
Memang tidak akan ada yang dapat mengetahui tentang masa depan seseorang, bahkan masa depan cinta kita. Kita yang akan selalu dipisahkan oleh jalan takdir tak berujung, kita yang akan selalu terpisah oleh maut yang senantiasa mengintai.
Sama seperti pasangan muda pada umumnya, cinta dua detektif yang akan senantiasa mendapatkan banyak rintangan serta tantangan. Hanya yang membedakan perpisahan itu harus terjadi hanya agar orang yang dicintai terbebas dari ancaman besar, yaitu kematian.
"Detektif Wati Bexxa." panggil Detektif Bromo ketika Detektif Wati Bexxa tengah memberikan suapan pada dirinya dengan begitu lembut.
"Hmm, ada apa? Detektif." balas Detektif Wati Bexxa yang benar-benar merawat Detektif Bromo seperti seorang kekasih yang tidak akan dibiarkan terluka untuk kedua kalinya.
"Kenapa saya masih bisa selamat hingga detik ini? Apa sudah ada yang menyelamatkan kita?!" tanya Detektif Bromo yang memperhatikan seluruh ruangan.
"Iya, itu memang benar. Memang ada yang sudah menyelamatkan nyawa kita berdua, Detektif." balas Detektif Wati Bexxa yang memerintahkan Detektif Bromo untuk dapat membuka mulutnya agar dirinya dapat memberikan suapan demi suapan agar Detektif Bromo memiliki tenaga untuk dapat melanjutkan banyak misteri yang akan tersedia didepan mata.
"Buka mulutnya." perintah Detektif Wati Bexxa.
Pertanyaan demi pertanyaan masih tersimpan penuh misteri dalam benak Detektif Bromo, ia masih begitu penasaran kenapa dirinya dan juga seorang detektif perempuan satu-satunya dalam dunia penyelidikan itu masih bisa selamat.
"Siapa yang sudah menyelamatkan kita dari waktu yang begitu merepotkan seperti itu?!" ucap Detektif Bromo yang kembali mengerutkan keningnya.
"Jika untuk jawaban dari pertanyaan itu saya masih belum bisa menjelaskan apapun, karena saya sendiri pun tidak tahu siapa yang telah menyelamatkan nyawa kita ketika sedang berada dalam kondisi terdesak seperti itu." Detektif Wati Bexxa yang juga menyimpan rasa penasaran yang begitu besar akan orang yang sudah menyelamatkan nyawa nya dan juga seorang detektif yang paling brilian dari kepolisian vektor 56.
"Kenapa? Kenapa Anda sendiri tidak mengetahui siapa orang yang telah menyelamatkan nyawa kita?!" tanya Detektif Bromo dengan mengerutkan keningnya.
"Soalnya …." Detektif Wati Bexxa yang kembali menyuapi Detektif Bromo dengan begitu lembut.
Entah mengapa Detektif Bromo menurut saja akan arahan dari Detektif Wati Bexxa, padahal selama ini Detektif Bromo dikenal anti jika harus mendengar arahan dari orang lain apapun alasannya. Detektif Bromo tidak akan pernah melakukan hal seperti itu yang sudah dianggapnya sebagai hal yang begitu memalukan jika harus dilakukan oleh seorang detektif yang begitu dipuja selama ini.
Tapi entah kenapa ketika seorang detektif wanita satu-satunya yaitu Detektif Wati Bexxa, ia malah begitu tidak keberatan jika harus mengikuti kemauan dari detektif wanita satu-satunya dalam dunia penyelidikan tersebut.
"Ketika kita berdua berada dalam keadaan yang begitu terdesak, ketika itu juga terdengar jelas suara sirine polisi. Oleh sebab itu para anggota geng tersebut kabur, walaupun saya sendiri pun tidak dapat menyimpulkan apapun akan kejadian itu. Itu semua dikarenakan ketika saya periksa, saya sama sekali tidak mendapatkan mobil polisi yang terparkir di luar maupun anggota kepolisian." Penjelasan seksama oleh Detektif Wati Bexxa yang didengarkan oleh Detektif Bromo.
"Mungkin saja itu memang ada orang yang menyadari jika kita dalam kondisi terancam. Oleh sebab itu, orang baik tersebut menghidupkan audio suara sirine polisi." Detektif Wati Bexxa yang beranggapan bahwa suara Sirine tersebut bukan berasal dari anggota kepolisian melainkan orang baik yang mengetahui akan trik yang paling tepat untuk dilakukan di saat kondisi terdesak seperti itu.
Walaupun hingga detik ini suara sirine polisi tersebut masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa terpecahkan.
"Mungkin Anda benar, Detektif. Tapi … siapa orang baik tersebut?! Siapa yang mengetahui jika kita berada di sini?! Padahal lokasi ini begitu jauh dari pemukiman para warga." Detektif Bromo yang masih begitu penasaran dengan sosok baik hati yang sudah menyelamatkan nyawa nya dan juga Detektif Wati Bexxa.
"Dari pada Anda memikirkan hal seperti itu, mendingan Anda fokus untuk kesembuhan Anda sendiri, Detektif." saran dari Detektif Wati Bexxa yang kembali menyuapi Detektif Bromo yang hanya menuruti semua perintah yang ia berikan.
Detektif Wati Bexxa pun dengan begitu baik dalam hal menyuapi Detektif Bromo, hingga tak terasa jika mangkok yang tadinya berisikan bakso sudah habis tak tersisa. Entah apa yang terjadi pada Detektif Bromo, ia hanya menuruti semua perintah dari Detektif Wati Bexxa. Hingga tanpa ia sadari bahwa semangkok bakso tersebut sudah habis tak tersisa sedikitpun.
"Anda sudah kenyang, Detektif?" tanya Detektif Wati Bexxa ketika mangkok bakso tersebut sudah benar-benar habis.
"Iya,saya sudah kenyang. Terima kasih sudah memberikan saya suapan itu." balas Detektif Bromo yang kemudian memegang bagian perutnya.
Sepertinya luka dalam yang didapatkan oleh Detektif Bromo kembali berkontraksi dan membuat dirinya merasakan kembali rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan dengan ucapan apapun.
"Tolong buka baju Anda, Detektif!" perintah Detektif Wati Bexxa yang segera langsung mendekat
Ucapan dari Detektif Wati Bexxa membuat Detektif Bromo memikirkan hal yang aneh tentang ucapan yang baru saja ia dengar dari mulut Detektif Wati Bexxa.
'Kenapa dia meminta saya untuk buka baju sekarang?! Apa jangan-jangan?".pikir Detektif Bromo yang memperhatikan sekujur tubuhnya Detektif Wati Bexxa yang cukup terlihat jelas.
"Tubuh dia begitu jelas sekarang." pikir Detektif Bromo yang benar-benar tak bisa fokus akan ucapan yang baru saja ia dengar dan kenyataan yang sudah berada didepan matanya sekarang
Kesal karena tidak mendapatkan Jawaban dari Detektif Bromo, Detektif Wati Bexxa semakin mendekat sedangkan detak jantung seorang Detektif Bromo terdengar sangat kencang ketika Detektif Wati Bexxa mencoba membuka baju Detektif Bromo.
Detektif Bromo pun hanya bisa menelan ludahnya sendiri, membayangkan hal aneh akan terjadi di antara mereka berdua. Tapi yang namanya ilusi akan tetap menjadi ilusi, mungkin hal tersebut yang sudah dialami oleh Detektif Bromo.
"Akhg!" suara Detektif Bromo ketika Detektif Wati Bexxa mencoba mengobati luka di bagian perut Detektif Bromo yang kembali kontraksi.
Detektif Wati Bexxa yang begitu heran ketika melihat dengan kepalanya sendiri akan sikap berbeda yang dilakukan oleh Detektif Bromo, ini baru pertama kali seorang Detektif Bromo menjerit kesakitan akan luka yang sedikit daripada yang sebelumnya ia dapatkan.
__ADS_1
"Ada apa? Detektif?!" tanya Detektif Wati Bexxa.
"Oh tidak, saya pikir…" ucap kesal Detektif Bromo yang dapat didengar oleh Detektif Wati Bexxa.
"Kenapa, Detektif Bromo?!" tanya Detektif Wati Bexxa yang begitu heran.
Detektif Wati Bexxa masih mengobati luka di bagian perutnya Detektif Bromo.
Tanpa sadar Detektif Bromo berucap yang membuat wajah Detektif Wati Bexxa menghitam pertanda jika dirinya tidak suka akan omongan yang diucapkan oleh Detektif Bromo.
"Saya pikir Anda akan memberikan saya satu ciuman." ucap Detektif Bromo tanpa ia sadari.
Mendengar ucapan Detektif Bromo membuat wajah seorang Detektif Wati Bexxa kembali menghitam.
"Awhg! Sakit!" Detektif Bromo yang kembali memegang bagian perut yang tengah di obati oleh Detektif Wati Bexxa. Mungkin karena kesal dengan pikirannya Detektif Bromo membuat Detektif Wati Bexxa kembali memukul bagian perut Detektif Bromo yang terluka.
"Dasar lelaki hidung belang! Pria mesum!" ucap Detektif Wati Bexxa dengan wajah yang benar-benar sudah menghitam.
"Hiks! Mampus nih. Saya salah ngomong lagi! Kenapa juga saya harus keceplosan seperti itu. Dari auranya,gue bakal di smackdown sama atlet pencak silat." pikir Detektif Bromo yang baru menyadari akan ucapan yang tanpa ia sadari terucap.
Detektif Wati Bexxa masih dengan aura kesalnya pada pikiran seorang detektif hebat seperti Detektif Bromo sembari berucap dalam hatinya sendiri
'Ini nih! Alasan kenapa gue benci dengan laki-laki!" batin Detektif Wati Bexxa.
Sementara itu, Detektif Bromo juga hanya diam dengan banyak hal yang ia pikirkan.
'Lah salah sendiri kenapa pake baju yang seperti itu! Udah jelas gue juga laki laki normal! Mana tahan jika harus melihat lawan jenis berpakaian cukup terbuka seperti itu!' batin Detektif Bromo yang tak bisa menghilangkan bayangan Detektif Wati Bexxa dalam pikirannya.
Karena saking kesal dengan sikap masing-masing, membuat Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa kembali ke aktivitas sama hanya diam walaupun tengah bersama, hingga situasi sunyi itu di halangi oleh satu hal yaitu dering ponsel.
(Drrrrrtttttt)
Detektif Bromo pun segera meraih ponselnya yang ada di samping sofa tempat ia beristirahat untuk sementara waktu.
"Ya halo." ucap Detektif Bromo
Walaupun dengan aura kesal, Detektif Wati Bexxa masih begitu kepo tentang siapa yang menelpon Detektif Bromo, ia dengan perasaan yang begitu penasaran sambil bergumam
'Sepertinya suara perempuan, Apa gue salah dengar?' batin ragu Detektif Wati Bexxa tentang apa yang ia dengarkan melalui sambungan telepon milik Detektif Bromo.
"Ohh, ok baik-baik. Saya akan segera mengurusnya." ucap Detektif Bromo yang kemudian menutup telponnya dengan melirik sedikit pada Detektif Wati Bexxa dengan aura yang ikut berubah.
'Hadeh! Gimana cara menghadapi seorang detektif yang memiliki sikap seperti anak lagi kecil seperti ini!'
'Sifatnya berubah seperti ini! Tadi kesal … sekarang?!" Batin Detektif Bromo yang terpotong karena Detektif Wati Bexxa ikut berbicara ketika dirinya tengah pusing menghadapi sikapnya Detektif Wati Bexxa yang berubah-ubah seperti itu.
"Anda mau tetap disini apa mau pulang, Detektif!" ucap Detektif Wati Bexxa dengan raut wajah kesal.
Detektif Bromo hanya terdiam, kesal karena tak ada jawaban dan respon dari Detektif Bromo, Detektif Wati Bexxa berdiri dan segera berucap
Kesal karena tak ada jawaban dan respon dari Detektif Bromo, Detektif Wati Bexxa segera berdiri dan segera berucap,
"Ya sudah! Anda tetap aja di sini!" sembari melangkah ke luar ruangan
'Dasar gak peka! Masa iya nggak mengerti tentang perasaan gue sih!' batin Detektif Wati Bexxa.
"Eh eh eh. Tunggu sebentar!" Detektif Bromo yang ingin ikut berdiri, tapi dikarenakan ia mendapat kan luka dalam di bagian perut nya, membuat Detektif Bromo tak bisa berdiri sendiri.
"Ahhhh!" teriak Detektif Bromo yang kesakitan.
Detektif Wati Bexxa tengah cemburu dengan suara perempuan yg ada di ponsel nya Detektif Bromo tanpa sadar ia malah justru spontan kembali ke tempat di mana Detektif Bromo berada. Dengan wajah panik seraya berucap
__ADS_1
"Anda tidak apa-apa, Detektif?!" tanya Detektif Wati Bexxa dengan begitu cemas. Dan hal tersebut bisa dirasakan oleh Detektif Bromo.
"Ternyata Anda masih punya sisi positif juga." dengan tersenyum manis pada di Detektif Wati Bexxa yang berusaha menopang nya .
"Untung Anda tuh lagi sakit seperti ini. Kalo nggak yah saya sudah tinggal Anda di sini sendirian!' Detektif Wati Bexxa yang berucap dengan wajah kesal
"Maksud Anda apa?" tanya Detektif Bromo yang begitu tak mengerti dengan perkataan seorang wanita.
Bahwa sebenarnya Detektif Wati Bexxa itu sedang cemburu pada suara wanita yg ada di telponnya Detektif Bromo.
Karena kesal tak kunjung mengerti dengan maksud dari Detektif Wati Bexxa, Detektif Wati Bexxa malah berucap
"Ya karena gue … cem." Detektif Wati Bexxa yang menghentikan ucapan seraya bergumam di dalam hati nya
'Aduhh! Untung gak jadi keceplosan.Bisa-bisa nih detektif bisa geer lagi! Terus akan ngomong dengan sombong nya,jika gue tuh suka sama dia! Padahal kan gue cuman penasaran aja!.Mana mungkin gue nih suka sama detektif sombong ini!' batin Detektif Wati Bexxa yang mengelak bahwa dirinya memiliki perasaan terhadap Detektif Bromo.
Detektif Wati Bexxa yang sebenarnya telah jatuh cinta pada Detektif Bromo seiring dengan ikut terlibat dalam banyak kasus yg membuat mereka berdua semakin dekat saja.
Begitu juga dengan sang Detektif Bromo yang sebenarnya juga telah jatuh cinta pada Detektif Wati Bexxa hanya saja terlalu gengsi untuk mengakui perasaan nya tersebut.
"Jadi mau tinggalin gue sendirian di sini!" ucap Detektif Bromo dengan wajah kesal juga.
"Mana mungkin!" elak Detektif Wati Bexxa.
"Kenapa?" dengan wajah begitu penasaran dengan maksud dari Detektif Wati Bexxa.
"Mana mungkin saya akan tinggalin orang yang udah nyelamatin nyawa saya! Sampai harus terluka seperti ini!" ucap Detektif Wati Bexxa dengan tatapan begitu berterima kasih pada detektif yang telah menyelamatkan nyawanya yang rela babak belur demi keselamatan dirinya.
Lagi-lagi mereka berdua kembali ke romansa cinta yang sebenarnya sudah ada, tapi tak dapat mengungkapkan perasaan itu satu sama lain .
"Perut Anda masih sakit, Detektif?" tanya Detektif Wati Bexxa yang sama sekali tak bisa menggunakan ponsel nya.
"Ponsel Anda, kenapa?" tanya Detektif Bromo yang kembali dengan memegang bagian perut nya yg begitu sakit.
"Nggak tau nih, kok tiba-tiba gak bisa dibuka ya. Apa karena pertarungan tadi?" pikir Detektif Wati Bexxa.
"Coba saya lihat sebentar." saran dari Detektif Bromo.
"Ini.".menyerahkan ponsel nya pada Detektif Bromo.
"Hmmmm, sepertinya ponsel Anda sudah rusak total deh. Coba lihat nih!" perintah Detektif Bromo.
"Aduh, gimana nih?!" Detektif Wati Bexxa dengan wajah cemas
"Gimana kenapa, Anda kesal karena ponsel Anda rusak?!.Udah deh kalo gitu saya bakal belikan yang baru nanti. Masa iya gegara ponsel rusak pake cemas kayak gitu sih!" ucap Detektif Bromo.
"Ih! Siapa juga yang kesal karena nih ponsel rusak. Saya tuh cuman cemas karena saya gak bisa hubungi taksi online buat kita. Malah Anda tuh lihat sendiri bukan kika tempat ini gak ada siapapun disini apalagi kendaraan!" Detektif Wati Bexxa masih dengan raut wajah cemas pada luka Detektif Bromo.
'Kalo Detektif Bromo gak cepat-cepat dibawa ke rumah sakit! Bisa-bisa luka dia semakin parah aja' batin Detektif Wati Bexxa.
"Dia sudah nyelamatin gue selama ini bahkan sampai membuat dia luka parah seperti itu!.Padahal … dia sudah bilang dari awal jika mungkin ini semua hanya jebakan!.Tapi … malah gue aja yang keras Kepala gak mau dengerin ucapan dia!' batin Detektif Wati Bexxa yang masih mengkhawatirkan kondisi luka Detektif Bromo.
Detektif Bromo benar-benar terharu dengan sikap yang dimiliki oleh Detektif Wati Bexxa yang begitu peduli pada diri nya.
"Walaupun Anda mempunyai kepribadian yang selalu berubah-ubah. Tapi satu hal yang tak pernah saya rasakan dari orang lain, yaitu rasa peduli Anda terhadap orang lain yang begitu luar biasa Anda berikan." ucap Detektif Bromo yang sontak saja membuat pipi Detektif Wati Bexxa merona layaknya buah delima merekah indah.
episode berikutnya akan banyak membuka misteri demi misteri tentang masa lalu para detektif yang terlibat dengan masa lalu Helmi dan Keano, dimulai dari misteri cinta yang terjadi antara Detektif Bromo dan juga Detektif Wati Bexxa yang selalu terhalang oleh tembok besar yaitu penyelidikan.
nantikan episode berikutnya pada tanggal 26 Februari 2022 pada pukul 08.45 menit.
thanks semuanya 🤗
__ADS_1