Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
rumah baru (?)


__ADS_3

Takdir cinta itu sekarang sedang berpijak pada Helmi, dirinya dengan leluasa dapat merasakan kasih sayang dari Layla sang istri buta yang akhirnya dapat merebut isi hati dari Helmi dan menjadikan dirinya satu-satunya wanita yang begitu dicintai oleh Helmi untuk saat ini.


Menghapus jejak cinta lamanya dengan Carina, membuat dirinya seakan terbebas dari penjara cinta yang membuat dirinya melupakan semuanya dan seakan sudah tertutup pintu mata hatinya.


Apakah kata cinta ini akan segera berpihak pada Layla?


Akankah Layla yang akan menjadi pelabuhan terakhir dari perahu berlayar Helmi?


Apakah perahu berlayar Helmi akan mampu menghadapi banyak riak ombak bahkan badai yang senantiasa menerjang nantinya?


Apakah kapal cinta itu tidak akan karam nantinya?


Apakah kapal berlayar Helmi dapat menepi di pelabuhan yang tepat?


Sekarang Layla benar-benar dimanja oleh Helmi, dirinya selalu dijadikan ratu cinta Helmi untuk selamanya. Tidak ada celah bagi Helmi untuk tidak mencintai Layla sekarang bahkan untuk selamanya.


Hati Helmi sudah berhasil dikunci oleh Layla tidak akan ada kata cinta yang pantas disandingkan pada wanita lain selain pada wanita yang bernama Layla.


"Layla, apa kamu mau mandi sekarang sayang?" tanya Helmi ketika dirinya sudah berada di dalam kamar mandi dengan Layla.


Layla kelihatan masih begitu gugup ketika sedang begitu dekat dengan Helmi walaupun Helmi sudah memberikan rasa cintanya hanya untuk Layla seorang.


Helmi yang dapat menebak jika Layla seakan masih malu dengan dirinya lantas memegang kedua pipi Layla dengan teramat sayang.


Sontak saja tindakan yang dilakukan Helmi membuat sekujur tubuh Layla bergetar begitu hebat dan jantungnya berdebar begitu kencang.


'Hik! Ingat Layla, pria yang sedang bersama kamu sekarang ini bukanlah seorang pria mesum. Dia adalah suami sah kamu, Layla! Dia adalah satu-satunya pria yang berhasil membuat kamu luluh dan mengerti tentang maksud dari kata cinta sebenarnya,' batin Layla yang berusaha pantas untuk Helmi dan dapat bertindak layaknya suami istri sekarang.


Tapi yang namanya perubahan memanglah sulit, Layla masih begitu grogi ketika sedang bersama dengan Helmi. Sementara batinnya terus berkata ingat Layla sekarang pria yang ada di depan mu saat ini adalah suami kamu dan kamu harus bisa membuat dirinya senang dan tidak mencari kebahagiaan diluar sana karena kamu sendiri masih begitu malu pada suami kamu sendiri.


'ingat Layla, mas Helmi telah memberikan banyak cinta pada kamu selama ini. Apa kamu tidak bisa juga untuk mencintai mas Helmi dengan begitu tulus seperti dirinya? Buang rasa gengsi kamu Layla! Serahkan semua jiwa raga kamu untuk Mas Helmi sekarang dan selamanya,' batin Layla yang terus bergejolak menahan rasa malu dan takutnya ketika setiap kali sedang bersama dengan Helmi.


"Kamu kenapa Layla? Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?" tanya lembut Helmi pada Layla yang seakan begitu bingung pada tindakan yang harus ia lakukan.


Layla hanya terus terdiam seakan masih terus berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi Helmi.


'huhhh! Layla kamu harus ingat posisi kamu sekarang, Mas Helmi adalah pria yang tepat bagi kamu dan kamu jangan pernah menyia-nyiakan mas Helmi sedikitpun! Ayo bilang I Love You pada mas Helmi sekarang, agar dirinya juga dapat menyadari bahwa kamu begitu tulus dan begitu mencintai dirinya selama nyawa kamu masih ada,' batin Layla yang terus berusaha untuk menjadi yang paling pantas bagi Helmi.


Helmi yang mendapatkan respon diam dari Layla lantas memperhatikan wajah pucat pasi milik Layla.


'Ada apa dengan Layla? Kenapa dirinya begitu pucat dan seakan ada hal penting yang sedang ia pikirkan saat ini? Apa aku berbuat salah lagi pada dirinya?' batin Helmi yang segera memeluk erat tubuh Layla ketika mereka sedang berada hanya berdua di dalam kamar mandi penuh cinta tersebut.

__ADS_1


"Mas?!" ucap Layla yang tersadar akan lamunan nya yang begitu lama.


Helmi tersenyum ketika Layla berucap kata yang paling dapat membuat hati Helmi begitu gembira sebagai seorang suami.


"Hmmm, aku begitu bahagia sekarang Layla. Kamu adalah wanita yang akan selalu aku cintai selama ini dan tidak akan pernah dapat ku lupakan walaupun sedetik sekalipun," ucap Helmi yang semakin mempererat pelukannya pada Layla.


Layla tersenyum ketika dirinya mendengar sendiri ucapan penuh cinta dari Helmi.


"Hmmm, Layla juga begitu bahagia mas Helmi. Layla juga akan terus mencintai mas Helmi selamanya apapun masalah yang akan menghadapi kita nantinya." balasan cinta Layla untuk Helmi.


Helmi begitu gembira dan dipenuhi oleh kelopak mawar cinta yang sudah semakin nyata dalam rumah tangga mereka berdua.


"I love you mas Helmi," ujar Layla yang membuat Helmi semakin seakan dimabuk asmara oleh Layla sang istri setia.


"I love you too sayang," balas Helmi yang segera memegang kembali pipi Layla dengan teramat sayang.


"Terima kasih, Layla. Terima kasih atas semuanya," ujar Helmi seakan ada cairan bening yang siap menyampaikan rasa cinta itu pada Layla saat ini.


Layla tersenyum manis dan segera berucap yang dapat membuat Helmi semakin sadar diri bahwa dirinya yang hina sudah berhasil mendapatkan sebuah berlian yang begitu berharga.


"Terima kasih juga mas Helmi, terima kasih atas rasa cinta mas Helmi yang begitu besar pada Layla. Terima kasih akan semuanya," ucap Layla yang berusaha untuk menggapai tangan Helmi yang berada di pipinya saat ini.


"Maafkan Layla, maafkan Layla jika masih belum bisa menjadi istri sempurna untuk kamu, Mas. Layla memang lah seorang wanita cacat yang dapat memiliki seorang pria sempurna seperti diri kamu, Mas Helmi. Terima kasih akan semua kasih sayang dan rasa cinta yang begitu besar dan itu semua telah kamu berikan pada diriku," ujar Layla yang membuat hati Helmi kembali tersakiti.


Dilain sisi Helmi masih begitu kepikiran tentang bagaimana jika Layla akan tahu sifat asli dari Helmi? Apakah Layla akan meninggalkan Helmi untuk memberikan pelajaran bagi Helmi? Atau mungkinkah Layla dapat menerima semua kekhilafan yang pernah dilakukan oleh Helmi selama ini.


'Bagaimana jika Layla mengetahui semuanya? Semua tentang kebodohan ku di masa lalu. Bagaimana jika Layla bertemu dengan Carina nantinya? Aku tidak dapat terus melindungi Layla agar tidak dapat bertemu dengan Carina, sudah pasti dirinya akan berusaha mencari diriku saat ini!' batin Helmi yang teringat dengan wanita masa lalunya yaitu Carina yang sudah tidak pernah ia hubungi lagi dan Helmi sudah mengganti nomor telepon agar Carina tidak dapat menghubungi dirinya.


Hingga detik ini, Helmi terus berusaha menghindar dan terus bersembunyi agar Carina tidak mengetahui dimana posisi dirinya saat ini.


Ketika pikiran Helmi sedang begitu kacau ketika itu pula Helmi mendapatkan sebuah ide agar dirinya dapat bersama dengan Layla walaupun hanya sementara dan terus dapat menghindari Layla nantinya dari Carina yang mungkin akan menjadi ancaman paling serius bagi rumah tangga Helmi dan Layla.


'Aku tidak ingin meninggalkan Layla dalam kondisi hamil seperti ini, dan aku juga tidak ingin Layla bertemu dengan Carina. Apa aku harus mengajak Layla pergi dari hingar-bingar kota ini? Apa aku harus mengajak Layla untuk bersembunyi sementara waktu hingga waktu yang pas aku bisa menitipkan Layla pada Keano dan dapat memberitahu Layla tentang semua kejahatan yang sudah ku lakukan pada dirinya di awal pernikahan?" batin Helmi yang seakan mendapatkan ide yang dapat membuat dirinya dan Layla tetap bersama setidaknya Helmi dapat memberikan kasih sayang pada Layla dan calon bayi mereka walaupun itu semua hanyalah sekejap.


Helmi sudah membulatkan tekadnya dan segera berucap pada Layla tentang rencana ide yang sudah ia pikirkan.


"Layla, apa aku boleh berucap satu hal pada kamu?" tanya Helmi pada Layla.


"Iya, Mas," balas Layla mempersilahkan Helmi berucap.


"Jadi gini, kamu tahu kan kalo aku tuh besok udah boleh pulang. Jadi gimana ... Kalo kita bikin rumah sendiri supaya tidak nginap terus di rumah papa sama Mama? Gimana menurut kamu, Layla? Apa kamu setuju dengan usulan aku?" tanya Helmi pada Layla.

__ADS_1


Bagi Helmi mungkin ini akan menjadi awal rencana yang bagus, ada dua alasan yang menjadikan Helmi berpikir bahwa jika dirinya dan Layla tinggal di rumah baru tersebut. Alasan pertama sudah pasti Helmi dapat menjauh dari Carina dan membuat Layla tidak dapat bertemu dengan Carina yang mungkin akan menjadi topan badai sesungguhnya bagi rumah tangga mereka berdua.


Alasan kedua ketika Helmi akan menyelidiki masuk ke dalam organisasi berbahaya yang sedang mengincar nyawa Layla, dirinya bisa menitipkan Layla pada Keano tanpa membuat kedua orang tua mereka berdua curiga bahwa keselamatan Layla sedang terancam saat ini.


"Iya, mas. Layla akan selalu setuju dengan usulan kamu," balas Layla yang akan selalu berada disamping Helmi dimanapun Helmi berada.


"Terima kasih yah sayang," ujar Helmi yang memberikan satu kecupan manis pada kening Layla.


Setelah selesai mandi untuk kedua kalinya, Helmi segera membaluti tubuh Layla dengan handuk.


Layla yang ingin menjadi istri sempurna bagi Helmi lantas berucap yang dapat membuat rona pipi Helmi tersenyum bahagia.


"Makasih yah suamiku," ucap Layla dengan memeluk erat tubuh Helmi ketika dirinya sedang digendong oleh Helmi ke kamar utama pasien kembali.


Helmi begitu senang karena Layla sudah mulai bisa memberikan kata-kata rayuan pada dirinya, Helmi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas dari Layla, dirinya segera membalas rayuan Layla.


"Sama-sama istriku, kamu mau pakai baju tidur apa enggak usah pakai baju tidur?" goda Helmi pada Layla yang membuat Layla memukul kecil-kecil dada bidang milik Helmi.


"Ihhh, mas Helmi genit deh!" balas Layla yang kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Helmi.


"Oh yah, sayang. Kalo besok kita ke rumah Papa kamu bilang aja lagi mau sama Mas Helmi yah," ucap Helmi pada Layla yang membuat Layla memberikan ekspresi heran akan pertanyaan yang diajukan oleh suaminya tersebut.


"Emang kenapa, Mas ? Layla kan emang bakal terus sama Mas Helmi?" tanya Layla yang sama sekali tidak mengerti akan ucapan dari Helmi pada dirinya.


"Oh yah, Mas. Apa Manda bakal ada di rumah papa besok? Layla kangen banget sama Manda, mas. Apa boleh Layla bertemu dan bermain dengan Manda nantinya?" tanya Layla yang teringat dengan kelucuan dan kelincahan Manda sang keponakan Helmi yang begitu rewel dan keras kepala sama seperti Helmi waktu masih kecil.


"Emang kamu tuh akan terus bersama aku sayang, tapi ... Itu akan beda kalo ada Manda," Helmi yang berucap dengan menyentil hidung Layla dengan teramat gemas.


"Ihhh, mas Helmi. Masa iya cemburu sama anak kecil sih, apalagi sama ponakan sendiri. Manda itu lucu loh mas, apalagi Manda juga ceria pasti Layla bakal betah lama-lama di rumah Papa nantinya," ucap Layla pada


Helmi.


"Jadi ... Istri aku lebih milih dan lebih senang ketika dekat dengan keponakan rewel itu yah? Jadi ngak senang yah sama suami sendiri? Apa kita perlu melakukan hubungan suami istri lebih lama lagi, sayang?" gombal Helmi yang mendekati wajah Layla.


Layla yang tidak tahan jika wajah tampan Helmi begitu dekat dengan wajahnya, lantas mendorong lembut dada bidang Helmi dan berucap.


"Mas Helmi jangan gitu dong, Layla malu kalo mas Helmi seperti ini," ujar Layla dengan pipi yang sudah merona seperti delima yang tengah merekah dengan begitu indah.


Helmi begitu bahagia karena Layla sedikit demi sedikit sudah bisa memberikan gombalan gombalan kecil yang begitu berarti untuk dirinya.


Sok atuh dikasih Like dan VOTE bagi kasih sayang Helmi pada Layla.

__ADS_1


Nantikan terus update episode terbaru dari author yah!


__ADS_2