Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
nama samaran (?)


__ADS_3

Bukan hanya kamu, aku juga merasakan hal yang sama, hal dimana hati sebenarnya sudah saling terikat satu sama lain. Harus terpisah karena takdir yang begitu menyakitkan.


Tidak ada rasa cinta yang paling besar selain merelakan, tidak ada cinta yang paling bisa diandalkan selain mengikhlaskan.


Mungkin pernyataan seperti itu yang sedang dialami oleh dua detektif yang akan selalu dihalang oleh tembok besar, yaitu kematian.


Di episode kali ini akan banyak terbuka misteri demi misteri yang terjadi di masa lalu yang akan dibahas tuntas pada episode kali ini!


'Detektif Bromo!' batin Detektif Wati Bexxa yang dipertemukan kembali dengan Detektif Bromo, seorang detektif jenius yang pernah mengisi relung hati terdalam seorang Detektif Wati Bexxa.


'kenapa takdir begitu jahat pada hatiku? Kenapa?!'


'kenapa ketika hatiku berusaha ikhlas untuk melupakan mu, kamu malah kembali hadir membawa luka yang sedang berusaha aku buang jauh-jauh.'


Ku ketuk masa lalu


Seandainya kita tidak saling ceroboh di waktu itu


Mungkin petaka ini tak pernah terjadi di romansa yang sedang berusaha kita rajut menjadi satu


Seandainya kita tidak saling bertemu di masa lalu


Pasti kamu akan terbebas dari siksa yang semakin tak menentu


Andai saja sekarang kita tidak kembali bertemu


Pasti kamu akan senantiasa aman tanpa ada sedikitpun yang mengganggu


Namanya takdir memang tak dapat ditebak oleh kita yang masih begitu tabu


Kita yang sudah menjadi masa lalu kembali dipertemukan dengan luka yang masih begitu pilu


Aku tak bisa menyalahkan takdir!


Aku juga tak bisa mengubah waktu!


Kenapa kita akhirnya kembali bertemu!


Aku hanya ingin menganggapmu sebagai orang asing di masa lalu


Tapi kamu malah ingin menabur benih cinta itu agar dapat kembali tumbuh


Ini begitu sulit ditebak oleh hati dan pikiranku


Kenapa rasa yang sudah lama aku pendam akhirnya melebur menjadi satu?


Kenapa rasa itu kembali hadir dalam sanubariku?


Seakan kita masih ada celah untuk tetap bisa bersatu.


Pertemuan yang tidak terduga itu kembali hadir dalam penyelidikan yang kembali membahayakan nyawa para anggota detektif, mereka semua akan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemberontakan yang pernah terjadi di masa lalu.

__ADS_1


'kenapa takdir begitu kejam? Kenapa ketika aku mulai melupakannya dia malah kembali lagi?! Meninggalkan jejak luka itu kembali tergores begitu hebat. Apa yang harus aku lakukan sekarang?! Apa aku harus kembali merajut benang merah yang sudah basah itu?! Apa mungkin itu semua akan dapat kulakukan lagi?!'


'Sementara … hatiku sudah tak ikhlas untuk merelakan nya kedua kali, bagaimana mungkin aku bisa membuat dia terluka begitu parah, sementara aku sama sekali tak dapat melakukan apapun.'


Batin Detektif Wati Bexxa yang tak menyangka jika dirinya akan kembali dipertemukan dengan Detektif Bromo, cinta pertamanya selama ini. Orang yang telah mengisi relung hati terdalam seorang detektif wanita satu-satunya dalam dunia penyelidikan dari vektor 56.


"Apa kalian berdua sudah saling kenal?!" ucap inspektur kepolisian yang menatap heran pada tatapan mata Detektif Wati Bexxa pada bawahan kepercayaan inspektur kepolisian yaitu Detektif Bromo.


"Tidak, Inspektur! Kami tidak saling kenal dan ini adalah pertemuan pertama kami." Elak Detektif Bromo akan ucapan yang mungkin bisa saja terbongkar semakin dalam lagi.


Dan mungkin saja ucapan tersebut yang akan semakin membahayakan orang yang telah mengisi relung hati terdalam seorang Detektif Bromo yang terkenal paling cuek pada anggota detektif lainnya.


"Baiklah jika begitu, Detektif Bromo." Inspektur kepolisian yang akhirnya percaya dengan ucapan dari bawahan kepercayaan dirinya yaitu Detektif Bromo.


"Oh yah, bagaimana tentang kelanjutan informasi yang tengah berusaha Anda telusuri tersebut?! Apa sudah membuahkan hasil?!" Inspektur kepolisian yang ingat akan satu hal yang perlu mereka selidiki.


"Sudah hampir sembilan puluh persen, Inspektur. Saya sudah dapat melacak keberadaan mereka berdua untuk saat ini, apa kita harus segera bergerak kesana sekarang?" tanya Detektif Bromo pada atasannya yaitu inspektur kepolisian dari kantor kepolisian vektor 56.


"Jika sudah mendapatkan keberadaan pasti tentang keberadaan mereka berdua, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Kita harus segera menuju ke tempat itu, seharusnya masalah ini tidak melibatkan mereka berdua lagi!" ucap Inspektur kepolisian yang membuat Detektif Wati Bexxa dan juga detektif yang menyamar saling mengerutkan kening seakan ada hal yang begitu menjanggalkan yang tengah mereka pikirkan.


"Apa yang tengah kalian berdua bicarakan sebenarnya?! Keberadaan siapa?! Dan apa maksudnya masalah kali ini tidak seharusnya melibatkan mereka berdua lagi?! Siapa yang tengah Anda berdua maksud para anggota detektif?!" Detektif yang menyamar menanyakan hal yang begitu menjanggalkan dalam benak pikiran nya akan pertanyaan aneh yang muncul ketika anggota kepolisian dari vektor 56 itu berbicara mengenai sebuah misi yang begitu penting dan begitu mendesak.


"Itu bukan urusan Anda! Seharusnya Anda tidak terlibat kembali dalam urusan yang seperti ini, bukan?!" Inspektur kepolisian yang menatap tajam pada detektif yang menyamar.


Detektif Bromo yang dapat merasakan sendiri aura balas dendam yang masih begitu terasa, ia malah memperhatikan gerak-gerik mencurigakan dua orang senior dalam dunia pendidikan yang terpampang nyata di hadapan nya untuk saat ini.


'sebenarnya apa yang sudah terjadi di masa lalu?! Kenapa kejadian di masa lalu itu begitu tertutup rapat! Tidak ada celah sedikitpun untuk aku bisa menggapai setitik berkas kebenaran dari kasus masa lalu tersebut! Kasus di antara dua orang detektif yang paling berpengaruh dalam dunia penyelidikan.' batin Detektif Bromo yang sudah berniat begitu tinggi dalam hatinya, bahwa dirinya akan kembali menyelidiki kasus di masa lalu yang belum tuntas untuk diselesaikan bahkan malah semakin ambigu untuk dijelaskan satu persatu tentang masa lalu tersebut.


'apalagi tentang kasus yang akan saya hadeh sebentar lagi!' batin Detektif Bromo yang sedikit melirik penuh makna pada Detektif Wati Bexxa yang hanya terdiam tunduk sedari awal pembicaraan yang ia lakukan dengan Inspektur kepolisian.


"Tidak mungkin kasus tersebut akan saya lihat kembali! Bagaimana mungkin jika luka masa lalu itu kembali menimpa diriku ini! Tidak mungkin aku bisa melihat dirinya kembali merasakan rasa ketakutan seperti masa lalu tersebut!'


'jika itu semua terjadi, maka saya akan menyesal untuk selamanya. Tidak akan ada hal yang paling menyakitkan selain melihat dirinya menangis kembali.' batin Detektif Bromo yang tidak akan dapat memaafkan dirinya sendiri jika hal yang selama ini yang paling ditakutkan itu kembali hadir menimpa orang yang paling ia cintai.


Wanita yang telah dapat membuat dirinya, seorang detektif yang paling terkenal tidak dapat menerima penalaran orang lain selama ini, tapi bisa menerima ucapan dari seorang wanita yang paling bisa dibilang ceroboh dalam dunia penyelidikan, tapi paling bisa mengambil hati seorang detektif keras kepala seperti Detektif Bromo.


Detektif Wati Bexxa sedari tadi hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya, seakan ada hal yang begitu menjanggalkan sudah terjadi dalam hidupnya dan itu semua terjadi dalam detik yang sama, detik dimana ia berusaha untuk merelakan semuanya, tapi justru kenyataan pahit itu yang harus ia terima.


'kenapa dia harus datang kembali! Kenapa itu harus aku rasakan oh Tuhan?! Apa tidak ada takdir yang lebih baik yang dapat Engkau berikan padaku! Apa hanya luka yang engkau tabur dalam benakku, apa hanya itu saja oh Tuhan!'


'kenapa ketika aku berusaha ikhlas untuk melepaskan dirinya, malah takdir dari Mu yang harus ku terima dan itu begitu menyakitkan jika harus ku rasakan kembali.'


'tapi aku tidak dapat menyalahkan takdir yang telah Engkau tetapkan pada diriku ini, aku hanya seorang hamba manusia yang begitu lemah seakan tidak mampu menghadapi semua kenyataan pahit dari ujian yang Engkau persiapkan untuk diriku dengan begitu indah, kenyataan dimana takdir indah itu telah Engkau persiapkan khusus untuk diriku yang harus mampu menghadapi semua kenyataan ini.'


'walaupun aku tidak dapat menjamin jika itu semua akan dapat membuat diriku semakin kuat untuk menghadapi semua kenyataan pahit itu, tapi … izinkan diriku memiliki hati sekuat baja, hati yang tegar dalam menghadapi semua cobaan dan rintangan yang harus aku hadapi sebagai janji indah di akhir cerita nantinya.'


Memang tidak akan ada yang mengetahui takdir yang diberikan oleh sang penguasa alam, yang maha bijaksana untuk segala hal. Mungkin hal tersebut yang tengah menggambarkan perasaan dua detektif yang saling mencintai tapi harus terbatas oleh tembok besar yaitu penyelidikan.


*****


Detektif yang menyamar tidak ingin seorang anggota detektif kepolisian membawa masalah pribadi yang seharusnya menjadi privasi di antara mereka berdua, malah membuat pertanyaan besar itu kembali tersirat di benak para pencari kebenaran, para anak muda yang haus akan penyelidikan.

__ADS_1


"Huh! Anda masih tetap sama. Apa Anda masih belum dewasa juga, Inspektur! Apa perlu menceritakan semuanya lebih detail lagi!" ucap detektif yang menyamar.


"Anda berdua pasti ingin pergi ke gubuk tersebut! Bukan begitu para anggota detektif?!" Detektif yang menyamar yang dapat menebak tepat tentang arah tujuan inspektur kepolisian dan juga Detektif Bromo.


"Bagaimana mungkin Anda dapat mengetahui itu semua, detektif?! Apa Anda juga telah memasang pelacak di tubuh mereka berdua?!" Detektif Bromo yang tidak menyangka jika detektif yang menyamar tersebut dapat mengetahui dengan begitu tepat tentang arah tujuan yang akan mereka selidiki.


"Memasang pelacak?! Itu bukan hal yang harus saya lakukan! Seharusnya Inspektur kepolisian ini juga sudah mengetahui lebih awal sebenarnya, bukan malah ikut terkecoh akan kode kekanak-kanakan seperti itu." Detektif yang menyamar menatap lekat pada inspektur kepolisian.


'apa?! Seorang detektif yang menyamar ini sebenarnya sudah mengetahui tentang kode yang dapat mengecoh tersebut?! Tapi … kenapa dia malah harus menunggu lebih kurang tiga puluh menit?!'


'kenapa dia tidak dari awal menuju lokasi berbahaya yang tengah mengintai, apa yang sebenarnya ia rencanakan?!' batin Detektif Bromo yang begitu tidak menyangka jika detektif yang menyamar tersebut mengetahui semuanya, dimulai dari kode yang mengecoh dari dua detektif muda yaitu Helmi Andika dan Keano Vermando. Dan juga satu hal yang lebih mengejutkan, dirinya dapat mengetahui tentang lokasi sebenarnya, lokasi yang seharusnya mereka telusuri tanpa menggunakan alat pelacak sedikitpun.


Masih tentang misteri yang terjadi di antara dua detektif yang begitu berpengaruh besar dalam dunia pendidikan, masih membahas tentang masa lalu dua detektif handal, dendam masa lalu yang seakan semakin terjajar kuat.


"Seharusnya kita sudahi semua omong kosong tidak berguna ini! Seharusnya kita fokus untuk menjalankan penyelidikan yang berbahaya yang sudah mengintai di depan mata."


"Untuk masalah kita berdua, ini semua bukan saatnya untuk mendebatkan hal yang tidak berguna seperti ini! Apalagi ketika terjadi sebuah kasus. Apa Anda sudah lupa dengan hal tersebut?! Apa Anda sudah begitu terlena dengan jabatan yang sudah Anda dapatkan, Inspektur??" Detektif yang menyamar menatap lekat pada inspektur kepolisian.


"Anda memang benar, Detektif! Seharusnya masalah ini tidak kita bawa sejauh ini. Mungkin untuk kali ini kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan kasus yang semakin ambigu ini." Inspektur kepolisian yang juga ikut menatap lekat pada detektif yang menyamar.


Detektif yang menyamar pun memberikan senyuman khas yang ia miliki, seraya berucap.


"Baik, jika begitu perintah Anda. Maka akan saya turuti, Inspektur."


"Tapi … sebelum itu seharusnya saya terlebih dahulu harus memperkenalkan diri saya pada dua detektif muda ini, bukan?!" Detektif yang menyamar berucap menatap lekat pada Detektif Bromo dan juga Detektif Wati Bexxa.


Detektif Bromo dan juga Detektif Wati Bexxa saling berhadapan satu sama lain, seakan koneksi lama itu kembali merajut dan membuat mereka berdua akan kembali terlibat dalam kematian yang senantiasa mengintai dan membuat romansa itu kembali hadir pada hati yang tengah berusaha untuk menghapus jejak masa lalu tersebut.


"Nama saya Alexander Graham, saya seorang Inspektur kepolisian dari vektor 31."


"Mungkin ini adalah pertemuan pertama kita para anggota detektif muda." Inspektur kepolisian yang bernama Alexander Graham memperkenalkan jati diri sebenarnya pada Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa yang membuat mereka berdua begitu tercengang ketika mendengar tentang identitas asli seorang detektif yang menyamar yang ternyata adalah seorang Inspektur kepolisian.


'Seorang Inspektur kepolisian?! Sungguh hal luar biasa, pantas saja jika dirinya memiliki naluri kuat tentang kasus kali ini.'


'tapi … masih menjadi pertanyaan, apa hubungan sebenarnya di antara dua inspektur kepolisian ini?! Saya harus segera membongkar kenyataan yang begitu masih ambigu!' batin Detektif Bromo yang semakin curiga dengan masa lalu antara inspektur kepolisian dari vektor 56 dan juga seorang inspektur kepolisian dari vektor 31.


"Tidak usah bingung seperti itu, Detektif! Anda akan mengetahui jawabannya lambat laun nantinya, seiring dengan penyelidikan kasus kali ini."


"Bryan dan Joli!" Inspektur kepolisian dari vektor 31 yang kembali masuk ke dalam mobil kepolisian yang terparkir tepat di depannya.


'darimana dia tahu tentang identitas saya dengan wanita ini?! Siapa dia sebenarnya?!' batin Detektif Bromo yang semakin heran bagaimana mungkin orang lain dapat mengetahui tentang identitas asli dirinya.


Sama seperti yang tengah dialami oleh Detektif Bromo, Detektif Wati Bexxa juga begitu heran akan inspektur kepolisian dari vektor 31 yang dapat mengetahui nama asli dari dirinya yaitu Joli.


"Apa sebenarnya kisah dibalik nama samaran yang digunakan oleh Detektif Bromo dan Detektif Wati Bexxa yang sebenarnya identitas asli mereka berdua adalah Bryan dan Joli?!"


"Apa ini semua ada hubungan dengan alasan kenapa mereka berdua harus berpisah satu sama lain?!"


"Dan apa sebenarnya masa lalu yang terjadi di antara dua inspektur kepolisian dari vektor yang berbeda?!"


Nantikan jawabannya di episode berikutnya! Update episode terbaru pada tanggal 26 Februari 2022 pada pukul 09.45 menit.

__ADS_1


Stay tune semuanya 🤗.


__ADS_2