
******
Apakah Helmi dan Layla akan tetap dinner romantis malam ini?.
*****
"Ehh, Kakak!"gadis kecil tersebut langsung memeluk Layla
Helmi dan mamanya begitu heran, kenapa Manda (ponakan Helmi), langsung memeluk Layla bukan nya Helmi
"Manda, kamu kenal sama kakak Layla?"tanya Nyonya Melisa.
"Kenal, Tan."
"Kakak ini yang nolong Manda pas kecelakaan." Ucap gadis kecil yang begitu senang akan bertemu kembali dengan penyelamat nyawa nya waktu itu.
*****
Helmi kembali teringat dengan masa lalu tersebut, dimana Manda mengalami kecelakaan dan harus di larikan ke rumah sakit waktu itu, sekitar 3 sampai 4 tahun yang lalu
Helmi curiga jika Layla yang telah mendonasikan matanya untuk Manda ketika terjadi kecelakaan
"Apa Layla yang sudah menyelamatkan nyawa Manda waktu itu?!" Batin Helmi yang menatap lekat pada Layla yang tengah membalas pelukan kerinduan dari ponakan nya.
*****
"Oh iya Tan, Manda boleh sama kakak Layla,ngak?"tanya Manda yang sama sekali tak melepaskan pelukan nya dari Layla sedari awal pertemuan mereka kembali
"Eh, eh, eh. Enggak boleh dong!, Kak Layla malam ini sama kakak dulu."Helmi yang tak kalah merengek dari Manda.
Mamanya Helmi tersenyum seakan menahan rasa tawa bahagia ketika Helmi sudah begitu nyata mencintai Layla
"Manda, kita pulang dulu yah, besok pagi Tante janji bakal antar Manda ketemu sama kakak Layla, sekarang kita pulang dulu yah."Nyonya Melisa yang masih berusaha membujuk Manda agar tak merusak dinner romantis Helmi
"Tuh dengerin!, Kata Tante, Manda pulang aja sekarang, besok aja mainnya yah." Helmi yang juga berusaha menghibur Manda agar tidak menggangu dinner romantis mereka malam ini.
Manda sama sekali tidak mendengar kan bujukan dari tante nya maupun Helmi, Manda masih begitu kangen dengan Layla, sambil merengek Manda berucap
"Ihhhhhh!, Manda ngak mau pulang Tan!, Manda mau sama kak Layla aja!, Kalo kak Helmi mau pulang, pulang aja sendiri!, Jangan ajak Manda dong!" Manda yang masih tak mau melepaskan pelukan nya dari Layla.
******
"Gimana mau pulang coba!, lah Layla tuh kan istri gue!, Enak banget nyuruh gue yang pulang!, Seharusnya nih bocah yang pulang bukan gue!"batin Helmi yang kesal dengan sikap ponakan nya tersebut .
"Enggak, Manda ngak mau pulang kak Layla!" Manda yang masih tak mau melepaskan pelukan nya dari Layla. ketika Nyoya Melisa mencoba menarik badan Manda yang menempel pada kaki Layla.
Layla yang tak ingin Manda merasa bersedih, lantas berucap pada mama mertua nya tersebut
"Biarin Manda di sini aja Tan,ngak apa-apa kok"ucap Layla ketika Manda sudah menangis sejadi-jadinya
"Tapi ... Bukan nya ... Malam ini kalian ...."Nyonya Melisa yang tak ingin kebablasan berbicara di depan anak di bawah umur yang tengah berada di dekat Layla dan Helmi
"Ngak apa-apa kok, Ma. Bukan begitu,Mas Helmi?"
"Ngak apa-apa kan kalo Manda makan malam bareng kita?"ucap Layla sembari menghapus air mata Manda
"Huh!, Enggak apa-apa kok."ucap Helmi dengan tak rela
malam romantis ini pasti akan terhalang oleh kehadiran Manda di sisi mereka berdua, tidak ada makan malam romantis, tidak ada memadu kasih di malam ini, padahal Helmi sudah mempersiapkan kamar romantis untuk mereka berdua setelah dinner malam ini.
*****
"Ya udah deh, Manda boleh tetap di sini, asalkan jangan keluyuran yah, sama satu lagi!, jangan ganggu kak Helmi atau kak Layla yah nanti!" Nyonya Melisa yang kemudian pasrah dengan keinginan Manda yang masih ingin tinggal bersama dengan Layla
"Iya, Tante ku cantik, Tenang aja." Ucap Manda yang begitu senang.
"Helmi, Layla, mama pulang dulu yah, nitip Manda yah. Dia memang sedikit rewel anak nya."ucap Nyonya Melisa yang membuat ucapan rewel dari Manda pun muncul
"Ihhhhhh, Tante!. Mana ada Manda rewel!, Jangan percaya kak Layla!, Percaya aja sama Manda, jangan sama Tante mel!" Ucap Manda rewel.
"Iya, Kak Layla percaya kok sama Manda, tenang aja."bisik Layla yang memang begitu piawai dalam urusan menenangkan anak-anak
"Horeeeee!" Ucap Manda gembira
"Blekkkk." Manda yang mengejek Helmi yang sedari tadi tak suka akan kehadiran ponakan nya tersebut.
*****
__ADS_1
"Cisssshhh!"
"Gagal deh malam ini!, Padahal ... Aku sudah begitu berharap untuk malam ini!, Ini semua gara-gara ponakan rewel nih!, Dasar si bocah tengil Manda!"
"Coba aja bocah tengil nih ngak datang!, Pasti malam ini bakal indah banget!" Batin Helmi yang begitu kesal akan kehadiran Manda di tengah dirinya dan Layla.
*****
Malam romantis pun gagal untuk di lakukan oleh Helmi dan Layla
"Manda, sini sama kak Helmi aja?" Helmi yang memberikan penawaran pada Manda agar tidak di gendong oleh Layla
"Enggak!" Sembari memberontak ketika Helmi mencoba menggendong Manda
"Manda ngak mau sama kak Helmi!, Kak Helmi tukang boong!" Ucap Manda spontan yang membuat Helmi begitu kesal
"Ya udah!, Kalo gitu Manda pulang aja deh!, Kan Tante udah bilang tadi, jangan gangguin kak Layla sama kak Helmi!" Helmi yang ingin memberikan Manda pada mamanya untuk dibawa pulang ke rumah.
"Ehhhhh, ngak mau!, Manda ngak mau pulang kak Layla!, Manda mau sama kakak!" Manda yang kembali merengek sembari mengeluarkan air mata.
Layla yang tak ingin melihat Manda menangis, ia berucap yang membuat Helmi begitu beruntung memiliki istri yang memiliki hati sempurna seperti Layla
"Ngak apa-apa yah mas Helmi?,biar Manda sama kita aja, ngak enak lihat Manda nangis seperti ini"ucap Manda pada Helmi yang masih dengan raut wajah tak suka akan kehadiran Manda untuk malam ini.
*****
" Manda jangan nangis lagi yah!, Kalo Manda nangis, cantik nya hilang dong?" Layla yang berusaha menghibur Manda agar tidak menangis lagi sembari menghapus air mata Manda yang sudah bercucuran jatuh.
"Kalo Manda nangis, kan kakak juga ikutan nangis ntar, jangan nangis lagi yah."
"Manda udah laper?, Kakak laper banget nih!,kita makan yuk, soalnya ... Kak Helmi udah nyiapin makan yang enak-enak loh di dalam."bujuk Layla yang berhasil membuat Manda tidak menangis lagi.
*****
Helmi yang begitu kesal pun hanya bisa mengikuti dari belakang kemauan Layla yang membiarkan Manda ikut dinner romantis malam ini
Tapi ... Helmi tak sengaja menginjak sebuah foto yang sudah kelihatan cukup usang yang tak sengaja menempel di sepatu Helmi
"Ini!" Helmi yang sama sekali tak bergeming ketika menatap foto yang sudah ia pegang
*****
Flash back ✨
Awal pertemuan Helmi dan Layla di masa lalu ...
Masa lalu Layla yang begitu di penuhi oleh kesedihan ...
apa benar ya dia tuh wanita malam?" Bisik tetangga nya Layla
" Kalo bukan wanita malam, ngapain dia tuh selalu pulang nya pagi terus! " balas tetangga lain nya yg tengah memilih beberapa sayuran di gerobak sayur keliling
" Emang kamu liat apa?", Kalo dia tuh pulang pagi terus?" Bisik tetangga lain
" Ya liat lah,kalo ngak liat ngapain juga aku nyebarin masalah besar kayak gini sama ibu-ibu semua, Ada waktu itu,aku liat si Layla pulang nya jam 1 malam!" bisik tetangga lain untuk meyakinkan ibu-ibu yg tengah berbelanja di gerobak sayur keliling
"Ya ampun,aku benar-benar ngak nyangka kalo dia yang pendiam itu pulang nya selarut itu loh!" tetangga lain yang percaya dengan omongan ibu ibu yang tengah membicarakan Layla.
"Iya buk, sepatutnya orang yg pendiam itu yg seharusnya kita curigai?" bisik ibu-ibu yg menyebar kan fitnah tentang Layla.
"Padahal dia tuh baik Loh anak nya, Aku benar ngak nyangka kalo dia tuh simpanan nya om om!" tetangga lain yg masih ragu dengan apa yg di sampaikan oleh ibu-ibu penebar fitnah tentang Layla.
"Dia tuh Baik nya cuman di sini aja,di luar kan belum tentu!" tetangga yang menyebar kan fitnah itu berusaha meyakinkan jika layla bukan lah wanita baik baik
" Belum pasti juga kan buk, Siapa tau dia tuh emang lagi ada tugas dari kampus nya, Ngak boleh suudzon!" balas ibu-ibu yg masih di bilang muda
" Suudzon gimana sih buk, Jelas-jelas dia tuh wanita malam, ada juga Waktu itu, aku melihat si layla di anterin Sama laki-laki pukul 2 malam, Ibu coba aja bayangin, anak gadis mana yg ngerjain tugas sampe semalam itu!, Apalagi pulang nya di anterin sama laki-laki lagi!"
" Kalo bukan dia tuh memang simpanan nya om om!" balas tetangga yg tak henti nya memfitnah Layla.
*****
Di rumah tua yang cukup lusuh, hanya berdinding dari dipan dengan beralasan dari tanah
Di sini lah bertahan nya layla dari derita yg begitu pilu,
Sekarang Layla adalah seorang mahasiswi di universitas Gunadarma, dengan mengambil jurusan ilmu komunikasi publik, termasuk seorang mahasiswi yg punya banyak cerita, terutama cerita masa lalunya yang akan mengobrak Abrik hati bagi yang membaca kisah nya.
__ADS_1
*****
" Maaf ya nek, layla cuman bisa buatin nenek ini doang." Layla yang menopang nenek yang sudah berumur 70 tahun tersebut ke meja yg hanya terbuat dari kayu yg sudah hampir rapuh.
" Tidak apa apa kok Layla, Ini aja nenek udah senang, lagian kita kan harus bersyukur sama apa yg sudah di berikan oleh tuhan yang maha esa kan?"balas nenek paruh baya tersebut kepada Layla.
" Iya nek, Nenek makan yang banyak ya, supaya nenek bisa cepat sembuh nanti nya." Layla yang setiap hari selalu memberikan motivasi semangat untuk nenek yang ia asuh sudah hampir 3 tahun berlalu.
*****
Yap, nenek tersebut bernama nenek Rohayati, umur nya sudah mendekati usia yang ke 70 tahun
Awal mula Layla dan nenek Rohayati bertemu adalah di sebuah tempat pembuangan sampah, ya tempat pembuangan sampah, bahkan bukan hanya sampah yg di buang ke sana, melainkan seorang nenek yang tak berdosa yg dengan sengaja di buang oleh anak nya.
Layla yang merasa jika nasib nenek Rohayati sama dengan diri nya, begitu sedih melihat kondisi nenek Rohayati yg hanya memakai sebuah pakaian yg terbuat dari karung goni, padahal ini bukan lagi zaman penjajah, tapi mengapa masih ada seorang nenek yang tak berdosa yang harus hidup kembali layak nya seperti zaman penjajahan yang dulu pernah ia rasa
Akhirnya pun Layla membawa nenek yg lusuh tersebut ke rumah sederhana nya,
" walaupun sederhana yg penting bahagia, " kata kata tersebut yg selalu di lontarkan oleh Layla, di setiap ia merasa bahwa Tuhan tidak adil pada diri nya.
*****
" Makan sama nenek ya?" ajak nenek Rohayati
" Nggak usah nek, aku udah makan duluan, Nenek habisin ya makanan nya,Layla mau berangkat kuliah dulu." Layla yg senantiasa berbohong di setiap pagi pada nenek Rohayati dengan mengatakan jika dirinya sudah makan lebih dulu, padahal setiap pagi,Layla hanya minum teh hangat
Berbohong dengan mengatakan jika sudah makan terlebih dahulu, adalah kebiasaan Layla setiap pagi nya, Layla hanya ingin nenek yg tengah hidup bersama dirinya bisa merasakan kenyang walaupun Layla selalu merasakan kelaparan.
Layla selalu ingat orang tua kandungnya nya ketika bersama dengan nenek Rohayati
Orang tua nya layla telah meninggal dunia ketika layla masih berumur 10 tahun, dari umur yg masih muda layla harus bisa menafkahi diri nya seorang diri, tak ada sanak keluarga yg mau mendampingi
Layla sudah terbiasa dengan pekerjaan yg begitu rumit, semua pekerjaan ia lakukan, yg penting itu halal,walaupun itu sebenarnya tak pantas untuk di lakukan oleh seorang perempuan
Tak jarang layla bekerja di pembangunan yg rata rata semua nya adalah pekerja laki laki, walaupun seperti itu Layla masih bisa menyeimbangi pekerja laki laki,ya walaupun tenaga nya tidak sebesar tenaga para lelaki.
Yang paling penting bagi Layla ,ia selalu membawa uang ke rumah untuk di tabung dan selalu membawa kan makan malam untuk sang nenek walaupun menu nya selalu tahu. kalo tidak tahu pasti tempe, kadang tidak jarang Layla hanya membawa sebungkus nasi putih ke rumah
Layla selalu mendapat kan cibiran bahkan hinaan dari tetangga, teman teman di sekolah sampai Layla menginjak bangku perkuliahan.
Teman teman di perkuliahan pun tak ada satu pun yg mau berteman dengan layla, ia selalu kesepian,Yap,itu adalah rutinitas yg selalu di lakukan berulang kali setiap hari, Minggu,bulan , bahkan bertahun-tahun sudah ia lalui.
*****
" Nek, Layla berangkat kuliah dulu ya, Nenek hati hati di rumah nya, jangan kemana-mana, sebelum Layla pulang ya nek!" Layla yg selalu mengucapkan hal yg sama kepada nenek Rohayati di setiap pagi nya
" Iya Layla ,Kamu yg rajin belajar ya " nenek Rohayati yg setiap pagi selalu memberikan semangat kepada Layla
" Iya nek " balas Layla.
*****
" Tuh liat simpanan om om!" bisik tetangga yg masih bisa di dengar oleh Layla
" Huh "sembari tersenyum kepada gerombolan para tetangga, Layla yg selalu menghela nafas panjang dan berlalu meninggalkan tetangga yg selalu memberikan cibiran bahkan hinaan,Layla tak pernah membalas cibiran dari para tetangga nya,ia selalu membalas dengan senyum,di setiap para tetangga nya menyebar kan Fitnah yg tiada henti.
*****
" Wanita yg paling hebat bukan wanita yg punya pendidikan yg sangat tinggi
Bukan juga wanita yg terlahir dari keturunan permaisuri apalagi hanya mengandalkan kecantikan pada diri
Tapi, wanita yg paling hebat adalah wanita yg bisa menahan diri dari cibiran yg tiada henti "
(Diary remaja Layla).
******
Mungkin untuk beberapa part episode, aku akan lebih fokus pada masa lalu Layla, Helmi bahkan Keano. Agar semua pembaca setia (nona buta wasiat papa), dapat mengikuti alur cerita ini dengan baik sampai akhir nanti nya, dan ... Aku juga begitu berharap, bahwa semua teman-teman dapat merasakan feel dari novel ini, seolah-olah ikut masuk dan merasakan yang di alami oleh para tokoh 🤗.
*****
Jangan lupa yah tanda jempol nya buat author, jejak komen nya buat author,agar author semakin semangat lanjutin menulis kisah cinta antara Helmi dan Layla
Thanks buat semuanya 🥰
Thanks bagi yang udah mampir baca, mampir like, mampir komen and mampir favorit kan juga novel author 🥰.
__ADS_1