Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
Pria pembawa bom!


__ADS_3

Lanjutan part!


Pelaku kriminal itu memang begitu piawai dalam merangkai rangkaian sebuah kejahatan, tapi … jika disitu ada seorang detektif, kejahatan sebaik apapun pasti akan terbongkar.


*****


Bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, mungkin ucapan itu yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi penuh misteri dari ucapan sebelum kematian.


"Maksud kamu?!" Helmi yang mengerutkan keningnya ketika mendengar penuturan dari Keano


Keano menuntun Helmi mendekat menuju mobil korban


Tapi … pertemuan tak terduga kembali terjadi, seorang wanita juga hadir dalam misteri kasus kali ini


Jangan mendekat!" Perempuan muda tersebut yg mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkan nya tepat pada Helmi dan Keano.


Tak ada ketakutan dalam hati Helmi maupun Keano, ia sama sekali tak mendengar kan Ucapan dari seorang wanita muda yang mengarahkan senjata tajam pada mereka berdua


"Hei! Saya bilang jangan mendekat! Apa kalian tidak menggunakan pendengaran kalian!" Ucap perempuan muda tersebut


"Apa Anda tidak menggunakan penglihatan Anda, Nona! Apa Anda tidak bisa melihat apa yang tengah terjadi! Lebih baik Anda pergi dari tempat ini! Sebelum hal buruk juga ikut menimpa, Anda!" Ucap Helmi yang tak menghiraukan ucapan dari perempuan muda tersebut


"Siapa Anda, berani mengatur saya! Saya seorang anggota detektif! Anda yang seharusnya meninggalkan lokasi ini! Ini bukan kawasan Anda berdua! Warga sipil dilarang mendekat!" Ucap perempuan muda yang segera mengeluarkan sebuah kartu tanda pengenal


"Lebih baik kalian berdua meninggalkan lokasi ini! Tak baik untuk warga sipil terlalu dekat dengan lokasi kejadian!" Nasehat dari wanita muda itu yang ditolak mentah-mentah oleh Helmi maupun Keano.


"Percuma berbicara dengan Anda! Ini juga merupakan tugas kami! Lebih baik Anda minggir dari hadapan kami berdua!" Keano yang menghiraukan nasehat dari wanita muda.


*****


"Hei! Kalian berdua sudah tidak waras apa! Saya bilang jangan mendekat! Apa kalian berdua tidak memiliki telinga untuk mendengar ucapan saya!" Ucap kesal wanita muda yang merupakan seorang detektif


"Sudah! Tidak ada gunanya melayani pertanyaan yang tak berbobot itu! Buang-buang waktu kami saja! Jika bertanya harap gunakan pertanyaan yang memang butuh jawaban! Bukan pertanyaan receh seperti yang Anda lontarkan pada kami berdua!" Ucap Helmi yang mendekat ke mobil yang sudah diberi garis polisi.


*****


Perempuan muda tersebut seakan tengah berdiskusi hebat dengan seorang pria dewasa yang juga kebetulan ada di lokasi garis polisi


"Tuh cewek ngapain lagi!" Bisik Helmi pada Keano


"Apa dia benar seorang detektif?! Kenapa seperti hanya seorang warga sipil biasa?!" Ucap Keano yang dapat merasakan aura jahat dari pria yang diajak berbicara oleh wanita yang mengatakan jika dirinya adalah seorang detektif.

__ADS_1


"Helmi, apa kamu juga merasakan hal tersebut?!" Ucap Keano yang segera mendekat pada wanita dan pria muda yang tengah berbicara


"Hei!" Ucap Keano yang segera menghentikan sebuah layangan senjata tajam pada wanita yang menganggap jika dirinya adalah seorang detektif


"Jangan main kasar dengan wanita, Tuan!" Keano yang langsung mematahkan pergerakan dari pria dewasa tersebut


"Kamu lihat kan, Nona! Akibat kamu mau berkompromi dengan pria dewasa ini! Dia malah berniat untuk menyerang kamu, apa kamu memang seorang detektif bersertifikat! Apa hanya seorang gadis biasa yang sebenarnya detektif gadungan!" Keano yang meragukan tentang profesi wanita muda yang mengatakan jika dirinya adalah seorang detektif.


"Apa kamu bilang! Saya ini memang seorang detektif! Apa kamu tidak melihat kartu pengenal yang sudah saya tunjukkan!" Ucap kesal wanita muda


"Kartu itu bisa saja anda modifikasi, bukan?! Gerak-gerik Anda bukanlah seorang yang berprofesi sebagai seorang detektif sungguhan! Anda tidak lain hanyalah warga sipil! Bukan begitu, Nona!" Keano yang masih tak percaya dengan ucapan yang dilontarkan oleh wanita muda tersebut


"Saya sudah bilang! Jika saya ini memang seorang detektif! Apa Anda tidak memiliki telinga!" Wanita muda tersebut yang semakin kesal ketika mendengar ucapan Keano yang semakin tak mempercayai ucapan yang baru saja ia lontarkan


"Sudahi dulu percakapan tak penting ini!" Helmi yang mendekat


"Anda satu lagi! Anda sama saja dengan pria ini!" Wanita muda tersebut yang melontarkan kekesalan nya pada Helmi


"Saya bilang, sudahi ucapan yang tak berguna ini! Ada hal yang lebih penting!" Ucap Helmi yang memerintahkan wanita muda itu untuk diam sejenak


"Apa kalian semua mendengar suara itu?!" Ucap Helmi


Suara yang semakin keras bunyinya ( tik tik tik tik)


"Suara bom!" Ucap Keano yang baru menyadari ada hal aneh dari bungkusan yang dipegang oleh pria dewasa tersebut


"Hei! Apa yang Anda bawa sebenarnya di bungkusan itu!" Keano yang segera merampas bungkusan hitam dari pria dewasa


"Sial! Ternyata memang ada bom di dalam bungkusan aneh ini! Waktunya masih berjalan!" Keano yang berusaha untuk segera menjinakkan bom yang bisa saja membuat kasus baru kembali muncul


Percuma Keano! Waktunya masih terus berjalan! Tidak ada cara lain yang bisa kita gunakan untuk menjinakkan bom ini!" Helmi yang segera mengambil bom yang tengah berusaha diotak-atik agar dapat berhenti dari tangan Keano


"Helmi! Apa yang akan kamu lakukan pada bom itu!" Ucap heran Keano


"Sudah tidak ada waktu lagi! Bom ini akan segera meledak dalam hitungan dua puluh detik!" Ucap Helmi


"Apa yang akan kamu lakukan Helmi! Jangan gila! Bom itu bisa melukai kita!" Keano yang begitu panik ketika Helmi menggenggam bom tersebut tanpa rasa takut sedikitpun, bom tersebut mungkin saja akan meledak tak kurang dari sepuluh detik lagi


Waktu masih terus berjalan, bom tersebut benar-benar akan meledak dalam hitungan tak kurang dari sepuluh detik


"Helmi jangan gila! Cepat lepaskan bom itu!" Keano yang begitu mengkhawatirkan Helmi yang masih keras kepala, ia sama sekali tak mau melepaskan bom yang mungkin bisa saja melukai dirinya, bahkan membunuh dirinya

__ADS_1


"Sssttt!" Perintah Helmi pada Keano yang nampak khawatir


"Enam, Lima, empat." Helmi yang menghitung mundur waktu bom yang masih terus berjalan


"Helmi!" Teriak Keano yang nampak begitu cemas dan begitu khawatir


"Tiga, dua, satu …." tepat ketika hitungan satu, Helmi segera menendang bom tersebut ke atas,


(Doa Rrrrrr)


"Semua tundukkan kepala!" Perintah Helmi ketika bom itu seketika meledak di atas langit yang begitu gelap


"Awwwq!" Keano yang terkena sedikit percikan akibat bom yang ditendang oleh Helmi keatas langit.


"Kamu gila apa! Kamu mau bunuh kita semua disini!" Ucap Keano yang kesal akan tindakan Helmi yang begitu berbahaya


"Ngak sampai ke bunuh juga kok, palingan cuman luka ringan doang" ucap Helmi yang tersenyum tipis pada Keano yang nampak kesal akan tindakan yang sudah ia lakukan.


Helmi mendekat pada pria dewasa pembawa bom yang begitu berbahaya tersebut, ia lantas berucap


"Ada banyak hal yang begitu ingin saya tanyakan pada, Anda! Siapkan mental Anda, Tuan!" Ucap Helmi yang mulai mengerti akan kasus rumit yang harus segera ia selesaikan.


*****


Kira-kira pertanyaan seperti apa yang akan dilontarkan oleh Helmi pada pria dewasa pembawa bom?


Apa pria dewasa tersebut adalah pelaku sebenarnya?!


Komen!.


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak like, beri komentar atau masukan untuk author 🤗


Jangan lupa juga! Favorit kan novel ini( menjadi yang kedua: gadis belia untuk om duda)


Akan banyak misteri misteri di masa lalu yang perlu untuk dipecahkan!


Stay tune semuanya 🤗.


*****

__ADS_1


Introduction!


Update episode berikutnya pada pukul sepuluh pagi (10.00) (besok!)jangan lupa catat waktunya! Terlalu banyak misteri yang harus dipecahkan dalam novel ini!


__ADS_2