Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
wajah yang sama!


__ADS_3

Masih dengan usulan Helmi yang akan dicanangkan sebagai seorang CEO dua perusahaan besar milik keluarga Andika dan keluarga Pradana …


"Jadi … besok kita coba tanya langsung sama Helmi nya Pa? Tanya Nyonya Melisa yang ragu akan usulan suami nya yang ingin Helmi segera menjadi seorang CEO


"Iya, isya Allah kan aku udah keluar dari rumah sakit besok sore, malamnya langsung kita bicarakan dengan Helmi dan Layla akan pencanangan Helmi sebagai seorang CEO perusahaan besar kita." Ucap tuan Andika yang memang sudah cukup pulih dan sudah boleh pulang ke rumah jika kondisi tubuh tuan Andika sudah semakin membaik.


*****


Flash back …


Malam hari sekitar pukul setengah sembilan (20.30), Dokter Olga akan segera masuk untuk memeriksa kesehatan tuan Andika di ruangan VIP nomor 1


"Permisi Bapak dan Ibu, saya Dokter Olga yang akan memeriksa kondisi pasien." Dokter Olga masuk ke ruangan setelah diberikan izin oleh Nyonya Melisa


Pemeriksaan pun tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar lima menit pemeriksaan selesai


"Bagaimana, Dok? Apa suami saya sudah semakin baik?" Tanya Nyonya Melisa yang tak hentinya mengengam tangan suami tercinta


"Syukur Bu, suami Anda sudah mulai berangsur membaik kesehatan nya, dan jika besok pagi tidak ada gejala baru dari efek obatnya, suami Ibu sudah boleh pulang di sore hari." Ucap Dokter Olga yang memberikan kabar gembira satu ruangan rawat inap tuan Andika, disana ada tuan Pradana dan istri tercinta dan si mbok


"Alhamdulillah …." Semuanya pun bersyukur tak terhingga pada Rahmat yang sudah diberikan oleh yang maha kuasa


Dokter Olga yang merasa jika tugasnya sudah selesai, ia segera pamit untuk keluar dari ruangan dan teringat dengan ucapan Dokter Morgan yang meminta tolong mencari informasi tentang gadis yang bernama Layla


"Saya sudah selesai di ruangan ini, jika begitu saya harus segera melanjutkan pemeriksaan ke pasien yang lainnya. Jika terjadi hal yang menjanggal kan langsung saja tekan tombol darurat yang ada di samping meja ini." Ucap Dokter Olga


"Iya, Dokter. Terima kasih," ucap Nyonya Melisa yang begitu senang akan kabar baik akan kesehatan suami tercinta.


*****


Dokter Olga yang tengah melangkah menuju ruangan pribadi Dokter Keano, ia begitu penasaran akan maksud ucapan dari Dokter Morgan yang menyuruh nya untuk segera mencari tahu tentang wanita yang bernama Layla


' ada apa dengan wanita yang bernama Layla itu? Siapa dia sebenarnya? Apa wanita yang bernama Layla itu begitu penting bagi Dokter Keano? Apa … wanita yang bernama Layla itu … adalah wanita yang sebenarnya disukai oleh Dokter Keano selama ini?' batin Dokter Olga yang teringat akan pembicaraan nya dengan Dokter Morgan belakangan ini.


Dokter Olga maupun Dokter Morgan begitu penasaran akan wanita yang begitu dicintai oleh Dokter Keano, perubahan sikap Dokter Keano pun mulai terlihat seakan ada hal yang telah terjadi dalam hubungan asmaranya sendiri


'apa wanita itu adalah kekasih Dokter Keano? Apa mereka berdua sedang bertengkar? Oleh sebab itu Dokter Keano tidak fokus dalam menjalankan tugasnya?' batin Dokter Olga yang segera membuka pintu ruangan pribadi Dokter Keano.


*****


Dokter Olga sudah berada di ruangan yang begitu luas, rak-rak buku terjajar dengan begitu rapi, buku-buku bacaan berat pun adalah hal paling biasa dilihat dari ruangan Dokter Keano. interior klasik menghiasi dinding ruangan tersebut, lantai yang terbuat dengan ukiran kayu yang dipadukan dengan keramik terbaik, membuat kesan mewah ruangan tersebut


Dokter Olga segera melangkah pada meja kerja Dokter Keano, ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan waktu yang begitu berharga. Dokter Olga segera mencari foto Layla yang pernah ia lihat sebelumnya ketika tengah berbincang masalah rapat yang harus di selenggarakan di Dubai beberapa bulan yang lalu


Flash back …


Dokter Olga dan Dokter Keano tengah berbincang penting akan perjamuan yang akan segera dilaksanakan oleh dua pihak rumah sakit besar berstandar internasional di Dubai


"Kenapa Anda tidak bisa pergi Dokter Keano? Anda adalah pemimpin rumah sakit ini, jika Anda tidak pergi bukannya itu terkesan tidak menghargai undangan?" Dokter Olga yang masih berusaha keras untuk membujuk Dokter Keano yang tidak bisa pergi untuk menghadiri perjamuan ke Dubai dengan alasan yang tidak begitu meyakinkan


"Bukannya saya sudah bilang, Dokter Olga! Jika saya tidak bisa menghadiri acara perjamuan tersebut. Saya masih begitu sibuk disini, dan pekerjaan ini tak bisa saya tinggalkan."


"Pangkat kita berdua pun juga hampir setingkat, untuk perjamuan kali ini saya serahkan semuanya pada Anda. Selaku Dokter bedah terbaik di rumah sakit ini dan sekaligus sahabat saya. Saya mohon Anda mengerti akan ucapan yang baru saja saya sampaikan, untuk urusan yang lainnya nanti akan segera saya bereskan malam ini." Dokter Keano yang segera merapikan meja kerjanya yang cukup berantakan akibat banyaknya tumpukan berkas perjamuan luar negeri yang akan dilaksanakan oleh rumah sakit milik keluarga vermando untuk beberapa bulan ke depan.


*****


Ketika sedang sibuk merapikan beberapa berkas, ada sebuah album yang terjatuh ke lantai. Dokter Keano awalnya tak menyadari jika ada sebuah album yang begitu berharga terjatuh, sementara itu, Dokter Olga yang menyadari pun segera mencoba membantu Dokter Keano untuk merapikan berkas-berkas yang berserakan


Ketika ingin mengambil album yang sudah terjatuh dilantai, mata Dokter Olga tertuju pada satu foto


"Ini?" Gumam Dokter Olga yang segera mengambil foto yang tercecer keluar dari album foto milik Dokter Keano


Terlihat jelas di foto tersebut seorang gadis muda yang masih begitu belia, seperti nya masih berumur belasan tahun alias masih seumuran anak SMA jika dilihat dari foto yang tengah ia pegang


Dan sepertinya juga foto tersebut diambil secara diam-diam, walaupun itu hanya menjadi praduga oleh Dokter Olga.


*****


Dokter Keano yang melihat selembar foto yang tengah dipegang oleh Dokter Olga, ia segera berusaha mengambil foto tersebut


"Maaf, Anda dapatkan dimana foto itu?" Dokter Keano yang bertanya dengan ekspresi datar seakan ia tak begitu menganggap berharga foto yang tengah dipegang oleh Dokter Olga


'kenapa foto itu bisa ada ditangan Dokter Olga? Apa foto itu terjatuh? Gawat jika Dokter Olga tahu tentang wanita yang ada di foto itu!' batin Keano yang segera mendekat untuk mengambil foto yang tengah dipegang oleh Dokter Olga.


"Ohh, maaf Dokter. Saya menemukan nya tercecer dari album foto Anda, ini fotonya saya kembalikan pada Anda." Dokter Olga yang tak curiga akan foto gadis belia yang baru saja ia lihat dari lembaran foto milik Dokter Keano


Dokter Keano segera menerima foto tersebut dan memerintahkan Dokter Olga untuk segera kembali ke ruangan pribadi miliknya sendiri


"Terima kasih telah repot-repot datang kesini, Anda boleh kembali ke ruangan pribadi Anda. Saya masih ada urusan yang harus segera di selesaikan malam ini," ucap Dokter Keano dengan begitu kharismatik


"Tapi … bagaimana dengan semua berkas ini, Dokter? Saya bisa membantu Anda agar semua berkas ini selesai untuk dirapikan. Semua pekerjaan saya untuk hari ini sudah selesai, jadi … saya masih bisa membantu pekerjaan Anda disini." Penawaran baik Dokter Olga pada Dokter Keano

__ADS_1


"Itu tidak diperlukan, saya masih bisa merapikan semua berkas ini seorang diri, lebih baik Anda kembali ke ruangan pribadi Anda untuk beristirahat, jika semua pekerjaan untuk hari ini sudah selesai Anda kerjakan, Dokter Olga." Tolak lembut Dokter Keano pada Dokter Olga


Alasan kenapa Dokter Keano tak ingin dibantu untuk merapikan semua berkas-berkas yang sudah begitu berserakan dilantai adalah Dokter Keano yang tak ingin Dokter Olga menemukan lebih banyak foto Layla yang ia ambil secara diam-diam ketika masih remaja


"Baiklah, jika begitu saya permisi, Dokter. Jika Anda membutuhkan bantuan saya, jangan sungkan-sungkan untuk mengabari saya." Ucap Dokter Olga yang selalu tak keberatan jika harus membantu urusan Dokter Keano setiap harinya


"Yah, baiklah, Dokter Olga. Saya begitu berterima kasih akan niat baik Anda." Ucap Dokter Keano yang segera melanjutkan merapikan banyak berkas yang masih berserakan dilantai.


Dokter Olga sudah meninggalkan Dokter Keano sendirian dalam ruangan pribadinya


"Huhhhh, untung aja Dokter Olga tak bertanya yang aneh-aneh pada foto ini.' batin lega Dokter Keano yang memang tak ingin siapapun tahu tentang perasaan yang masih begitu ia simpan untuk seorang diri.


*****


Dokter Keano menatap lekat pada foto yang tengah ia pegang, dengan perasaan begitu merindu akan romansa yang seakan begitu nyata di masa lalu


Air mata yang sudah mulai ingin menampakkan kerinduan nya pada gadis belia yang ada di foto, mulai menetes seakan rindu itu tak bisa untuk ditahan selama ini seorang diri


'seandainya waktu bisa diputar, aku hanya ingin kembali mengenalmu, aku hanya ingin meminta waktu itu adil padaku, agar … aku bisa mengutarakan perasaan yang selalu ku simpan seorang diri di dalam hati yang suci.'


'aku tak pernah membiarkan siapapun mengetahui tentang mu, aku tak pernah memberitahukan kepada semua orang … bahwa kamu adalah wanita yang begitu aku cintai selama ini, bahkan … kamu sendiri tak tahu akan cinta yang sudah begitu membara di dalam hati.'


*****


"Gue tahu jika gue bodoh di masa lalu! Seandainya gue tidak pengecut! Sudah pasti kita berdua tengah merajut kasih sepasang suami istri. Itu semua hanya halusinasi ku saja, takkan pernah terjadi dalam hidup ku! Kamu sudah semakin jauh untuk bisa ku raih kembali, kamu sudah bahagia akan pilihan hatimu, sedangkan aku disini menderita tak kunjung berhenti." Helmi yang menatap lekat pada foto yang begitu ia rindukan


Dengan tersenyum Keano kembali bergumam, seakan ia dan gadis belia yang ada di foto tersebut sedang berbicara empat mata


"Jika waktu itu bisa di ulang, apa kamu mau menerima cinta ku? Apa kamu mau menerima semua kekurangan ku? Apa kamu mau menerima ku sebagai pasangan mu hingga akhir hayat? Jika waktu itu bisa ku minta kembali lagi."


******


Flash on …


Dokter Olga tengah mencari dimana Dokter Keano meletakkan album foto yang pernah ia lihat sebelumnya, mulai dari ujung lemari, bawah rak-rak buku bacaan ringan, Dokter Olga masih belum bisa menemukan dimana album foto itu berada


Dokter Olga tak kehabisan cara untuk menemukan album foto yang tengah ia cari, sasaran utama Dokter Olga sekarang adalah laci kerja Dokter Keano dan sebuah laci yang terletak di dekat ranjang yang tak jauh dari meja kerja Dokter Keano


Gue harus kemana dulu? Apa memeriksa rak kerja ini? Apa rak yang ada di dekat ranjang itu?' batin Dokter Olga


Dokter Olga sudah menentukan pilihan dan sudah dapat menduga dimana keberadaan album foto yang disimpan oleh Dokter Keano


'sudah dapat di pastikan album foto tersebut ada di sana! Dokter Keano lebih banyak menghabiskan waktunya di meja kerja dari pada di ranjang itu!' batin Dokter Olga yang melangkah kan kakinya menuju meja kerja Dokter Keano


Dokter Olga segera membuka satu persatu rak tersebut, di bagian paling bawah Dokter Olga menemukan sebuah album yang sama dengan album yang pernah ia lihat di waktu itu


'Ini album itu!' batin Dokter Olga yang begitu bahagia segera membuka album foto milik Dokter Keano


Betapa terkejutnya Dokter Olga ketika melihat isi foto album milik Dokter Keano, ia mendapati foto perempuan yang sama di album itu dan yang lebih mencengangkan yaitu semua isi foto dari awal hingga akhir adalah foto wanita yang sama, tak ada satupun foto Dokter Keano, ataupun keluarga Dokter Keano terpapar di album tersebut


'Semua foto ini adalah wanita yang sama? Apa ini wanita yang dimaksud oleh Dokter Morgan? Wanita yang bernama Layla itu!'


Dokter Olga yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia segera memfoto semua lembaran foto yang isinya begitu sama, yaitu foto perempuan gadis belia


'saya tidak mengerti, kenapa Dokter Keano menyimpan banyak sekali foto wanita ini? Dan sepertinya foto ini diambil secara diam-diam, tapi … untuk apa ? Kenapa harus mengambil foto sebanyak ini? Bukannya ini terlalu banyak?' batin Dokter Olga yang merasa jika foto itu lebih dari 100 buah foto dengan wajah wanita yang sama.


*****


Dokter Olga segera memasukkan semua foto tersebut ke album dan segera meletakkan album foto tersebut ke tempat asalkan, walaupun di penuhi oleh rasa penasaran yang begitu tinggi akan wanita yang ada di album foto milik Dokter Keano. Dokter Olga lebih memilih cepat keluar dari ruangan Dokter Keano dan segera kembali ke ruangan pribadi nya.


*****


Sementara itu, Dokter Morgan tengah bersama dengan Dokter Keano, ia ingin mampir ke salah satu minimarket untuk membeli dua botol minuman bersoda. Dokter Keano yang tak mood untuk mampir ke kafe mahal malam ini, ia lebih memilih ke tempat asri yang berada tak jauh dari minimarket mereka berhenti


Dokter Morgan pun bertanya kenapa Dokter Keano lebih memilih tempat ini daripada ngobrol di kafe terkenal yang menjadi langganan Dokter Keano biasanya


"Senior, apa boleh saya bertanya sesuatu pada Anda?" Ucapan awal yang di lontarkan oleh Dokter Morgan kepada seniornya


"Iya, Anda ingin bertanya apa kepada saya. Jika bisa saya jawab akan saya katakan, tapi … jika tidak , jangan paksa saya untuk memberi tahu alasan dari pertanyaan yang akan Anda ajukan." Balas Dokter Keano yang menatap teduh pada pepohonan rindang di hadapan mereka berdua


"Baiklah Senior, saya akan mengikuti cara Anda. Saya takkan memaksa jika Anda tidak mau memberitahu alasan dari pertanyaan yang ingin saya ajukan pada Anda." Ucap Dokter Morgan yang begitu paham akan perkataan dari seniornya tersebut


Dokter Keano memang dikenal hanya akan berbicara jika pembicaraan itu di perlukan dirinya ikut campur, jika tidak ada urusannya di sana, Dokter Keano hanya akan memilih diam atau sama sekali tak kan memberikan masukan jika merasa itu semua merupakan pertanyaan yang begitu sia-sia untuk di pertanyakan kepadanya yang bergelar seorang Dokter bedah terbaik dan hanya akan sia-sia jika di beri jawaban.


*****


Dokter Morgan pun mulai langsung bertanya pada Seniornya tersebut


"Dokter, kenapa Anda lebih memilih tempat ini dari pada tongkrongan biasa yang sering Anda kunjungi?" Pertanyaan pertama yang diajukan oleh Dokter Morgan pada seniornya


"Apa hanya itu pertanyaan yang akan Anda ajukan pada saya, Morgan? Kenapa Anda memberikan saya pertanyaan yang sama sekali tak berbobot seperti itu!" Ucap Dokter Keano yang masih menatap lekat pada tumbuhan hijau yang ada di sepanjang mata memandang

__ADS_1


"Untuk saat ini, hanya pertanyaan itu yang terlintas di pikiran saya, sebenarnya begitu banyak yang ingin saya tanyakan pada Anda, Senior!" Balas Dokter Morgan


"Jika begitu, pertanyaan yang ini akan saya jawab, walaupun saya begitu benci dengan pertanyaan yang tak berbobot seperti ini!"


"Untuk alasan kenapa saya lebih memilih tempat ini dari pada tempat tongkrongan yang biasa saya kunjungi, alasan nya hanya satu …." Ucapan Dokter Keano yang begitu di dengar intens oleh Dokter Morgan


"Kamu bisa lihat sendiri bukan? Kamu juga bisa merasakan sendiri bukan? Tak perlu saya jelaskan pertanyaan Anda, Morgan. Seharusnya Anda sudah tahu alasannya apa." Jawaban yang di berikan oleh Dokter Keano pada junior nya yang seakan sudah begitu paham akan maksud sebenarnya dari pertanyaan inti yang akan di ajukan oleh junior ( Morgan) pada dirinya nanti.


*****


Masuk ke pertanyaan kedua …


Dokter Morgan pun ingin memberikan pertanyaan yang begitu berbobot pada seniornya tersebut kali ini ….


"Baiklah Senior, jika Anda bilang pertanyaan pertama saya tidak berbobot, saya ingin memberikan pertanyaan terakhir pada Anda!"


"Saya begitu menantikan jawaban Anda, Senior! Walaupun saya duga Anda sama sekali tak ingin menjawab pertanyaan yang akan saya ajukan pada Anda sebentar lagi, Senior." Ucap Dokter Morgan yang sudah tahu jika Dokter Keano paling tidak suka jika privasinya di pertanyakan oleh orang lain


Tapi … mau bagaimana lagi, Dokter Morgan takkan pernah tinggal diam jika urusan pribadi Dokter Keano akan dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa dokter bedah terbaik tersebut


"Jika Anda sudah tahu jawaban yang akan saya berikan, kenapa Anda masih ingin bertanya?" Ucap Dokter Keano yang masih menatap lekat pada tumbuhan hijau yang ada di sepanjang mata memandang


"Itu semua karena saya begitu khawatir akan Anda, Senior!" Ucap Dokter Morgan yang dapat memecah konsentrasi Dokter Keano yang tengah menatap lekat pada tumbuhan hijau yang ada di sepanjang mata memandang


"Khawatir?"


"Anda tidak perlu pergi khawatir sebenarnya, Morgan. Saya sama sekali tidak memiliki masalah apapun." Ucap Dokter Keano menatap Dokter Morgan yang seakan tak percaya akan ucapan yang di berikan oleh seniornya.


"Lagi-lagi Anda berbohong Senior! Lagi-lagi Anda mendustai kata hati Anda sendiri!" Gumam Dokter Morgan yang memberikan minuman bersoda yang sudah ia beli


"Saya tidak berbohong pada Anda, Morgan. Masalah saya tidak terlalu berat untuk Anda pikirkan." Dokter Keano yang segera meminum habis minuman bersoda yang diberikan oleh Dokter Morgan


"Tidak terlalu berat untuk saya pikirkan, tapi … itu begitu berat untuk Anda pikul sendiri, Senior."


" Untuk alasan apa seorang Dokter bedah terbaik terganggu masalah pekerjaan yang kata Anda sama sekali tak begitu penting!"


"Untuk alasan apa seorang Dokter bedah terbaik lebih memilih melamun dan tak berbaur seperti biasa sebagai seorang pemimpin rumah sakit!"


"Untuk alasan apa seorang Dokter bedah terbaik memiliki niat didalam hati ingin menghilang dari muka bumi ini!"


"Untuk alasan apa? Apa Anda bisa memberikan saya jawaban dari satu pertanyaan yang begitu mengakar jalar pada pertanyaan lainnya!"


"Untuk pertanyaan itu saya tidak bisa jawab, Morgan. Cukup saya sendiri yang mengetahui semua masalah itu, anda tidak berhak untuk mengetahui lebih jauh tentang masalah yang tengah saya alami!" Balas Dokter Keano yang masih enggan untuk menceritakan semua masalah besar yang sebenarnya sedang terjadi dan masalah itu semakin memburuk setiap detiknya


"Apa tak ada satu katapun yang bisa Anda ucapkan pada saya, Senior! Apa anda yakin jika diri Anda akan dapat menahan semua masalah itu seorang diri! Apa anda yakin jika diri Anda tidak akan mengalami masalah yang akan semakin terpuruk nantinya!"


"Apa Anda tidak bisa untuk berbicara dengan saya, Senior!" Dokter Morgan yang masih tak habis pikir pada sudut pandang Dokter Keano untuk masalah yang begitu berat jika dihadapi seorang diri


"Maaf, Morgan. Untuk saat ini saya masih belum bisa menceritakan semuanya pada Anda! Saya tidak dapat mempercayai orang lain untuk masalah saya pribadi! Jadi mohon hargai cara pandang saya, Morgan." Balas Dokter Keano yang masih tak ingin siapapun mengetahui tentang masalah pribadi nya Dokter Keano


"Tapi … apa Anda yakin masalah itu akan ada jalan keluarnya nanti! Jika Anda sama sekali tak menceritakan masalah itu kepada orang lain, Senior!" Teriak Dokter Morgan pada Dokter Keano yang melangkah menjauh


"Maaf, saya masih belum bisa menceritakan semuanya pada Anda! Jika sudah waktunya akan segera sampaikan pada Anda, Morgan." Dokter Keano yang berjalan melangkah menjauh.


*****


Sementara itu Dokter Morgan yang masih duduk di tempat itu, ia bergumam


'jika Senior tak ingin memberitahu kenyataan sebenarnya dari masalah yang tengah Senior hadapi, maka jangan salahkan saya nanti! Jika saya mencari tahu sendiri masalah yang tengah Senior hadapi!'


'saya takkan pernah biarkan Senior menderita seperti itu! Dan deritaan itu semakin menjadi-jadi jika hanya di pikul seorang diri! Saya takkan pernah bisa melihat Senior menghadapi masalah itu seorang diri!


'saya berjanji, saya sendiri yang akan menelusuri lebih dalam masalah Senior! Saya akan bantu Senior keluar dari masalah besar yang masih belum saya ketahui hingga detik ini!'


'jangan salahkan saya nanti, Senior!' tekad bulat dari Dokter Morgan yang ingin membantu Seniornya segera keluar dari masalah yang begitu ia rahasiakan dan ia simpan seorang diri.


*****


Apakah Dokter Morgan akan mampu menelusuri tentang masalah sebenarnya Dokter Keano?


Apakah Dokter Morgan akan menjadi malaikat pelindung bagi Dokter Keano nantinya?


Nantikan part berikutnya!


Akan banyak misteri yang harus segera dipecahkan!


Jangan lupa untuk like, komen and favorit kan novel ini ( menjadi yang kedua: gadis belia untuk om duda)


Stay tune and stay healthy!


#Tunggu up berikut nya ➡️ Rabu, 9 Februari 2022.

__ADS_1


__ADS_2