
Malam ini akan menjadi sejarah bagi cinta kasih kita Layla, di pertemukan oleh kebencian, di akhiri dengan kata kesetiaan. Aku tak bisa menjanjikan kamu tentang banyak hal, aku … hanya akan bisa menjanjikan satu hal padamu!
Tak ada kata yang lebih pantas disandingkan pada dirimu, Layla. Aku sudah begitu jatuh cinta padamu, jangan pernah membuat ku kecewa dengan semua perubahan yang terjadi padaku. Aku akan tunduk pada ratu hatiku yang bernama Layla.
Aku akan berusaha sejauh mungkin membuang masa lalu itu menjadi masa indah bersama Layla! Aku hanya ingin bersama dengan Layla! Aku tak ingin yang lain lagi! Aku tak kan pernah berpaling dari Layla! Selamanya, sampai sisa umur berkata ' sudah saatnya cinta itu berpisah untuk sementara'
Aku berjanji tak kan ada bising yang terdengar di malam romantis kita, Layla. Aku sudah menyiapkan malam ini, khusus untuk kisah kasih kita yang akan menjadi sejarah nantinya.
*****
Pintu itu terbuka, membuka lembaran baru kasih Helmi dan Layla. Masa depan sedang terpajang indah di depan mata, walaupun ujian cinta nantinya akan menerpa
Garis jalan khusus untuk bidadari surga yang begitu harum bak semerbak surga, lilin romantis menambah kesan yang tak kan pernah terlupa, interior remang-remang membuat malam semakin romantis, tak kan ada siapapun yang akan mengganggu malam romantis kita, Layla.
"Apa kamu mencium semerbak wangi itu?" Suara berat penuh kasih terdengar dari mulut Helmi yang begitu bahagia
" Iya, mas." Balas ku pelan
" Layla, ada hal yang ingin aku ungkapkan padamu, detik ini juga. Aku tak mau itu semua akan menjadi penyesalan dalam rumah tangga kita nanti, Layla." Helmi membalikkan tubuh Layla untuk berhadapan dengan tubuh Helmi
Dengan tersenyum Helmi berucap, " kamu begitu cantik malam ini, Layla." Suara lembut itu jelas membuat ku terpaku seakan tak berdaya
"Mas," ucapku pelan
"Shtttt" telunjuk tangan mas Helmi yang berada di bagian mulut Layla, seakan memberikan isyarat ' jangan bicara dulu Layla, biar aku yang memulai ini semua, ada kata cinta yang begitu ingin kusampaikan padamu, aku tak mau hanya kamu yang mencintaiku sedangkan aku tidak!'
" Biar aku yang memulai ini semua dari awal, Layla" Helmi yang segera menggendong Layla menuju meja makan yang sudah disiapkan oleh Helmi dengan begitu sempurna.
*****
Di dunia ini tak ada yang sempurna seutuhnya …
Maafkan aku di masa awal pertemuan kita, Layla …
__ADS_1
Aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu itu!
Jangan pernah bilang padaku!
Kamu begitu sempurna, Layla ku sayang.
*****
"Mas …" ucapku pelan
"Iya, Layla?" Suara Helmi begitu lembut malam ini
" Malam ini, biar aku yang menyuapimu, Layla. Aku hanya ingin malam ini begitu berarti bagi kita berdua."
"Kamu akan ku jadikan ratu cinta ku selamanya, dan itu semua akan dimulai malam ini, detik ini juga aku ungkapkan padamu 'aku begitu jatuh cinta padamu, izinkan aku memulai semuanya dari awal'.
*****
"Apa menu malam ini enak, Layla?" Tanya Helmi yang memberikan sentuhan lembut di telapak tangan kanan Layla
Layla hanya memberikan anggukan kecil, pertanda, jika dirinya masih begitu canggung ketika diperlakukan seperti seorang ratu bagi singgasana hati Helmi
"Apa kamu masih canggung dengan ku, Layla?" Suara itu menghembus jantung kalbuku
' Apa yang harus ku katakan pada mas Helmi? Aku hanya pertama kali merasakan sisi lembut dari seorang pria. Aku sama sekali tak mengerti tentang perasaan ku sendiri? Apa aku benar-benar sudah jatuh cinta pada pria yang tengah bersama ku malam ini?'.
*****
Aku hanya akan berusaha membuat malam romantis ini tidak akan ada penghalang bagi kisah kami berdua
"Maaf mas, aku hanya pertama kali diperlakukan begitu lembut oleh seorang pria." Ucapku dengan begitu pelan
Dengan tersenyum manis, Helmi mengecup kening Layla dengan teramat sayang
__ADS_1
"Mulai sekarang, jangan pernah canggung lagi padaku, Layla. Aku suamimu sekarang, pastikan aku tahu semuanya tentang dirimu."
*****
Di tengah keromantisan yang tengah terjalin di pasangan muda, Layla kembali teringat dengan ponakan nya Helmi yaitu ( Manda)
"Mas, Manda mana?" Tanyaku di sela-sela suapan romantis dari mas Helmi
"Manda aku titip sebentar dengan pelayan hotel ini." Jawaban Helmi membuat Layla segera berdiri, entah apa yang terjadi pada Layla, entah kenapa dirinya begitu mengkhawatirkan Manda yang hanya keponakan Helmi dan rasanya Layla tak begitu akrab pada Manda di masa lalunya
"Ada apa Layla? Kenapa kamu berdiri? Apa kamu tidak mau aku suapi?" Tanya Helmi yang ikut berdiri ketika melihat raut wajah Layla berubah menjadi khawatir
"Mas, kalo Manda diculik nanti gimana? Kita cari Manda yah sekarang." Pinta Layla dengan begitu konyol pada Helmi
Dengan tersenyum manis, Helmi pun berucap
" Layla ku sayang, kamu jangan khawatir seperti itu, bukan nya aku sudah katakan padamu, jika Manda hanya aku titipkan pada pelayan hotel ini, kamu jangan khawatir lagi yah." Pinta Helmi yang tak ingin Manda akan menjadi gangguan di malam romantis ini
Layla yang masih begitu cemas akan keselamatan Manda, lantas berucap seperti memiliki hubungan darah dengan Manda yang hanya menjadi orang asing dalam kehidupan Layla
"Mas, kenapa kamu titipkan Manda sama pelayan hotel? Kenapa Manda tidak diajak makan malam bersama kita? Gimana kalo Manda juga lapar mas?" Ucapku yang ingin segera melangkah mencari keberadaan Manda.
*****
Tangan kekar itu memeluk erat pinggangku, suara lembut itu berbisik indah di telingaku, " apa kamu akan pergi meninggalkan diriku ini,Layla? Apa kamu tak bisa tetap bersama dengan ku untuk selamanya? Terutama untuk malam ini. Banyak hal yang ingin aku ungkapkan pada dirimu. Jangan pergi Layla, tetaplah disisiku, Layla ku sayang."
"Mas, aku tak kan pernah pergi dari kehidupanmu untuk selamanya. Aku hanya ingin mengajak Manda untuk ikut serta makan malam bersama kita." Suara pinta lembut Layla kembali menenteramkan hati dan jiwa Helmi
"Apa aku boleh mencari Manda, mas?" Tanyaku yang hanya mendapatkan respon diam dari mas Helmi, 'apa mas Helmi marah pada sikap ku? Apa aku telah melakukan sesuatu yang membuat suamiku hanya diam seperti ini?'
Hanya suara cinta yang terdengar di telinga Layla, Helmi kembali berucap dengan berbisik begitu lembut pada Layla yang masih dalam dekapannya
'tetaplah di sini Layla, aku tak bisa membiarkan siapapun untuk ikut serta malam ini bersama kita, malam ini begitu berbeda Layla, malam ini akan menjadi saksi cintaku padamu, malam ini terlalu romantis bagi anak di bawah umur nantinya."
__ADS_1