
Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan dirimu sekarang, sementara dirimu akan mengalami masa sulit, sayang.
Apa kamu mampu menghadapi masa sulit itu seorang diri tanpa aku disamping mu nanti, sayang.
Apa kamu akan sekuat yang kupikirkan?
Helmi hanya terdiam lesu ketika mendengar kabar bahagia dari si Mbok.
"Ada apa, Den Helmi? Kenapa Den Helmi kelihatan begitu murung?" tanya si mbok pada Helmi yang hanya terdiam lesu.
"Tidak apa-apa Mbok, sekarang Mbok boleh kembali ke rumah yah. Biar Layla sama Helmi sekarang." ucap Helmi pada si mbok.
"Baik, Den Helmi. Mbok pulang dulu yah." ucap si mbok pada Helmi.
"Iya, Mbok. Makasih sudah menjaga Layla ketika Helmi pergi." ucap Helmi yang begitu berterima kasih pada si mbok yang sudah merawat istrinya sesuai dengan permintaan Helmi.
"Sama-sama, Den. Ini juga sudah jadi tugas Mbok kok." balas si mbok yang segera menyusun semua barang bawaan yang ia bawa tadi.
"Kalo gitu si mbok permisi duluan yah Den Helmi." ucap si mbok pada Helmi.
"Baik, Mbok." Balas Helmi yang segera menyusul Layla yang sedang berada di kamar mandi.
Helmi begitu frustasi ketika mendengar ucapan si mbok yang mengatakan bahwa Layla sekarang sedang hamil.
'maafkan aku, Layla. Aku tidak akan bisa berada disampingmu ketika kamu dalam keadaan payah seperti ini.' batin Helmi yang berjalan melangkah menerobos kamar mandi tersebut.
Terdengar suara percikan air jatuh dari dalam kamar mandi tersebut.
'apa Layla sedang mandi sekarang?' batin Helmi yang semakin melangkah kan kaki nya ke dalam ruangan kamar mandi tersebut.
Tiba-tiba saja
"Cup." Satu kecupan hadir di rambut Layla yang sedang basah.
"Awhg!" Pekik kaget Layla ketika mendapatkan satu kecupan di atas keningnya tersebut.
Helmi dengan cekatan segera menangkap pinggang Layla yang bisa saja membuat Layla terjatuh.
"Kamu teledor, Layla." ucap Helmi yang membuat pipi Layla semakin merona ketika mendengar suara pria yang begitu ia cintai.
"Mas." ucap Layla.
Layla baru menyadari jika dirinya hanya memakai sebuah kain basahan ketika sedang mandi, ia pun semakin memberikan raut wajah takut ketika dirinya sedang bersama dengan Helmi.
"Ada apa, Layla? Kenapa kamu kelihatan ketakutan seperti itu?" tanya Helmi yang dapat membaca pikiran Layla.
"Nggak, Mas." Balas Layla dengan gelagapan.
Helmi memberikan senyuman menggoda dan semakin berniat untuk membuat pipi Layla kembali merona.
"Apa kamu takut yah mas titip kamu sama si mbok lagi?" goda Helmi pada Layla yang mulai memberikan sentuhan lembut di bagian tangan Layla.
"Hik!" Satu pekikan kecil berusaha Layla tahan.
"Kenapa, Layla?" tanya Helmi yang semakin berniat menggoda Layla yang semakin bereaksi ketika tangan Helmi mulai nakal kemana-mana.
"Mas, Layla mau mandi dulu." ucap Layla yang tidak akan pernah kuat untuk menahan gombalan dan sentuhan yang Helmi berikan pada dirinya.
Helmi semakin tersenyum seakan dirinya begitu berniat untuk menggoda Layla.
__ADS_1
"Mas juga mau mandi sayang. Kamu lupa yah kalo mas tuh habis dari luar, dan sekarang mas tuh udah gerah banget." bisik Helmi pada Layla yang membuat tubuh Layla semakin bergetar ketika tangan Helmi mulai semakin nakal.
"Mas kamu lupa yah kalo Layla masih belum sholat Layla takut kebablasan Mas Lebih baik Mas tunggu Layla selesai mandi dulu baru Mas Helmi mandi!" ucap Layla yang berucap dengan satu kali ucapan.
Helmi sebenarnya memang sudah tidak tahan untuk menyalurkan hasrat yang sudah begitu besar dalam dirinya apalagi ketika melihat tubuh Layla yang hanya menggunakan kain basahan yang begitu tipis yang membuat Helmi dapat melihat tubuh seksi milik Layla yang begitu menggoda.
Tapi memang benar juga kata Layla, dirinya pasti akan kebablasan pada tubuh Layla nantinya.
"Sebenarnya Mas benar-benar sudah tidak tahan, sayang. Kamu tahu Mas Helmi begitu merindukan suara manja kamu itu." ucap Helmi yang tangannya mulai kembali nakal pada tubuh Layla.
"Mas!" pekik Layla yang tidak ingin Helmi kebablasan sekarang.
Helmi tersenyum manis dan berucap.
"Kamu tenang saja, sayang. Mas cuman berniat mandi sama kamu aja, gak bakal lebih kok."
"Mas tahu kalau kamu masih belum sholat, mas masih bisa tahan kok untuk saat ini." ucap Helmi yang memberikan kecupan manis di kening Layla.
"Beneran kan Mas? Gak bakal kebablasan?!" ucap Layla memastikan ucapan yang diberikan Helmi pada dirinya.
"Beneran, kamu tenang saja. Mas cuman mau bantu kamu mandi kok." ucap Helmi yang segera menuangkan sampo di rambut sepinggang milik Layla.
'ya Rabb, apa yang harus hamba lakukan sekarang? Hamba tidak rela jika harus meninggalkan istri hamba untuk saat ini. Tapi … jika hamba tidak pergi maka mereka semua benar-benar akan dapat menemukan Layla. Apa yang harus hamba lakukan sekarang ya Rabb? Hamba mohon petunjukMu untuk masalah yang sedang hamba alami sekarang ya rabb.' batin Helmi yang tidak akan terima jika dirinya harus meninggalkan Layla dalam keadaan hamil anak pertama mereka.
Lima belas menit pun berselang, Helmi dan Layla sudah selesai mandi bersama walaupun memang tidak terjadi apa-apa di antara mereka berdua dan Helmi menepati janjinya pada Layla yang dirinya mengatakan bahwa tidak akan kebablasan dan hanya berniat untuk membantu Layla dan juga ikut membersihkan badannya.
"Tunggu sebentar, sayang. Mas ambilin handuk kamu." ucap Helmi yang sudah memakai handuk **** miliknya.
"Iya, Mas." Balas Layla dengan begitu bahagia.
'ini kali pertamanya aku dan mas Helmi bisa mandi bersama, terima kasih ya Allah Engkau telah memberikan hamba suami seperti mas Helmi yang begitu mencintai hamba dan begitu menyayangi hamba.'
'walaupun cinta kami hanya lewat sebuah perjodohan, tapi Engkau titipkan rasa cinta yang begitu dalam bagi hatiku untuk Mas Helmi.' batin Layla yang sudah begitu mencintai Helmi.
"Enggak kok Mas, baru beberapa detik kok." balas Layla yang berusaha menutupi rasa bahagia nya dari Helmi.
Helmi kemudian melilitkan handuk itu pada tubuh polos milik Layla yang begitu menggoda bagi Helmi, tapi dirinya juga harus ingat untuk tidak kebablasan pada tubuh polos Layla.
'ingat Helmi, jangan kebablasan sekarang! Kamu dan Layla belum dibolehkan untuk melakukan hal tersebut sekarang!' Helmi yang mencoba menahan rasa nafsu nya ketika melihat tubuh Layla yang begitu polos dan begitu indah dipandang mata.
"Huhhhhh!" Helmi yang menghela nafas panjang dan segera membaluti tubuh Layla dengan handuk tersebut.
"Kenapa, Mas Helmi?" tanya Layla yang begitu bingung.
"Enggak kok, sayang. Mas cuman lagi berusaha untuk menahan nafsu mas aja sama kamu." ucap Helmi yang segera menggendong Layla untuk keluar dari kamar mandi tersebut.
Layla memberikan sedikit senyuman nakal pada Helmi yang membuat Helmi merasa heran sambil mengerutkan keningnya.
"Ada apa, Layla? Kenapa kamu senyum nakal seperti itu pada Mas?" tanya Helmi yang begitu heran melihat reaksi wajah dari Layla.
"Apa mas melakukan kesalahan pada kamu? Mas kan gak kebablasan loh pada kamu, kok malah kasih Mas raut wajah aneh seperti itu sih!" Helmi yang masih tidak mengerti akan raut wajah yang Layla berikan sekarang pada dirinya.
'apa Mas Helmi benar-benar tidak tahu yah kalo aku tuh udah keramas berarti masa haid ku pun sudah selesai?' batin Layla yang semakin gemas ketika mendengar ucapan polos yang diucapkan Helmi pada dirinya.
'aku gak boleh menyia-nyiakan kesempatan seperti ini, aku harus meminta maaf pada Mas Helmi sekarang.' batin Layla yang segera memberikan kecupan manis pada bibir Helmi.
Helmi benar-benar kaget akan tindakan Layla yang tiba-tiba saja mencium dirinya, tapi Helmi tidak akan dapat menyia-nyiakan kesempatan besar kali ini.
Momen ini adalah momen perdana bagi Helmi yang mendapatkan kecupan manis dari Layla dan momen langka dimana Layla yang memulai ciuman mesra dan begitu lembut tersebut.
__ADS_1
Helmi juga ikut membalas ciuman Layla yang sudah seakan mulai mahir untuk melakukannya.
"Kenapa, Layla?" tanya Helmi dengan nafas yang sudah begitu ngos-ngosan dan sudah tidak dapat lagi menahan semua gejolak cinta yang kembali membara dalam hati, pikiran dan tubuh Helmi.
Helmi sudah tidak tahan untuk memadu kasih pada Layla, tapi dirinya harus bisa menahan semua gejolak cinta itu dan harus menunggu Layla menyelesaikan masa haidnya.
"Maaf, Mas." ucap Layla pertama kali yang memainkan jari telunjuk tangannya di dada bidang milik Helmi.
"Kenapa harus minta maaf, sayang? Kamu tidak salah kok." ucap Helmi yang tidak mengerti maksud kata maaf yang kali ini Layla berikan pada dirinya.
'kenapa Layla harus meminta maaf padaku? Apa Layla sudah tahu semuanya?! Apa Layla akan meninggalkan diriku ini?!' batin Helmi yang takut jika semua rahasia yang begitu ia simpan dari Layla sudah ketahuan oleh Layla sendiri tanpa harus Helmi ucapkan sendiri pada istri tercinta nya tersebut.
"Maaf Layla bohong sama Mas Helmi." ucap Layla yang kembali memberikan kecupan manis di bibir milik Helmi.
Helmi sebenarnya masih begitu diselimuti rasa penasaran tentang apa maksud dari kata maaf yang Layla berikan pada dirinya tapi Helmi tidak dapat menolak ciuman dari Layla yang begitu menggoda bagi dirinya.
'aku harus meminta dengan tulus pada Mas Helmi sekarang.' batin Layla yang akan membuat Helmi semangat dan senang pada hari ini.
Layla mulai menirukan semua adegan mesra yang pernah dilakukan oleh Helmi pada dirinya.
Mulai dari mencium leher milik Helmi dan kembali ke bibir Helmi. Helmi sudah semakin terangsang oleh tindakan Layla tapi dirinya masih belum mengerti tentang maksud dari Layla.
"Layla kamu kenapa?!" ucap Helmi yang takut jika Layla bertindak seperti ini akan menjadi momen terakhir bagi dirinya.
"Katanya kamu masih belum sholat! Kenapa kamu sendiri yang malah berniat untuk menggoda Mas!" ucap Helmi dengan nada yang tegas pada Layla.
"Maaf, Mas." ucap Layla yang ketakutan ketika mendengar Helmi berucap dengan nada yang begitu tegas pada dirinya.
Helmi benar-benar tidak mengerjakan kenapa Layla selalu meminta maaf pada dirinya. Helmi hanya tidak menginginkan kata maaf itu diucapkan oleh Layla pada dirinya.
"Layla! Kenapa kamu selalu meminta maaf?! Ada apa?!" ucap Helmi yang masih beranggapan bahwa Layla akan segera meninggalkan dirinya.
"Mas, Layla sudah salah sama Mas Helmi." ucap Layla yang berusaha memberanikan dirinya berucap pada Helmi.
Melihat Layla yang berucap dengan ketakutan membuat Helmi sadar kembali dan dirinya malah merasa bersalah akan tindakan yang sudah ia lakukan pada Layla.
"Hei, kenapa kamu harus minta maaf sayang, kamu tidak pernah salah di mata Mas. Mas yang salah, Mas minta maaf yah sama kamu." ucap Helmi yang segera mengecup lembut rambut Layla dan berucap.
"Rambut kamu wangi banget, sayang." ucap Helmi.
"Mas, sebenarnya kita sudah bisa melakukan hal yang begitu kamu dambakan tersebut." ucap Layla yang membuat Helmi membelalakkan matanya dan segera berucap.
"Maksud kamu?! Bukannya kamu bilang tadi kalo kamu masih belum sholat?" tanya Helmi yang seakan dibodohi sendiri oleh istrinya sekarang.
"Maaf, Mas Helmi. Layla hanya …." ucapan Layla yang terpotong karena Helmi sudah mulai mencumbu Layla dengan begitu ganas dan membawa Layla menuju ke ranjang pasien miliknya.
Helmi masih tidak berhenti mencumbu Layla hingga Layla kembali memukul-mukul dada bidang miliknya tersebut.
Helmi yang melihat Layla sudah tidak bisa mengendalikan nafasnya tersebut, Helmi berucap dengan tersenyum bahagia akan momen yang begitu ia nantikan akhirnya dapat dirinya dan Layla lakukan untuk saat ini.
"Ini baru hukuman pertama untuk kamu, sayang. Karena kamu sudah berbohong sama Mas." ucap Helmi yang kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Layla.
"Dan Mas akan beri kamu satu hukuman lagi karena sudah berusaha menggoda Mas dengan tubuh seksi yang begitu menggiurkan bagi Mas."
"Mas sudah tidak tahan lagi sayang, sekarang yah?" ucap Helmi yang berusaha memberikan sentuhan nakal di tubuh Layla.
"Hmmm." Layla yang memberikan anggukan kecil pada Helmi yang membuat dirinya menyulingkan senyuman nakal pada Layla.
"Jangan salahkan Mas nantinya, kalo kamu gak bisa bergerak sayang dan akan selalu ketagihan." Bisik Helmi pada Layla yang segera memberikan serangan demi serangan teratur pada Layla.
__ADS_1
Akhirnya penantian panjang Helmi dapat ia rasakan sekarang, akhirnya Helmi dan Layla dapat memadu kasih dan saling menyalurkan rasa cinta dengan cara masing-masing.
Author udah update episode terbaru, sok diberi tanda jempol nya bagi episode kali ini.