
Masih tentang kisah lama yang akan terulang kembali, pemecahan misteri yang akan memakan waktu lama bahkan mungkin saja misteri kali ini akan menjadi awal semua masa lalu itu kembali hadir di tengah keromantisan yang berusaha aku rajut dengan pujaan hati.
Helmi dan Keano masih harus terlibat dalam sebuah misteri yang harus mereka telusuri sampai ke akar-akarnya, agar tidak ada yang tersisa, agar tidak ada yang akan menjadi korban berikutnya.
"Helmi, kamu yakin jika kita harus ke tempat ini?!" Keano yang merasa hawa tempat yang akan mereka kunjungi begitu dingin, seakan memang banyak nyawa yang menjerit pertolongan pada kebenaran yang akan dapat dibongkar oleh dua detektif muda yang kembali hadir.
"Hmmmm, kamu tenang saja. Keano."
"Jika kita mati sekarang pun persahabatan kita sudah mulai membaik bukan? Itu akan menjadi satu persen harapan nyata yang telah terjadi saat ini." Helmi yang segera mengeluarkan GPS yang terdapat alamat yang harus mereka tuju untuk malam ini.
"Keano, apa dia sudah tahu tentang malam ini?! Apa kamu tidak takut jika kejadian di masa lalu itu akan kembali hadir?!" Keano yang mencoba mewanti-wanti Helmi agar masa lalu Helmi tidak terulang malam ini.
"Hmmmm, hingga detik ini dia masih belum tahu sedikitpun. Rasanya begitu mustahil jika dia harus mengetahui itu semua! Jika yang akan terjadi hanya sebuah air mata, lebih baik dia sama sekali tak mengetahui sedikitpun, biar aku saja yang menebus semua kesalahan itu." Helmi yang seakan menahan air matanya sendiri.
"Helmi, lebih baik kamu ceritakan semuanya dari awal. Agar dia juga dapat mengerti posisi kamu, Helmi. Jangan biarkan dirinya mengetahui dari orang lain, apalagi jika situasi nya sudah seperti ini. Jangan sampai dirinya yang akan menjadi korban selanjutnya!" Keano yang mencoba memberikan saran pada Helmi, agar dirinya dapat berkata jujur pada wanita yang mungkin saja akan menjadi korban berikutnya, setelah mengetahui semua kejadian malam ini.
"Jika saya mau, sudah pasti dari dahulu saya mengatakan semua itu padanya. Tapi … jika dirinya tahu tentang masalah ini, dia nyatakan dalam masalah sesungguhnya." Helmi yang mencoba menahan semua emosi, kesedihan yang bercampur aduk dalam hatinya.
Tak bisa Helmi bayangkan jika wanita yang sudah ia miliki untuk seutuhnya akan terlibat dalam pertarungan masa lalu yang akan kembali hadir, pertarungan sengit yang balasan nya adalah nyawa. Tak mungkin Helmi mau memberikan nyawa wanita itu pada mereka, apalagi untuk menyentuh sehelai tubuh berharga itu, takkan mungkin Helmi terima!
'takkan pernah masalah ini akan terdengar olehmu Layla, aku jamin itu semua.' batin Helmi yang mencoba menahan semua kegelisahan yang tengah terjadi.
*****
Sementara itu, di tempat inspektur kepolisian dan detektif Bromo yang menuju pada arah yang sudah ditulis oleh Helmi. Melewati malam kelam yang tak terlihat sedikitpun cahaya malam di langit malam ini.
"Inspektur, apa inspektur yakin jika ini adalah alamat yang harus kita tuju?" Detektif Bromo yang meragukan tentang alamat yang harus mereka telusuri.
"Ada apa detektif Bromo? Kenapa Anda tidak yakin seperti ini?! Kenapa Anda sekarang tidak percaya pada deduksi dari dua detektif itu?!" tanya inspektur kepolisian yang melihat gerak-gerik berbeda dari detektif Bromo.
"Saya bukannya tidak percaya, tapi … entah mengapa saya merasa jika alamat yang kita tuju ini hanya sebuah omong kosong belaka!" Inspektur kepolisian lantas memberhentikan secara mendadak mobil yang tengah ia kendarai
"Maksud Anda apa detektif Bromo?! Apa dua detektif itu membohongi kita!" ucap inspektur kepolisian yang begitu heran dan begitu penasaran akan maksud dari ucapan detektif Bromo.
"Bukan itu maksud saya, mereka sama sekali tak berniat untuk membohongi kita. Tapi … saya rasa mereka berdua hanya tidak mengizinkan kita ikut dalam penyelidikan ini!" ucap detektif Bromo seakan sudah mengetahui tentang trik yang digunakan oleh Helmi.
"Mereka sama sekali tidak berniat untuk membohongi kita, tapi … malah tidak mengizinkan kita untuk ikut penyelidikan ini! Bukannya kita yang lebih memiliki hak untuk menyelesaikan kasus misteri ini! Kenapa harus mereka berdua yang akan memecahkan misteri ini?!" ucap geram inspektur kepolisian.
"Terkesan mengambil hak yang sudah menjadi milik kita! Apa yang sebenarnya mereka inginkan?!" tanya inspektur kepolisian pada detektif Bromo.
Detektif Bromo yang seakan memang sudah mengetahui dari awal tentang maksud Helmi membagi tiga kelompok untuk tiga tempat yang berbeda, lantas berucap,
"Dua detektif muda itu sama sekali tidak mengambil hak kita, Inspektur. Hanya saja masalah ini terlalu sensitif jika kita ikut campur," ucap detektif Bromo dengan tersenyum tipis.
"Maksud kamu apa sebenarnya?! Apa kamu sudah mengetahui dari awal tentang rencana yang memang sudah dirancang oleh dua detektif muda tersebut?!" Inspektur kepolisian yang masih tak mengerti dengan semua yang terjadi.
Kecerdasan diluar nalar …
Detektif Bromo memang sudah dari awal mengetahui semua rencana yang sudah dirancang oleh dua detektif muda tersebut ( Helmi dan Keano).
Awal kenapa Helmi memberikan tiga alasan berbeda hingga masa lalu dua detektif muda tersebut yang sudah diketahui oleh detektif Bromo.
Penjelasan dari tiga alamat berbeda yang dirancang oleh dua detektif muda …
"Inspektur, apa Anda melihat tentang kertas yang hanya terdapat beberapa kata in?!" Detektif Bromo yang akan menjelaskan semuanya pada inspektur kepolisian yang masih belum menyadari tentang maksud sebenarnya dari alamat yang harus mereka tuju.
__ADS_1
"Maksud Anda, Detektif Bromo?! Saya masih belum mengetahui apapun tentang kata-kata yang sudah mereka rangkai sedemikian rupa ini!" Inspektur kepolisian yang malah semakin bingung mendengarkan ucapan yang baru saja diantarkan oleh Detektif Bromo.
"Apa Anda masih belum menyadari jika sedari tadi kita hanya berputar-putar di tempat yang sama, Inspektur?!" Detektif Bromo yang mencoba memberitahu semua kenyataan yang sebenarnya telah terjadi dan sudah berhasil direncanakan oleh dua detektif muda tersebut.
"Berputar-putar?!" Inspektur kepolisian yang masih belum menyadari semua kenyataan yang sudah mereka alami sebenarnya.
"Hmmmm, sudah saya duga kenapa mereka mau melakukan rencana ini. Mereka dua detektif muda memang tidak diragukan lagi akan penalaran deduksi yang begitu brilian, dua detektif muda tersebut tahu jika ada dua orang yang masih belum menyadari semua kenyataan yang sudah terjadi." Detektif Bromo yang memecah semua kebingungan yang tengah melanda inspektur kepolisian.
"Maksud Anda apa sebenarnya, Detektif Bromo?! Apa maksud kita hanya berputar-putar sedari tadi?! Dan apa maksud jika dua detektif muda tersebut tahu jika ada dua orang yang tak menyadari maksud dari ini semua?!" Inspektur kepolisian yang semakin pusing akan ucapan yang begitu membingungkan yang sudah dilontarkan oleh Detektif Bromo tentang maksud sebenarnya dari dua detektif muda yang sudah berhasil mengecoh anggota kepolisian sejauh ini.
Penjelasan semua kode yang ditinggalkan oleh dua detektif muda ….
"Untuk jawaban dari pertanyaan yang pertama saya akan menjelaskan semuanya langsung kepada Anda, Inspektur."
"Tapi … sebelum itu, izinkan saya yang mengendarai mobil ini. Agar saya dapat menunjukkan semua kenyataan yang tak Anda sedari tadi, Inspektur." ucap detektif Bromo yang akan menjelaskan semua pertanyaan yang begitu membingungkan bagi inspektur kepolisian.
Akhirnya Detektif Bromo bertukar posisi dengan Inspektur kepolisian, ia akan menjelaskan kebenaran yang sebenarnya sudah terjadi tapi masih belum disadari oleh inspektur kepolisian sedari tadi.
"Kita berputar arah?!" Inspektur kepolisian yang begitu heran dan begitu menantikan semua kebenaran yang sebenarnya.
"Hmmmm, saya akan tunjukkan dari awal. Jika sebenarnya Anda tidak menyadari semua nya, Inspektur." Detektif Bromo yang langsung menancap gas dengan kecepatan yang begitu tinggi.
'Tidak dapat dipungkiri lagi jika mereka berdua memang dua detektif handal selama ini.' batin Detektif Bromo yang begitu menantikan deduksi yang akan di berikan oleh dua detektif muda pada kasus kali ini.
Mobil yang dikendarai oleh Detektif Bromo telah berhenti di titik awal kode yang ditinggalkan oleh dua detektif muda tersebut.
Kebingungan pun melanda isi kepala Inspektur kepolisian, hal yang seakan menjanggalkan belum dapat ia tebak seutuhnya. Hingga Detektif Bromo sendiri yang akan memberitahu semua kebenaran di balik kode hebat yang dapat mengecoh anggota kepolisian khususnya pada detektif yang seharusnya sudah dapat mengetahui tentang kode tersebut, tapi … malah sama sekali tak menyadari bahkan terkesan hanya langsung percaya dengan ucapan dari dua detektif muda tersebut.
"Silahkan turun Inspektur, mari kita buka kenyataan sebenarnya. Alasan kenapa Anda sama sekali tak menyadari jika kode ini tidak dapat Anda rasakan kejanggalannya." Detektif Bromo yang melangkah menuju ke satu tempat dan diikuti oleh inspektur kepolisian.
"Kenapa kita melangkah ke tiang ini?! Apa disini alasan sebenarnya kenapa saya sama sekali tak menyadari semua kejanggalan yang sudah terjadi?!" Inspektur kepolisian yang meragukan akan tindakan oleh Detektif Bromo.
"Anda masih belum menyadari semuanya yah, Inspektur. Memang sudah saya duga jika mereka mengetahui tentang kelemahan dari Anda, Inspektur." Detektif Bromo yang begitu kagum akan kejeniusan dari dua detektif muda yang dapat mengecoh seorang inspektur kepolisian.
Inspektur kepolisian seakan semakin dipenuhi oleh rasa penasaran akan maksud dari ucapan Detektif Bromo, tapi Detektif Bromo langsung berucap yang dapat memecah semua kebingungan yang tengah melanda isi kepala seorang inspektur kepolisian.
"Jangan terlalu dipikirkan, Inspektur. Tidak berapa lama lagi Anda akan dapat memahami sendiri kenapa Anda sama sekali tak menyadari semua kejanggalan yang terjadi selama ini." ucap detektif Bromo yang membuat inspektur kepolisian mengerutkan kening seakan memberikan isyarat bahwa dirinya semakin bingung akan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Detektif Bromo.
"Tapi berapa lama lagi, Detektif Bromo! Kita sudah menghabisi waktu cukup lama untuk berdiam diri disini, ini sudah hampir 3 menit. Tapi tak terjadi apa-apa, tak ada satupun pertanyaan saya yang dapat Anda jawab, Detektif Bromo!" Inspektur kepolisian yang mulai bosan hanya berdiam diri tanpa sedikitpun dapat membuat rasa penasaran yang sedang ia alami terjawab satu persatu.
Detektif Bromo hanya tersenyum tipis dan berucap yang membuat inspektur kepolisian seakan malu akan pangkatnya yang merupakan seorang inspektur kepolisian, yang ternyata memang dapat dikecoh oleh dua detektif muda.
"Sabar lah sebentar, Inspektur. Anda akan menemukan jawaban nya sebentar lagi," saran dari Detektif Bromo yang mencoba mencegah inspektur kepolisian kembali masuk ke dalam mobilnya.
Inspektur kepolisian yang hanya merasa jika yang ia lakukan sekarang hanya buang-buang waktu saja, berdiri tanpa tahu apapun yang terjadi.
Dengan rasa kesal, inspektur kepolisian kembali ke tempat semula ia berdiri dan berucap pada Detektif Bromo.
"Daripada buang-buang waktu berdiri disini! Lebih baik kita teruskan penyelidikan, tak ada apapun yang terjadi di tempat ini. Hanya membuang waktu saya yang hampir tiga menit lamanya!" ucap kesal inspektur kepolisian.
"Inspektur, oleh sebab itulah Anda sama sekali tak menyadari semua kenyataan yang sudah terjadi." Detektif Bromo yang membuat raut wajah heran Inspektur kepolisian kembali hadir.
"Maksud Anda apa?! Apa maksud semua perkataan Anda?! Dan apa hubungan antara tiga menit yang terbuang sia-sia dengan hal yang masih tidak saya rasakan?!" tanya inspektur kepolisian pada Detektif Bromo yang hanya memberikan sebuah jawaban yang dapat membuat inspektur kepolisian begitu malu akan jabatan yang selama ini ia pegang.
"Terkadang sifat gegabah itu memang dapat menghancurkan semuanya, terkadang sifat gegabah itulah yang membuat satu masalah takkan dapat jalan keluarnya." ucapan pertama yang dilontarkan oleh Detektif Bromo.
__ADS_1
Inspektur kepolisian yang masih belum dapat mencerna dengan baik tentang maksud dari ucapan bijak yang baru saja dilontarkan oleh Detektif Bromo pada dirinya, lantas bertanya seakan masih tabu untuk mendengar ucapan bijak itu.
"Maksud Anda apa, Detektif Bromo?! Jangan buat saya semakin bingung!" ucap inspektur kepolisian yang begitu menantikan jawaban sebenarnya.
"Sabar sebentar lagi, Inspektur. Anda akan dapat mengerti semuanya, semua yang membuat Anda seperti masih begitu baru untuk dunia penyelidikan ini." Detektif Bromo yang melihat pada jam yang ada di tangannya.
Inspektur kepolisian yang sebenarnya sudah begitu bosan hanya berdiam diri tanpa tahu maksud dari ucapan sebenarnya yang sudah dilontarkan oleh Detektif Bromo pada dirinya.
Ia mencoba menahan rasa bosan itu, berharap jika semua pertanyaan yang sudah berputar-putar di otaknya dapat terjawab.
Sudah hampir lima menit, inspektur kepolisian sudah habis kesabaran untuk tetap berdiam diri. Sekarang ia tak dapat menahan rasa bosan itu, ia berucap pada Detektif Bromo yang masih menatap lekat pada jam yang ada ditangannya.
"Detektif Bromo, saya sudah tidak tahan lagi untuk tetap berdiam diri disini! Tak ada satupun yang dapat membuat pertanyaan yang saya tanyakan pada Anda terjawab!" ucap kesal inspektur kepolisian.
Detektif Bromo masih tenang, ia masih menatap lekat pada jam yang ada di tangan nya
"Lima, empat, tiga, dua …." Hitungan mundur dari Detektif Bromo nyata membuat inspektur kepolisian begitu heran
'apa yang sebenarnya telah terjadi! Kenapa saya sama sekali tak menyadari!' batin inspektur kepolisian yang semakin heran ketika melihat Detektif Bromo menghitung mundur.
"Satu!" ucap detektif Bromo yang menatap ke atas sebuah layar otomotif yang memang terpasang di setiap sudut jalanan kota.
Ketika detik kesatu telah terucap, ketika itu pula layar otomotif tersebut bertukar yang membuat inspektur kepolisian akhirnya menyadari maksud dari ucapan jika mobilnya hanya berputar-putar sedari tadi dan itu sudah dimulai dari awal penyelidikan.
"Ternyata saya memang sudah bodoh dari awal, dan mereka terlalu cerdik bagi saya. Walaupun jabatan saya seorang inspektur kepolisian, saya sama sekali tak menyadari jika ini semua akan terjadi dan dapat mengecoh saya seperti ini." Inspektur kepolisian yang akhirnya mengerti letak kesalahannya dari awal penyidikan itu dilakukan.
"Jangan menyesali semuanya, Inspektur." Detektif Bromo yang mencoba membuat inspektur kepolisian kembali dapat melanjutkan penyelidikan ini setelah kenyataan dari kode yang sudah diberikan oleh dua detektif muda tersebut terbongkar.
"Anda hanya terlalu bersemangat, Inspektur. Dan dua detektif muda tersebut sudah menyadari semuanya dari awal."
"Dua detektif muda tersebut sudah mengetahui jika Anda itu orangnya tidak sabaran dan begitu ingin semua masalah itu dipecahkan dalam waktu yang lebih cepat. Oleh sebab itulah, mereka berdua memberikan kode yang membuat kita hanya berputar-putar sedari tadi, tapi … Anda sama sekali tak menyadari itu semua."
"Anda terlalu fokus pada kasus ini dan pada kode yang sudah diberikan oleh dua detektif muda tersebut, hingga membuat Anda tidak melirik sedikitpun pada hal diluar sana." ucap Detektif Bromo pada inspektur kepolisian yang memperlihatkan raut wajah mengerti nya sekarang.
"Saya sudah mengerti tentang semua ini, maaf jika saya membuat penyelidikan ini semakin lama. Padahal saya hanya ingin jika kasus ini dapat lebih cepat kita tuntaskan, tapi … malah kita hanya menghabiskan waktu berputar-putar ditempat yang sama." Inspektur kepolisian yang menyadari semua kesalahan yang sudah diperbuat dalam penyelesaian kasus kali ini.
"Tidak apa-apa Inspektur, saya dapat mengerti posisi Anda." Detektif Bromo yang mencoba membuat inspektur kepolisian tak terlalu memikirkan semua hal yang sudah dapat mengecoh nya sejauh ini untuk kasus rumit yang telah terjadi.
"Tapi … ada satu hal aneh yang tak dapat saya percaya, bagaimana mungkin dua detektif muda tersebut dapat mengatur kode ini, waktu, terutama kecepatan Anda mengendarai mobil?!"
"Bagaimana mungkin dua detektif muda itu dapat menempatkan tiga hal dalam waktu yang sama?! Ini terlalu brilian untuk dilakukan." Detektif Bromo yang begitu kagum akan kejeniusan dua detektif muda tersebut, ia sama sekali tak mengerti bagaimana caranya dua detektif muda tersebut dapat mengatur waktu yang begitu tepat dalam tiga hal yang berbeda dalam satu kode yang mereka berdua tinggalkan.
"Anda memang benar, Detektif Bromo. Mereka memiliki hal yang sama sekali tak kita miliki. Tapi … ada satu pertanyaan yang masih belum saya mengerti."
"Siapa satu orang lagi yang juga tak dapat merasakan semua kejanggalan dari kode misterius ini?!" Inspektur kepolisian yang begitu heran akan satu orang tersebut yang juga dapat dikecoh oleh dua detektif muda.
"Kira-kira siapa satu orang tersebut yang dapat dikecoh oleh dua detektif muda?"
"Komen jika tahu jawabannya!"
Nantikan jawaban dari pertanyaan pada part ini di episode berikutnya!
Update episode terbaru besok pukul 08.45➡️ Senin, 21 Februari 2022!
Stay tune semuanya 🤗
__ADS_1