
Untuk part kali ini, aku akan lebih membahas intens tentang teman-teman lama Layla, yang kembali terkumpul dalam satu wadah yaitu (praktikum).
Mungkin part kali ini, akan lebih membahas hal-hal yang berbau sensitif, pandangan tentang keagamaan akan lebih di tonjolkan pada part ini.
Harap bijak membaca part kali ini!.
*****
Pandangan tentang agama 🍃🍃🍃
~ agama tak bisa di jadikan sebagai prioritas utama, karena bisa saja berubah, yang tak kan pernah berubah adalah masa lalu kelam yang ingin sekali rasa nya untuk di putar kembali, memperbaiki bodoh nya aku di masa lampau. ~ ( Akai )
~aku seorang Ateis, walaupun aku tidak percaya akan ada nya sang maha kuasa,tapi aku tidak se hina mereka yg memiliki agama,masih saling bertengkar untuk hal yg tak akan ada habisnya,dan itu merupakan alasan terbesar untuk tidak percaya semua hal! selain kemampuan yg ada pada jiwa raga. ~ ( Kevin )
~ aku terlahir dari rahim seorang protestan dan ayah seorang penganut Hindu,dari sini aku belajar, perbedaan bukan lah sebuah alasan besar untuk tidak saling mengenal. ~ ( David )
~ aku seorang diagnostik,aku sedikit kesal dengan mereka! Yang masih saja mempertanyakan tentang keberadaan agama ku! Aku kesal, begitu marah, kenapa mereka tak bisa menghargai privasi ku.~ ( Devina )
~ aku di besarkan dari keluarga yg bisa di bilang paling sering sekali di bully oleh orang lain, entah itu dari orang tua ku, mereka yg di besarkan di tanah Medan dan Papua, mulai dari logat ku, bentuk tubuh ku, sampai hal yg seharusnya privasi bagi ku, yaitu masalah ( agama ), kenapa masih banyak yg tidak bisa mengerti bahwa setiap manusia sudah pasti akan terlahir berbeda. ~ ( Martha )
~ agama bukan lah sebuah alasan terjadinya begitu banyak pertumpahan darah, seharusnya agama di jadikan sebagai pemersatu, karena sudah pasti di setiap agama sama sekali tidak menginginkan akan terjadi nya perang saudara.~ ( Karina )
~ bagi ku semua orang sudah pasti memiliki privasi yg begitu ia jaga sampai mati, dan orang lain tak berhak sama sekali untuk ikut campur, walaupun itu hanya sebatas rasa penasaran yg begitu jauh. ~ ( John )
~ aku seorang penganut Katolik, dan aku bangga akan hal itu, walaupun begitu,aku juga akan menjadi donatur paling pertama bagi makhluk Tuhan lain yg membutuhkan bantuan, karena aku percaya,kita tak akan pernah bisa hidup tampa ada nya orang lain yg begitu berbeda, entah itu dari keluarga atau pun agama. ~ ( Nathan )
~ aku terlahir dari 2 agama yang begitu berbeda, ibu ku seorang muslimah dan ayah ku seorang protestan, dari sini aku belajar, bahwa untuk urusan agama tak bisa di paksakan oleh orang lain, Yapp, memang betul dalam agama ku, ada perintah untuk mengajak orang lain untuk juga ikut memeluk agama ku. Tapi bagi ku, agama adalah keputusan dari hati, ia tak bisa untuk di ganggu gugat lagi, dan tak pernah terlintas di benak ku untuk mengajak orang lain masuk ke dalam agama ku, karena agama adalah privasi bagi pemeluk nya ~ ( Hero )
~ aku terlahir dari keluarga muslim seutuhnya,dan sebagai penganut Islam yg setia,aku begitu ingin memperkenalkan agama ku di mata dunia, terutama di dunia barat sana,aku ingin menghilangkan stigma bahwa agama ku adalah sebuah ancaman yg begitu berbahaya ~ ( Layla).
*****
kejadian satu tahun yang lalu ...
" Ya udah yuk pulang, udah mau magrib nih." ucap John yg melihat ke arah luar yg sudah mulai gelap, pertanda malam siap menggantikan siang yg begitu melelahkan
" Hmm,Lo betul nih John. Gue juga masih ada tugas yg belum kelar, Mungkin gue akan begadang lagi nih!" keluh Devina yg ingat bahwa ia masih ada laporan yg harus di selesaikan di hari besok nya
" Mendingan kita pulang sekarang aja, Lo semua mau barengan apa gimana pulang nya?!" Tanya Akai yg ada niatan untuk mengantarkan teman teman ny ke rumah
"Ngak usah deh,kan kita kesini nya sendiri-sendiri, Lagian ngerepotin Lo aja kai. " Layla yg menolak tawaran Akai dengan begitu sopan nya.
"Palingan juga ada udang di balik batu!" ledek Karina yg begitu mengerti maksud nya Akai, yg ingin sekali mengantarkan Layla pulang ke rumah.
" Lo apaan sih! Lagian kalo ada maksud, apa juga kali coba!" Akai yg membantah perkataan Karina karena takut jika Layla akan mengerti maksud dari perkataan Karina tersebut.
*****
Flash back masa SMA ✨
Ketika hanya berdua saja dengan Layla di ruangan kelas ...
__ADS_1
" Layla, gue rasa ... gue ingin masuk ke agama Lo deh " ucap Akai sembari menatap layla dengan begitu dalam nya
" Maksud Lo?!" Tanya layla yg begitu kaget dengan penuturan Akai
" Yaaaa, gue ingin masuk Islam lah" Jawab Akai dengan begitu santai dan Tampa ada rasa beban yg terpancar di wajah nya
" Alasan Lo apa mau masuk agama Islam?!" Tanya Layla intens
" Hmmm, ya karena gue ingin nikah sama Lo lah. " balas Akai dengan gamblang nya,di sertai tamparan yg cukup keras dari tangan nya Layla, yang meninggal kan jejak merah di pipi ny Akai
Akai sama sekali tidak marah,ia hanya begitu kaget dan heran, kenapa layla menampar pipinya dengan begitu keras, padahal niatan Akai baik untuk memeluk agama Islam
" Gue salah apa?" Tanya Akai
" Kalo alasan Lo masuk Islam hanya karena gue, mendingan Lo ngak usah seumur hidup untuk ada niatan memeluk agama Islam!" Layla dengan begitu tegas nya.
" Kenapa? Emang salah ya dengan niatan gue?" Tanya Akai yg masih belum mengerti dengan perkataan Layla.
" Niat Lo sama sekali ngak salah, tapi alasan Lo yg salah! Akai, gue hanya ingin mempertegas, bahwa masalah agama dan perasaan tidak bisa Lo samain begitu aja!"
" Agama dan perasaan adalah hal yg begitu berbeda, tak akan ada titik temu nya!" Layla mempertegas kembali ucapan nya.
" Maksud Lo apa! Gue masih belum mengerti?" Tanya Akai
" Maksud gue ... jika Lo hanya ingin memeluk agama Islam karena gue, berarti Lo Sama sekali ngak niat untuk masuk agama gue!"
" Yg Lo mau hanya gue, bukan agama gue! Berarti jika gue nanti ngak ada, Lo pasti akan tinggalin agama gue kan? Karena dari awal, hati Lo tuh bukan untuk agama gue, tapi untuk gue!"
" Jarang loh gue liat perempuan sebijaksana diri Lo, bahkan mungkin Lo satu-satunya perempuan yg paling bijaksana yg pernah gue jumpai, Layla." akai yg begitu kagum dengan kepribadian Layla, walaupun belum bisa menyampaikan secara utuh pada Layla, tapi benih benih cinta itu masih tetap sama seperti 2 tahun yg lalu.
******
Flash on ✨
" Lo yakin ngak mau gue anter aja? Udah pukul berapa nih!" Tunjuk Hero pada jam yg melingkar di tangan kekar nya.
" Nggak usah, masih pukul 8 kali " jawab layla dengan candaan pada Hero yg sama sekali masih belum berubah dengan 5 tahun yg lalu, masih Hero yang paling khawatir jika layla pulang sendirian ke rumah.
" Gue anter aja ya?" Hero yg memaksa
" Ngak usah deh, masih belum larut juga kan." Layla yg masih bersikeras untuk tidak di antar oleh Hero.
" Kalo Lo kenapa-napa gimana! Kan gue juga yg repot nanti!" Hero yg juga bersikeras dengan pendirian nya yg ingin tetap mengantarkan Layla pulang ke rumah.
"Ngapain juga Lo yg repot? Ngak usah deh, gue kan bawa motor."
"Kalo Lo anterin gue, terus Lo pulang nya pake apa ntar?" Tanya layla yg membereskan semua berkas berkas yg ada di atas meja.
"Kan ada taksi, atau ngak gue pake bis kan bisa." balas Hero yg segera mengambil kunci motor layla yg terletak di samping kursi.
" Ehh!" Layla yg kaget
__ADS_1
" Pokoknya hari ini gue anter! Ngak ada penolakan!" Kecam Hero pada layla
" Tapi ... Lo anterin sampe tempat biasa aja ya." Layla yg pasrah akhirnya untuk di antar kan pulang oleh Hero
" Kenapa? Emang gue udah ngak boleh lagi main ke rumah Lo?" Tanya Hero dengan ekspresi yg begitu cemberut namun sangat lucu
" Bukan itu! Ini kan udah malam,ntar orang orang pikir yg macem-macem lagi." jawab Layla.
" Ok deh, gue anter sampe tempat biasa." Hero yg akhirnya setuju untuk mengantarkan layla hanya sampai tempat biasa ia mengantarkan Layla 5 tahun yg lalu .
*****
Hero yg tersenyum senyum melihat Layla tengah begitu fokus pada handphone nya
Layla melirik,dan berucap
" Ada yg lucu apa?"
" Ha!" Balas Hero yg kaget karena Layla bertanya tiba tiba
" Apa ada yg lucu?" Tanya Layla yg masih fokus pada handphone nya
" Enggak!" Hero yg menggeleng kan kepala nya
" Masa iya sih! Lo boong ya!" Prasangka Layla menatap dengan sinis pada Hero
" Ngapain juga gue boong sama Lo! Seperti ngak ada kerjaan aja gue!" balas Hero Dengan begitu berekspresi , lantas bergumam dalam hati nya
" Lo emang ngak pernah berubah ya lay, Lo masih Layla yg dulu gue kenal, sama sekali ngak ada perubahan dari diri Lo."
*****
"Pegangan!" ucap Hero pada Layla yg tengah ia bonceng
"Seperti nya ada yg rindu tamparan 5 tahun gue nih!" Balas Layla dengan nada yg begitu mengancam.
" Enhhhh, enggak enggak! Gue cuman bercanda kok." Balas Hero kikuk.
'Kenapa gue bego banget sih! Bisa bisa nya gue keceplosan seperti ini.' batin Hero yang begitu bahagia, akhirnya penantian panjang lima tahun itu membuahkan hasil juga, Hero bisa kembali berada dekat dengan Layla, wanita yang telah membuat Hero begitu jatuh cinta semenjak masih duduk di bangku SMA.
******
Mungkin untuk beberapa part episode, aku akan lebih fokus pada masa lalu Layla, Helmi bahkan Keano. Agar semua pembaca setia (nona buta wasiat papa), dapat mengikuti alur cerita ini dengan baik sampai akhir nanti nya, dan ... Aku juga begitu berharap, bahwa semua teman-teman dapat merasakan feel dari novel ini, seolah-olah ikut masuk dan merasakan yang di alami oleh para tokoh 🤗.
*****
Jangan lupa yah tanda jempol nya buat author, jejak komen nya buat author,agar author semakin semangat lanjutin menulis kisah cinta antara Helmi dan Layla
Thanks buat semuanya 🥰
Thanks bagi yang udah mampir baca, mampir like, mampir komen and mampir favorit kan juga novel author 🥰.
__ADS_1