Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
bakat terpendam.


__ADS_3

"aduhh! Senior nih kita beneran bakal buntuti wanita itu?" tanya Morgan yang sama sekali tidak mengerti tentang dunia penyelidikan.


"Saya mana berbakat menjadi seorang detektif, Senior. Bagaimana jika kita nanti ketahuan?" tanya Dokter Morgan pada seniornya yang sudah siap untuk melaksanakan penyamaran demi mengetahui lebih lanjut tentang wanita yang dijodohkan dengan dirinya tersebut.


"Itukan kamu, bukan saya!" balas Keano segera memberikan peralatan seadanya untuk melakukan penyamaran kali ini.


"Maksud Senior?" tanya Dokter Morgan sembari mengerutkan keningnya karena merasa begitu aneh akan ucapan yang disampaikan oleh Dokter Keano pada dirinya.


"Sudah! Lebih baik kamu pakai saja ini. Saya sering bermain detektif detektif waktu masih kecil," perintah Keano yang hampir saja keceplosan menyampaikan jati dirinya pada junior yang sudah ia anggap seperti adik kandung sendiri.


"Baik, Senior. Tapi ...." ucap Dokter Morgan yang segera dipotong oleh Keano.


"Sudah! Mereka akan segera masuk ke dalam mall itu, cepat pakai pakaian yang saya berikan dan saya tunggu kamu diluar!" perintah dari Keano dan segera turun dari dalam mobil.


'Aduh, nih benaran harus pakai ini semua? Masa iya Dokter tampan seperti gue harus nyamar pakai ini sih? Masa iya harus nyamar sehari jadi nenek sih? Ngak ada peran lain apa?!' batin Dokter Morgan yang terpaksa mengenakan pakaian yang sudah diberikan oleh Keano pada dirinya.


Keano yang masih fokus memperhatikan wanita yang dijodohkan dengan dirinya dengan seorang pria memakai masker nampak sedang semakin melangkah kedalam mall.


'Siapa sih sebenarnya wanita itu? Dan apa hubungannya dengan pria yang sedang bersama dengan dirinya saat ini?' batin Keano yang segera melirik pada Morgan yang baru saja keluar dari dalam mobil dengan menggunakan pakaian penyamaran yang sudah ia siapkan.


Keano seakan berusaha untuk menahan rasa tawa ketika melihat juniornya berpenampilan sebagai seorang nenek-nenek.


Morgan yang terus menyadari bahwa seniornya sedang menertawakan dirinya lantas bergumam dalam hatinya.


'apes, apes. Gini banget sih nasib jadi seorang bawahan dokter nomor satu,' batin Dokter Morgan melangkah mendekat pada Keano yang sembari dari tadi terus berusaha menahan rasa tawa ketika melihat penampilan baru dari seorang Morgan yang terkenal paling cool dan paling begitu stylish di rumah sakit milik keluarga vermando.


"Sudah, Senior! Nanti saya bertukar pikiran nantinya, dan tidak mau mengenakan pakaian aneh ini!" ucap Dokter Morgan yang berusaha menahan rasa malunya untuk sehari.


"Iya, iya, maaf. Kamu begitu cocok memakai pakaian ini, Morgan. Apa mau coba juga besok?" canda Keano pada juniornya.


Sebenarnya Keano memiliki jiwa humoris yang begitu tinggi tapi sayangnya jika humor tersebut hanya akan diberikan pada orang-orang pilihan bagi dirinya. Dan nasib baiknya, Dokter Morgan yang menjadi junior di rumah sakit sekaligus yang sudah ia anggap seperti seorang adik kandung sendiri menjadi orang pilihan yang mendapatkan humor dari seorang dokter bedah hebat sekaligus penerus tahta rumah sakit elit milik keluarga vermando.


"Baiklah, mari kita mulai penyelidikan ini!" ucap Keano yang segera memakaikan kacamata hitam miliknya dan berpenampilan sangat persis seperti seorang kakek-kakek cool di masa mudanya.

__ADS_1


"Eh, tunggu sebentar!" cegat Keano ketika melihat Dokter Morgan ikut melangkah.


"Ada apa lagi, Senior? Anda ingin saya memakai barang aneh yang lainnya?!" ucap Dokter Morgan dengan nada kesal akan tindakan dari Senior berbakat yang paling begitu dekat dengan dirinya.


"Anda marah dan kesal akan permintaan saya, Morgan?" tanya Keano dengan tatapan serius pada wajah juniornya tersebut.


"Bukan marah, tapi cuman ngak cocok aja! Masa iya seorang dokter paling stylish di rumah sakit harus menyamar menggunakan pakaian aneh ini sih! Ngak ada stylish yang lebih bagus apa? Kalo senior mah masih mendingan melakukan penyamaran dengan menggunakan pakaian yang cukup stylish, pakai kacamata hitam dan baju yang ngak kulot banget. Lah saya, udah seperti transgender aja pakai pakaian seperti ini ditambah lagi ngak ada kesan stylish nya lagi. Nasib, nasib ...." Dokter Morgan yang meratapi pakaian yang sedang ia pakai sekarang.


"Anda mau berganti peran dengan saya? Jika begitu mari kita tukar kembali peran kita," saran dari Keano pada Morgan yang begitu terlihat risih pada pakaian yang ia kenakan saat ini.


"Tidak perlu, senior. Saya tahu tugas Anda lebih berat daripada saya, saya terima pakaian ini dengan berusaha berlapang dada karena Anda yang telah membuat saya berada di ruangan VIP di rumah sakit," canda Dokter Morgan dengan membaluti selendang di kepala yang tertutup dengan penutup kepala hingga membuat Dokter Morgan begitu mirip dengan seorang nenek-nenek.


"Nah itu Anda paham, oleh sebab itu penyamaran ini harus diterima dengan lapang dada bukan dengan sempit dada," Keano yang membalas candaan dari junior nya yang hanya bisa pasrah jika harus melakukan penyamaran menggunakan pakaian tidak stylish sama sekali.


"Oh yah, satu hal lagi yang harus saya ucapkan pada Anda, Morgan!" ucap Keano dengan segera berbisik pada junior nya.


"Apa, Senior? Apa Anda akan meminta saya melakukan sama persis seperti seorang nenek-nenek kulot dan menjadikan Anda seperti seorang suami saya?" tebak Dokter Morgan yang memang begitu tepat dan memang hal seperti itu yang akan disampaikan oleh Keano pada Dokter Morgan agar penyelidikan ini tidak diragukan dan dapat berjalan dengan baik serta membuahkan hasil yang diinginkan.


"Ya, kurang lebih seperti itu yang ingin saya sampaikan pada Anda, Morgan. Anda sendiri sudah mengerti dengan tugas yang harus Anda lakukan, Bukan?" tanya Keano dengan memberikan sedikit gelak tawa ketika melihat reaksi kurang suka yang diberikan oleh juniornya tersebut.


Penyelidikan Keano dan Morgan pun segera dimulai ....


"Morgan, mari kita mulai penyamaran ini!" ajak Keano ketika mereka berdua memulai melangkah mendekat pada mall tempat yang sudah dituju oleh wanita yang sedang diincar oleh Keano.


'Apa yang sebenarnya diincar oleh wanita itu? Kenapa rasanya ini berkaitan erat dengan Layla!' batin Keano yang merasakan terdapat aura negatif dari wanita yang dijodohkan dengan dirinya.


"Iya, Senior," balas Morgan dengan perasaan yang begitu terpaksa jika harus melaksanakan tugas konyol seperti ini, tapi bagaimana lagi dirinya memang ingin sekali membantu Seniornya yang sedang berada dalam kesusahan dan sepertinya masalah ini begitu penting bagi seorang dokter hebat rumah sakit kawasan elit milik keluarga vermando.


'Apa yang sebenarnya tengah dipikirkan oleh senior sekarang? Dan apa sebenarnya rencana Senior bagi wanita itu! Jelas-jelas wanita tersebut adalah wanita yang sudah dijodohkan dengan dirinya, kenapa malah membuntuti dirinya seakan ada hal yang sedang direncanakan oleh wanita tersebut!' batin Dokter Morgan yang mengetahui bahwa seniornya tersebut tidak akan pernah mengurusi urusan orang lain jika merasa bahwa orang tersebut akan menjadi ancaman besar bagi dirinya ataupun orang-orang tersayang bagi Keano.


"Bisakah Anda memanggil saya sekarang dengan sebutan sayang? Kita akan segera masuk ke dalam mall!" bisik Keano pada Morgan ketika mereka berdua sudah semakin melangkah pada mall.


"Sayang?!" ucap kaget Dokter Morgan ketika mereka sedang berada di dalam mall.

__ADS_1


Perkataan kaget dari Dokter Morgan malah membuat mereka berdua menjadi bahan gunjingan dan menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang sedang berkunjung di dalam mall, tidak terkecuali wanita dan pria yang akan dibuntuti oleh Keano dan Morgan saat ini.


'Mampus! Senior benar-benar sudah gila, kenapa harus berucap seperti itu? Apa dia pikir bahwa saya ini seorang pria homoseks?' batin Dokter Morgan yang menyadari jika dirinya dan Seniornya sedang menjadi bahan gunjingan sekaligus menjadi pusat perhatian di lantai pertama.


"Ahh, iya sayang. Kamu bikin aku malu aja sih," Dokter Morgan yang terpaksa akhirnya melakukan penyamaran ketika sedang menjadi pusat perhatian di dalam mall.


'Jika bukan karena Senior saya tidak mungkin akan melakukan perbuatan konyol seperti ini!' batin Morgan yang berusaha damai dengan kondisi buruk yang sedang menimpa dirinya.


"Iya, suami saya memang seperti ini. Ngak di rumah atau ngak dimanapun dia begitu romantis banget sama saya, iyakan Kek? Kakek sayang banget kan sama nenek?" Dokter Morgan yang segera merangkul pada tubuh Keano.


Keano sebenarnya begitu risih ketika Morgan benar-benar melakukan dengan baik penyamaran kali ini, tapi mau bagaimanapun dirinya juga masih harus menyelidiki tentang wanita yang sudah dijodohkan dengan dirinya saat ini.


'Sebenarnya gue risih banget jika Morgan seperti ini, tapi gue benar-benar ngak menyangka jika sebenarnya Morgan memiliki bakat akting yang luar biasa, sudah bisa jadi seorang artis ini mah,' pikir Keano ketika melihat Morgan melakukan dengan baik penyamaran sebagai seorang nenek-nenek.


"Iya, Nek. Kakek sayang banget sama nenek, walaupun muka sudah mulai keriput dan nenek semakin tua kakek bakal terus sayang dan cinta sama Nenek seperti jatuh cinta pada pandangan pertama," balas Keano yang juga ikut mulai melakukan penyamaran.


"Ihh, Kakek bikin nenek malu aja sih. Masa iya ngomong seperti itu di tempat ramai seperti ini sih, Kek?" Dokter Morgan yang segera merangkul pada tubuh Keano agar penyamaran mereka semakin dipercaya dan tidak menimbulkan kecurigaan besar.


"Ngak apa-apa kok, Nek. Memang nenek akan terus menjadi cinta pertama dan selamanya bagi Kakek," balas Keano dengan membelai kepala Morgan yang tertutup oleh sebuah selendang.


"Aduh, mampus jika semua Dokter rumah sakit melihat gue seperti ini, bisa hancur reputasi nih dokter tampan,' batin Dokter Morgan yang begitu malu jika harus melakukan penyamaran mesra dengan seniornya sendiri.


"Semoga langgeng yah Kek, Nek, iya kan sayang?" ucap seorang wanita yang ingin mereka buntuti pada seorang pria yang sedang merangkul pinggang wanita tersebut.


"Iya, sayang. Kamu benar, semoga kita nantinya seperti kakek dan nenek ini hingga tua nanti. Saling menyayangi dan saling jatuh cinta seperti ucapan Kakek ini pada nenek," balas pria tersebut.


"Iya, Cu. Semoga kalian berdua juga langgeng hingga tua ya dan saling mencintai satu sama lain dan tidak terjadi pertengkaran di hubungkan kalian berdua," ucap Dokter Morgan yang memang seperti seorang nenek-nenek dan itu membuat Keano memerhatikan penyamaran Morgan memang dilakukan dengan begitu baik.


'Gue benar-benar ngak menyangka jika Morgan memiliki bakat terpendam seperti ini," batin Keano yang semakin percaya jika harus mempercayai masalah rumah sakit nantinya pada Dokter Morgan yang sudah ia anggap seperti seorang adik kandung sendiri.


Tapi dilain sisi ketika Keano mengagumi cara penyamaran yang begitu baik dari junior nya muncul juga pertanyaan yang begitu mendasar tentang wanita yang memang sedang ia buntuti.


'Jika dirinya sudah memiliki seorang kekasih, kenapa wanita ini mau dijodohkan dengan saja dan tanpa menolak perjodohan yang dilakukan oleh keluarganya dan keluarga saya? Apa dia dipaksa untuk melakukan perjodohan ini? Atau mungkinkah ada maksud tersembunyi yang sebenarnya ia incar dari saya!' batin Keano sembari menatap lekat pada seorang wanita yang dijodohkan dengan dirinya yang sedang bergandengan mesra dengan seorang pria yang merupakan kekasih asli dari wanita tersebut.

__ADS_1


Kira-kira apa maksud sebenarnya dari wanita tersebut? Kenapa dirinya mau menerima perjodohan dari keluarga nya dengan keluarga dari Keano? Apa wanita tersebut terpaksa melakukan perjodohan dengan Keano atau mungkin ada maksud tersembu.


__ADS_2