
'jika aku tahu tentang semua rencana papa, pasti aku tidak akan mau datang! Tapi … jika aku tolak perjodohan ini, maka sama saja aku akan membawa Layla dalam masalah sesungguhnya. Apa yang harus aku lakukan, oh Tuhan? Apa yang harus aku perbuat sekarang? Kenapa Engkau uji perasaan cinta ku seperti ini. Kenapa? Kenapa oh Tuhan?'
*****
Keano hanya memilih diam ketika sedang bersama dengan gadis yang sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya, sebenarnya tahun kemaren Keano juga dijodohkan dengan putri keluarga siginting, jika tahun kemaren Keano mempunyai alasan untuk menolak perjodohan yang sudah akan di laksanakan oleh dua keluarga besar dari vermando dan siginting.
Flash back satu tahun yang lalu …
"Kenapa kamu tidak bisa menerima acara lamaran ini, Keano!" Ucap tuan Vermando yang cukup naik darah ketika mendengar penuturan dari Keano
"Apa kamu mau gadis itu semakin menderita! Jika kamu masih bersikeras menolak acara lamaran ini! Papa pastikan kamu tidak akan dapat melihat wajah gadis itu!" Ancam tuan Vermando yang mengetahui jika putranya begitu mencintai Layla
Tuan Vermando mengetahui jika kelemahan Keano adalah gadis yang begitu ia cintai semenjak masa SMA. Alasan Keano menjadi seorang dokter bedah pun dikarenakan tuan Vermando lah yang memaksa, jika Keano tidak mau menjadi seorang dokter bedah penerus rumah sakit keluarga vermando, maka gadis yang begitu Keano cintai akan benar-benar dalam bahaya.
"Papa jangan pernah berbuat macam-macam pada Layla! Jika itu semua terjadi! Keano pastikan Papa akan merasakan jeruji besi penjara! Keano yang lantas berdiri dengan begitu kesal akan permintaan kedua orang tuanya.
(Plakkkkkk) tamparan begitu keras di pipi Keano
"Dasar anak durhaka! Berani kamu berbicara seperti itu pada orang tuamu sendiri demi gadis murahan seperti dia!" Ucapan tuan Vermando jelas membuat Keano tidak dapat menahan rasa amarah yang begitu ia simpan selama ini
"Jaga omongan Papa! Layla itu gadis baik-baik. Keano akan tetap menolak perjodohan ini! Jika Papa masih bersikeras, Keano akan berhenti dari kedokteran!" Keano yang segera meninggalkan ruangan utama dan mencoba menentramkan pikiran kacau yang tengah dihadapi oleh dirinya.
"Kenapa Papa hanya mau didengar tampa mau mendengar!" Keano yang segera meninggalkan rumah megah milik vermando.
******
Sementara itu, di ruang tamu keluarga vermando, aura kekesalan akan pilihan Keano benar-benar terasa
"Bagaimana ini Pa? Jika Keano benar-benar tidak mau menjadi seorang dokter, rumah sakit kita akan terbengkalai nantinya?" Ucap mama Keano
"Huhhhhh"
"Untuk sekarang kita ikuti saja kemauan anak itu! Tapi … saya pastikan dia tidak akan berani menolak di tahun depan! Kita akan buat dia mau menerima acara lamaran ini!"
"Ini semua karena gadis itu! Saya akan buat Keano menyesal karena telah menolak perjodohan dengan keluarga siginting!" Ucap tuan Vermando yang tidak kehabisan akal untuk melakukan perjodohan dengan putri dari keluarga siginting.
******
Flash on …
__ADS_1
"Hmmmm, gimana?" Tanya gadis yang ada didepan Keano
"Apanya? Tanya Keano
"Gimana penampilan aku malam ini? Apa aku sudah cantik?" Ucap sang gadis
Keano yang tidak mau berlarut-larut, ia pun beralasan jika dirinya masih ada pasien malam ini
"Gimana kalo kita pulang aja, aku masih ada pasien satu jam lagi." Ucap Keano lantas berdiri
"Pulang? Tapi … kan kita baru pertama kali ngobrol?" Terlihat jelas dari raut wajah kesal dari gadis yang dijodohkan dengan Keano
"Tapi saya masih ada pasien! Jika tidak mau pulang, saya bisa pulang sendiri! Dan kamu bisa tetap tinggal di sini!" Keano yang segera melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan kesal tak terbendung kepada papanya sendiri.
******
Sementara itu, Helmi dan Layla benar-benar sudah begitu romantis malam ini, terlihat jelas dari cara pandang Helmi pada Layla
'Layla, akan ku pastikan kamu akan merasakan kehangatan cinta ku malam ini' batin Helmi yang menatap penuh cinta pada Layla
"Mas" ucap Layla seakan ingin memberitahukan sesuatu yang begitu penting pada Helmi
Layla nyata semakin tak karuan ketika tubuhnya sudah berada di atas ranjang
' gimana cara nolak mas Helmi?' batin Layla yang semakin takut akan malam yang semakin larut
Helmi semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Layla
"Layla," Helmi yang menyentuh kepala Layla dengan teramat sayang, terkadang Helmi membayangkan bagaimana nantinya Layla akan mengetahui tentang semua kebenaran yang berusaha ia sembunyikan dari dirinya
' maafkan aku Layla, maafin aku jika masih belum bisa berkata jujur padamu.'
*****
"Mas," ucap Layla yang terpotong karena Helmi segera mencium bibir Layla dengan teramat lembut
Helmi semakin tak karuan memberikan serangan ciuman demi ciuman secara teratur pada Layla, seperti nya Helmi tak mau terlalu lama akan penantian yang begitu ia inginkan malam ini, Helmi segera menidurkan Layla dengan masih memberikan ciuman demi ciuman yang semakin tak karuan
Ketika ciuman itu semakin tak terkendali, Layla segera memukul dada bidang Helmi yang sudah terbuka
__ADS_1
"Mas, aku sedang datang bulan." Ucap Layla dengan nafas ngos-ngosan ketika Helmi memberikan ciuman tanpa jeda pada dirinya
Bagaikan di sambar petir bagi Helmi, bagaimana mungkin malam yang sudah begitu ia persiapkan khusus untuk Layla, berakhir dengan rasa kesal di batin Helmi
Tapi … mau bagaimana lagi, Layla sedang datang bulan, dan mereka berdua pun tidak akan dapat memadu kasih selama satu minggu lamanya
"Maaf, mas." Ucap Layla yang dapat merasakan jika Helmi begitu kesal akan ucapan yang ia lontarkan
Helmi yang tidak mau Layla merasa bersalah, Helmi segera memberikan ciuman lembut pada kening Layla dan segera berucap
"Ngak apa-apa kok, lagian ini bukan salah kamu, hanya aku aja yang main nyosor."
*****
Helmi dengan raut wajah tak senang ketika Layla mengatakan jika dirinya tengah datang bulan, bergumam sendiri dalam hatinya 'padahal malam ini adalah malam yang aku tunggu-tunggu di pernikahan kita'
"Sekarang kamu tidur yah." Ucap Helmi yang menyelimuti Layla dengan selimut tebal
"Mas, kamu mau kemana?" Tanya Layla ketika merasakan jika Helmi turun dari ranjang
'apa mas Helmi marah?' batin Layla.
******
"Aku mau nyiapin berkas untuk besok." Ucap Helmi yang ingin melangkah
"Kalo butuh apa-apa bilang aja yah, aku cuman di sofa kok." Ucap Helmi yang memberikan ciuman lembut di kening Layla dengan teramat sayang, meninggalkan rona wajah merona di pipi Layla seperti buah delima merekah
"Kalo pipi kamu terus merona seperti ini, aku benar-benar tidak akan tahan jika harus menunggu selama 1 minggu, Layla." Bisik Helmi yang semakin membuat pipi Layla merona
"Ihhh, mas Helmi." Layla yang berucap dengan berusaha menahan rasa malu sekaligus rasa bahagia yang begitu mendalam
"Sekarang kamu istirahat yah, aku mau nyiapin berkas dulu." Ucap Helmi
"Mas," ucap Layla seraya mengengam erat tangan Helmi seakan tidak mau Helmi meninggalkan dirinya untuk malam ini
"Iya, kamu butuh sesuatu, Layla." Ucap Helmi
"Mas, di sini aja yah, jangan pergi mas."ucap Layla
__ADS_1
'Kenapa Layla begitu ingin dimanja sekarang? Apa Layla hamil? Apa ini semua hanya perasaan ku saja? Batin Helmi yang merasakan sikap Layla cukup berbeda malam ini, Helmi dapat merasakan jika Layla begitu ingin dimanja oleh dirinya