Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
Layla!


__ADS_3

Sementara itu, malapetaka di balik takdir masa lalu itu masih menghantui pikiran Keano. Dirinya yang masih tidak menyangka jika orang yang begitu dirinya cintai sudah terlanjur dimiliki oleh orang lain.


Aku tahu takdir kita memang beda, Layla. Tapi … setidaknya beri aku kesempatan untuk membuktikan rasa cinta itu padamu walaupun hanya sebentar. Izinkan kamu juga mengetahui tentang perasaan ku yang tidak kalah hebat dengan Helmi.


Terima kasih sudah mendonorkan darah mu yang begitu berharga itu, terima kasih sudah kembali menyelamatkan nyawa diriku. Aku berjanji, aku berjanji pada dirimu bahwa diriku akan membalas kebaikan yang sudah kamu berikan padaku, Layla.


*****


Kali ini Keano masih meratapi nasib cinta yang selalu tidak pernah berpihak pada dirinya, meratapi kepergian orang yang paling ia cintai selama ini, alasan kenapa dirinya hidup hingga saat ini.


"Kenapa takdirku akan selalu seperti ini?! Tapi … aku bersyukur bisa menatap wajahmu yang teduh itu dengan kondisi yang begitu dekat."


"Terima kasih, Layla." Gumam Keano ketika dirinya sedang seorang diri di ruangan itu. Ruangan dimana dirinya mendapatkan sekaligus merasakan bahwa Helmi sudah terlanjur mencintai Layla.


Tiba-tiba saja pintu ruangan itu diketuk dan munculnya seorang detektif yang sudah membawa Helmi dan Keano menuju rumah sakit, detektif yang sekaligus memiliki nasib sama dengan yang sedang dialami oleh Keano sekarang.


"Bagaimana kabar Anda, Detektif?" tanya Detektif Bromo pada Keano yang menatap lekat pada Detektif Bromo tersebut.


"Huh, seperti yang Anda lihat sekarang." balas Keano yang tidak terlalu bersemangat menjawab pertanyaan dari Detektif Bromo tersebut.


"Ada apa?! Kenapa Anda kembali kesini?! Bukannya urusan kita sudah selesai untuk sekarang, Detektif!" Keano yang merasakan ada pertanyaan aneh yang akan ditanyakan oleh Detektif Bromo pada dirinya.


"Sepertinya Anda sudah dapat menebak pertanyaan yang akan Saya tanyakan pada Anda sekarang! Kita sama-sama Detektif sudah pasti untuk hal sepele ini Anda dapat menebak alur cerita selanjutnya!"


"Dan sudah seharusnya saya tidak bertanya bukan?! Anda pasti langsung tahu maksud kedatangan saya kesini kembali!" ucap Detektif Bromo yang meletakkan bunga hidup di dekat meja samping ranjang Keano.


Keano menatap lekat sang detektif dan segera berucap.


"Huh! Seharusnya ini bukan menjadi urusan Anda, bukan! Bukannya kesepakatan kita tidak sampai kesini!" ucap Keano yang enggan menceritakan hal yang tengah ia alami, walaupun sebenarnya Keano sudah paham akan alur pertanyaan dari Detektif Bromo.


"Saya tahu kesepakatan kita tidak ada untuk urusan kali ini, dan saya juga tahu ini begitu privasi bagi Anda, Detektif!"


"Tapi … sesama seorang detektif nasib kita juga sama!" ucap Detektif Bromo yang membuat Keano menatap lekat pada Detektif Bromo yang sedang duduk di bangku pengunjung di rumah sakit tersebut.


Keano tersebut licik pada sang detektif dan seraya berucap,


"Apa Anda juga ditinggalkan oleh orang yang Anda cintai sekarang, Detektif?! Apa takdir cinta kita memang akan seperti ini?! Selalu mengalah untuk takdir orang lain?!" ucap Keano yang sudah dapat menebak jika Detektif Bromo juga memiliki masalah cinta yang sama dengan dirinya.

__ADS_1


Detektif Bromo juga memberikan sedikit senyuman kecil sebelum dirinya berucap.


"Huh! Takdir cinta kita memang sama, Detektif. Tapi … sayangnya saya lebih dahulu merasakannya daripada Anda!" ucap Detektif Bromo.


Keano yang mengerti tujuan sebenarnya dari Detektif Bromo ia segera berucap.


"Apa ini tujuan Anda, Detektif?! Apa Anda ingin menertawai saya sekarang! Jika begitu silahkan." ucap Keano pada Detektif Bromo.


"Anda jauh lebih cerdik dari apa yang saya kira, Detektif. Sayangnya sekarang saya tidak akan menertawai Anda! Saya hanya ingin mengatakan sesuatu sebelum kita berpisah kembali hingga kasus sebenarnya itu datang!" ucap Detektif Bromo yang membuat raut wajah Keano bertukar menjadi raut begitu heran.


"Hal apa yang ingin Anda sampaikan pada saya, Detektif?! Apa itu akan kembali menantang malaikat maut?!" ucap Keano yang sudah menebak dari awal jika dirinya dan Helmi akan dihadapkan kembali oleh masa lalu, di mana dendam yang masih belum terbalaskan dengan sempurna. Dan kejadian yang membuat dirinya dan Helmi masuk rumah sakit adalah awal dari penderitaan sebenarnya.


Penderitaan yang membuat siapa yang paling kuatlah akan bertahan, penderitaan yang kembali membuat mereka berdua, Detektif yang terlalu kepo akan urusan orang lain hingga membuat dua detektif tersebut selalu dikejar oleh maut lewat orang-orang yang tidak menyukai hal brilian yang dapat mereka pecahkan.


Masa muda memanglah masa yang penuh dengan tantangan, terlalu banyak tantangan yang harus mereka rasakan ketika masih dalam tahap remaja yang memiliki jiwa tantangan yang tiada tara.


Awal yang membuat keberadaan Helmi dan Keano seakan selalu diikuti oleh maut yang senantiasa menghantui mereka berdua. Kejadian itu dimulai ketika mereka terlalu kepo akan sebuah masalah besar dan masalah itu membuat Helmi dan Keano benar-benar dalam lingkar masalah besar tersebut.


"Hel, pulang sekolah Lo mau kemana?" tanya Keano ketika mereka berdua tengah berjalan di koridor sekolah menuju parkiran.


"Gak ada sih, palingan juga mageran aja. Emang kenapa? Mau ajakin gue nantangin malaikat maut lagi?!" Helmi yang menduga jika sahabatnya tersebut sudah ada rute berbahaya yang harus mereka selidiki untuk hari ini.


"Mau ajakin gue kemana?! Sepertinya hari ini begitu berbeda dari hari sebelumnya! Apa ada kasus yang begitu menarik untuk hari ini!" ucap Helmi yang segera masuk ke dalam mobil milik Keano.


"Ini apa?!" Helmi yang mengerutkan keningnya ketika mendapatkan sebuah amplop putih dari Keano ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil.


"Buka aja dulu, Lo pasti bakal suka dengan kasus kali ini!" Perintah Keano pada Helmi yang menatap dirinya dengan tatapan begitu penasaran.


Memang benar reputasi Helmi dan Keano sedang naik daun sekarang, sebagai detektif muda yang selalu memecahkan banyak kasus membuat nama mereka berdua melambung tinggi bahkan sudah begitu terkenal di kalangan anggota detektif lainnya yang memberi nama Helmi dan Keano dengan sebutan " detektif gila kasus!"


"Ini?!" Helmi yang cukup tertarik dengan foto yang tertera di dalam amplop tersebut.


"Hmm, gimana?! Lo mau selidiki tempat itu?!" tanya Keano yang sudah siap menancapkan gas mobilnya.


"Boleh juga, sepertinya kasus kali ini lebih menarik daripada yang sebelumnya!" Helmi yang menyetujui ajakan dari Keano.


Akhirnya mereka berdua kembali dihadapkan oleh kasus yang semakin membuat nyawa mereka berdua akan dapat melayang seketika.

__ADS_1


Dari awal inilah semua hal yang berkaitan dengan Helmi dan Keano akan menjadi ancaman bagi sebagian pihak.


*****


Kembali ke alur cerita ….


Di ruangan tempat Keano dirawat, Detektif Bromo akan menyampaikan hal yang begitu penting bagi Helmi dan juga Keano. Sebagai dua detektif yang nyawanya akan senantiasa dihadapkan oleh maut, maka ucapan dari Detektif Bromo akan menjadi awal dendam itu kembali hadir di lingkungan hidup Helmi dan juga Keano.


"Anda ingat! Anda berdua yang memulai ini semua! Jika tidak kamu berdua terlalu kepo pada urusan mereka, nyawa itu pasti akan aman hingga saat ini!"


"Tapi … kami dari anggota kepolisian begitu berterima kasih pada kalian berdua (detektif yang gila akan kasus) mungkin jika waktu itu dua detektif ini tidak kepo akan masalah itu kami tidak akan pernah menemukan kenyataan sebenarnya!"


"Anda pasti sudah tahu akan pergerakan mereka semua, bukan?! Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu pada Anda sekarang! Berhati-hatilah, detektif."


"Kalian berdua adalah aset berharga yang dimiliki oleh anggota kepolisian. Jaga semuanya hingga mereka semua dapat dilumpuhkan nantinya!" Detektif Bromo yang segera melangkah keluar ruangan tersebut.


"Huh! Jika untuk itu! Anda tenang saja, Detektif. Saya sudah mempunyai rencana dan dapat saya pastikan jika rencana ini akan berjalan dengan lancar nantinya!" ucap Keano yang menatap lekat pada punggung sang detektif yang sudah melangkah dan hampir sampai di depan pintu ruangan tersebut.


"Huh! Saya begitu menantikan rencana Anda berikutnya! Tapi … anda harus hati-hati! Mereka bukanlah lawan yang lemah untuk ditaklukkan begitu saja."


"Dan satu hal lagi! Jangan lagi Anda korbankan orang yang begitu Anda cintai dalam masalah ini!" Detektif Bromo yang segera melangkah keluar dari ruangan tersebut setelah dirinya berucap pada Keano yang masih menatap lekat pada Detektif Bromo yang sudah semakin menjauh.


Keano begitu memikirkan akan ucapan yang baru saja disampaikan oleh Detektif Bromo pada dirinya, berita besar yang sedang menanti di depan mata.


Dirinya tahu jika ini semua akan terjadi tapi yang tidak dimengerti oleh Keano adalah ucapan terakhir yang disampaikan oleh Detektif Bromo pada dirinya.


Ucapan yang mengatakan jika dirinya harus berhati-hati dan Jangan pernah untuk korbankan orang yang begitu dirinya cintai dalam masalah besar yang sudah di depan mata.


"Apa yang dimaksud detektif itu adalah Layla! Apa maksud sebenarnya?! Apa Layla memang ada hubungan erat dengan mereka semua dari awal!" Keano yang kembali mengingat masa lalu tentang awal kasus tersebut dimulai.


"Memang sudah dari awal saya berpikir jika Layla begitu erat kaitannya dengan mereka, tapi … apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu itu! Kenapa mereka semua malah mengincar kesempatan Layla!"


"Jika sudah begini! Tidak ada waktu untuk meratapi nasibku yang begitu payah ini! Sudah saatnya aku membuktikan rasa cinta yang teramat besar pada Layla." ucap Keano yang segera mengetik sesuatu di ponsel miliknya.


Episode baru sudah hadir kembali, sok atuh dikasih tanda cinta nya buat novel author 🤗


Wah kira-kira apa yah hubungan Layla dan ancaman besar yang sudah menghampiri Helmi dan juga Keano?

__ADS_1


Nantikan jawabannya di episode berikutnya!


__ADS_2