Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
makan malam romantis?


__ADS_3

******


Ketika Layla dan nyonya Melisa mencoba mengingat wajah dari dokter tersebut, ketika itu lah Helmi baru kembali ke rumah sakit


"Ma"ucap Helmi yg mendapat kan mama nya sedang begitu hangat dengan Layla


"Helmi,apa urusan kamu udah selesai??"pertanyaan dari Nyonya Melisa yg membuat Helmi begitu merasa aneh


"Urusan???"pikir Helmi yg kemudian menatap Layla


"Kamu begitu romantis yah sama Layla"goda Nyonya Melisa yg membuat pipi nya Layla merona secara mendadak


Helmi hanya memberikan ekspresi tak mengerti dengan ucapan dari mama nya


"Pake ngirimin surat segala, padahal pergi nya cuman sebentar, emang romantis banget deh, kalo gini cara nya,papa pasti akan senang banget liat kalian berdua yg sudah begitu romantis,mama jadi iri"Nyonya Melisa yg memberikan surat yg di terima oleh Layla


Helmi begitu kaget ketika melihat nama pengirim adalah (Helmi Andika), walaupun merasa aneh,di lain sisi Helmi merasa terselamatkan oleh surat dengan inisial nama nya


"Huhhh,mama bisa aja deh"Helmi yg kembali memainkan akting di depan mama nya, agar mama nya tidak curiga tentang semua tingkah laku Helmi sebenarnya,dan dapat menjadi kan Layla sebagai tameng agar ia dapat kembali ke cinta pertama nya yaitu Carina.


******


Rencana nyoya Melisa ....


"Helmi,Layla"panggil Nyonya Melisa


"Iya ma,ada apa??"tanya Layla yg menjawab


Helmi hanya diam nampak tengah memikirkan yg begitu menganggu dalam pikiran nya


"Jadi gini ... Sebenarnya sebelum papa masuk rumah sakit,mama sama papa punya rencana gituh buat kalian"nyoya Melisa yg akan menyampaikan kado manis bagi pernikahan Helmi dan Layla


"Rencana?, emang rencana apaan ma?"tanya Layla antusias mendengarkan mertua nya


Sebaliknya Helmi hanya diam ketika mama nya berbicara


Nyonya Melisa yg dapat merasakan jika putra nya seperti ada yang tengah di pikirkan, mencoba bertanya kepada putra semata wayang keluarga Andika


"Helmi,apa ada masalah?"tanya Nyonya Melisa yg dapat merasakan kegundahan hati Helmi sebagai naluri dari seorang ibu


"Enggak kok ma, Helmi cuman capek aja"balas Helmi


Layla yg juga dapat merasakan jika suami nya tengah memikirkan sesuatu, walaupun tak dapat bertanya langsung pada suami nya,Layla lebih memilih mencoba memikirkan bagaimana suami nya tidak bersedih lagi


"Mas,temani aku makan dong?"ajak Layla


Nyonya Melisa yang melihat tingkah lucu dari menantu nya, tersenyum manis dan menggoda pasangan yang baru menikah


"Ihhhh, romantis banget sih"ucap nyonya Melisa dengan ekspresi wajah yang di buat seperti tengah cemburu


Sebenarnya Helmi begitu malas jika harus berdua duan dengan Layla,tapi ... Demi menjaga agar perselingkuhan nya dengan Carina tidak diketahui oleh mama nya, Helmi kembali mengeluarkan kepiawaian berakting layak nya seperti seorang aktor yg begitu piawai dalam memainkan sebuah peran


"Sebenarnya ogah banget gue harus temani dia makan!"batin Helmi.


*****


"Kamu mau makan di mana?"tanya Helmi


"Terserah aja mas"balas Layla yg mencoba mengengam tangan nya Helmi


Nyonya Melisa pun tersenyum sendiri melihat tingkah menantu nya yang teramat gemas


Nyonya Melisa sebenarnya tau,jika Layla hanya berusaha untuk menghibur Helmi yang tengah bersedih walaupun belum tau hal apa yang membuat helmi begitu diam sedari tadi,jika pun berbicara, Helmi hanya mengeluarkan satu atau dua kata, semenjak ia kembali menemui Layla dan mama nya di depan ruangan operasi


"Kamu memang istri yang begitu peka Layla,mama tau,jika kamu sebenarnya hanya berusaha mencoba menciptakan senyum manis di wajah Helmi"Nyonya Melisa yang menatap Layla dengan perasaan begitu teduh


Rasa begitu beruntung memiliki layla sebagai menantu nya satu per satu pun muncul.


*****


Sebenarnya Layla tak tega jika harus meninggalkan mertua nya sendiri untuk menunggu hingga selesai operasi tuan Andika,tapi ... Mau bagaimana lagi, posisi Layla adalah istri dari Helmi, sudah sewajarnya jika Layla berusaha agar suami nya merasa nyaman ketika bersama dan dapat meringankan beban pikiran dari Helmi


"Ya udah,gih sana,temani Layla makan di ruangan bawah"Nyonya Melisa yang mempersiapkan Helmi dan Layla untuk bermesraan sebagai suami istri


"Mama nggak apa Helmi tinggal sebentar?"tanya Helmi yang begitu mengkhawatirkan jika mama nya bersedih.


*****


Walaupun Helmi terkesan keras kepala dan tak mau mendengarkan omongan tuan Andika, justru berbanding terbalik kepada nyonya Melisa,ia begitu luluh jika sudah berada di samping Nyonya Melisa, layak nya seperti bayi mungil,tak ingin pisah dari mama nya


Kilas balik ...


Kejadian Nyonya Melisa masuk rumah sakit adalah awal di mana Helmi akhirnya tunduk,dan mau menikahi Layla


Helmi yg terdiam tunduk di samping Mama nya


"Helmi"suara lembut terdengar


"Mama"senyum manis pun hadir dari wajah Helmi

__ADS_1


"Maafin Helmi mama"ucap Helmi dengan tangis


"Sayang kamu ngak perlu minta maaf, kamu ngak salah kok "Nyonya Nami yg mencoba menghibur Helmi


"Helmi"panggil mama nya sekali lagi


"Iya ma"saut Helmi


"Apa kamu bisa kabulkan satu permintaan mama sayang??"tanya nyonya Nami


Helmi sudah tau,jika mama nya pasti ingin Helmi menikahi gadis buta pilihan papa nya tersebut


Karena tak ingin membuat mama nya semakin drop, Helmi pun menjawab


"Iya ma,mama mau apa??"tanya Helmi memegang tangan Sang mama tercinta


"Helmi"


"Apa kamu mau menikah dengan gadis pilihan papa kamu ??"tanya nyonya Nami yg melihat reaksi tak suka Helmi


"Helmi dengerin mama"


"Papa itu sayang banget sama kamu,papa ngak ingin kamu tuh selalu mabuk mabuk,papa ingin kamu berubah sayang,dan hal tersebut juga mama ingin kan sayang"ucap nyonya Nami berharap pada Helmi


"Iya ma, Helmi mau"balas Helmi yg membuat nyonya Nami begitu bahagia.


*****


Kembali ke alur cerita ...


Ya udah,gih sana,temani Layla makan di ruangan bawah"Nyonya Melisa yang mempersilahkan Helmi dan Layla untuk bermesraan sebagai suami istri


"Mama nggak apa Helmi tinggal sebentar?"tanya Helmi yang begitu mengkhawatirkan jika mama nya bersedih


"Kan ada si mbok"ucap Nyonya Melisa pada asisten rumah tangga kepercayaan keluarga Andika


"Iya kan mbok"Nyonya Melisa yang segera mengengam tangan si mbok


"Iya den,biar Nyonya sama si mbok aja"


"Den Helmi lebih baik temani Nyonya Layla aja makan malam nya"ucap si mbok.


*****


Tak ada pilihan lain bagi Helmi sekarang, Helmi pun dengan hati terpaksa mau menemani Layla makan di kantin rumah sakit


"Emang kamu pikir mama barang apa!,pake di titip titipin segala!"ucap cemberut Nyonya Melisa


"Iya, mama barang buat Helmi, barang antik tak akan ternilai harga nya"goda Helmi


Helmi memang begitu piawai menyusun kata kata romantis,maka tak heran,jika Helmi di sebut dengan " "raja nya puitis", ketika masih zaman sekolah dulu.


*****


"Emang kamu pikir mama barang apa!,pake di titip titipin segala!"ucap cemberut Nyonya Melisa


"Iya, mama barang buat Helmi, barang antik tak akan ternilai harga nya"goda Helmi


"Kalo gitu barang bekas dong!"nyonya Melisa yang membalas candaan dari putra nya


"Bukan barang bekas dong ma,tapi ... barang antik"balas Helmi yang membuat perasaan Helmi cukup tenang ketika mama nya membalas gombalan dari diri nya


"Idihhhhh,den Helmi. Nyonya Layla bisa cemburu nanti, jika yang di gombalin terus tuh nyoya Melisa aja"jelas ucapan si mbok membuat pipi Layla yang mendengar mendadak kembali merona.


*****


Helmi dan Layla akhirnya meninggal kan nyoya Melisa dengan si mbok (asisten rumah tangga kepercayaan keluarga Andika)


Walaupun dengan wajah tak begitu bahagia,jika harus menghabiskan waktu makan malam dengan Layla, setidaknya Helmi merasa terselamatkan, karena Layla sampai sekarang belum membocorkan hal yang terjadi di awal pernikahan mereka


Kilas balik ...


Awal di mana Helmi tau,jika Layla begitu penurut kepada diri nya,dan dapat menjadi kan Layla sebagai tameng untuk menutupi perselingkuhan dengan Carina, wanita yang begitu di cintai oleh Helmi


Aku mau pergi dulu, aku ada urusan dengan kolega kantor, mungkin pulang nya baru Minggu depan,kalo papa sama Mama tanya, bilang aja kalo aku ada di sini, jangan kamu bilang,kalo aku ada urusan kolega !!"ucap Helmi


"Lha  kenapa mas??", kenapa ngak bilang aja ke mama sama papa kalo kamu tuh ada urusan kantor??"tanya Layla dengan mengerutkan kening nya


"Kamu mau durhaka sama suami kamu !!!"ucap tegas Helmi


"Maaf mas,aku ngak bermaksud "Layla yg sadar,jika posisi ny sebagai seorang istri harus patuh pada perintah suami nya, sekarang surga itu ada di telapak kaki suami nya (Helmi Andika)


"Kamu bilang aja itu,aku cuman ngak mau urusan bisnis aku di ikut campurin sama papa"gumam Helmi


"Nanti malam aku akan berangkat, ingat, bilang seperti yg aku ucapin sama kamu barusan!!"ancam Helmi


"Iya mas"balas Layla yg percaya jika suami nya memang ada urusan dengan kolega kantor.


*****

__ADS_1


Di perjalanan menuju ke tempat makan, Helmi mencoba memastikan jika Layla sama sekali belum menceritakan semua nya kepada kedua orang tua nya, terutama tuan Andika


"Layla"panggil Helmi


"Iya mas"balas Layla


"Hmmm,kamu ngak ada bilang apa pun sama mama papa kan?"tanya Helmi


"Bilang apaan mas?"tanya Layla yg heran ketika Helmi bertanya pada diri nya


"Itu loh ..., soal urusan kolega saya"ucap Helmi to the poin pada Layla


"Ohh, soal itu. Aku kira soal apaan"


"Enggak kok mas, emang kenapa?"tanya Layla yang takut jika Helmi bersedih karena ada masalah dengan urusan kolega yang tengah ia jalani


"Tidak ada masalah,kamu tenang aja,saya hanya memastikan apa kamu penurut sebagai istri saya"ucap Helmi yang begitu lega jika Layla memang dapat di jadikan tameng


"Bagus deh jika dia penurut seperti ini,aku akan bisa lebih bebas di luar sana"


"Ada gunanya juga papa nikahi aku dengan gadis buta ini"pikir Helmi.


*****


Satu jam lebih,tapi ... Dokter belum juga keluar dari ruang operasi, membuat Nyonya Melisa begitu khawatir akan kondisi suami nya


"Aduhhhhhhh, mbok, gimana nih,kok para dokter belum juga keluar?,saya takut jika kondisi mas Andika semakin drop"raut wajah nyonya Melisa yang begitu khawatir


"Tenang dulu Nyonya,kita doakan saja agar operasi tuan Andika bisa berjalan dengan lancar"


"Para dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk tuan Andika"ucap si mbok yang cukup membuat hati nyoya Melisa tentram


"Iya mbok"balas Nyonya Melisa yang kemudian meminta keajaiban kepada Tuhan yang maha mendengar kan keluh kesah hamba nya


"Ya Robbi,hamba mohon keajaiban mu, lancarkan lah operasi suami hamba, izin kan lah hamba berkumpul bersama lagi, suami hamba begitu ingin melihat putra hamba memiliki rumah tangga yang begitu harmonis, kabulkan lah keinginan suami hamba ya Rabb ..."Nyonya Melisa yang begitu menginginkan keajaiban yang masa esa.


*****


Ketika itu lah pintu ruang operasi terbuka, dokter keano yang menangani pasien yang bernama tuan Andika keluar dengan peluh keringat perjuangan untuk menyelesaikan tugas nya sebagai penolong


"Bagaimana dokter?"tanya Nyonya Melisa yang harap harap cemas mendengar kan informasi tentang operasi suami nya


Dokter keano tidak langsung menjawab pertanyaan dari Nyonya Melisa,keano lebih fokus mencari Layla yang tak ia temui bersama dengan nyonya Melisa


"Layla kemana?"pikir keano


Karena tak mendapat kan respon dari dokter keano,raut wajah cemas nyonya Melisa pun muncul,


"Kenapa dokter hanya diam?, bagaimana dengan operasi suami saya?"tanya Nyonya Melisa dengan mata yang sudah berlinang


"Alhamdulillah, operasi suami anda berjalan lancar buk"dokter Olga yang baru keluar dari ruangan operasi memberi tau tentang kondisi pasien


Dokter Olga begitu merasa aneh dengan sikap dokter keano yang begitu berbeda hari ini, dokter keano bukan orang yang akan membawa masalah yang tengah ia alami ketika tengah menjalani tugas sebagai seorang dokter, dokter keano begitu terkenal dengan sikap profesional semenjak menjabat sebagai seorang dokter bedah di rumah sakit kawasan elit tersebut


Nyonya Melisa yang begitu bahagia mendengar kan jika kondisi suami ny baik baik saja


"Apa saya sudah boleh melihat suami saya dokter?"tanya nyoya Melisa


"Belum buk, pasien masih dalam tahap pemulihan,30 menit lagi,ibuk boleh melihat kondisi pasien"


"Jika begitu,saya pamit dulu"balas dokter Olga yang segera meninggalkan ruangan operasi.


****


Tidak begitu dengan keano,ia begitu penasaran kemana Layla pergi, lantas bertanya langsung pada Nyonya Melisa


"Maaf buk, perempuan yang bersama ibu tadi kemana?"tanya keano


"Maksud anda menantu saya dok,ada apa?"tanya nyonya Melisa


"Oh tidak,saya hanya ingin mengucapkan terimakasih kepada menantu ibu, karena sudah menolong saya "ucap keano berbohong hanya untuk memastikan jika Layla baik baik saja


"Ohhh itu, menantu saya tengah makan malam di bawah dengan suami nya dok"balas Nyonya Melisa


"Baik buk, terima kasih,jika begitu saya duluan"dokter keano yang segera meninggalkan Nyonya Melisa.


*****


"Apakah keano akan memastikan jika Layla benar benar tengah makan malam dengan Helmi di bawah?"


"Komen!".


*****


Bagaimana nasib Layla nanti nya ??, mampu kah Layla bertahan di rumah tangga yg tidak ada kata cinta di dalam nya ??"


Nantikan update episode terbaru dari author!!)


(Jangan lupa untuk like, komen, serta favorit kan karya author

__ADS_1


__ADS_2