati janji yang pernah aku ucapkan padamu?"
"Tapi … aku sudah tak bisa merasakan ini semua seorang diri, Layla? Kamu sudah tak dapat menemani ku ketika tubuh ini sudah begitu lelah menghadapinya dunia yang sudah begitu fana."
'tak ada yang dapat menggantikan posisi mu dalam hatiku, Layla. Hanya kamu seorang yang mampu membuat diriku dapat melupakan semua rasa gelisah yang pernah terjadi dalam hidupku, hanya kamu wanita itu Layla."
"Aku tak mau membuka hatiku untuk wanita lain, selain dirimu." Langkah kaki Keano sudah begitu tepat di ujung jembatan
Satu langkah pun akan membuat nyata Keano akan hilang dalam dunia yang begitu fana ini
"maafkan aku, Layla. Jika aku tak dapat memilikimu dalam dunia ini, maka sudah seharusnya aku pergi dari kehidupanmu untuk selama-lamanya, Layla."
'Agar diriku yang bodoh ini dapat melupakan mu dalam hatiku, agar aku tak mengganggu kebahagiaan yang tengah kamu rasakan, Layla.' batin Keano yang ingin segera mengakhiri hidup yang seakan tak pernah adil pada diri Keano
Membayangkan jika Layla akan kembali tersakiti, membuat Keano nyata semakin begitu frustasi, membayangkan bagaimana wajah yang begitu dicintai, akan kembali terluka.
Satu langkah itu akan membuat ku pergi dari dunia ini untuk selamanya, mungkin Tuhan masih berbaik hati pada diriku yang begitu payah
Ternyata masih ada orang yang masih baik pada diriku, masih ada yang berusaha menyelamatkan nyawa ku yang sudah diujung tanduk rasanya
"Layla?" Aku yang berucap ketika ada tangan yang berhasil menarik ku kembali menjauh dari jembatan itu
'apa ini semua hanya mimpi? Mana mungkin Layla akan berada disini? Itu semua begitu mustahil! Tak kan mungkin Layla akan hadir dalam kehidupan ku untuk kedua kalinya! Ini semua hanya mimpi ku saja!'
*****
(untuk apa di tangisi sebuah perpisahan, Itu adalah resiko dari sebuah pertemuan! Jika tidak ingin ada kata perpisahan, maka jangan pernah berharap ada pertemuan.)
"ingin melihat senyum mu yang indah merekah itu selamanya, tapi aku tahu… Jika itu semua hanya percuma. Cinta kita ibarat senja yang merindukan malam, sangat dekat tapi tak ada waktu untuk saling terpikat. Cinta kita ibarat matahari yang merindukan bulan, sudah jelas tidak ada jalan untuk sejalan, tapi … mengapa aku masih tetap setia menanti sebuah keajaiban dari Tuhan.'
__ADS_1