
Sementara itu, Keano dan Helmi masih sibuk dengan misteri yang akan mereka berdua pecahkan sebagai pria berdarah panas, layaknya dua detektif yang akan membungkam mulut para tersangka nya.
Sedikit aneh, bagaimana mungkin Helmi dan Keano bisa dianggap sebagai seorang detektif berdarah panas.
Apa pernah terjadi sesuatu berbahaya sebelum ini?
Apa itu gelar Helmi dan Keano dimasa lalu?
Apa perlu flashback lagi?.
*****
Sepertinya kita memang perlu flashback kembali ke masa lalu, agar kebenaran itu satu persatu melihatkan wajah semu itu.
Flashback masa remaja …
Ternyata Layla, Helmi dan Keano pernah satu sekolah di masa SMA, reputasi Helmi dan Keano begitu baik alias prioritas di sekolah nya waktu itu.
Semua gadis adalah sasaran empuk bagi Helmi, Helmi memang paling dikenal tampan pertama di sekolah nya dan Keano si tampan kedua di sekolah pada masa itu
Jika Helmi memiliki sikap romantis pada semua wanita, berbeda lagi dengan Keano, ia memiliki sikap paling cuek pada wanita, berbicara singkat adalah ciri khas Keano, walaupun Helmi juga tipikal pilih-pilih untuk kategori wanita yang bisa dekat dengan dirinya
"Dasar! Katanya aja seorang detektif! Tapi suka mainin hati cewek!" Ucap cetus Keano kala itu
Sebenarnya Helmi maupun Keano diibaratkan bagaikan pinang dibelah dua, sifat, postur tubuh mereka begitu mirip
"Gue emang ingin dipanggil sebagai seorang detektif, dan gue pikir Lo juga sependapat sama hue. Untuk urusan gadis, gue juga seorang yang memiliki tipikal pilih-pilih, cuman satu gadis yang bisa bikin gue terpana akan wajah ayunya, dan menurut praduga gue Lo pasti tahu tentang gadis yang berhasil bikin gue terpana seperti ini!" Helmi yang melangkah kembali dengan begitu Coll dan kharismatik, sehingga membuat para gadis yang tengah melangkah di kanan dan kirinya, melirik bahkan memberikan senyuman yang paling indah dari wajah itu.
Terkadang tak jarang Helmi akan mendapatkan banyak surat penggemar dan beberapa hadiah akan ketampanan wajah miliknya
"Helmi, apa boleh minta tanda tangan nya?" Tanya gadis yang sengaja memakai wangi-wangian agar dapat menarik perhatian Helmi
"Boleh, mau ditulis dimana?" Tanya Helmi seperti seorang idola
"Disini aja Helmi," tunjuk Gadis tersebut pada lengan baju panjang yang tengah gadis itu pakai
"Apa ngak bakal jadi masalah nantinya?" Tanya Helmi yang sudah siap-siap akan memberikan tanda tangan berharganya pada beberapa gadis, yang menantikan Helmi layaknya idola tampan yang datang hanya satu kali.
"Ngak bakal jadi masalah Helmi, tulis aja disini! Biar aku bisa terus melihat tanda tangan dari pria paling tampan di sekolah." Gombal beberapa gadis yang menyaut setuju
"Ya udah, kalo kalian semua memaksa, jangan sampai salahkan aku nanti yah jika …." Ucapan terpotong akan teriakan suara gadis yang begitu familiar dalam telinga Helmi
Sembari tersenyum ia berucap membatin
'akhirnya, pucuk dicinta ulam pun tiba, yang gue nanti-nanti akhirnya sudah tiba."
" Hentikan ini semua! Kenapa harus minta tanda tangan sama pria ini!" Suara itu berasal dari Layla yang waktu itu menjawab sebagai seorang ketua OSIS
"Apa salahnya sih! Helmi itukan pria paling tampan di sekolah kita! Idola! Kamu mana bakal mengerti tentang ini semua!" Balas judes seorang gadis yang merasa kesempatan nya untuk dekat dengan Helmi akan kembali semakin berkurang
Berbeda dengan para gadis yang begitu jutek, Helmi malah tersenyum-senyum sendiri melihat Layla yang tengah memarahi semua gadis penggemar nya
'jujur gue begitu terpikat dengan kecantikan alami nih gadis, gadis yang begitu berbeda dari yang lainnya, seorang gadis paling unik yang pernah gue jumpai selama ini.'
*****
Layla yang dapat merasakan jika sorot mata Helmi tengah menatapnya dengan perasaan yang tak dapat ditebak oleh Layla
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri! Apa sudah tidak waras! Apa kamu sudah gila karena dipanggil tampan!" Ucap cetus Layla pada Helmi dan segera menarik tangan Helmi menjauh dari kerumunan para gadis penggemar
"Hei! Mau dibawa kemana Helmi nya!" Teriakan yang semakin menghilang ketika Layla mempercepat langkah kakinya, semakin menjauh
Hingga saatnya tiba, Layla menghentikan langkah kakinya, di sebuah lorong sepi seakan tak ada penghuni
"Kamu mau ngapain? Pake bawa gue segala ke tempat sepi seperti ini?" Goda Helmi yang berpikiran cukup vulgar
"Jangan gila deh! Siapa juga yang mau sama kamu! Sekarang kamu bersihkan semua gudang ini!" Ucap Layla yang mendapat respon tak suka pada Layla.
"Kenapa gue harus bersihin nih gudang! Emang gue salah apa! Gue ngak ngelakuin kesalahan yah hari ini!"
"Jika cara Lo seperti ini, gue bisa laporin Lo ke pembina OSIS yah nanti!" Ancam Helmi yang menjatuhkan cukup kasar sapu yang sudah di berikan oleh Layla.
" Laporin aja! Lo pikir gue lupa tentang masalah kemaren! Lo pikir gue secepat itu pikunnya!" Ucap Layla yang segera melangkah dari ruangan gudang tersebut.
*****
Tiba-tiba saja suara pekikan terjadi
Awhhgggg ( satu suara yang dapat memecah keheningan yang tengah terjadi di sekolah
Helmi segera berprediksi jika hal buruk sudah terjadi di sekolah nya
'akh sial! Gue tidak menduga tindakan kriminal itu akan terjadi di sekolah!' batin Helmi yang segera menarik tangan Layla
"Jika deduksi gue benar! Maka dia seharusnya ada di sana sekarang!!"zean yg berhenti ketika sudah berada tepat di depan pintu salah satu ruangan, tepat nya adalah tempat di mana suara aneh terdengar
"Kenapa Lo bawa gue kesini!" Ucap cetus Layla yang segera melepaskan tangannya dari genggaman Helmi dengan kasar
"Dasar keras kepala! Lo ngak dengar apa suara pekikan tadi!" Balas Helmi yang segera menatap pada seorang wanita yang telah terlebih dahulu berada di ruangan tersebut
"Tepat seperti dugaan gue! Dia pasti ada di sini." Helmi yang langsung saja membuka pintu dan mendapatkan seorang siswi yg sangat terkejut dengan keberadaan tiba-tina Helmi di ruangan tersebut.
"Kamu?!" dengan nada yang begitu terkejut akan pria yang segera masuk ke ruangan.
"Sedang apa kamu di sini?!" Tanya Helmi yang mendekat pada gadis yang kelihatan nya begitu pucat
"Ohj, itu … Saya tengah mencari sesuatu yang di mintai oleh seorang guru." balas sang siswi yang ada di ruangan
"Ohhh, tengah mencari sesuatu ya! Apa benda yg anda cari itu dendam?!" ucap Helmi yang membuat sang siswi langsung mengelak dan berucap
"Kamu berbicara apa sih! Saya sedang mencari ini, karena... kelas saya ada praktikum hari ini!" menunjukkan sebuah suntikan.
*****
"Sudahlah! Saya sudah selesai di ruangan ini,dan saya harus kembali ke kelas untuk melakukan praktikum biologi. Ini kunci nya jika kamu sudah selesai di ruangan ini, kunci saja dan kembalikan lagi kunci nya ke saya, saya kelas MIPA 3" sembari melangkah kan kaki nya
"Seperti nya ada yang tertinggal!" suara dari dalam lemari yang ada di ruangan tersebut
"Ada orang di dalam nya?!" Layla yang memberikan respon terkejut, begitu heran ketika melihat seorang yg keluar dari dalam lemari usang , berbeda lagi dengan Helmi, ia sudah menduga itu semua aka terjadi
"Kamu! Kenapa kamu bisa ada di dalam sana!" Tanya Layla dengan mengerutkan keningnya
(Tersenyum tipis)
"Anda pasti ketinggalan sesuatu nona! Coba diingat lagi apa yang sudah tertinggal di dalam ruangan ini!" Ucap Keano yang segera mendekat
( Wajah pucat basi dan tampa pinggir panjang langsung saja berlari )
Tapi … apa daya, ketika sang siswi membuka pintu ruangan, sudah berdiri lengkap dengan peralatannya para detektif dan inspektur timura
__ADS_1
"Hikkk!" begitu kaget akan kehadiran anggota kepolisian di depan pintu
"Percuma rencana anda sudah terbongkar saat ini!" Keano yang segera mendekat melangkah mendekat pada Layla.
"Rencana?!" Layla yang kembali mengerutkan keningnya.
"Hmmm, Gue sudah menunggunya dalam keadaan pengap selama 3 jam di dalam lemari! Sebenarnya ada rasa was-was bagi gue, karena dia bisa saja melancarkan aksinya ke dalam lemari, tapi ..untung lah itu tidak ia lakukan! Benar bukan apa yang saya ucapkan, nona!" Keano yang mempertegas kembali ucapannya.
*****
"Itu semua memang benar! Percuma juga saya lari sekarang bukan! Sudah pasti sudah banyak anggota kepolisian yg tengah berada di luar,dan jika saya lari pun sekarang ceritanya kan tidak akan seru bukan?!" sang siswi yang bertanya balik pada Keano.
*****
"Saya pikir, rencana saya sudah sangat sempurna,saya pikir dengan kejadian kemarin, tidak akan ada yg menyadari trik yang akan saya gunakan! Tapi... ternyata saya salah!" sembari mengepalkan tangan nya.
"Trik?!" Jadi memang telah terjadi sesuatu?!" Layla yang memberikan ekspresi wajah yang begitu heran bercampur dengan rasa kaget.
Tiba-tiba saja loteng atas ruangan berbunyi ( krekkkk),dan membuat semua orang yang ada di ruangan begitu terkejut ketika melihat sepasang kaki keluar tiba-tiba dari dalam loteng
Keano pun tersenyum tipis dan segera membantu mengeluarkan seorang dari dalam loteng
"Ada mayat! Apa itu zombie!" sang inspektur dan para detektif lainnya yang begitu sangat kaget
"Dasar bodoh!.Mana ada hal yg seperti itu dalam dunia ini!" Keano yang segera langsung berucap
"Cepat panggil ambulance!"perintah dari Keano pada anggota kepolisian yang tengah bersiap dengan senjatanya masing-masing.
*****
Huhh, untunglah dia masih hidup." Keano yang berucap ketika telah selesai memeriksa denyut nadi sang korban
Siswi yang masih berada di ruangan, memperlihatkan ekspresi wajah yang begitu geram, dengan mengepal tangan kanannya, seakan-akan begitu kesal, karena perbuatannya tak berhasil.
Tapi...ada hal yang lebih mengagetkan dari tubuh manusia yang secara tiba-tiba keluar dari loteng sekolah.
*****
Melompatnya seorang lelaki dari atas loteng,yap dia adalah sang seorang siswi SMA yang memberi gelar pada dirinya sendiri sebagai seorang detektif SMA, sontak saja itu semua membuat semua anggota kepolisian mengarahkan senjata nya kepada seseorang yang baru saja ikut keluar dari loteng atas yang memang hanya di desain untuk ukuran lelaki dewasa
"Helmi! Bagaimana dia bisa berada di dalam sana?! Sedangkan dia sedari tadi bersama saya!" ucapan kebingungan Layla yang membuat semua anggota kepolisian meletakkan alat mereka masing-masing.
"Helmi! Apa dia sang detektif SMA?!" ucap kaget inspektur timura
"Huhhhh, akhirnya keluar juga." ucap sang detektif SMA
Inspektur timura mendekat ke arah Helmi dan seraya berucap
"Kenapa kamu juga bisa ada di dalam sana?!" tanya sang inspektur timura
"Sebelum saya menjelaskan kenapa saya juga ada di dalam sana. Sebelum itu ... saya akan menjelaskan kenapa nona ini ada di ruangan ini dan satu hal yg paling penting, kenapa tubuh korban bisa ada di dalam sana!" Dua detektif SMA yang akan memberikan deduksi briliannya untuk membuka trik dari kasus yg begitu merepotkan ini .
*****
"Coba anda lihat lubang tersebut!" perintah sang detektif SMA
"Jangan … jangan … mereka berdua memang sudah mengetahui akan terjadi sesuatu di ruangan ini?!" Batin Layla yang merasa jika tindakan Helmi dan Keano begitu aneh jika hanya sebuah kebetulan belaka.
Tapi untuk kali ini layla hanya menyimak dengan seksama penjelasan apa yang akan di berikan oleh dua detektif SMA tersebut
"Lubangnya memang seukuran untuk orang dewasa yah" ucap sang inspektur timura ketika melihat lebih dekat loteng tersebut
"Huhh! Anda keliru inspektur!.Bukan dia pelaku nya," ucapan detektif SMA yang membuat para detektif begitu heran
"Maksud anda bukan dia pelaku nya?! Terus siapa yg sudah melukai korban?!" tanya detektif Bomo yang mendekat ke arah sang detektif SMA.
"Si korban sendiri lah yg sudah melukai diri nya sendiri!" ucap sang detektif SMA yg merasa jika ini semua begitu menjanggalkan.
"Korban?! Kenapa dia harus melukai nyawa nya sendiri?! Dan satu hal lagi!Bagaimana cara korban bisa masuk ke dalam sana?! Itu sangat mustahil bukan untuk di lakukan?! Apa korban berniat untuk bunuh diri?!" tanya inspektur kepolisian.
*****
"Ya! Anda memang benar, ini semua begitu mustahil untuk di lakukan!" sang detektif SMA yang tersenyum tipis dan kembali berucap
"Tapi … untuk kasus kali ini memang ada trik yang begitu merepotkan yang telah di gunakan!" Dua detektif SMA yang akan membuka siapa pelaku sebenarnya.
*****
Pemecahan misteri di gedung sekolah oleh dua detektif berdarah panas ...
"Dan … satu hal lagi! Si korban tak berniat bunuh diri, tapi … dia hanya ingin melampiaskan kasus ini kepada nona tersebut." jawab Keano yang juga memberikan deduksi briliannya untuk misteri kali ini.
"Melampiaskan?!" sang inspektur keponakan yang mengerutkan keningnya.
*****
"Bukan begitu nona?!" sang detektif SMA ( Keano) yang mendekat ke arah sang nona yang terdiam
Inspektur kepolisian yang sama sekali belum mengerti tentang kasus kali ini, langsung mendekat ke arah seorang siswi dan seraya bertanya
"Apa sebenarnya yg telah terjadi?! Dan kenapa kamu bisa ada di dalam ruangan ini?!" Inspektur kepolisian yang di penuhi dengan begitu banyak pertanyaan yang sangat membingungkan
"Yang di ucapkan sang detektif SMA ini memang benar, korban telah melukai nyawanya sendiri! Dan alasan kenapa saya ada di sini! Itu semua karena ulah dia sendiri ( korban)! Dia ingin menjebak saya, seakan-akan saya yang telah berbuat tindakan kriminal kepada dia!" sembari mengepalkan tangannya
"Tapi … bagaimana mungkin itu semua harus dilakukan oleh seorang siswi pada guru nya sendiri!" tanya detektif Bromo yang ikut bertanya.
*****
Kisah kelam itu semakin terbuka, tak ada misteri yang tak dapat dipecahkan! Jika disana terdapat dua detektif berdarah panas.
"Sama dengan kejadian satu tahun yang lalu, dan trik yang di gunakan sangat sama!" ucap siswi tersebut.
"Kejadian satu tahun yang lalu?" inspektur kepolisian yang mengerutkan keningnya.
"Ya, kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang siswi, dengan cara melompat dari ruangan ini." ucap sang siswi
"Tunggu sebentar! Apa ini semua ada hubungan nya?! Jangan bilang, jika korban tahun ini yang telah menjebak sang korban satu tahun yang lalu, dengan menggunakan trik yang sama dengan kasus kali ini?!" tanya detektif Bromo.
"Itu memang benar! Ini semua ada hubungan nya!" balas sang siswi dengan mengepalkan kedua tangannya, seakan ada dendam yang masih tak bisa untuk disampaikan.
*****
"Tapi … saya rasa, jika kamu sebenarnya ingin mengubah dialog nya bukan?!" sang detektif SMA ( Helmi) yang juga ikut berbicara
Semua detektif begitu heran dan detektif Bromo begitu kebingungan lantas bertanya pada sang detektif SMA ( Helmi).
"Mengubah dialog?! Jangan bilang, jika siswi ini memang berniat untuk membunuh korban?!" Praduga baru para anggota kepolisian.
"Membunuh korban! Anda pikir saya orang yang seperti itu! Bukan nya anda sendiri yang bilang! Jika korban hanya ingin melampiaskannya kepada saya, seolah-olah saya sendiri lah yang sudah melakukan tindakan kriminal ini! Lantas kenapa anda sekarang mengatakan! Jika saya mencoba untuk membunuh korban!" Ucap siswi tersebut dengan begitu amarah yang sudah memuncak.
__ADS_1
( Tersenyum tipis)
"Itu semua karena … Anda berniat membalaskan dendam satu tahun yang lalu bukan?! Dendam dari kematian teman anda yang bunuh diri dari ruangan ini! Apa yang saya ucapkan benar, nona?!" sang detektif SMA ( Helmi) yang bertanya pada siswi yang tengah mengepalkan tangan nya.
*****
"Jika di tempat itu ada detektif, kejahatan sempurna tak kan mungkin bisa untuk di lakukan!"
*****
"Dendam masa lalu?! Apa Sebenarnya yang telah terjadi satu tahun yg lalu?! Kenapa korban ingin melenyapkan nyawa orang yang tidak bersalah satu tahun yang lalu?!
"Tapi … saya rasa, jika kamu sebenarnya ingin mengubah dialog nya bukan?!"sang detektif SMA ( Keano) yang juga ikut berbicara.
Semua detektif begitu heran dan detektif Bromo begitu kebingungan lantas bertanya pada sang detektif SMA ( Keano).
"Mengubah dialog?! Jangan bilang, jika siswi ini memang berniat untuk membunuh korban?!" tanya detektif Bromo.
"Membunuh korban! Anda pikir saya orang yang seperti itu! Bukannya anda sendiri yang bilang! Jika korban hanya ingin melampiaskan nya kepada saya, seolah olah saya sendirilah yang sudah melakukan tindakan kriminal ini! Lantas kenapa anda sekarang mengatakan! Jika saya mencoba untuk membunuh korban?!" tanya siswi.
****
( Tersenyum tipis)
"Itu semua karena … Anda berniat membalaskan dendam satu tahun yang lalu bukan?! Dendam dari kematian teman anda yang bunuh diri dari ruangan ini! Apa yang saya ucapkan benar, nona?!" sang detektif SMA ( Keano) yang bertanya pada siswi yang tengah mengepal kan tangan nya.
*****
"Kasus bunuh diri?!" Detektif Bromo yang langsung melacaknya lewat smartphone milik nya
"Maksud anda kasus ini! Kasus siswi yang bunuh diri dari ruangan ini satu tahun yang lalu. Tanggal kejadia nya 3 November 2021." tambahan dari detektif Bromo
"Itu bukan kasus bunuh diri!" penolakan dari sang siswi dengan mencoba berusaha menahan air matanya untuk tidak menetes
"Bukan kasus bunuh diri?" inspektur kepolisian yang mengerutkan keningnya
"Dia hanya korban!" Sembari mengepalkan kedua tangan nya
"Dia hanya korban nafsu belaka dari iblis bertopeng manusia! Dia sama sekali tidak pantas di jadikan sebagai teladan bagi murid-murid nya! Berlagak seperti seorang pahlawan padahal dia adalah penjajah sesungguhnya! Penjajah dari keperawanan para siswi nya! Apa saya salah mencoba mengakhiri aksi bejat dia! Hah!" Ucap gadis itu dengan nada tinggi
Layla sama sekali tak berkutik dengan ucapan dari siswi, dia mengerti betul posisi dari sang siswi, karena dia juga sama seperti siswi yg tengah mencoba menahan emosi, di waktu yg serempak dia juga harus menahan air mata nya.
*****
"Tapi .... kenapa harus dengan cara yang seperti ini? Bukannya anda bisa melakukan nya dengan cara damai?!" tanya inspektur kepolisian.
"Cara damai kata anda inspektur!.Anda sama sekali tidak merasakan bagaimana jadi para korban aksi bejat dia bukan! Anda sama sekali tidak akan pernah mengerti! Bagaimana rasa nya … masa depan anda hancur seketika! Kalian semua tak kan pernah mengerti!" ucap sang siswi yang berlutut di lantai dengan tangis pun pecah.
*****
"Apa karena dia bukan korban satu satunya?!" sang detektif SMA ( Helmi) yang ikut bersuara
Para detektif yang ada di TKP begitu heran
"Bukan satu satunya?! Apa masih ada korban yg lainnya?!" pikir semua para detektif menatap penuh keheranan
"Bagaimana anda bisa tau?!" tanya sang siswi yang menatap sang detektif SMA tersebut
"Cukup mudah di ketahui, jika korban satu tahun yang lalu, bukanlah orang pertama dari kasus berantai ini! Karena … di dalam loteng tersebut terdapat tulisan
(Buaya itu simpel, mereka akan berusaha untuk membunuh dan memakan mu,
Manusia itu rumit, terkadang dia akan menjadi teman mu terlebih dahulu.!!) tulisan yang berhasil di temukan di dalam loteng
"Apa benar ada tulisan seperti itu di dalam sana ?!" sang inspektur yang penasaran dan mencoba memeriksanya sendiri
"Hah! Memang benar ada tulisan seperti yang di ucapkan sang detektif SMA ( Helmi)tersebut!" ucap inspektur.
*****
"Tapi ...yang menjadi pertanyaan nya adalah, kenapa tulisan tersebut ada di dalam sana?!"tanya detektif Bromo tidak mengerti
"Karena ... korban pertama itu memang ingin berusaha dilenyapkan oleh si pelaku, setelah melakukan aksi bejatnya ..., saya rasa jika korban pertama ingin melaporkannya ke pihak yg berwajib, apabila sang pelaku ( guru) tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat."
"Tapi ..di karenakan si pelaku tidak mau reputasinya hancur, makanya dia berusaha memutar otaknya dengan cara menyuruh sah korban pertama ke dalam ruangan ini, dengan alasan akan mau bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat. Tapi … tampa di ketahui oleh korban pertama, sang guru ternyata tidak ingin bertanggung jawab, malahan berniat untuk membungkam mulut sang korban dengan cara melenyapkan nyawanya "deduksi dari sang detektif SMA ( Helmi).
"Melenyapkan nyawa sang korban?! Apa itu ada bukti?!" tanya inspektur kepolisian.
"Ada!" suara dari seorang lelaki yang mendekat
"Anda siapa?!" tanya inspektur Kep ketika melihat Keano yang melangkah mendekat.
"Barang bukti yang dipakai oleh si pelaku adalah balok persegi panjang ini!" Keano yang segera menunjukkannya kepada sang detektif yang ada di TKP.
"Di mana Anda menemukan ini?!" tanya sang detektif yang dipenuhi oleh rasa penasaran.
"Di dalam lemari usang tersebut!" ucap Keano yang membuat sang siswi ikut bersuara
"Di dalam lemari!" Para detektif yang mengerutkan keningnya.
"Barang ini yang sebenarnya anda cari bukan, nona ?!" tanya Keano pada siswi tersebut.
"Kenapa barang bukti tersebut tidak berhasil di temukan?! Seingat saya, ketika kejadian satu tahun yang lalu terjadi, semua sudut di ruangan ini, sudah di lakukan pengeledahan. Karena itu lah, kejadian satu tahun yang lalu di simpulkan bahwa itu merupakan kasus bunuh diri murni." ucap inspektur yg mencoba kembali mengingat kejadian satu tahun yang lalu yang terjadi di ruangan tersebut.
"Itu semua karena … Barang bukti ini berhasil di sembunyikan dengan sempurna oleh si pelaku. Walaupun begitu … Jika di tempat itu ada detektif! Maka kejahatan sempurna tak mungkin di lakukan!" ucap Keano yang tersenyum tipis kepada sang detektif SMA ( Helmi)
( Mendekat ke arah lemari tempat barang bukti yg berhasil di temukan oleh dirinya)
"Alasan kenapa barang bukti ini tidak berhasil di temukan adalah … Karena dia menyatu dengan warna lemari ini! Anda bisa lihat sendiri bukan, warna dari lemari ini terdapat dua warna yaitu warna hitam dan warna coklat, begitu juga dengan balok persegi panjang ini, terdapat dua warna, yaitu warna hitam di pinggiran dan warna coklat di bagian dalam nya"
"Jika di lihat sekilas mungkin balok ini seperti nya sudah bolong di bagian tengah,dan tak mungkin rasa nya balok yang kelihatan bolong tersebut bisa di gunakan sebagai barang bukti yang kuat, oleh sebab itulah balok ini terabaikan."
"Padahal sebenarnya … balok tersebut
adalah barang bukti yang paling kuat. Hanya saja polanya sama persis dengan lemari ini, jika semua anggota kepolisian bisa menyadarinya, mungkin kasus ini tidak akan menjadi buntut panjang seperti ini!" penjelasan dari Keano.
*****
"Tunggu sebentar! Jika begitu, maka apa kalian berdua bekerja sama dalam kasus ini?! Yang pertama anda, anda berada di dalam lemari dan berhasil menemukan barang bukti tersebut."
"Dan yang kedua anda, anda sudah berada di dalam loteng,dan berhasil menyelamatkan nyawa si pelaku"
"Rasanya ini sulit di mengerti jika hanya sebuah kebetulan?!" ucap inspektur .
*****
"Apa benar jika Helmi dan Keano bekerja sama untuk menyelamatkan nyawa seorang yg hampir terbunuh lagi di dalam ruangan yang menyimpan kisah kelam yang begitu memilukan untuk dikenang.
"Dan apa alasan kenapa Helmi bisa berpikir, bahwa korban berikutnya akan di sembunyikan di dalam loteng?!"
__ADS_1
.